Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 38


__ADS_3

...¶•¶...


Semua rekan Miyaku yang tidak terpengaruh oleh kekuatannya menatap ke arah Celviona dan Devosliona yang saling bertatap mata dengan Miyaku yang membalas dengan tatapan serta aurah membunuhnya.


"Ck, kalau aku turun tangan tidak akan ku berikan Si sialan itu waktu untuk menatap ku" Candy mendengus kesal melihat perilaku kedua kakak utamanya.


Candy memainkan batu yang ia pungut di tanah karena bosan menunggu pertarungan mereka, entah kapan mereka akan memulai pertarungan mematikan yang jelas Candy lelah menunggu.


Candy menatap batu yang berada di genggamannya lalu menatap ke arah Devosliona.


"Upsh! Aduduh kenapa aku tidak kepikiran dari tadi yah? "Candy menepuk jidatnya.


Yon menatap ke arah Candy entah mengapa bulu kuduknya berdiri seketika.


Di udara, Miyaku merasa begitu dingin padahal cuacanya hangat tapi kenapa dia merasa kedinginan?


Candy melempar batu ke arah Devosliona yang menghela nafas berat.


"Siapa yang berani melempari ku hah? "Teriak Devosliona yang menatap ke arah bawah dengan tatapan mematikannya.


SWUSHHHHH


Candy memainkan rambut Devosliona yang risih karena rambutnya sendiri. Ceihon membantu Candy karena dia memiliki elemen angin.


"Argh! Siapa pelakunya?! "Teriak Devosliona yang langsung memotong pendek rambutnya.


"Ups..... Kakak kau sebaiknya memulainya jika tidak aku tidak akan membantu mu menahan aurah kak Miyaku" ujar Candy sambil mengelus hidung Ceihon.


"Apa itu kau? "Ujar Devosliona menatap tajam ke arah Candy.


Candy menatap bertanya pada Devosliona, sesaat kemudian Candy tertawa terbahak bahak.


"Hahahaha.... Kakak kau mengira aku yang akan bermain main di situasi seperti ini? Ayolah kak aku tidak perlu berbuat seperti itu cukup aktifkan aurah ku saja kalian sudah mengigil ketakutan" sindir Candy.


"Sabar saja, selanjutnya akan ada korban kedua yang akan ku jadikan abu putih" batin Devosliona.


"Rambut mu cantik nan indah kak! "Teriak Candy dari bawah dengan nada meledek.


Meledak sudah amarah Devosliona, sisi lainnya kembalu muncul dan tanpa pikir panjang Candy mengubah situasi kembali.


"Kak jahat! Dia yang membuat sisi kakak marah! "Teriak Candy menunjuk ke arah Miyaku.


Devosliona beralih menatap ke arah Miyaku yang merinding ke takutan.


"Dia bilang kalian berdua memiliki sisi yang begitu menyedihkan bahkan harus hidup berdampingan di satu tubuh oh iya aku juga mendengar dia bilang kekuatan kalian itu bukan apa apa baginya, kecerdasan pun di bawahnya" ujar Candy yang tentunya berbohong.


"Jangan dengarkan dia bodoh! "Kesal Devosliona terhadap sisi jahatnya yang berhasil mengambil alih tubuhnya.


"Sebaiknya kau diam, anak di bawah itu lebih pengertian dari apa yang aku pikirkan, dengan begini aku ada alasan untuk membunuhnya! Khikhikhi.... "


Candy sudah tahu sisi jahat Devosliona karna Candy sendiri sering membuat Devosliona emosi lalu sisi jahatnya akan muncul untuk menemani Candy 'Bermain'.


Devosliona memainkan tangannya lalu menatap ke arah Miyaku dengan tajam "bagaimana menurut mu Celviona? "Tanya Devosliona.


"Terserah kau saja" ujar Celviona yang menyeringai licik.


"Kalau begitu, mari menggila!!! "Teriak Devosliona yang melebarkan sayap iblisnya lalu terbang ke arah Miyaku yang segera membuat perisai saat akan terkena serangan mematikan Devosliona.


Tidak hanya itu Candy dengan santainya membuat Miyaku semakin kesulitan bergerak karena tekanan aurah yang di keluarkan Candy begitu besar dari yang sebelumnya.


"Sialan kau Candy! Tekan aurah mu bodoh?! "Teriak Miyaku dari atas di sela sela pertarungannya dengan Devosliona dan Celviona.


Candy tidak menjawab dia hanya melempar tatapan meremehkan pada Miyaku lalu kembali memperkuat aurahnya tidak peduli Miyaku hampir sulit bernafas karena aurahnya.


"Mati sekali pun aku tidak peduli, pembangkan seperti mu memang pantas mendaparkannya" gumam Candy menghancurkan batu yang dia pegang.

__ADS_1


Celviona merentangkan tangannya lalu menatap ke arah langit yang mulai gelap gulita, mata hitam pekat itu telah kembali menguasai dirinya yang telah lama tidak di gunakan Celviona untuk menghancurkan sesuatu.


"Aku tidak akan segan segan lagi pada mu, Miyaku" lirih Celviona yang menepuk pundak Devosliona yang mengangguk mengerti.


Kabut merah dan hitam muncul perpaduan kekuatan inti Devosliona dan Celviona.


Candy yang ada di bawah berteriak kegirangan, ini pertama kalinya Candy menyaksikan kehebatan kekuatan legendaris mereka berdua.


