
Zilian bermain main di salah satu gedung milik keluarga ibunya yang menjadi penghubung antara istana kehidupan dan dunia manusia.
Kehidupan yang begitu membosankan selama dua puluh tahun ini, Zilian terus mendapatkan banyak perhatian karena kekuataannya yang sejak ia berusia lima tahun sudah dapat mengendalikan semua elemen dan bahkan dapat mengabungkannya dengan mudah.
Ia duduk di atas pohon sambil memainkan angin sambil menhela nafas berat.
"Haish.... Kenapa hidup ku begitu membosankan? Tahu tahu begini mana mau aku terlahir di sini! Apa ada hal yang menarik?! "Ujar Zilian berbicara pada dirinya sendiri.
Zilian menyadari seseorang tengah menatap keberadaannya, suasana hati yang sudah memburuk kini semakin memburuk karena orang tak di undang.
"Keluar atau kau mati di tempat! "Ketus Zilian.
"Tenanglah, salam putri Zilian"hormat pria itu.
"Apa lagi ini! "Frustasi Zilian.
"Saya penerus klan ular dari dunia spritual yokai Mozai"senyum Mozai.
"Ular? Anak dari bibi Madusa? "Heran Zilia yang melompat turun melihat siapa yang datang.
"Iya, aku di suruh untuk menemani mu bermain"ujar Mozai.
"Dasar! Dia bilang kau itu perempuan tau taunya malah laki laki! Sialan! "Marah Zilian yang hendak pergi tapi di tahan oleh Mozai.
"Hei hei, wanita tidak seharusnya bersikap kasar"tahan Mozai yang mendapat tatapan tajam dari Zilian.
"Lepaskan atau ku potong tangan mu! "Dingin Zilian.
"Tenanglah dulu putri yang cantik"goda Mozai.
"Ihhhhhh.... Menjijikan! Kalau mau mengoda perempuan kau sebaiknya mencari klup malam sanah! "Zilian menendang Mozau yang terkapar di tanah dengan hantaman yang keras.
"Jika masih kau ulangi maka selanjutnya bukan hanya ini yang akan kau dapatkan! "Zilian tanpa menyadari ekornya keluar.
Ekor rubah Zilian akan keluar jika ia tidak dapat mengendalikan perasaannya atau merasakan perasaan yang berlebihan.
"Astaga! Merepotkan sekali deh, ekor ku ini memang indah tapi kalau begini terus yang ada aku di kira manusia sihir oleh manusia ini! "Kesal Zilian yang menghentak hentak kan kakinya ke tanah hingga retak.
"Aku mau musnah saja dari dunia! "Tangis Zilian.
Ia tidam dapat menahan diri, percuma ia mendaparkan banyak kekuatan dan hebat dari kecil kalau ia sendiri tidak mendapatkan teman yang baik dan tulus padanya.
Di dunia mana pun Zilian telah menginjakkan kakinya untuk mencari kesenangan tapi sama sekali tidak ada yang sesuai dengan seleranya bahkan membuatnya tidak nyaman.
Zilian membuat portal menuju suatu tempat dan melepaskan seluruh perasaannya tanpa di lihat oleh siapa pun setelah sampai ia pun duduk di tempat yang teduh dan memanggil sang rubah teman di saat ia merasa kesepian.
Mereka muncul dengan ukuran yang lebih besar dari tubuh manusia, mereka duduk di dekat Zilia dengan wujud manusia mereka.
__ADS_1
-RUBAH BIRU (SEA)
-RUBAH MERAH EKOR EMAS (FEISHA)
-RUBAH MATA UNGGU CORAK PERAK (AGLIA)
-RUBAH GARIS EMAS (ELIS)
-RUBAH DARAH DINGIN (DAVE)
-RUBAH ALIRAN MARTIAL (MALOUISH)
-RUBAH AURAH HITAM (GLOUISH)
-RUBAH KUPING API (VELIX)
-RUBAH BULU HIJAU (YELLY)
Mereka menatap Zilian yang terua berwajah cemberut, mereka sudah menduga kalau mereka di panggil pasti akan di suruh menemaninya.
Aglia berubah ke wujud rubahnya dan mengangkat Zilian menggunakan ekornya dan membaringkannya di bulu lembutnya.
"Ada apa? Mengapa kau cemberut begitu?"tanya Aglia.
"Aku masih mau tidur nih"ujar glouis.
Zilian mengembalikan mereka secara paksa "dasar" cibir Zilian.
