
" terima kasih Bu.." seruku sambil berjalan di belakang Natasya.
kulihat ada kak Nadia dan Rian duduk di kursi tamu, aku menyapa kak Nadia yang juga tersenyum melihat ku lewat di depan mereka berdua.
seperti biasa, Rian si playboy melihat ku sebagai target yang wajib untuk ditaklukkan, lagian siapa juga sih yang gak mau cewek cantik nan kaya raya seperti diriku.
" eh nanti jam berapa kesana..??" tanya Natasya sambil duduk di sofa keluarga dan memegang gawai nya.
" jam empat kan...?!"
" gimana sihhh...?!" seru ku sambil meletakkan tas jinjing merah di sofa yang Natasya duduki.
" iyaa kan cuma pastikan aja jeng.." jawab Natasya sambil nyengir.
" Halah...."
" alasan aja kau Nat..." kali ini aku mencari gawai dari dalam tas ku, aku pun duduk di samping Natasya yang sibuk memainkan gawai nya.
" mana cowok mu Nat...!?" tanyaku santai sambil memainkan gawai ku.
" hmmm...??" jawab Natasya gak fokus, aku pun sedikit jengkel saat Natasya sedikit mengabaikan ku.
" duhh...!!"
" cowok terus yang diurus...!" gerutu ku sambil mendorong tubuh Natasya dengan pelan.
" hehehe..."
" mumpung masih anget-angetnya..." jawab Natasya sambil nyengir dan mengangkat alisnya.
😑
" jadi ada kesempatan untuk bubar lagi dong...??" tanya ku sambil melirik Natasya. dia meletakkan gawai nya dan mulai mendekati ku, tanpa dikomando Natasya menggelitik tubuhku dengan kuat.
" amppoooonnn....!!!" seru ku kegelian karena Natasya menggelitik pinggang ku dengan kuat.
" hmmm..??"
" ampun-ampun gak kau...!!" seru Natasya yang kali ini sudah duduk kembali, aku pun masih tertawa geli dan tiduran di sofa keluarga Natasya.
" habisnya kau juga gonta-ganti pacar melulu.."
" aku satu aja gak ada yang nyantol Nat..." sambung ku yang kali ini sudah menghela nafas karena gelitikan Natasya yang membagongkan.
" ahhh..."
" itu mah salah mu sendiri, pilih-pilih jadi orang..." seru Natasya sambil kembali memperhatikan gawai nya.
" sialan kau..!!" seru ku sambil melempar bantal sofa ke arah Natasya. dengan cepat dia melindungi diri nya dari lemparan bantal ku.
aku sendiri sudah letih meladeni candaan Natasya, kali ini aku pun mengambil lagi gawai ku, ternyata banyak notifikasi yang masuk ke dalam gawai ku.
aku pun senyum-senyum sendiri melihat gawai ku, asisten Liu menghubungi ku dari luar negeri. kemarin dia mendapat tugas untuk pergi ke Kanada untuk bertemu dengan ayah ku yang sedang menghadiri rapat dengan perkumpulan G7.
📨 " semangat ya Liu.." chat ku ke dia supaya asisten Liu lebih semangat dalam membantu keluarga Kartika.
📨 " terima kasih nona muda..💪💪" balas asisten Liu dengan cepat.
__ADS_1
aku sebenarnya sedikit kasihan dengan asisten Liu, sering kali dia disibukkan dengan pekerjaan yang seharusnya bukan dikerjakan oleh seorang yang seusia dengan ku.
" kau kenapa..??" tanya Natasya yang ternyata memperhatikan ku senyum-senyum sendiri.
" hmmm...??"
" gak apa-apa.." jawab ku sambil tersenyum dan mengembalikan gawai ku ke dalam tas jinjing merah ku.
" dari Roby yaa..??" tanya Natasya penasaran.
" kepo deh ihh..." balas ku sambil nyengir ke arah Natasya. kali ini dia hanya tersenyum saja melihat ku mengelak dari pertanyaan anehnya.
" ehh jam berapa nih..??" tanya ku sambil melihat atas tembok untuk sekedar mencari jam dinding.
" masih jam dua jeng..." jawab Natasya santai, kali ini dia masih berfokus ke gawai nya. entah apa yang di bicarakan mereka berdua.
" aku mandi dulu lah..!" seru ku sambil berdiri, aku pun segera mencari smartkey di dalam tas jinjing ku.
" mau kemana kau..??" tanya Natasya saat melihat ku mencari smartkey.
" ambil sesuatu di mobil.."
" lagian kau sibuk dengan pacarmu aja kok.." jawab ku sambil melihat ke arah Natasya, tampaknya dia mulai merasa bersalah saat aku menyindir nya.
