Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 64


__ADS_3

...~~~~...


Seluruh bangsawan tercengang dengan harga fantastis yang ketiga orang gila itu lontarkan hanya untuk sebuah buku tua yang entah manfaatnya apa.


Jelas sekali selain ketiga orang itu bangsawan lainnya tidak ada yang tau, entah karena bukunya yang sehebat itu atau mereka yang tengah bermain harga sekarang?


Pertarungan harga ketiganya kian memanas setiap detiknya harga meningkat semakin tinggi membuat Lilithya selaku pemilik buku menyugingkan senyumannya di atas podium.


Zilian mendengus saat merasa tidak ada satupun di antara mereka bertiga yang akan mengalah, tentu saja ini membuatnya merasa badmood.


"Cih, tampaknya dia tidak akan menyerah sampai batas minimalnya" ujar Zilian melirik kedua orang yang masih bertarung.


"Yah" ujar Alastor malas, dia telah duduk selama 5 jam lamanya dan hanya mendengarkan tawaran harga juga bisikan para bangsawan disekitarnya yang sama sekali tidak ada manfaatnya.


"50.000 koin emas" ujar GZN tidak mau kalah, dia terus mempelototi pria berjubah yang kini menjadi sainganya.


"100.000 koin emas" balasnya dengan santai sama sekali tidak peduli dengan tatapan GZN lontarkan padanya.


"Brengsek, kalau begini terpaksa.... " ujarnya menatap penuh amarah ke arah pria berjubah itu.


"270.000 koin emas" ujarnya meremas sofanya, sungguh ini adalah harapan terakhirnya.


Tidak ada jawaban membuat GZN merasa senang tapi tidak lama setelah itu....


"300.000 koin emas"


Hancur sudah harapannya, dia mau tidak mau pasrah mungkin ini bukan hari keberuntungannya.


Zilian dengan cepat mengangkat papan nomornya lalu mulai menawar harga setelah melihat satu saingannya menyerah.


"400.000 koin emas" tawar Zilian yang membuat sosok itu tersenyum tipis dia tidak lain adalah seorang Duke.


"500.000 koin emas" ujarnya ikut mengangkat papan angkanya.


Zilian menghela nafas, "2 juta koin emas" ujar Zilian membuat para bangsawan mengganga tidak percaya.


Wajar saja respon mereka seperti itu emas sangatlah sulit ditemukan di tempat bersalju seperti ini meskipun ada akan sulit juga untuk mengambilnya tentu karena daya tahan tubuh, yah walaupun tinggal di daerah bersalju setiap harinya bukan berarti mereka tahan dingin terutama dengan cuacanya.


Karena itulah hanya beberapa bangsawan tertinggi saja yang memiliki kekayaan sebanyak itu mungkin, anggota kerajaan, Duke, Marquess dan beberapa bangsawan yang memiliki kekayaan lebih karena sebuah perdagangannya.


Duke tersenyum melihat Zilian dengan beraninya melawannya.


"Sebaiknya kutemani saja" batin Duke terkekeh pelan.


"Ada apa dengannya? Kau pikir aku tidak tahu akal busukmu itu hah?! "Geram Zilian tapi masih dapat dia tahan, andai saja dia tidak ingat untuk tidak menarik perhatian sudah dia pastikan akan cari ribut dengannya.

__ADS_1


"25 juta koin emas" ujar Duke menawar.


"800 juta koin emas! "Terik Alastor lebih dahulu sebelum Zilian yang menganga lebar.


Berbagai pemikiran buruk bersarang di kepalanya, bagaimana jika pria gila itu kembali menawar?


Uang memang bukan masalah untuknya tapi bagaimana jika pria itu menyelidikinya lalu membawanya ke istana? Oh, jangan sampai itu terjadi! Pikir Zilian cemas.


Alastor berdecal kesal, dia tahu apa yang dipikirkan wanita di sampingnya ini, kalau benar dia ingin memaksa Zilian maka dia tidak akan segan.


Lagi-lagi dia terkekeh karena kelakuan Zilian dia mengangkat tangannya pertanda menyerah.


