
...•∆•∆•∆•...
Celviona tidak menahan diri untuk membunuh Miyaku meski dia tahu kakak pertamanya akan marah besar padanya tapi Celviona menepisnya.
Meski mati Celviona rela asalkan Medeia dan yang lainnya selamat dari kegilaan saudaranya ini.
"Jangan gegabah Celviona, kakak pertama akan senang jika aku membunuh mereka terlebih dahulu" ujar Miyaku yang menggunakan bonekanya sebagai pertahanannya.
Celviona memikirkan cara untuk tidak menyerang bonekanya, sama saja Celviona menyerang kakak pertamanya meski dia tahu itu hanyalah boneka.
"Arghhhh bertarunglah dengan sportif! "Dengus Celviona yang kesal karena kecurangan Miyaku yang memanfaatkan boneka hasil duplikat wajah pemimpinnya.
"Bonekakan senjata ku? Kenapa kau boleh menggunakan senjata sedangkan aku tidak? "Ujar Miyaku yang menatap tongkat yang di genggam Celviona.
Celviona melempar tongkatnya menjauh darinya lalu menatap balik boneka Miyaku.
"Bodoh! "
Miyaku menyerang Celviona yang sama sekali tidak memiliki senjata apa pun.
Celviona tersentum tipis "salah besar"
Kilatan cahaya dari arah belakang Miyaku mengenai punggungnya hingga membuat Miyaku oleng.
"Terlalu ceroboh, masih mau melawan ku padahal jelas kaulah yang akan kalah" sinis Celviona.
"Belum tentu"
Miyaku mengeluarkan kristal hitamnya dan mulai terbang menjauh dari Celviona yang mengejar Miyaku setelah melihatnya melarikan diri darinya.
Miyaku terus membacakan mantranya sambil menghindari serangan brutal Celviona padanya.
Sesaat setelah Miyaku selesai membacanya perlahan cahaya dari kristal itu mulai terlihat dan semakin lama mulai menguasai kristal itu.
Cahayanya kembali redup dan kini malah mengeluarkan asap hitam tebal yang menyerang ke arah Celviona yang menahannya dengan susah payah.
Zelviona yang berada di dalam diri Celviona menggunakan kekuatan bulannya tanpa memikirkan resiko yang akan dia alami jika menggunakan kekuatannya.
"Kekuatan kegelapan ini lumayan besar, untung saja aku selalu menghemat kekuatan ku jika tidak saat ini Celviona akan kesulitan dalam menahannya" batin Zelviona tersenyum.
Celviona terus mengayunkan tongkatnya berusaha memantulkan serangannya tapi nihil kekuatannya tidak cukup, mengandalkan kecerdasaan pun akan sia sia karena di sini yang harus di gunakan adalah kekuatan.
__ADS_1
Miyaku mengarahkan kekuatannya agar mempercepat kematian Celviona yang saat ini hanya bisa bertahan tanpa bisa bertarung. Tidak ada kesempatan untuk Celviona menyerang balik karena Miyaku tidak akan memberikan celah sedikit pun.
"gawat! Aku tidak bisa menggerakan tubuh ku" panik Celviona.
"Tenanglah saudara ku, gunakan kekuatan ku untuk sementara ingatlah untuk terus menahan serangannya dengan menggunakan kekuatan gelap mu dan gunakan kekuatan ku untuk melawan balik dengan begitu kau akan memiliki kemungkinan untuk menang"
"tapi bagaimana dengan mu? "Cemas Celviona.
"Jangan cemaskan aku, kau harus mencemaskan diri mu sendiri jika kau musnah aku pun akan ikut musnah dan kedepannya kita tidak akan bisa bertemu lagi"
"Cerewet! Diam saja dan lihatlah kemampuan ku! "
Celviona menyerap kekuatan Zelviona dengan cepat takutnya Miyaku akan menyerangnya. Zelviona menggunakan kekuatan sisanya untuk membuat perisai agar Celviona tetap aman.
"Aku tidur dulu, kau pastikanlah kemenangan kita"
"Baik aku berjanji pada mu".
Celviona membuka matanya yang berubah menjadi merah padam, aurah membunuh serta kebencian yang mendalam mengelilingi tubuhnya, sayapnya mulai melebar menampilkan dirinya yang dulu.
