Keluarga Kartika

Keluarga Kartika
the Amara


__ADS_3

peristiwa yang terjadi membuat ku kesal bukan kepalang.


aku yang masih merebahkan diri di atas kasur, kembali mengingat-ingat lagi berbagai macam peristiwa yang melibatkan diri ku dan Henry.


" memang lah Henry si pangeran bodoh..!" umpat ku dengan nada kesal.


kini aku kembali bangun dari tempat tidur dan mengambil telpon untuk meminta layanan room servis ke resepsionis.


" selamat sore dengan resepsionis Elliot hotel di sini.." jawab sang resepsionis dengan ramah dari balik telpon.


" halo..., " sahut ku dengan nada yang masih terlihat kesal.


" baik ada yang bisa saya bantu nona Kartika..?" jawab nya dengan lembut oleh suara wanita dibalik telpon.


" tolong buatkan beberapa camilan dan teh untuk ku ya.." sambung ku lagi.


" baik Bu segera akan kami bawakan." sambung nya lagi dengan suara yang ramah.


segera ku berdiri dan mengambil tas jinjing merah ku sambil mencari gawai yang sedari tadi tidak ku lihat sama sekali.


"gara-gara Henry semua ini jadi kacau..." sambung ku dengan nada kesal yang masih kurasakan.


ku telpon asisten Liu yang kini sudah tidak tahu entah dimana dia sekarang.


suara telpon mendengung dan masih belum ada jawaban dari asisten Liu, tak selang beberapa lama kemudian telpon nya diangkat oleh asisten Liu.


" halo...?"


" kamu dimana asisten Liu..?" sahut ku dari balik telpon dengan nada yang masih terlihat kesal.


" maaf nona muda saya sedang berganti baju tadi." jawab asisten Liu dengan tergesa-gesa.


" oh.., baiklah... " jawab ku yang kini lebih tenang.


" asisten Liu.., aku minta tolong untuk segera mempersiapkan 'amara'.."


"aku ingin berlayar sebentar hari ini. " sambung ku mantap


" baik nona muda, segera saya persiapkan untuk anda " jawab nya cepat.


aku berfikir tidak adil jika ku lupakan emosi ku ke orang lain, toh mereka tidak ada yang salah.


selang tidak begitu lama kamar ku diketuk oleh room servis yang ku pesan tadi, ku persilahkan saja untuk masuk.


teh dan biskuit yang ku pesan itu diletakkan nya di meja.


" silahkan nona muda.." serunya sambil membungkuk kan tubuh nya dan berangsur meninggalkan kan ku yang sibuk bermain gawai di sofa


" ya terima kasih..." jawab ku ke arah waiters yang membawa kan camilan ku.

__ADS_1


aku yang dari tadi duduk dengan kesal sambil memainkan gawai, mulai meletakkan gawai ku dan beralih ke teh dan biskuit yang ku pesan tadi.


" selamat sore nona muda..," seru seseorang yang sudah tidak asing lagi ditelinga ku


" masuk saja Asisten Liu..." jawab ku dari dalam kamar.


" kapal yang anda pesan sudah siap nona muda" sambung asisten Liu yang sudah berdiri di depan ku.


" baik perintahkan untuk berlayar dulu di sekitaran laut selatan Bali "


" aku ingin melihat sunset disana.. " sambung ku sambil meminum teh hangat yang ku pegang.


asisten Liu yang ikut bersamaku dalam pertemuan tadi merasakan bahwa mood nona muda nya masih belum terlalu baik, dan masih terasa amarah yang terlihat.


" baik nona muda" sambung asisten Liu dengan tetap tersenyum manis khas dirinya.


" nanti kita berangkat ke sana dengan helikopter." sambung ku lagi sambil meletakkan teh di tangan kanan ku dan sekaligus ku ambil cemilan di mejaku.


