
" selamat ya Marischka...!!!" seru Natasya yang kegirangan sambil memelukku erat.
yyeeeeeaaahhh...!!!!!
aku pun hanya berteriak kegirangan dan seakan puas hati ku karena memenangkan pertandingan yang cukup intens melawan asisten Liu.
" yes...,yess...,yesssss....!!!!" teriak ku dengan sedikit berlebihan.
penonton yang melihat pertandingan final aku dan asisten Liu pun ikut senang dibuatnya. aplaus dan beberapa siswa pun bersorak gembira.
setelah melampiaskan kegembiraan ku dengan ekspresif, asisten Liu pun menghampiri ku dan Natasya.
" selamat ya nona muda...!" seru asisten Liu sambil tersenyum melihatku.
" akhirnya aku bisa menang melawan mu asisten Liu..!!" jawab ku dengan ekspresif dan meledak-ledak.
asisten Liu hanya tersenyum senang melihat tingkah laku ku yang sedikit berlebihan. dengan sportif dia pun berkumpul bersama aku dan Natasya, kami sedikit membahas permainan ku di pertandingan final tadi.
" kalau begitu aku ijin pamit dulu nona muda.." sambung asisten Liu sambil tersenyum ke arahku. lagi-lagi dia bersikap formal kepada ku, mungkin baginya saat di depan umum sikapnya harus formal kepadaku.
" baik Liu..." seru ku sedikit sedih karena asisten Liu yang kembali berubah ke mode yang menjengkelkan. ku perhatikan lagi asisten Liu yang sudah menjauhiku.
" kenapa asisten mu..??" tanya Natasya dengan nada keheranan.
" nggak tau..?!" jawab ku dengan sedikit lemas dan penasaran juga. aku dan Natasya diam cukup lama saat melihat asisten Liu yang sudah mau pergi tanpa sedikit melihat ke arahku.
" sudahlah...!!"
" ayo kita pergi Nat..!" ajak ku sambil memecah keheningan itu. Natasya pun mengangguk saja menerima ajakan ku.
dengan segera Natasya membantu membawakan tas ku dan beberapa minuman yang ku persiapkan tadi. kali ini dia membantu ku dengan senang dan tanpa protes sedikit pun.
" ayoo..." seru Natasya sambil melihat ke arahku dan membawa perlengkapan ku. kami berdua berjalan menyusuri lorong sekolah dan mencari tempat istirahat yang cukup asyik.
" kita kemana..??" tanya Natasya penasaran.
" sudahlah ikut saja..." jawab ku sambil tersenyum melihat Natasya.
" okee..., you are the boss...?!" sambung Natasya dengan pasrah mengikuti ajakan ku. aku hanya tersenyum mendengar kata-kata Natasya.
hehehe...
aku berjalan terus melewati kantin sekolah, ku lihat kantin sekolah kami kali ini ramai dengan siswa yang istirahat disana.
lagi-lagi saat aku melewati kantin sekolah ku, para siswa kembali melihat ke arahku. entah apa yang salah dengan penampilan ku kali ini.
" duh risih banget tau...!!" gumam ku ke arah Natasya yang ada disamping kiriku.
" sudahlah..., nikmati aja...!!" seru Natasya sambil melihat ke arahku. aku sebenarnya sangat risih jika dilihat sebagai fisik dan materi ku saja.
" maleeesss...." sambung ku cemberut dan memasang muka masam. Natasya hanya tertawa melihat ku memasang muka jelek.
__ADS_1
kami berdua pun tertawa kecil sambil melihat ke arah kantin sekolah. celetukan Natasya benar-benar membuat ku terhibur kali ini, apalagi tawa Natasya terdengar aneh.
" jadi kita kemana nih...??" tanya Natasya penuh dengan tanda tanya.
" ada dehh...!!" seruku sambil tersenyum kembali.
" ayo ikut..." ajak ku sambil memegang tangan Natasya.
" kemana..?!" seru Natasya sambil sedikit protes, karena tidak ku beri tahu tujuan selanjutnya.
kami berdua mulai berjalan menuju ke tempat yang menurut ku asik untuk istirahat. dengan masih menenteng minuman isotonik yang kubawa, aku dan Natasya pun mulai berjalan ke arah ujung sekolah kami.
ternyata disana sudah berkumpul beberapa siswa cewek dan cowok dari kelas satu. awalnya aku ragu untuk duduk di bawah pohon yang rindang disana, namun Natasya meyakinkan ku untuk kita istirahat aja dulu disini.
" ikut nimbrung ya deekk..!?" seru Natasya dengan ramah. aku pun hanya diam dan sedikit tersenyum saja melihat Natasya.
" ayo sini..!!" ajak Natasya sambil mencarikan tempat duduk untukku. akhirnya aku pun ikut mengambil tempat duduk disamping Natasya.
sekali lagi siswa kelas satu terlihat kagum dengan paras ku, terutama yang cowok. melihat itu Natasya berinisiatif untuk mengobrol dengan adik kelas kami. memang dasarnya Natasya cewek yang periang dan penuh semangat, makanya dia dengan mudah membaur bersama adik kelas kami.