Sontak Zilian menjitak kepala Alastor yang kembali duduk dengan patuhnya.


Setengah jam tidak ada jawaban akhirnya Lilithya memutuskan untuk menetapkan harga setelah mendapat kode dari Duke itu.


Zilian tersenyum miring sambil menatap Lilithya yang ikut tersenyum padanya.


"Dikurang 774 koin emas" seringai Zilian, baru saja dia terlihat cemas sekarang berbanding terbalik dan itu hanya dalam hitungan satu detik.


Semua orang yang mendengar itu melongo tidak percaya dan malah menyindir Zilian bahkan membicaralan akan kewarasannya.


"Sebelum kalian datang kemari sebaiknya baca dulu aturannya dengan benar jika kalian dapat membaca jika tidak suruh orang untuk membacakannya untuk kalian" ujar Zilian yang di angguki Lilithya dan Alastor.


"Aturan kali ini telah diperbarui karena hari ini adalah hari istimewa putra pemilik lelang, khusus hari ini saja dan untuk pelelangan selanjutnya akan kembali seperti biasanya" ujar Lilithya menjelaskan.


Alastor memincingkan matanya ke arah Lilithya yang tengah tersenyum.


"Sejak kapan kau punya anak nenek tua? "Batin Alastor membuang muka ketika mendapat pelototan, sudah dua orang yang berani melototinya hari ini dan yang satunya pasti akan dia beri pelajaran.


Zilian menatap Alastor yang tampak benci dengan kebisingan tapi masih tetap bertahan karena dirinya.


Terdengar bantahan dari salah satu bangsawan yang tidak terima dan merasa keberatan dengan pelelangan kali ini.


"Hah? Sebelum kami datang kemari kalian sama sekali tidak memberikan kami informasi apapun, anda sepertinya sedang menipu kami"


"Kami tidak menipu tuan andalah yang kurang memperhatikan sekitaran anda" ujar Lilithya tenang tidak lupa dengan tatapannya yang memancarkan ketegasan.


"Apa maksudmu? "


Lilithya menunjuk langit langit bangunan pelelangan, pilar dan pintu lelang, semua orang berbalik untuk melihat apa saja yang dimaksud oleh Lilithya terkecuali Zilian, Duke dan Alastor yang lebih awal sadar akan hal itu.


"Tempat yang aku tunjuk tadi tertulis peraturannya, padahal temanku telah memberikan kalian waktu yang cukup untuk memecahkan teka tekinya" ujar Lilithya menghela nafas.


"Sesuai dengan apa yang tertulis aku sama sekali tidak melanggar peraturan, pertama diam mendengarkan nona pertama tadi, kedua menawar dengan waktu yang tepat dimana nona Lilithya tampil dan ketiga harga yang aku kurangi tidak melanggar aturan apapun" ujar Zilian yang membuat mereka diam seribu bahasa tentu karena dilanda kebingungan.

__ADS_1


"Lagi pula sebelum masuk kalian pasti melihat ukiran di pintu masuk bukan? Jelas sekali ada 3 patung yang menunjuk petunjuknya kalian saja yang asal masuk dan malah menyalahkan orang lain, apa kalian tidak sadar pintunya di ganti hah? "Ujar Zilian tajam jelas sekali ini menyindir harga diri mereka sebagai bangsawan.


Lilithya menepuk tangannya agar mereka fokus padanya.


"Biar aku yang menjelaskan maksud dari Lady tadi, jadi ada 3 peraturan pertama, orang yang menawar selama temanku yang mengambil alih tadi akan langsung dieliminasi dan dilarang untuk ikut serta di pelelangan babak kedua yang dimana hanya akan ada dua barang yang di lelang hari ini dan itu hanya ada di babak kedua untuk babak pertama semua barang itu PALSU" ujar Lilithya menekan kata palsu sambil menahan tawanya sekuat tenaga melihat wajah para bangsawan yang berbagai jenis.


Setelah mendapatkan ketenangannya kembali Lilithya langsung melanjutkan penjelasanya yang sempat tertunda.


