Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 7


__ADS_3

Sepulangnya dari klan Rubahnya Zilian memutuskan untuk merefresing pikirannya dan bersantai sejenak bersama dengan Rafaela dan yang lainnya.


Mereka pergi ke berbagai toko untuk membeli berbagai barang yang akan mereka gunakan ketika sampai di rumah.


Baru saja Zilian ingin beristirahat Medeia sudah kembali menghubunginya, menyuruhnya untuk mengambil alih perusahaan dengan alasan Medeia sedang ada masalah dan harus mengadakan rapat dengan tetua di klan kehidupan.


Dengan berat hati Zilian menyetujuinya, ia menyuruh para rubah penjaganya untuk melindungi Rafaela saat ia tidak bersama dengannya.


Zilian segera pergi ke royal intertaiment bersama dengan sekretaris yang sudah siap menjemput Zilian menuju perusahaan.


Sesampainya di perusahaan Zilian di sambut oleh beberapa pengawal yang membungkuk hormat padanya.


"Apa ada yang perlu ku kerjakan? "Ujar Zilian pada sekretaris Eva.


Eva memeriksa dokumen yang selalu ia bawa, beberapa saat kemudian Eva membalas "di jam saat ini ada rapat produk dengan direktur Zen "Eva mematap Zilian yang dari tadi terus menghela nafas.


"apa ada masalah? "Ujar Eva memastikan apa Zilian baik baik saja.


"Tidak apa, kau urus saja jika sudah panggil aku di ruangan mama"


Zilian segera ke ruang direktur tempat Medeia mengerjakan dokumen perusahaan.


Beberapa menit kemudian Eva kembali dan membawa Zilian ke ruang rapat, tampak di ruang rapat itu para manajer sudah menunggu kedatangannya.


"Kapan direktur Zen tiba? "Tanya Zilian yang sudah duduk di kursinya.


"Dia sudah berada di lift anda mohon menunggu sebentar lagi" ujar Eva.


"Hah.... Baiklah"


"Maaf datang terlambat saya ada urusan pribadi yang perlu di lakukan"ujar Zen yang langsung masuk dan mencari kursinya bersama dengan sekretarisnya Hanzel.


"Tidak apa, baik rapat di mulai"


Rapat pun di mulai, di sepanjang rapat semuanya berjalan dengan lancar selama 3 jam ini mereka terus memberi pendapat tentang berbagai produk yang akan mereka jual di bulan depan.


"Untuk produk ini tidak masalah tapi produk kosmetik dari perusahaan L.A perlu pertimbangan, bagaimana pun perusahaan kami ini indentik dengan pakaian dan soal Electronik saya ada ide untuk membuat game rilisan terbaru"Zilian memperlihatkan idenya di layar tepat di belakang tempat duduknya.


Semua orang yang berada di dalam ruangan rapat mengamati gambar itu dan mendengarkan penjelasan Zilian dengan seksama dan teliti.

__ADS_1


Setelah selesai menjelaskan selak beluk gamenya mereka mulai berdiskusi dan Zilian mendengarkan pendapat mereka dengan bijak.


"Jika untuk semua perangkat itu mungkin akan memakan banyak biaya dan tenaga kerja" Zen mengelurkan pendapatnya.


"Memang benar tapi jika ini berhasil bukannya akan sangat menguntungkan? Dan lagi perusahaan mu pasti akan berkembang pesat, apa lagi yang perlu kau pertimbangkan? "Ujar Zilian menyandarkan tubuhnya ke kursinya.


"Soal pembuat atau tenaganya saya akan mengurusnya" ucap Manajer keuangan.


"Bagus, soal biaya saya yang tanggung kalian hanya perlu mengamati proses pembuatan gamenya dan memberi saran terbaik dari perusahaan kalian dan soal grafiknya buat sebaik mungkin dan beberapa animasi tokohnya, latar dan lagunya buat semenarik mungkin"perintah Zilian.


"Apa ada masalah? "


"Tidak, sepertinya dalam jangka panjang ini kita akan sering bertemu? "Ujar Zen.


"Yah, mohon bantuannya direktur Zen"bungkuk Zilian yang di balas bungkukan oleh Zen.


"Maaf manajer, di mana game ini akan di buat? "Tanya Manajer produksi.


