
Medeia memasuki aulah untuk menerima tongkat itu, acara penerimaan tongkat di lakukan seluruh klan dan tetua Vana menyalurkan kepercayaan mereka pada Medeia dan Medeia bersumpah untuk melindungi apa yang ada di dunia ini dan keseimbangan antara klan lainnya dan menjalankan kepercayaan yang ia peroleh dari klannya dengan baik.
Akhirnya waktu yang di tunggu tunggu seluruh klan Vana akhirnya tiba. Saatnya Medeia mencabut tongkat suci klannya yang selama ini tidak mengakui tuannya selain Medeia.
"Kalian adalah saksi dari apa yang kulakukan dan ku ucap kan tadi, jika aku melanggar maka kekuatan dari tongkat suci ini akan menghilang dan mencari tuan yang dapat mempercayakan kelangsungan takdir dunia ini"ujar Medeia menganggkat tongkat itu.
Suasana menghening melihat tongkat itu tidak bercahaya seperti saat Medeia menganggkat tongkatnya dahulu kala. Pertanyaan pertanyaan menyelimuti pemikiran klannya membuat Medeua merasa resah akan kejadian ini.
"Ada apa ini? "
"Tongkat suci tidak mengakui tuannya? "
"Bagaimana mungkin? Yang mulia Veisha adalah pemimpin pertama klan kita, dia telah kembali tapi mengapa tongkat suci tidak mengakui keberadaannya? "
"Apa ada yang salah pada pemimpin kita? "
"Tenanglah semuanya, sepertinya ini terhubung oleh klan iblis hati, saat ini ratu kita juga terkena pengaruhnya dan telah melakukan sumpah iblis darah, kami akan segera mencari di mana kesalahannya"ujar Zen menenangkan situasi.
"Maaf kan atas kelalaian ku dalam memimpin, jika dulu aku tidak melakukan kesalahan ini semua tidak akan terjadi. Mereka tidak akan ada karena sifat egois ku"Medeia menunduk merendahkan dirinya sendiri.
Aurah ke hampaan menyelimuti Medeia yang larut dalam penyesalannya ia merasa tidak layak untuk memimpin dan memikul tanggung jawab sebesar ini. Kepercayaan dirinya menjadi rendah.
Kaguya merasa pengaruh dari iblis hati itu semakin lama semakin mendalam di hati Medeia yang membuatnya seperti ini. Kekuatannya tidak dapat ia kendalikan terkadang Medeia seperti melupakan jati dirinya.
"apa kalian tahu di mana sang takdir Hexilia? "Tanya Kaguya yang berfokus pada Medeia menyadarkan hati nuraninya.
"Entahlah, dia menghilang sebulan setelah Medeia jatuh ke bumi"ujar Zen.
"Apa sebelumnya kalian telah mencarinya di dataran sini atau di kediamannya? "Tanya Kaguya.
"Yah, klannya juga telah mencarinya kemana mana tapi sama sekali tidak ada hasil dari pencariannya, tidak tahu dia mati atau tidak sekarang"ujar Zen.
"Jika tidak ada di sini bukan kah jawabannya sudah jelas? "Ujar Cestania.
"Hemmmmm.... Aku merasa pemikiran kita sama"ujar Medusa.
"Dunia manusia"ujar Cestania dan Medusa bersamaan.
Mereka tos bersama. Cestania kembali menjelaskan kesimpulannya untuk meyakinkan para klan Medeia.
"Yah, selain dunia manusia masih ada dunia alam baka. Tapi itu tentunya milik pemimpin kematian jadi itu tidak ada huhungannya"ujar Cestania.
"Dunia Yokai juga tidak ada hubungannya. Karena dunia kami di penuhi oleh klan dan aturan yang ada. Pendatang baru hanya akan berakhir di tangan kami. Jika dia mati bukan kah itu akan berpengaruh pada pikiran kita? Melupan dirinya, tapi itu tidak terjadi, maka satu satunya kesimpulan yang paling tepat adalah dia menyamar menjadi manusia dan menjalani kehidupan di sana"ujar Medusa menyimpulkan.
"Aku cukup mengenal sifatnya itu, dia tidak akan pernah melakukan hal nekat untuk menerobos ke dunia manusia tanpa tujuan apa pun"ujar Kaguya.