"Lalu peraturan kedua, penawaran baru dimulai setelah waktunya telah tiba, saya sengaja melambatkan diri untuk melihat siapa saja yang menyadarinya dan orang yang pertamakali sadar adalah Lady dengan nomor urut 27" ujar Lilithya sambil melambaikan tangannya pada Zilian yang di balas dengan anggukan.


"Peraturan ketiga, siapapun boleh mengurangi tawarannya setelah tawaran itu berada di atas minimal tawaran lawan, contohnya seorang tuan menawar 10 juta koin emas lalu seorang Lady menawar 50 juta koin emas setelah setengah jam tidak ada balasan maka Lady tersebut boleh mengurangi harga di atas minimal tawaran akhir lawannya selama tidak kurang dari 10 juta, sungguh di sayangkan untuk para bangsawan yang tereliminasi di awal, ucapan sangatlah berbahaya mulai sekarang perhatikan setiap ucapan kalian jika tidak ingin malu sendiri" ujar Lilithya mengakhiri penjelasannya dengan sedikit sindiran.


Tidak akan ada yang berani melawan Lilithya orang yang berada di daftar orang terkuat dan berbakat kerajaan Baxeria?


Nona Lilithya Venzza wakil panglima kesatria pasukan divisi pertama yang di pimpin oleh seorang Duke.


Dengan penjelasan tadi Lilithya memutuskan untuk mengakhiri pelelangan dan dengan pribadi menuntun Zilian bersama dengan Alastor menuju ruangannya.


Tentu saja ketika sampai Zilian langsung membayar harga barangnya lalu mengambil buku incarannya itu.


"Jika kau tetap diam mungkin kau akan mati penasaran" ujar Zilian menyimpan bukunya ke dalam cincin ruangnya setelah itu menatap tajam ke arah Lilithya yang memasang tampang mempersonanya.


Memang dapat di akui kalau dia memiliki wajah yang begitu tegas tapi cantik secara bersamaan lalu aurahya sungguh mendominasi.


"Ayo pergi "titah Zilian yang hendak pergi tapi ketika ia berjalan pintu dan jendela tertutup dengan sendirinya.


Zilian megulas senyuman tipis dan dengan santainya dia berbalik.


"10 menit" ujar Zilian menyandarkan punggungnya ke tebok ruangan sedangkan Alastor berdiri tegak di sampingnya.


"Apa yang kau inginkan? "Ujar Alastor langsung ke intinya, waktunya terlalu berharga untuk di sia siakan.


"Siapa kalian? "Tanyanya, entah kenapa ia merasa tidak asing dengan Zilian terutama aurahnya itu, uh sungguh familiar.


"Jika kau bertanya maka aku bertanya dengan siapa? "Ujar Zilian mendengus kesal, memang benar bukan? Katanya dia keturunan kerajaan ini lalu apa kabar dengan putri mereka yang asli? Entah mati atau masih hidup yang jelas indentitasnya yang sekarang masih belum dapat dipatikan terutama tentang tubuhnya ini tapi bukan berarti jika Zilian tahu dia akan mengatakannya pada Lilithya, orang bodoh mana yang mau melompat ke dalam sarang predator?


"Aneh sekali, ini jelas wajah dan tubuhku, jika aku kemari dengan jiwaku itu berarti energi dan kekuatanku akan tertinggal tapi ini malah ikut denganku itu berarti aku kemari dengan tubuhku tapi anehnya kenapa aku memiliki indentitas? Ada apa dengan putri kerajaan ini sebenarnya? "Batin Zilian berfikir akan kehidupan barunya disini.


Alastor dan Lilithya terus menatap Zilian yang sama sekali tidak terusik dengan panggilan mereka yang terus menyerukan nama Zilian, tampak sekali Zilian larut dalam pemikirannya.


Zilian mendengus kesal sambil mengedarkan pandangannya menatap sekelilinya dan apa yang dia lihat, dua mahluk tengah menatapnya dengan tatapan bingung.


"Apa? "Beo Zilian ikut mengerutkan keningnya, suasana hatinya sungguh buruk sekarang.


Berlanjutttt....

__ADS_1


__ADS_2