Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 17


__ADS_3

Berbagai pandangan tertuju pada Zilian yang memegangi pedang dengan pakaian yang mirip kimono.


Perlahan Zilian mendekatkan dirinya pada Jadey yang duduk di tanah dengan ke adaan yang sekarat.


"Kau telah bekerja keras "ujar Zilian terbang ke udara menuju Devosliona.


Di lokasi di mana Devosliona mulai bergetar hebat, ia tahu Zilian telah bangkit dan kini tengah menuju ke arahnya.


Serangan dari langit yang datang secara mendadak membiat Devosliona mengerak marah.


"Sial!" kesal Devisliona.


"Katakan di mana Rafaela? Jika tidak aku akan membunuh mu saat ini" ujar Zilian turun dan mendekati Devosliona dengan tatapan tajamnya.


"Kau ingin Rafaela? Memangnya kau begitu dekat dengannya? Setelah dia tahu kebenarannya kau tidak akan pernah bisa melihatnya lagi! Hanya ada satu hubungan untuk kau dan Rafaela yaitu permusuhan" sinis Devosliona yang tertawa keras.


"Sayang sekali" lirih Zilian yang mulai mengeluarkan kekuatannya.


"Serius juga akhirnya"


Zilian menyipitkan matanya dan mulai memyerang Devosliona, kekuatan Zilian masih terbilang lemah karena efek ramuan yang di buat Jadey masih belum bekerja sepenuhnya.


Melihat Zilian kesulitan dalam bertarung membuahkan sedikit celah untuk Devoaliona membunuh Zilian.


Devosliona membangkitkan lebih banyak pasukan iblis untuk mempersulit Zilian yang masih menahan rasa sakit yang serasa mengerogoti tubuhnya.


"Kesulitan yah? Ku kira kau begitu hebat Zilian" ujar Devosliona merendahkan Zilian.


"Ughhhh..... Tidak peduli mati atau tidak aku akan menyelamatkan Rafaela dari tangan kalian yang kotor!!! "Teriak Zilian yang berusaha bertahan dari serangan pasukan iblis Devosliona.


"Ck, naif sekali" hela Devosliona yang menatap Zilian dengan tatapan jijik seolah olah Zilian adalah kotoran yang begitu hina.


"Jika kau masih hidup maka hanya akan menjadi kotoran bagi bangsa ku kalau begitu aku akan membunuh mu, banggalah karena penderitaan mu akan berakhir sek.... "


Devosliona menghindari serangan yang entah siapa yang menyerangnya dengan pisau yang berhasil memutuskan lengan kiri Devosliona.


"Nona! Apa anda tidak apa apa? "Cemas Solydia yang segera berdiri di depan Zilian menghalau serangan iblis.


Demon Slayer pun mengikuti Solydia yang sedang kesulitan lantaran melawan para iblis atau melawan Demon Slayer yang selama mereka berdua bertarung sulit bagi Solydia melukainya.


"Hoahhh!!! "Teriak Jadey yang membantu Solydia menahan serangan Slayer Demon.


"Lemah sekali pun harus berguna bego! Cepat keluarkan rubah penjaga mu! "Bentak Jadey yang menahan pedang Demon Slayer yang mulai risih melihat Jadey.


"Menjijikan! Menyingkirlah! "Marah Demon Slayer yang menyerang Jadey dengan kekuatan intinya.


Jadey pun terlempar jauh hingga menabrak sebuah gedung hingga roboh. Kini Jadey tidak sadarkan diri.


"Berani kau menyakiti kakak kami? "Marah Laurel yang berubah ke wujud tengkoraknya.


"Datang penganggu lagi yah? "keluh Slayer Demon.


"Kau lawan dari atas aku dari bawah" ujar Leix yanh juga ikut berubah ke mode bertarungnya.


Dua bersaudara ini saling bekerja sama untuk mengalahkan Demon Slayer.


"Kabut asap! "


"serangan beruntun"


"Tidak bisa! Kita sulit mengincar titik lemahnya! "Ujar Laurel terengah engah.

__ADS_1


"Pikirkan cara untuk mengulur waktu, aku akan menyerang dari bawah tanah dengan cairan asam peleleh, kau incarlah senjatanya sisanya serahkan pada ku" ujar Leix yang mulai mundur menyisakan Laurel yanh terus melemparkan berbagai bola asap dan pisau beracun.


Hampir di setiap gerakan yang di buat Demon Dlayer tidak memiliki celah apa pun untuk di serang, kedua bersaudara ini terpaksa mengambil resiko taruhan nyawa untuk melukai Demon Slayer.


