Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 27


__ADS_3

...^°^°^°^°^...


Zilian keluar untuk menyambut kembalinya Leix dan Laurel yang saat ini menunduk hormat padanya.


"Angkat kepala kalian dan ikut aku ke ruangan" ujar Zilian mendadak menghilang.


Leix dan Laurel diam, mereka memilih mematuhi perintah Zilian ketimbang membalasnya. Jadey juga akan ikut dengan mereka tapi malah di hentikan oleh Hanabi yang duduk santai di bawah pepohonan.


"Ceritakan padaku bagaimana kinerja pemimpin kita" ujar Hanabi menepuk nepuk tanah di dekatnya.


Jadey berjalan menghampiri Hanabi dan duduk di sebelahnya sambil menghela nafas.


"Hey, ceritakan cepat! "Ujar Hanabi mulai kesal.


"Cocok sebagai pemimpin, aku saja bisa di tipu olehnya. Ku kira Zilian membuat duplikat lewat bayangan atau apalah tapi ternyata bukan dia membuat duplikatnya dengan sebuah portal yang bisa dia kontrol secara langsung tanpa melukai dirinya sendiri"


"Benar benar licik" decih Jadey yang kesal setelah mengingat ingat kejadian tadi.


Sedangkan Hanabi hanya tersenyum kecut, sepertinya Zilian harus mulai melatih tubuhnya untuk menerima kekuatan tambahan dan juga harus menyiapkan dirinya untuk menerima resikonya.


"Lumayan, setidaknya dia masih memiliki rasa tanggung jawab dengan menjaga nyawa kedua anak itu "Hanabi berdiri dan berjalan menjauh meninggalkan Jadey.


RUANGAN ZILIAN


Saat di dalam ruangan Leix terus menatap Zilian bertanya tanya, tidak menyangka Zilian akan membantu mereka kembali ke tempat ini.


"Kalian mengira aku akan membiarkan kalian mati di tangan mereka? "Tanya Zilian yang mengerti maksud tatapan Leix.


"Tidak berani menyinggung "jawab Leix cepat.


"Sayang sekali, aku tidak bisa kesana secara langsung tubuh ku masih harus mempersiapkan kekuatan itu setelah kekuatan ku bangkit aku tidak akan tinggal diam lagi" ujar Zilian mengepal erat tangannya.


Zilian kembali menenangkan dirinya.


"Bagaimana dengan informasinya? "Tanya Zilian mengalihkan pembicaraan.


"Sepertinya musuh kita tidak memiliki niat jahat pada kita, tapi satu orang dari pihak mereka yang membangkang dia bernama Miyaku kemampuannya hampir sama dengan kemampuan milik nona Hanabi"


"Miyaku mampu membuat banyak spesies boneka dengan element yang berbeda beda baik dari musuh atau dari dirinya sendiri. Boneka yang dia buat dapat menduplikat kekuatan musuh "ujar Leix menceritakan segala yang dia tahu.


"Bagaimana dengan mu Laurel? "Tanya Zilian beralih menatap Laurel yang terus melamun.

__ADS_1


Melihat adiknya tidak menjawab Leix menyenggol Laurel hingga hampir terjatuh.


"Ada apa? "Tanya Laurel kebingungan.


"Laporan" ujar Leix.


Laurel membungkuk meminta maaf pada Zilian "maaf, aku tidak mendengar perintah anda" panik Laurel.


"Memanya aku akan memakan mu? Angkat kepala mu, jika kau masih menunduk di kemudian hari kepala mu akan ku potong" ujar Zilian dengan wajah datarnya.


"Baik" tegas Laurel.


"Katakan apa saja yang kau tahu dari mereka "ujar Zilian.


"Aku mendengar apa yang mereka rundingkan di istana kristal itu, tidak ada yang mencurigakan hanya saja jika dari sudut pandang dan pendapat ku mereka tidak terlihat seperti layaknya seorang iblis melainkan sebuah keluarga" ujar Laurel menjeda kalimatnya mencoba mengingat kejadian itu.


"Lalu? "Ujar Zilian.


"Mereka hanya mengubah manusia yang mengalami kesulitan menjadi iblia karena sebuah penderitaan sebagai alasannya "lanjut Laurel menatap Zilian.


Zilian mengangguk mengerti, sepertinya mereka bukanlah musuh sebenarnya tapi bagaimana pun umat manusia saat sedang tertekan dan lagi untuk mencari siapa yang salah itu adalah hal yang mustahil jika kekuatan Zilian masih belum bangkit.


"Perketat tempat ini, ingat jangan mencari masalah jika itu tidak terlalu di perlukan. Aku tidak ingin memicu peperangan dan mengakibatkan banyak korban jiwa lagi" ujar Zilian.


"Baik" ujar Leix dan Laurel serempak.


