
Zilian terbangun dan mendapati Rafaela yang tengah terduduk tampak fokus pada layar Laptopnya.
"Apa yang kamu lakukan? "Tanya Zilian yang langsung menghampiri Rafaela yang langsung berdiri memeluknya.
"Aku cuman bosan saja" jawab Rafaela dengan senyuman bak malaikatnya.
"Bodoh! Kenapa tidak membangunkan ku? "Tawa Zilian.
"Kau tampak lelah dan tentunya aku mempunyai alasan untuk tidak membangunkan direktur yang sepanjang hari bekerja? "Ngambek Rafaela.
"Ayolah, mau lihat prosen game di buat nggak? Kalau mau makan atau jalan jalan katakan saja pada Eva dia akan memberikan apa pun yang kau butuhkan" ujar Zilian mengacak acak rambut Rafaela sampai berantakan.
"Baiklah, tapi bolehkan aku terus ikut dengan mu kekantor? Janji tidak akan membuat mu kerepotan"melas Rafaela.
"Okey"setuju Zilian.
Mereka pun berjalan menuju ruang pembuatan Game sesampainya di sana Rafaela dibuat kagum akan banyaknya teknologi canggih.
"Mengangumkan" pekik Rafaela yang menganga lebar.
"Nanti kalau mau mencobanya aku akan memberi mu secara gratis" ujar Zilian yang juga merupakan niat menyogok.
"Heh... Kau kira aku akan mudah di tipu? Tidak akan! "Ujar Rafaela yang langsung menyadari niat licik Zilian.
"Aku salah, tolong maafkan aku jika memaafkan ku aku akan menemani mu berlatih"ujar Zilian dengan senyuman tulusnya.
"Hehehe baiklah tapi ingat jangan terlalu keras pada ku! "Ujar Rafaela mencoba tawar menawar.
"Bisa bisanya kau! Ya sudahlah" pasrah Zilian.
Zen yang tengah mengamati bahan yang aman di gunakan di ruangan sebelah pun segera ke ruangan pembuatan Game untuk memeriksa apa yang terjadi.
"Ada apa? "Tanya Zen yang langsung masuk.
"Eh direktur Zen, maaf atas ketidak nyamanannya aku dan teman ku sedang mengobrol jika menganggu kalian tolong terimalah permintaan maaf ku"bungkuk Zilian.
"Tidak apa, lagi pula kau pemilik perusahaan ini aku yang seharusnya membungkuk"rendah Zen.
"Hmmm... Kalau terus begini waktu yang di lewati akan terbuang sia sia"ujar Zilian.
__ADS_1
Seorang karyawan masuk secara tiba tiba menemui Zilian yang menatap ke arahnya tajam.
"Ada apa? "Tanya Zilian dengan aurah mengintimidasinya.
Karyawan itu membungkuk hormat "maaf direktur atas ketidak sopanan saya, di luar istana ada sekumpulan konsumen yang mengadakan demo pada perusahaan" lapor karyawan itu.
"Dimana Eva? "Tanya Zilian mengerutkan keningnya.
"Sekretaris Eva sedang memberi penjelasan di bawah dialah yang menyuruh saya direktur"ujarnya maryawan itu dengan keringat dingin yang terus bercucuran.
Zilian meninggalkan mereka dan segera turun menghadapi kegilaan mereka.
Sesampainya Zilian sudah di sambut oleh banyak wartawan dan beberapa grombolan konsumen yang meneriakinnya untuk bertanggung jawab.
"Apa benar direktur Zilian mengembangkan bedak kosmetik dengan bahan yang tidak berkualitas? "Tanya seorang wartawan.
"Perusahaan saya membuat produk dengan memilih bahan yang paling terbaik kami berusaha untuk menurunkan harganya untuk kalian agar dapat mengkonsumsinya! Bukan berarti kalau harganya murah kalian berfikir produknya asal asalan! "Ujar Zilian dengan tatapan tajamnya.
"Lalu bagaimana dengan saya? Wajah saya sampai seperti ini! Pacar saya meninggalkan saya gara gara wajah saya yang menjadi buruk ini dan itu di sebabkan oleh produk tidak bermoral anda! "Emosi seorang gadis yang memakai cadar.
Gadis bercadar itu menerobos masuk dan mengenggam kerah baju Zilian yang hanya diam menunggu apa yang akan di lakukan gadis bercadar itu padanya.