"Unghhh"
Medeia meringis kesakitan menahan dengungan keras dan perasaan yang bercampur aduk pada dirinya. Ia berusaha menahannya dengan mengepalkan jarinya.
"Ada apa ini? "Bingung Medeia.
"Kami akan mencari keberadaan Hexilia sang takdir kehidupan. Tapi dia telah menghilang sebulan setelah kau terjatuh ke dunia manusia. Kesimpulan kami adalah dia tengah menyamar di dunia manusia "ujar Kaguya membantu Medeia berdiri.
"Terimakasih, dunia manusia tidak kalah luasnya tapi aku memiliki koneksi di dunia manusia tapi pertanyaannya adalah jika kita turun ke dunia manusia bukan kah kita melanggar aturan? "Ujar Medeia.
Mereka terdiam tidak tahu harus bagaimana. Jika mereka melanggar aturan mereka tidak akan mudah untuk di akui oleh klannya lagi.
"asalkan kami setuju kalian bisa pergi dan kembali lagi bukan? "
"Yah, bagaimana pun keputusan kami dalam kepercayaan itu bukannya sangat penting untuk hal ini dan untuk para manusia? "
"Jika kalian ingin pergi maka kami akan menyetujui selama anda tidak menghianati kepercayaan yang kami berikan"
"Pergilah ratu ku, kami menunggu kepulangan anda"
"Ya, apapun yang terjadi kami akan selalu mempercayai anda ratu ku"
__ADS_1
Medeia tersentuh akan kelakuan klannya yang begitu mempercayainya. Kaguya merasa pengaruh dari iblis hati itu mulai melemah dan untuk sementara waktu tidak menganggu pikiran Medeia.
"Akan ku bawa kepercayaan kalian ke dunia manusia dan mencarinya untuk kalian"ujar Medeia tersenyum hangat pada klannya.
"Jadi kapan kita akan berangkat? "Tanya Zen.
"Kita? Kau bertanggung jawab untuk melindungi klan kita selama kami pergi ke dunia manusia"ujar Medeia mematahkan semangat Zen.
"Haish... Adik ku ini, kenapa kau begitu tega pada kakak mu ini sih? "Kesal Zen dengan wajah cemberutnya minta di bawa pergi.
"Kalau kau bisa mendapatkan orang yang berhak dan pantas untuk menjaga klan maka kau boleh pergi"ujar Medeia mengerutkan kepalanya.
"Klan tidak akan mudah hancur kami percaya itu"
"Kami bisa menjaganya untuk anda"
"Percayakan pada kami"
Medeia menghela nafas berat "aku hanya khawatir kalian terluka dan tidak dapat menandingi mereka, jika kau ingin ikut maka salah satu dari kita harus mengalah"ujar Medeia.
"Anda begitu baik ratu ku, kami mempercayakan kelangsungan segalanya pada anda"
Mereka bersorak untuk Medeia dengan perasaan senang dan kepercayaan yang begitu besar pada Medeia.
"Melihat kalian begitu mengandalkan Medeia maka aku akan menggantikannya untuk sementara dalam memimpin dan melindungi kalian"Medusa tersenyum hangat pada Medeia yang mengangguk menyerahkan padanya.
"Aku juga akan tinggal di sini dan membantu calon suami ku menjaga rumahnya"ujar Cestania mengedipkan matanya dengan manja pada Zen.
"Aku berasal dari Darah yang berguguran akan melindungi klan mu bersama dengan yang lainnya dengan begini bukan kah sudah hebat? "Sombong Lucas.
"Jangan terlalu sombong kau Lucas, kau saja masih kalah dengan ku saat kekuatan ku yang masih setengah apa lagi yang sekarang? "Cibir Medeia yang membuat Lucas tersenyum kecut.
"Serahkan pada kami teman ku"ujar Medusa meyakin kan Medeia.
"ku serahkan segalanya pada mu "yakin Medeia yang memberi perintah bahwa mereka akan turun ke dunia manusia saat ini juga.
Semuanya bersorak gembira. Di tengah keriuhan itu sosok hitam lekat menatap mereka dan menghilang dengan cepat ketika salah satu dari gerombolan Medeia merasa kan keberadaannya.
