Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 40


__ADS_3

^^^PENJELASAN^^^


...^•^...


Solydia menatap terkejut para manusia yang kini tengah berlalu lalang seolah olah mereka tidak pernah merasakan penderitaan yang waktu itu mereka rasakan.


"Tunggu! Dimana para iblis itu? Bukankah mereka adalah para manusia yang di ubah menjadi iblis? "Pekik Solydia dengan mata yang hampir meloncat keluar.


Sontak mereka semua kaget, mereka akhirnya sadar dengan perasaan yang mengganjal di pikiran mereka dan Solydialah yang menemukan keganjalan itu.


"Astaga! Bagaimana bisa? Dimana kedua sosok itu?! "Ujar Hanabi ikut heboh.


"Apa yang mereka berdua lakukan? Lalu dimana Celviona dan Devosliona? "Ujar Hexillia yang baru berbicara karena terus melamun dan sibuk sendiri mencari jawaban dari semua pertanyaan yang ada di pikirannya.


"Sepertinya ini ulah mereka berdua, tepatnya kakak Dedliona dan sosok berjubah putih itu" ujar Xefall yang di angguki kedua rekannya yakni Laoyin san Eltian.


Bearlex menatap ketiga anak buahnya dengan tatapan yang sulit di artikan, bagaimana pun mereka pasti sudah tahu jawaban dari hal ini bukan? Mereka bisa saja berpura pura tidak tahu terutama Xefall yang sudah mengkhianatinnya dan membantah perintahnya.


"Apa Xefall sudah tahu dari awal? Tapi kenapa aku merasa sia sendiri sedang kebingungan? Apa yang sebenarnya terjadi? "Batin Bearlex dengan tatapan intimindasinya yang tertuju ke arah Xefall dari kejauhan.


Xefall merasakannya tapi dia memilih untuk diam, tidak ada gunanya menjelaskannya itu hanya akan terbuang sia sia, dia lebih memilih menunggu Dedliona yang menjelaskannya.


Dan benar saja, sebuah pesan singkat terdengar di benak mereka semua yang terdiam mendengarkan.


"Datanglah ke rumah utama Beliard di sana kami akan menjelaskan situasinya" ujar Dedliona dengan satu suara yang Medeia kenali.


"Ini suara Zilian! "Batin Medeia yang langsung melesat pergi dengan portalnya.


Eva yang ada di sana pun membuka portal lebar dengan perisai kasat mata yang dia buat agar para manusia yang berlalu lalang tidak menyadari keberadaan mereka.


Setelah mereka sampai, Medeia langsung berada di sebuah ruangan yang seingatnya tidak pernah ada terutama perabotan dengan layar yang terpapang di atas meja dan di sana sudah duduk empat orang.

__ADS_1


Keempat orang itu menatap ke arah Medeia yang sampai terlebih awal lalu di susul dengan portal yang tiba tiba muncul di dekat robot yang sedang mengantarkan makanan dan manaruhnya di atas meja lalu pergi.


Eva yang terakhir datang langsung duduk di dekat kursi yang di duduki Medeia yang saat ini tengah menatap Zilian yang masih menggunakan jubahnya.


Cukup lama mereka berdiam diri dengan suasana yang terlewat tenangnya, Medeia memberanikan diri untuk bertanya.


"Apa sosok berjubah hitam itu kau, nak? "Tanya Medeia.


Semua orang bungkam, inilah yang sedari tadi ingin mereka bicarakan tapi mereka sama sekali tidak berani bertanya.


"Benar, aku dan Dedliona sudah tahu ini akan terjadi jadi kami memilih untuk mengumpulkan kekuatan terdalam kami lalu memulai rencana" ujar Zilian menatap Dedliona yang sedari tadi tersenyum ceria.


Zilian hanya bisa menghela nafas, selama ia bertemu dengan Dedliona senyumannya tidak pernah hilang deh.


"Hihihi..... Kalian jangan marah yah, soalnya kami juga tidak bisa bertindak lebih awal karena iblis lainnya sedang mengawasi dan lagi jika kami membantu kami tidak akan tahu rencana mereka" ujar Dedliona.


"Hah? "


"Nggak! Kan kalian yang mulai lagian kalau kalian yang menjelaskan bukankah lebih meyakinkan? "Tolak Celviona yang meminum tehnya.


"Benar" timpal Devosliona yang ikut membantu Celviona berbicara


"Kakak pertama kan selalu dewasa dan berfikiran terbuka, aku juga hanya akan bisa percaya dengan kakak dan mungkin akan membantu kakak meyakinkan mereka semua" ujar Candy yang ikut masuk ke dalam percakapan.


"Ku rasa mereka bertiga benar" kini Zilian pun ikut berbicara.