" iyaa maaf..." jawab nya dengan rasa bersalah. kali ini dia pun meletakkan gawai nya dan mulai mendekati ku.
" kenapa..??" tanya ku penasaran.
" gak apa-apa..."
" penasaran isi tasmu aja..." jawab Natasya sambil mendongakkan kepalanya berusaha melihat isi dalam tas ku.
" aku mandi dulu lah Nat.."
" soalnya dandan ku lama.." sambung ku sambil mengibaskan rambut panjang ku.
" haddeehhh..." jawab Natasya sambil menyipitkan matanya ke arahku. aku pun segera berjalan menuju ke mobil ku di garasi rumah Natasya.
saat aku melewati ruang tamu, ternyata kak Nadia dan Rian masih asyik sendiri. namun saat aku lewat Rian sekali lagi memperhatikan dengan sembunyi-sembunyi.
" dasar cowok...!!" seru kak Nadia sambil melempar bantal itu ke arah Rian. aku sedikit terkejut dengan reaksi kak Nadia, namun mau gimana lagi, kedatangan ku juga tak terduga bagi kak Nadia.
kuambil kotak make up dan baju yang telah kusiapkan dari rumah tadi, setelah ku tutup pintu mobil aku berjalan lagi menuju ke dalam rumah Natasya.
duh gak enak nihh...
ganggu orang pacaran...
😐
dengan sedikit ragu aku pun memberanikan diri masuk ke rumah Natasya. sambil berjalan kulirik wajah kak Nadia seakan tak nyaman dengan kehadiran ku. awalnya aku sedikit kepikiran, tapi Natasya meminta ku untuk biasa aja dalam menyikapi kak Nadia.
" ahhh..., memang begitu kok orangnya Marischka..."
" woles aja.." jawab Natasya saat aku dan dia bersama dikamar nya.
tak terasa waktu menunjukkan pukul tiga sore, kebetulan aku sudah siap dan kini tinggal menunggu Natasya yang masih sibuk berdandan.
__ADS_1
haddeehhh...
😑
sambil menunggu Natasya, aku pun mengecek lagi beberapa chat dari tuan Alfred. intinya chat dari tuan Alfred ialah pe-ker-ja-aan.
" eisshh...??"
" kau mau pakai baju kotak-kotak ini untuk acara kita..??" gerutu ku melihat selera Natasya yang akan dia kenakan di acara nanti.
" emang kenapa..??" protes Natasya yang sedang mencoba eyeliner milik ku.
" kau pikir kita kampanye Pilgub apa..!?" protes ku balik sambil berusaha mencari-cari baju yang model lain.
" biarin..."
" lagian masih matching kok..." jawab Natasya sambil melihat ku mengobrak-abrik isi lemari pakaiannya.
" apanya yang matching...?!"
" ini old style Nat..." seruku yang masih mencari beberapa baju yang beda model dan berusaha mempadu padankan.
" ini keliatannya bagus..." seruku sambil mengeluarkan baju kemeja hitam berlengan panjang dan celana jeans boyfriend yang sekarang sedang trend.
" aduhh gak lah Marischka.." gerutu Natasya saat melihat pilihan pakaian dariku.
" sudah ini aja...!!" seruku sambil meletakkan pilihan bajuku di tempat tidur nya.
" yahhh...!!"
" pemaksaan nih anak...!!" protes Natasya sambil kembali melanjutkan berdandan nya.
" udaahh..."
" percaya aku deh..." jawabku sambil duduk di atas tempat tidur Natasya.
" terserah kamu aja lahh..." sambung Natasya pasrah. melihat Natasya pasrah aku hanya bisa tersenyum penuh kemenangan. namun rasa penasaran ku masih belum hilang dengan koleksi baju milik Natasya, siapa tau ada yang lebih pas dalam kombinasi baju untuk Natasya.
" aduuhh...!!"
" diapakan lagi baju ku...!??" tanya Natasya yang sudah selesai dengan dandanan nya.
" siapa tau ada yang lebih klop.." sambung ku sambil membongkar lipatan baju milik Natasya.
" udaahh ini aja.." seru Natasya sambil nyengir ke arah ku. dengan segera dia berganti pakaian di depan ku, kemeja hitam dipadu padankan dengan jeans boyfriend cukup bagus.
" hmmm...??"
" cocok banget jeng...!!" seru ku sambil meletakkan jari tangan kanan ku di pipiku seakan menilai kecocokan baju yang Natasya pakai.
memang dasarnya Natasya aja yang lebih suka berpakaian kasual, jadi cenderung aneh dimataku. aku pun memberi beberapa saran dan memperbaiki pakaian yang dia kenakan.
" nahh harusnya begini...!!" seruku penuh kemenangan.
tanda 'oke' untuk usaha Natasya..
# Author.
__ADS_1
_to be continued.