"Sudah lama tidak datang kemari, perasaan ini tidak akan sama lagi karena kau tidak ada lagi di dekat ku"gumam Medeia berusaha untuk tidak menangis.
"Hei, kau kuat sedikit dong sebagai pemimpin! Jika karena ini saja kau begitu lemah untuk apa mereka menaruh kepercayaan pada mu kalau semuanya akan berakhir karena satu kematian kau membawa seluruh kehidupan ke kematian? "Ujar Kaguya mengingatkan Medeia yang hanya mengangguk dengan senyuman hambarnya.
"Percayalah adik ku, suatu saat nanti dia pasti akan bangkit karena jika dia menghilang dunia ini tidak akan seimbang"ujar Zen menambahkan.
"Baiklah, kalian beristirahat lah dulu di villa aku akan pergi ke kantor untuk mengabari adik sepupu ku "ujar Medeia pergi ke kamarnya mengganti pakaian.
...ROYAL INTERTAIMENT...
Medeia memasuki perusahaannya dengan elegan menemui adik sepupunya yang tengah mengadakan rapat untuk ke suksesan produk Game rilisan terbaru perusahaan. Medeia menunggu kedatangan Meira di ruangannya sambil memeriksa kemajuan perusahaan selama ia pergi.
"Lumayan juga, tapi tidak sehebat diri ku ini"sombong Medeia.
"Selamat datang nona Meira. Presedir Medeia telah menunggu anda di dalam ruangannya"ujar sekretaris Meira.
Meira terkejut akan kedatangan Medeia yang secara tiba tiba mengunjungi perusahaan.
"Eh? Kakak kau kemana saja? Mengapa aku tidak menerima kabar dari mu selama enam bulan ini? Aku mencari mu di seluruh dunia tapi kenapa kau tidak dapat ku temu kan? "Panik Meira yang langsung memeluk Medeia dengan isakan tangis.
"Aku pergi ke inggris selama enam bulan untuk bersantai. Aku menyuruh raja untuk menyembunyikan indentitas ku"ujar Medeia masih mengecek data data perusahaan.
"Tidak masalah, perusahaan semakin maju mata mata perusahaan semuanya sudah ku block dari perusahaan termaksud perusahaan Chen dari China menggunakan metode yang cukup halus"ujar Meira bangga pada diri sendiri.
"Adik sepupu kau memang berbakat, aku hanya akan tinggal di sini sementara waktu, ada urusan yang harus ku kerjakan menggunakan koneksi bisnis kita untuk mencarinya"ujar Medeia yang membuat Meira kebingungan.
"Eh? Urusan apa yang membuat kakak sampai menggunakan koneksi perusahaan? "Kaget Meira.
"Hanya mencari keberadaan seseorang yang penting untuk rencana ku"ujar Medeia menepuk kepala Meira yang tersipu malu.
__ADS_1
"Aku akan membantu kakak menemukannya, apa kakak tahu data datanya? Aku akan mencarinya dari pembelian produk di sini dan produk luar negeri siapa tahu dia membeli produk kita bukan? "Licik Meira.
"Astaga kau ini, masih tidak berubah yah"tawa Medeia.
Meira tertawa ria sambil menenggelam kan dirinya pada pelukan Medeia yang begitu hangat. Meira sudah lama merindukan pelukan Medeia tapi selama enam bulan ia tidak dapat menemukan keberadaannya hingga saat ini akhirnya ia kembali melihat sosok yang di cintainnya.
"Adik sepupu aku akan bersama mu sampai jam pulang kantor, dan juga tolong bantu aku menyelidikinya"ujar Medeia.
Meira mengangguk dan mulai mencari informasi dengan ciri ciri tang di katakan Medeia.
"Cari orang yang berusia 22 tahun baik itu anak dari keluarga bangsawan atau biasa dapatkan indentitasnya lalu Selidiki apakah dia memiliki tanda bunga Hydrangea atau Lycoris "perintah Medeia.
"Mungkin hasilnya akan keluar sebentar lagi tapi hasil dari penyelidikan pasukan kak Aerthan mungkin akan selesai besok atau nanti malam tepat jam 11:30 an "ujar Meira yang masih fokus.