Inilah mengapa Celviona dapat bertahan itu karena aurahnya yang begitu menakutkan.
Miyaku tidak akan membiarkannya maka dari itu dia memperkuatnya hingga Celviona kesulitan serta menyerang ke arahnya agar Celviona tidak memiliki waktu mengurusinya.
"Menyebalkan" dengus Celviona.
"Butuh bantuan? "Tawar Devosliona yang menepuk pundak Celviona dengan wajah santainya.
"Kakak kedua! Di bawah! Lihat ke bawah! "Teriak Candy yang bersemangat.
"Cecunguk sialan! Kenapa kalian ada di sini? "Ujar Celviona dengan tampang bodohnya.
"Tentu saja memberi adik durhaka ini pelajaran" senyum Devosliona yang kali ini membiarkan sisi jahatnya dengan senang hati menguasai dirinya.
"Hihihihi..... Tamatlah riwat mu" senang Candy.
Akhirnya setelah sekian lama dia kembali melihat sosok saudara terkejam serta idolanya sendiri apalagi Celviona kini bersama dengan Devosliona sisi jahat bukankah akan ada tontonan mengerikan lagi?
"Aku benar benar senang, kakak kedua cincang dulu baru nanti berikan pada ku yah! "Teriak Candy dari bawah.
"Aish anak itu masih tidak berubah, sudah ku bilang jangan mengikuti sifat ku tapi dia malah semakin menjadi "Celviona menatap prihatin kondisi adik terakhirnya.
__ADS_1
Candy sama sekali tidak marah malahan semakin senang jika Celviona menatap ke arahnya.
"Kalian berdua bantu kakak kedua ku membunuh orang itu aku tidak sabar melihat hasil karya kakak kedua" ujar Miyaku meremas bulu Ceihon.
"Terserahlah, aku hanya mau menonton saja "ujar Hanabi tidak berniat membantu.
"Lagian kalau ke sana bukannya membantu tapi malah mengantar nyawa untuk bertemu dengan Chaiden" timpal Medusa mengelus ular yang berada di tangannya.
"Baguslah kalian menyadari maksud ku, lumayan sedih karena kalian sadar jika tidak sadar Ceihon bisa kenyang tanpa makan hewan buruan nanti" sedih Candy.
"Anak sinting! "Gumam Medusa yang meilirik sejenak ke arah Candy.
"Gila kali ya? "Gumam Hanabi tidak percaya kalau Candy seorang anak kecil.
Di sisi lain Devosliona menghancurkan boneka yang menjadi penghalang Celviona dalam bertarung. Dengan mudahnya Devosliona menghancurkannya entah bagaimana perasaan Solydia yang bersusah payah menghancurkannya tapi tidak berhasil.
Bagaimana keadaan Solydia sekarang?
"Jangan tanyakan aku lagi, aku sudah tidak bernyawa" ujar Solydia yang melambai ke arah kalian.
Baik kembali ke pertarungan!
Celviona menyerang Miyaku sebagai suport sedangkan Devosliona sebagai penyerang. Perpaduan kekuatan mereka saling melengkapi terkadang mereka menyatukan kekuatan mereka hingga memicu ledakan besar yang membuat Miyaku kesulitan.
Dengan terpaksa Miyaku semakin memperbesar kekuatan energi kristalnya dan melepaskan tekanan besar yang mampu membatasi pergerakan mereka berdua.
Candy yang ada di bawah menjentikan jarinya untuk melawan tekanan Miyaku yang tidak ada apa apanya di banding tekanan membunuh yang begitu besar.
Candy sudah berpengalaman dalam membunuh banyak mahluk hidup dia sering menggunakan tekanannya atau aurahnnya untuk membunuh hewan atau manusia sekali pun.
"Anak itu berguna juga" ujar Devosliona yang mengacungkan jempolnya padanya.
"Serang saja aku akan bantu tahan dari bawah! "Teriak Candy dengan seringaian iblisnya.
"Aiyoooo, dia lebih kejam dari kakak pertama" ujar Devosliona mengeleng pelan.
"Ehem! Fokus jika kau masih sayang nyawa "ujar Celviona.
"Pertarungan penentuan akan segera di mulai" ujar Candy menatap ke udara dengan seringaian iblisnya.
Berlanjutttt........
__ADS_1