Zilian menatap manajer produksi dengan wajah datarnya "tentu di perusahaan kita, mereka akan datang kemari mulai besok"balas Zilian.


"Sebaiknya perusahaan kita mulai mempromosikan perilisan Animasinya setidaknya kita perlu beberapa respon dari masyarakat sebeluk benar benar membuat gamenya"ujar Zen yang menatap ke arah Zilian yang membalas dengan anggukan.


Zen menatap Hanzel yang mengangguk "baik tidak masalah, sebaiknya Animasinya di selesaikan besok, kami akan membuat animasinya dan mengirim filenya pada anda sekitar jam 10 malam "ujar Zen yang menyetujui pemikiran Zilian.


"Rapat selesai. Terimakasih akan kedatangan kalian semoga kedua belah pihak sukses dan kerjasama kita semakin erat"ujar Zilian mengulurkan tangannya pada Zen yang membalas uluran tangan Zilian.


"Tentu direktur Zilian"senyum Zen.


"Sampai ketemu besok direktur Zen"hormat Zilian.


Zen dan Hanzel pun keluar setelah mereka keluar Zilian kembali mengadakan rapat untuk soal pengeluaran uang kali ini, rapat kali ini hanya melibatkan manajer keuangan dan manajer pasaran yang lainnya kembali mengerjakan tugas mereka.


Beberapa jam telah berlalu Zilian memutuskan untuk menutup rapat karena badannua sudah mulai kelelahan dan lagi ia benar tidak menyukai hal yang bersangkutan dengan perusahaan.


Hal seperti ini bukan hanya melelahkan tapi juga memusingkan bagi Zilian, selain badan yang kelelahan otak juga perlu bekerja keras.


...... ...


Hari demi hari telah di kewati. Hubungan Zilian dan Zen semakin dekat, mereka berdua sering menghabiskan waktu di kantor dengan mengobrol tentang pekerjaan dan berbagai hal yang menurut mereka penting.

__ADS_1


Rafaela yang tidak suka Zilian meninggalkannya pun sering menelpon Zilian tidak peduli Zilian sibuk atau tidak.


"Ada apa? "Ujar Zilian mengangkat telpon.


"Kapan aku akan ke sana? "Ujar Rafaela dari seberang.


"Sudah ku bilanh tidak perlu, ini adalah kantor jika kau datang kemark yang ada kau akan bosan "hela Zilian.


"tapi kan kau ada di sana yah jadi itu tidaklah masalah"keluh Rafaela.


"Hanya sejam saja"ujar Zilian berkerut kening.


"Baik aku ke sana"semangat Rafaela.


Lagi lagi Zilian luluh pada kemauan Rafaela yang begitu manja padanya.


"Eva tolong kau tunggu Rafaela di depan pintu perusahaan"perintah Zilian yang langsung di patuhi Eva.


Karena terlalu lelah Zilian menelengkupkan kepalanya di atas meja.


Zen yang baru tiba dan memasuki ruangannya, ia berusaha menahan tawa melihat Zilian yang tertidur lelap di atas meja dengan posisi yang kurang mengenak kan.


Kasihan dengan Zilian ia pun mengangkatnya ke sofa yang ada di ruangannya. Saking nyenyaknya tertidur Zilian tidak sadar kalau dia di pindahkan ke sofa.


"Imutnya"pekik Zen yang beranjak keluar takut Zilian nanti berfikiran yang aneh padanya.


"Kenapa keluar? "Tanya Hanzel yang menunggu di depan pintu.


Zen membekap mulut Hanzel yang bingung melihat tingkah laku atasannya ini.


"Direktur Zilian tengah beristirahat sebaiknya kita pergi ke ruangan pembuatan game terlebih dahulu"Bisik Zen yang menarik Hanzel meninggalkan ruangan Zilian menuju ruang proses pembuatan game.


Beberapa menit kemudian Rafaela baru sampai dan hendak menemui Zilian yang masih tertidur lelap.


"Yah Zilian malah ketiduran"cemberut Rafaela.


"Jangan di ganggu, kau gunakan laptop berwarna merah itu jika kau bosan aku ada pekerjaan "ujar Eva yang langsung keluar.


"Hah..... Tau begini mending tinggal di rumah ajah"kesal Rafaela.

__ADS_1


__ADS_2