"Selama itu memuaskan maka akan ku tunggu sampai kapan pun"ujar Medeia dengan wajah seriusnya.
VILLA PUKUL 23:30
"Sampai kapan aku akan menunggu?! "Marah Medeia membanting segalanya.
"Siapa tadi yang bilang 'selama itu memuaskan akan ku tunggu sampai kapan pun' dimana sekarang kata kata itu? "Ujar Meira menyipitkan matanya.
"Arghhhhh waktu itu berharga tahu, masa cari saja sampai makan waktu berjam jam? "Kesal Medeia melempar dirinya ke sofa sambil ngoceh ngoceh.
TINGGG
Nontifikasi masuk ke dalam email Meira. Dengan cepat Meira membuka nontifikasi yang berisikan data data orang yang di cari Medeia. Dari data data itu hanya ada dua orang yang memiliki tanda tanda yang di katakan Medeia.
"Aneh, kedua tanda itu ada? Lalu siapa yang harus di cari? "Bingung Meira.
"Cari dua duanya saja toh aku tidak peduli"ngaur Medeia tidak tahu kalau datanya sudah sampai.
"Kakak dari tanda bunga itu salah satunya siapa yang paling penting? "Tanya Meira.
"Nggak tahu, aku hanya mencari salah satu dari tanda bunga itu saja "ujar Medeia tidak mau tahu.
"Kalau begitu kakak yang putuskan datanya sudah... "
"Di mana? Arghhh lagi lagi dua tanda yang berbeda muncul dengan satu orang yang berbeda! Siapa di antara mereka yang benar? "Kesal Medeia kembali duduk sambil mengoceh ngoceh.
"Kakak yang cari kok nggak jelas gini sih? Meira kan jadi pusing mau cari yang mana"kesal Meira dengan bibir yang mengerucut.
Medeia kembali menenangkan dirinya, ia menyuruh pelayan untuk memanggil Kaguya dan Zen untuk ke ruang bacanya.tidak makan waktu lama mereka datang dengan cepat dan duduk di dekat Medeia di temani dengan cemilan.
"Kalian lihat yang mana dari mereka di sini? "Ujar Medeia memperlihatkan data dua orang wanita yang membuat mereka saling menatap satu sama lain.
"Bisa di simpulkan dia adalah artis ini"ujar Kaguya dan Zen bersama sama.
"Alasannya? "Bingung Medeia.
"Heh... Perhatikan deh dengan baik, bunganya terlihat nyata sedangkan yang satunya hanya tanda lahir biasa. Kita para manusia abadi memiliki tanda yang lebih hidup, lagi pula bungannya memiliki dua bunga yang menyatu lihat sari bunganya melambangkan klan kematian"ujar Kaguya menjelaskan.
Medeia memikirkannya dengan cermat sepertinya memang masuk akal tapi Medeia tahu betul sifatnya yang begitu tidak suka hubungan sosial dengan siapa pun. Mungkin akan sulit mendekatinya.
Meira yang mengerti pola pikir sepupunya ini memberitahunya bahwa ada undangan pelelangan amal yang akan di lakukan untuk memperbaiki kerusakan di panti asuhan karena banjir bandang.
"Okey kapan pelelangannya akan di mulai? "Tanya Medeia duduk bersantai.
"Hari sabtu jam 19:00 malam "ujar Meira memberi semangat pada Medeia.
"Apa kegiatannya? "
"Dia akan melelangkan satu albumnya dan satu gaun biru yang mempesona dan begitu anggun, sepertinya gaun itu akan di lelangkan di akhir pelelangan"ujar Meira menguap.
"Pergilah beristirahat, aku akan menyediakan barang lelang untuk pelelangan, jika kalian ingin ikut pelelangan sebaiknya kalian berbelanja untuk pelelangan nanti"ujar Medeia memikirkan sesuatu.
"Aku akan ikut dengan mu "ujar Zen.
__ADS_1
"Kita datang bersama tentu saja pergi bersama"ujar Kaguya mengusap puncak kepala Medeia dengan lembut.
Entah dari mana rasa kehangatan dan kenyamanan yang di rasakan Medeia, diam diam Medeia tersenyum tulus tanpa seorang pun yang tahu