Melihat dirinya begitu lemah Zilian bangkit dari rasa keterpurukannya dan mulai melepaskan para rubah penjaganya.


"Aku bukan lagi Zilian yang kalian kenal! "ujar Zilian yang mulai maju bersama dengan para rubahnya.


"Hihihi.... Mau kemana kau? Kalian sebaiknya menunggu ajal kalian saja"ujar Devosliona menghentikan pergerakan Zilian.


"Kembalikan Rafaela atau kalian mati di sini!" marah Zilian yang mulai serius.


"Obatnya bereaksi secepat ini? "Batin Devosliona kaget.


"Sisa lima menit lagi pasukan iblis ku akan bangkit lagi! Ribuan iblis akan membunuh kalian semua! Hahahahahahaha!!! "Tawa Devosliona.


Zilian mengayunkan pedangnya ke tubuh Devosliona yang berhasil menghindar.


"kalian urus di sini biar aku yang melepaskan Rafaela" perintah Zilian yang terbang menuju gelembung yang melayang di udara.


Dengan mengumpulkan kekuatan spritualnya Zilian dapat menghancurkan gelembung itu dan melepaskan Rafaela.


Jadey baru teringat akan apa yang ia lihat di layar monitornya, ia segera menyusul Zilian. Dengan keadaan yang lemah Jadey berubah ke wujud elang.


"Hentikan! "Teriak Jadey dari kejauhan.


"Jangan mendekat atau Zilian kalian akan mati! "Ancam boneka buatan Devosliona.


"Apa yang kau lakukan Rafaela? Ini kau kan? "Ujar Zilian yang meneteskan air mata.


"Bodoh! Dia bukan Rafaela tapi sebuah boneka yang di kendalikan! "Frustasi Jadey yang tidak tahu harus melakukan apa untuk menyelamatkan Zilian dengan kondisinya yang tidak memungkinkan.


"Jangan mendekat! "Teriak Zilian menatap tajam ke arah Jadey yang sontak berhenti.


"Rafaela ku mohon jangan bercanda" ujar Zilian dengan nada lemah lembut.


"Rafaela mu sudah berada di markas kami aku hanyalah duplikatnya "ujar Boneka itu yang bersiap memenggal kepala Zilian.


Xelly dan Yelly datang dengan kecepatan tinggi dan menghadang serangan Boneka itu dengan mengorbankan tubuh Yelly sedangkan Xelly menusuk titik vital boneka itu.


Jadey berubah ke wujud harimau bersayap perak dan membawa Zilian ke tempat yang aman.


"Gawat gawat gawat!!! "Panik Jadey.


"Argh.... Luka ku kebula lagi! Sisa 50 detik lagi hujan darah akan turun, jika salah satu dari kami terkena maka otomatis akan terinfeksi, tidak bisa di biarkan! "Panik Jadey.


"Xelly! Tolong serahkan Yelly pada ku, kau pergilah infokan pada Hanabi untuk mencari tempat yang aman, sampaikan informasi ini dalam 10 detik! "Suruh Jadey yang langsung di turuti Xelly.


Devosliona tertawa terbahak bahak, tidak lama lagi hujan berdarah pembangkitan iblis akan segera di mulai, di saat itu semua manusia yang terkena setetes air hujan itu akan berubah menjadi iblis bawahannya.


Meski begitu dia masih kerepotan menghadapi Laurel yang terus menyerangnya secara mendadak dari segala sisi.


"Berhentilah tertawa! Dasar nenek lampir! "Ketus Laurel yang terus menyerang tampa henti.


Laurel berpindah tempat ke belakang Hanabi lalu mengeluarkan petir yang mengandung racun. Yah meski di setiap serangannya mengandung racun sih.


"hehehe... Formasi selesai di buat, kakak saatnya! "Teriak Laurel terbang menjauh dari Devosliona yang baru menyadari kalau dia di kelilingi oleh benang yang hampir tidak dapat di lihat.


Leix muncul dari dalam tanah dan menyerang Devosliona menggunakan cairan peleleh, Leix memasukan cairan itu ke benang yang di buat Laurel lalu menarik benang itu yang mengakibatkan hujan cairan di berbagai arah.


Kulit Devosliona perlahan meleleh karena cairan itu, bahkan pelindungnya ikut meleleh.

__ADS_1


"Sentuhan akhir "Leix menyebarkan gas hijau yang mampus membuat siapa pun yang menghirupnya sulit mengeluarkan kekuatan apa pun.


"Kakak! Kita berhasil! "Senang Laurel.