" kak Marischka tadi yang juara perlombaan tenis meja kan..??" seru salah satu siswa cewek sambil tersenyum manis.
" iya dek.." jawab ku ramah.
" pertandingan nya tadi seru banget lho kak.." sambung salah satu siswa cowok yang juga ikut nimbrung bersama mereka.
" tadinya kami ingin memberi dukungan ke team voli kelas kami..."
" iyalah..., yang main pingpong bidadari..."
" jadinya perhatian semua teralihkan ke kak Marischka.." celetuk salah satu siswa cewek dengan nada sedikit menyindir temannya. aku pun hanya tersenyum melihat mereka yang saling bercanda.
" iya sihh...,"
" lagian siapa sih yang tidak kenal kak Marischka di sekolah ini...!?" seru salah satu siswa cewek.
" wuiihhh...??"
" jadi cewek bucin satu ini terkenal ya di sekolah..??" celetuk Natasya dengan antusias dan penuh canda.
" siapa yang kau bilang bucinn...?!" aku pun yang merasa tersinggung langsung saja menggelitik pinggang Natasya.
" ampooonnnn....!!" seru Natasya kegelian dan tertawa terbahak-bahak.
adik kelas kami pun hanya ikut tertawa melihat tingkah laku kami. mungkin persahabatan yang kami jalin tidak akan se-intens ini jika aku tidak mau membuka diri pada orang disekitar ku.
hahahaha...
gelak tawa kami pun membuat suasana menjadi semakin asyik. banyak siswa kelas satu lainnya pun bergabung bersama kami, mereka pun bercanda satu sama lain. dan aku yang mereka jadikan objek kali ini, banyak yang bertanya tentang kehidupan pribadiku. namun lagi-lagi Natasya membuat candaan supaya aku tidak risih.
" pokoknya jangan mau ya nikah sama dia..?!" seru Natasya sambil menunjuk ke arahku. aku pun keheranan mendengar kata-kata Natasya.
__ADS_1
" kalian tau nggak..."
" Marischka ini..., kalau tidur ngorok...!" celetuk Natasya dengan sedikit bergaya sok tau nya.
" idiiihh..."
" justru kamu lah yang ngorok nya paling keras..!!" seruku sambil menjewer telinga Natasya. adik kelas kami pun kembali tertawa melihat tingkah kami berdua.
suasana riang pun kembali tersaji di tempat kami, aku dan Natasya lagi-lagi mengolok satu sama lain. siswa kelas satu membuat suasana menjadi hidup.
kriiinggg..., kriiinggg..., kriiinggg...
tiba-tiba gawai ku berdering dengan kerasnya, suara gawai ku membuat Natasya dan yang lainnya kaget, karena jarang-jarang ada cewek yang menyeting ringtone nya keras.
dengan segera aku buka gawai ku, dan melihat panggilan itu dari tuan Alfred. aku pun segera mengangkat panggilan masuk itu.
📞 " ya tuan Alfred..??" jawabku dengan terdengar sedikit ragu. suasana yang ramai tadi mendadak menjadi hening, mereka ikut fokus mendengarkan percakapan ku.
setelah selesai dengan informasi yang tuan Alfred berikan, aku segera memasukkan kembali gawai ku kembali ke dalan tas.
" lhoo..??"
" kok jadi diam semua...??" tanya ku sambil melihat ke arah kumpulan anak kelas satu yang ikut nimbrung tadi.
" mereka semua berpikir itu panggilan dari cowokmu Marischka..." sambung Natasya dengan sedikit mendorong tubuhku.
" hhaaahhh...??"
" maksudnya...??" tanyaku sedikit serius dan bermuka aneh ke arah Natasya.
" ya kan..., secara gitu..."
" kamu itu cantik, tinggi, terkenal, kaya raya, dan apa lagi yaaa..." seru Natasya sambil menghitung kelebihan ku di jarinya.
" tidak sombong...!!" sambar salah satu siswa cowok dengan keras.
" yhaaa...!!"
" dan tidak sombong..!" sambung Natasya lagi sambil mengangguk tanda setuju.
" apaan sih...?!"
" gak jelas kalian..." sambung ku sedikit malu. mereka pun malu saat melihat ku sedikit salah tingkah.
candaan kamu berdua bersama mereka adik kelas kami terpaksa harus segera kami akhiri tatkala teman sekelas aku dan Natasya mencari kami berdua via telepon seluler.
mereka memberi tahu jika pertandingan basket cewek babak penyisihan akan segera dimulai. kami berdua pamit ke adik kelas dan berangsur meninggalkan mereka di bawah pohon.
" dukung kami yhaaa...!!" seru Natasya sambil melambaikan tangan kearah mereka.
# Author.
__ADS_1
_ to be continued