" baik nona muda..." jawab asisten Liu.


dengan segera asisten Liu berangsur meninggalkan ku di kamar sendirian.


kini asisten Liu menghubungi pilot helikopter keluarga kami dan memintanya untuk menjemput kami di belakang hotel tempat helipad berada.


tidak selang begitu lama asisten Liu memasuki kamarku lagi dan memberi tahu jika semua yang ku pesan sudah siap.


" baik..,aku mengerti..." jawabku singkat dan terlihat masih kesal


tak selang berapa lama asisten Liu meminta ijin untuk ke mempersiapkan semua kebutuhan ku saat berada di kapal pesiar keluarga kami nanti.


...* * *...


selain banyak memiliki perusahaan yang tak terhitung jumlahnya, keluarga Kartika kami juga memiliki beberapa alat transportasi yang bersifat pribadi.


ada pesawat pribadi yang ku gunakan kemarin saat ke Bali, dan ada juga helikopter yang selalu stanby di bandara Ngurah Rai, serta ada pula kapal pesiar pribadi atau yang lazim disebut Mega yacht yang bersandar di pelabuhan Benoa Bali.


Mega yacht itu bernama 'Amara', yang berarti kecantikan yang abadi.


Mega yacht Amara adalah buatan galangan kapal terkenal Belanda yaitu Oceanco dari Alblasserdarm.


dengan panjang 120 m / 334 ft, Amara adalah proyek pesanan khusus keluarga kami, bekerja sama dengan desainer kapal pesiar terkenal dari Australia yaitu Sam Sorgiovanni design.


salah satu Mega yacht yang terbaik di dunia saat ini.


...* * *...


tak selang berapa lama terdengar suara helikopter yang mendekat dengan perlahan.


datang sudah helikopter ku.

__ADS_1


ku hentikan semua aktivitas ku dan bergegas memasukkan gawai ku kedalam tas jinjing merah ku.


tak selang beberapa saat kemudian asisten Liu datang dan meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar ku.


' tok..tok..tok..' ketuk seseorang dari luar pintu ku


" nona muda helikopter anda sudah siap" sahut asisten Liu dari luar kamar ku.


dia berangsur masuk ke dalam kamar ku untuk memastikan jika diriku sudah siap


aku pun sedang mencari baju santai yang cocok di lemari kamar ku.


" ada yang bisa saya bantu nona muda?" tanya asisten Liu penasaran.


" tidak perlu asisten Liu..."


" kau bersiap saja di helikopter." sambung ku yang kini memilih baju santai yang cocok.


" baik nona muda," sambung asisten Liu dan berangsur meninggalkan kamar ku serta membawakan tas jinjing yang asisten Liu persiapkan tadi.


ku ganti setelan baju yang ku kenakan tadi dengan celana pendek hotpants dan kemeja putih lengan panjang yang sedikit transparan sehingga membuat ku semakin sempurna.


sebelum berangkat ke helipad yang berada di belakang hotel, ku cek lagi segala keperluan yang akan ku butuh kan saat di atas kapal yacht ku nanti.


" oke sudah aman.." sambung ku dengan senyum dan antusias.


segera ku tinggalkan kamar ku dan menuju tempat helikopter berada.


dengan memakai topi pantai dan kacamata dari rumah mode terkenal Luis Vuitton, aku dengan anggun berjalan ke arah belakang tempat helikopter menunggu ku.


banyak orang-orang yang kagum dengan penampilan ku itu, apalagi barang branded yang melekat ditubuh ku makin membuat mereka kagum.


di perjalanan ke helipad di belakang hotel, aku bertemu dengan beberapa staf yang sedang bekerja.


" maaf..."


" bisa minta tolong nanti bersihkan kamarku yang di presiden suite..??" sambung ku ke arah staf yang sedang berpapasan dengan ku di lorong.


" tentu nona muda..." sambung nya dengan tersenyum lebar,


" nanti kasih tau pak Made saja kalau mau minta kunci kamar ku.." sambung ku lagi.


" baik nona.." sambung nya dengan ramah.


aku pun melangkah kembali ke belakang hotel untuk menuju helikopter yang sudah menunggu ku


# Author


_to be continued

__ADS_1


__ADS_2