"Berhati hatilah, bagaimana pun dia adalah ratu iblis! Mana mungkin bisa di kalahkan begitu saja?! "Ujar Leix tetap waspada.


Benar saja Devosliona keluar dengan menggorbankan sebagian tubuhnya yang sudah meleleh dan memutilasi kakinya yang sudah tidak berfungsi.


Mata Devosliona berubah menjadi merah menyala, kini ia menatap Leix dengan penuh kebencian dan rasa ingin membunuh yang begitu kuat.


"Anak kecil sebaiknya kau tahu diri! "


Devosliona tiba tiba sudah berada di belakang mereka, ia mulai menyerang Laurel dengan cakarnya, Leix dengan sigap menahan serangan Devosliona menggantikan adiknya yang terdiam tak berkutik melihat sang kakak di penuhi darah.


"Sekarang giliran mu"ujar Devosliona.


Hanabi yang menerima pesan dari Jadey segera mencari dua bersaudara ini dan menekan mereka dalam keadaan yang kurang mengenakan.


Kaguya dan Celviona pun turut ikut membantu Hanabi mencari mereka berdua bersama sama, siapa yang menyangka mereka akan melihat situasi menyakitkan seperti ini.


"B-berani beraninya kau! Bereng*** $#&%#% @*%@&$%@℅"


Laurel terus mengeluarkan kata kata kotor sambil menyerang mengila pada Devosliona yang meladeninya.


"Sialan! Kau jal*** bu**k b*b* an***r kau pantas untuk mati! Pergi ke neraka sana temani kakak ku di sana! "Marah Laurel.


Serangan demi serangan yang Laurel lontarkan pada Devosliona yang hanya bisa menangkis dan bertahan tanpa menyerang Laurel.


Devosliona merasa di pojokan dengan serangan yang begitu kuat dari Laurel, karena hujan itu akan segera datang membuat Devosliona gagal fokus dan akhirnya terkena serangan Laurel.


"Matilah! "


Laurel melompat dengan melemparkan pisau pisaunya pada Devosliona yang membalikan tubuhnya menghalau pisau pisau itu mengenai wajahnya.


Pisau Laurel menacap di punggung Devosliona, perlahan pisau itu mulai memanas dan meledak.


Kini sisa tubuh Devosliona hanyalah setengah dari tubuhnya. Lengan kiri dan kepala kirinya hancur berkeping keping. Walau sudah hancur itu masih belum cukup membunuh Devosliona.


Laurel mulai mendekati Devosliona berniat mengakhirinya tapi ia malah di hadang dengan kedatangan Demon Slayer, Hanzel dan Yon yang membawa sisa tubuh Devosliona pergi.


Karena penggunaan kekuatan yang terlalu di berlebihan, Laurel terjatuh lemah ke tanah. Kepalanya mulai pusing dan perlahan tak sadarkan diri.


Tiga orang yang menonton segera membawa mereka dengan pelindung yang dapat menghalau hujan itu sampai di kediaman beliard.


Di sisi lain, Monxai datang bersama dengan Xelly yang memvawa mereka ke Jadey yang sudah selesai merawat luka Yelly yang sudah sadarkan diri.


"Teman mu sudah pulih tinggal aku yang sekarat, antar aku dan Zilian ke kediaman bliard sebagai balas budi" ujar Jadey yang menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Xelly dan Yelly hanya membalas dengan anggukan, mereka membawa Jadey dan Zilian ke kediaman Beliard bersama dengan Monzai yang tidak tahu harus melakukan apa.


Baru pertama kali Monzai di pertemukan dengan peperangan paling berbahaya di seumur hidupnya, dan tidak tahu harus berbuat apa untuk para pasukan.


Sebagian manusia telah di amankan oleh pasukan boneka sedangkan pasukan samurai berjaga jaga di setiap gedung yang telah di masuki oleh para manusia agar tidak ada seran dari para iblis.


Jumlah pasukan Boneka Hanabi mulai berkurang karena terken hujan darah yang mampu meledakan Bonekanya. Dengan keadaan sedih Hanabi terpaksa membuat Boneka baru di kediaman Beliard untuk semenyara waktu.


Para pasukan di itirahatkan sejenak untuk memulihkan luka mereka, Agen Divisi 1 membantu Jadey untuk mengurus pasukan atau Agen yang yang terluka termaksud Hanabi, Hexilia dan yang lainnya.


Sedangkan Jadey ia berusaha menjahit bagian luka yang terbuka di tubuhnya tanpa bantuan siapa pun.


Berlanjuttt.....

__ADS_1


__ADS_2