"Hahahaha.... Makan itu!"senang Aglia.
"Kamu bosan yah? "Tebak Yelly yang memainkan tumbuhan yang ada di sekitarnya.
"Apa kalian ada hal yang menarik? Aku benar benar bosan"hela Zilian.
"Apaan sih? Bukannya di dunia manusia banyak hal hal yang menarik? "Heran Aglia yang di angguki Yelly.
"Tidak ada"sedih Zilian.
Mereka berdua menghela nafas, tuan mereka ini memang tidak mempunyai hal hal menarik dalam hidupnya, yap mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi.
"Aduhhh mau gimana yah? "Tanya Aglia pada Yelly.
"Eh? Kalau menurut ku lebih baik bermain main layaknya manusia biasa? "Usul Yelly.
"Membosan kan"balas Zilian yang tidam bersemangat.
"Ck, kalau tidak di coba mana tahu bego"kesal Aglia yang berubah ke wujud manusianya dan menyeret Zilian yang tidak peduli mau di bawa kemana lagi.
__ADS_1
Mereka membawa Zilian ke atas gedung dan mengamati tempat tempat bermain di dunia manusia setelah mengingat semua tempat hiburan mereka membawa Zilian ke kincir ria dan bermain di sana.
"Argggghhhh"teriakan orang yang naik ke wahana Roller coster.
"Bosaannnnnnnnn"ujar Zilian dengan wajah datarnya.
Di tengah tengah kebosanannya itu ia mendengar sesuatu yang berbunyi seperti sesuatu yang akan segera meledak, setelah berfikir cukup lama akhirnya ia menyadark bahwa di sekitar sini ada bom yang terpasang.
Ia menghentikan waktu dan segera melompat mencari bom yang entah di mana di pasang di sekitarnya, setelah menginjak kan tanah ia kembali mencarinya bersama dengan Aglia dan Yelly.
"Tunggu, jalankan waktunya kalau tidak suara bomnya tidak kedengaran"ujar Aglia.
"Okey, kalian berpencarlah "perintah Zilian yang kembali menjalankan waktu dan mulai meneliti suara bom itu.
"Arggghhhh bomnya berjalan? Sialan! "
Zilian terpaksa menggunakan kekuatannya dan mendeteksi keberadaan bom itu, dan akhirnya menemukan keberadaan bom itu.
"Hey yang di sana! Pria tinggi berhenti! "Teriak Zilian yang berlari ke arahnya dan melepas paksa jasnya.
Zilian mengamati jaketnya dan menemukan alat dengan titik merah yang terus menyala nyala dan segera menghancurkannya dengan satu tendangan maut.
"Syukurlah sudah selesai! Maaf ini jaket anda"serah Zilian.
Pria itu menatap Zilian dengan tanah yang retaknya bukan main, melihat kelakuan Zilian yang kadang kadang tidak menggunakan akalnya itu membuat Aglia dan Yelly menghapus ingatan orang orang yang ada di sana dengan menggunakan ilusi.
"Kau ini masih ceroboh"kesal Aglia menjitak kepala Zilian.
"Nanti bakal ku laporkan saja pada tuan Medeia"marah Yelly.
"Kok jadi pada marah sih? "Kesal Zilian.
"Asalkan kau tahu, jika kita menggunakan kekuatan pada manusia itu hanya akan mengundang bencana pada bangsa manusia yang pada dasarnya tidak memiliki aliran kekuatan spritual"jelas Aglia.
"Kalian berbicara apa? Tolong jelaskan kenapa wanita ini bisa membuat tanah menjadi retak"ujar pria itu yang ingatannya tidak terhapus.
"Kau? Kenapa bisa tidak lupa ingatan? "Heran Zilian.
"Harus yah? "Dingin pria itu.
"Haish.... "Zilian menghela nafas dan mengepal erat erat tangannya lalu mendaratkannya ke kepala pria itu hingga ambruk pingsan.
"Maaf tapi tidak ada cara lain, dua orang ini melarang ku untuk menggunakan kekuatan ya sudah ku buatkan amnesia buatan"ujar Zilian bodoh amat.
Aglia dan Yelly hanya menepuk jidat mereka melihat ke cara pikir Zilian yang mau di bilang unik tapi membawa kesialan dan malam membuat mereka tambah repot.
Mereka memeriksa pikiran pria itu dan membawanya segera ke villanya lalu pergi meninggalkannya.
__ADS_1