Sekalian melemparkan tanggung jawab penjelasan pada Dedliona yang seketika melenyapkan senyuman cerianya.


"Tuh kan! Bukankah kita tadi sudah sepakat untuk menjelaskannya bersama?! Kau juga termaksud salah satu tokoh pentingnya loh! "Kesal Dedliona yang tidak terima hanya dirinya yang menjelaskan sedangkan Zilian dengan santai mendengarkan.


"Ck, baiklah. Aku akan ikut menjelaskan jika di bagian pentingnya saja" ujar Zilian yang memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Hahaha, baiklah. Bagaimana? Pertanyaan yang mana yang ingin kalian tanyakan? "Ujar Dedliona.


Medeia mengangkat tangan "jelaskan semuanya dari awal sampai di titik ini, semua situasi! "Ujar Medeia.


Dedliona mengangguk paham, dia diam sejenak untuk memikirkan dari mana dia harus menceritakannya sekaligus mengingat semua kejadian agar tidak ada yang salah saat dia menjelaskan nantinya.


Setelah lama berfikir akhirnya Dedliona membuka pembicaraan dengan helaan nafas tentunya.


"Saat aku terkurung di dalam kristal aku mendapat kesadaran dan pesan singkat dari Zilian yang berusaha membantu ku kembali ke alam sadar ku di sana dia juga membantu ku keluar dari kristal. Setelah keluar dia langsung menceritakan semua kronologi kejadiannya beserta dengan rencananya"


"Aku tahu itu sebuah kloning yang dia utus, aku mendengarkan semua penjelasannya dan akhirnya setelah berfikir sejenak aki menerima dan memilih bekerjasama lagi pula jika aku tidak memilih bekerjasama dengannya musuh di balik kejadian ini akan menang "


"Aku dan Zilian membuat lingkaran janji damai dengan mengorbankan banyak kekuatan kami setelahnya kami meneteskan darah kami dan melepaskan semua aurah kami sambil menyebut perlahan janji perdamaian kami secara individual"


'Kami yang memiliki kelebihan bersama sama mengikat janji perdamaian untuk melindungi manusia dan dunia ini serta memusnahkan para iblis agar kami bisa kembali merasakan kedamaian yang sudah lama menghilang karena ulah mereka, di bawah sinar matahari dan rembulan, langit biru terang dan langit malam! Kami mengikat janji ini dengan darah kami yang akan menjadi pengigat di kala kami melupakan janji ini! '


'Di saat itu jika kami ingkar maka darah ini akan menyiksa kami dan memusnahkan tubuh serta tulang ini dan selamanya tidak akan kembali ke dunia ini, tali reinkarnasi tidak akan berguna pada kami! Aku sebagai sang putih dan dia sebagai sang hitam kami berdua akan menjaga persatuan dan menciptakan kedamaian dengan kekuatan kami! Inilah janji permaian cahaya putih dan hitam! '


"Setelah selesai mengucapkan janji itu kami membuka mata dan mendapati aurah kami berubah serta kabut hitam mengelilingi kami dan masuk ke dalan tubub kami, tanpa pikir panjang kloning Zilian menghilang dan hany meninggalkan sebuah pesan singkat yang menyuruhkan datang ke tempat Miyaku dan aku menurut saja" ujar Dedliona menjelaskan panjang lebar.


"Di saat Dedliona sampai aku pun menghampirinya dan entah mengapa jubah ini mucul secara tiba tiba, tapi aku tidak memikirkannya dan bergegas kearah kalian dan mendapati Celvion dan Devosliona sedang bertarung dengan Miyaku" ujar Zilian ikut menjelaskan.


"Aku memutuskan untuk memulainya di sana, lagi pula situasinya sudah tidak memungkinkan untuk ku diam saja saat itu Dedliona datang dan seterusnya mereka berdua sudah tahu" lanjut Zilian yang di angguki Dedliona.


Semua terdiam, mereka mulai mengerti maksudnya tapi mereka memilih diam dan bersiap mendengar cerita yang dari tadi mereka tunggu.


"Iblis itu berasal dari dimensi lain yang sulit kita tembus dengan kekuatan kita, mereka sepertinya masih ingin datang kemari untuk membuat keributan di dunia kita.... "Dedliona menjeda kalimatnya sejenak.


"Yah, kali ini rapat pertama kita selesai dulu. Sekarang rapat ke dua resmi di mulai! "Ujar Zilian memutuskan.


Dedliona menghela nafas, untung saja Zilian segera menutup rapat pertama jika tidak entah bagaimana dia akan menjelaskannya nanti.

__ADS_1


Berlanjuttttt.....


__ADS_2