Satu kabut saja yang mewakili mereka sudah begitu mematikan apa lagi ada dua itu pun di gabungkan?


Tidak terbayang seberapa besar kerusakan yang akan di timbul oleh kedua kekuatan ini.


Miyaku menatap sendu ke arah mereka berdua, tidak menyangkan mereka sampai membuatnya tak berdaya.


"Kalian benar benar akan membunuh ku? "Ujar Miyaku dengan tatapan senduhnya.


"Jangan menatap matanya" ujar Celviona yang memukul kepala Devosliona hingga menunduk.


"Aku tahu bego! Berhentilah memperingatiku, aku tidak sama seperti dulu lagi! "Teriak Devosliona meluapkan kekesalannya.


Celviona tidak mengubris Devosliona, Celviona melebarkan sayapnya serta mulai mengarahkan kabutnya untuk segera membunuh Miyaku.


Devosliona menghela nafas melihat perilaku Celviona yang begitu tidak sabaran.


"Baiklah aku akan mulai terlebih dahulu" ujar Devosliona mengarahkan kabutnya untuk berubah menjadi berbagai benda yang siap menyerang Miyaku.


Celviona menyebarkan kabut hitam yang begitu pekat hingga menyulitkan semua indra Miyaku.


"Argh! Sepertinya tidak ada cara lain lagi" ringis Miyaku yang benar benar terpojok.


Celviona melepaskan bulu sayapnya dan membiarkannya memasuku kabut, tidak ada perasaan kasihan sedikit pun yang di rasakan Celviona.


"Rasakan ini! "Teriak Devosliona yang menjentikan jarinya, bubuk penghancur memasuki kabut.


Candy menggunakan aurahnya untuk merasakan keberadaan Miyaku yang berada di dalam kabut.


"Good Bye "


DOOORRRRR


Miyaku memegangi dadanya , tubuhnya mendadak melemah sedangkan bubuk mematikan itu mulai meresap ke tubuhnya, beberapa buku sayap pun telah menancap ke tubuh Miyaku bahkan ada yang telah masuk ke dalam tubuhnya.


"Kenapa kalian semua tidak mengerti! Aku melakukan ini hanya untuk ketenangan kita, para manusia bisa ku kembalikan ke wujud asli mereka aku hanya ingin rekan Zizi tiada! Hanya itu saja!!! "Teriak Miyaku melampiaskan perasaannya yang kacau.


"Kalian berdua tidak tahu apa apa karena itulah kalian tidak pantas untuk mengagalkan rencana ku! "


Miyaku melepas penutup matanya serta mengangkat kedua tangannya ke arah dadanya.


"Kalian ingin membunuh ku kalau begitu kita sebaiknya mati bersama saja" lirih Miyaku yang menutup matanya kecuali mata sebelah kiri yang semakin bercahaya.









__ADS_1











Devoaliona menyipitkan matanya melihat ada kilatan kecil yang muncul dari dalam kabut yang membuat Devosliona penasaran.


"Ada apa di dalam sana? "Tanya Devosliona pada Celviona yang diam memaku.


"Semua tekah berakhir, tidak akan ada satu pun dari kita yang akan selamat "ujar Celviona yang tersenyum kecut.


"Apa kata mu!? Jangan jangan? "Kaget Devosliona yang menyadari maksud Celviona.


"Kau gila bodoh! Jangan lakukan itu, batalkan! "Teriak Devosliona yang mulai panik.


"Kau sisi jahatnyakan? Kenapa begitu takut mati? "Ujar Celviona tertawa kecil.


"Jangan bercanda kau Celviona! Bagaimana pun aku masih belum cukup puas membunuh beberapa hewan dan memutilasi tubuhnya dengan Candy! "Teriak Devosliona mengacak acak rambutnya.


"Tenang saja! Hidup kita akan selamat! "Teriak Candy dari bawah.


"DIAMMMMMM!!! "teriak Celviona yang bergetar ketakutan.


Air matanya mulai menetes, "apakah semuanya harus terjadi? "


"Kenapa Miyaku memiliki otak yang begitu bodoh?! "


"Apa apaan ini? Sudah mau mati pun ingin di temani, sialan! "


"Argh jika tahu begini aku lebih baik tidak meninggalkan kakak pertama dan tinggal di istana berlian ku"


Sekiranya itulah yang di pikirkan Celviona di saat yang tidak menguntungkan.


Yon dan yang lainnya tidak peduli jika harus mati toh kekuatan Miyaku ini jika di aktifkan tidak dapat di batalkan lagi jadi mau bagaimana lagi? Buat perisai? Yang ada mereka memperlambat kematian mereka.


Hanya ada kata 'PASRAH' yang tergambarkan di benak mereka.


Cahaya yang awalnya kecil mulai membesar dan perlahan semakin membesar.


Tidak ada pergerakan melawan mereka hanya menunggu kematian mereka saja.


Candy tersenyum senang, sebentar lagi......


BUMMMMM


Suara ledakan menggema di telinga Devosliona yang membuat semua rekan Miyaku menutup telinga mereka.


Devosliona dan Celviona menyipitkan kedua mata mereka melihat dua sosok misterius berdiri di hadapan mereka dengan jubah hitam dan putih dengan sebuah topeng yang menutupi wajah mereka berdua.


"Kalian telah bekerja keras" ujar kedua sosok itu bersamaan.


Berlanjutttt.......

__ADS_1


__ADS_2