"Sebelum kalian pergi dari ruangan ku, tolong sampaikan pada Solydia untuk mengerahkan semua pasukan dan juga suruh ibuku untuk mengeluarkan sebagian pasukan naga di segala sisi tempat ini" perintah Zilian.


"Baik" ujar mereka serempak lalu pamit keluar dari ruangan.


Tidak lama setelah mereka pergi, Zilian mengirim pesan suara pada ayahnya, Kaguya dan Celviona untuk datang ke ruangannya.


Mereka yang menerima pesannya segera datang dan menemui Zilian yang duduk dengan tenang sambil menatap mereka dengan tatapan kosong.


"Ada apa kau memanggil kami? "Tanya Celviona membuka pembicaraan.


"Aku akan memberi kalian beberapa tingkatan dan tugas dalam rencana ku, ku harap kalian tidak akan keberatan" ujar Zilian menghela nafas.


"Jika tidak kau katakan mana mungkin kami memberikan jawaban untuk mu" balas Celviona.


"Kalau begitu, aku akan mulai" Zilian memasang prisai kedap suara di ruangannya.

__ADS_1


Kaguya mulai duduk santai bersama dengan Chaiden yang menatap serius anaknya beda lagi dengan Celviona yang merasakan aurah menekan dari Zilian yang membuatnya merasa waspada.


"Duduklah" perintah Zilian pada Celviona yang menbantah dengan lantang.


"Tidak! Aku lebih suka membahas hal penting dengan berdiri "Dingin Celviona yang mengeluarkan aurahnya.


Bagaimana pun Celviona tidak suka di tekan seperti yang di lakukan Zilian padanya. Celviona lebih berpengalaman dalam hal peperangan dan lebih mengerti dari pada Zilian.


Bisa saja Celviona membunuh Zilian dengan mudah tapi mengingat dia adalah cucunya Celviona mengurungkan niatnya.


"Kalian yang terlibat peperangan di masa lalu bertugas melindungi tempat ini dengan sebagian pasukan naga dan tim pengintai saat akan terjadi peperangan di luar kawasan"


"Tentu saja tidak semuanya, Medusa, Kaguya dan Alpha akan ku tugaskan di tim penyerang jarak jauh bersama dengan pasukan Slavina. Sedangkan untuk tim pertahanan dan penyerangan jarak pendek adalah aku, Jadey, Leix dan laurel dan juga Xelly dan Yelly akan ikut serta berperang dengan ku di keadaan genting"


"Apa kalian ada masukan?" tanya Zilian.


"Tentu saja, bagaimana dengan ibumu? Apakah dia tidak boleh ikut serta dalam peperangan jarak dekat? "Tanya Celviona mencoba menguji Zilian.


"Menurut mu? Dia adalah sang kehidupan dia tidak cocok dalan membunuh tapi melainkan mengawasi dari jarak jauh dan memberikan informasi pada kami yang berperang, mengandalkan Hexilia sama saja dengan membawa kesialan. Mau di paksa sampai mati pun Hexilia tidak akan memberitahukan masa depan peperangan jadi ibukulah orang yang tepat mengantikan poaisi Hexili" ujar Zilian memperjelas.


"Cih, tidak ku sangka kau bisa memikirkannya sampai sejauh ini. Baiklah aku setuju bagaimana dengan kalian? "Tanya Celviona menatap ke arah dua orang yang hanya mendengarkan mereka saling berdebat.


"Aku ayahnya Zilian, aku akan mencoba yang terbaik menjalankan tugas ku "ujar Chaiden.


"Aku tidak bisa membantah "ujar Kaguya menerima apa yang akan di tugaskan oleh Zilian padanya.


"Bersiaplah, aku mempunyai firasat buruk entah akan terjadi atau tidak" gumam Zilian.


"Baiklah, aku akan memberitahu mereka semua tentang rencana mu" ujar Kaguya yang langsung keluar.


"Aku juga akan kembali dulu, harus menyelesaikan tugas ku baru menjalankan perintah mu" ujar Celviona membuat portal ke kerajaannya.


"Nak, aku kembalu juga. Di alam baka ayah harus menyelesaikan beberapa masalah yang akan terjadi di masa depan" ujar Chaiden menunggu jawaban dari Zilian.


"Pergilah, aku akan memikirkan beberapa masalah jangan ganggu aku untuk beberapa jam ini" ujar Zilian.


Chaiden mengangguk lalu menghilang memasuki portalnya. Zilian menghela nafas lega entah mengapa dirinya begitu lelah membahas beberapa rencana dengan mereka.


Entah apa yang dilakukan Celviona padanya yang jelas Zilian merasa tidak nyaman berhadapan dengan neneknya itu.


Berlanjutttt......

__ADS_1


__ADS_2