"Huh.... tidam tahu sopan santun, apa kau ada bukti untuk hal ini? "Tanya Zilian yang merapikan kembali kerah bajunya.
"Lihat wajah ku ini! Bukti apa lagi yang kau ingin kan? "Bentak Gadis itu yang membuka cadar wajahnya.
Semua orang tertegun melihat wajah Gadis itu yang tidak bisa di jelaskan dengan kata kata.
"Ya ampun, wajahnya sudsh begitu hancur! Bagaimana dia akan menghadapi para orang yang akan terus menghinanya? "
"Menjijik kan! Apa ada yang akan menyukainya? "
"Hahaha dia pasti akan menjadi tontonan di sekitaran lingkungannya"
Zilian yang mendengar mereka pun tidak tahan "kalian sebaiknya diam atau kalian akan berurusan dengan pihak pengadilan atas tuntutan menganggu privasi seseorang! "Bentak Zilian dengan tatapan mengintimidasinya.
Mereka pun diam tak berkutik, apa yang di katakan Zilian bukanlah omongan belaka, mereka semua tahu kalau Zilian kebih kejam dari pada ibunya sendiri.
"Dik, apa kau membawa bedak yang kau pakai? "Tanya Zilian.
__ADS_1
"Tentu saja ini akan menjadi bukti kalau perusahaan kalian tidak becus dalam membuat produk yang baik" ujar Gadis itu dengan senyum smiriknya.
Zilian mencium bedak itu, setelah menciumnya ia pun tersenyum miring.
"Panggil Dr. Nindhi kemari, katakan padanya untuk datang secepat mungkin jika tidak jangan harap dia akan tetap pada jabatannya" ujar Zilian yanh tersenyum lembut ke arah Gadis itu.
"Tidak perlu bilang begitu juga, masih mending Direktur Medeia yang menangani perusahaan ini setidaknya ada waktu untuk beristirahat "keluh Nindhi.
"Jangan banyak omong kosong, kau jelaskan zat apa yang ada di dalam bedak ini"ujar Zilian yang menyerahkan bedaknya pada Nindhi yang mengangguk patuh lalu memeriksanya dengan teliti.
Beberapa saat kemudian.
"Bedak ini telah di racuni" simpul Nindhi.
"Apa? Kenapa bisa? Siapa yang begitu tega pada ku? "Kaget Gadis itu yang tidak percaya.
"Bedak ini di beri racun bubuk sari dingin yang di mana memang khusus untuk membuat kulit melepuh dan terlihat terbakar seolah olah itu memang terlihat natural, setahu ku jika tidak secepatnya di tangani wajah mu tidak akan bisa di sembuhkan dan akan mengakibatkan kecacatan permanen"jelas Nindhi yang mendapat anggukkan dari Zilian yang puas akan pekerjaan Nindhi.
"Bagaimana? Masih mau menyalahkan perusahaan ku? "Ujar Zilian.
"Maafkan aku yang tidam tahu diri ini! Seharunya aku menyelidikinya dulu sebelum benar benar datang ke sini dan mempermalukan perusahaan kalian" tangis wanita itu.
"Yang malu bukan kami tapi kau, bagaimana pun kau sudah datang kesini jadi aku sebagai Direkturnya akan bertanggung jawab dalam pemulihan wajah mu "ujar Zilian yang mengukurkan tangannya pada Gadis itu.
"Aku Zilian tidak akan membiarkan para konsumen ku mengalami kerugian dan tetaplah mengingat ini bahan yang kami gunakan itu terjamin kualitasnya dan tidak akan berbahaya jika memang kalian mengalami masalah kalian boleh datang ke administrasi perusahaan ku dan menjelaskan keluhan kalian, kami tidak akan tidak peduli pada konsumen kami" ujar Zilian penuh tekad dan ketegasannya membuat yang ada di sana tertegun.
"Seperti yang kalian lihat ternyata ini adalah kesalah pahaman saya, terimakasih sudah mau menjelaskannya pada kami Direktur Zilian "hormat para wartawan.
"Tidak apa, mana mungkin aku tidak keluar untuk menjelaskan masalah ini "ujar Zilian yang membawa Gadis itu masuk ke kantornya.
"Anda mau membawa saya kemana? "Tanya Gadis itu kebingungan.
"Masuk ke perusahaan ku nanti ku diskusikan masalah ini dengan mu sampai tuntas"ujar Zilian.
"Ayo ikut saya" ujar Eva.
"Oh iya sebelumnya tolong kau bawa Rafaela dan Gadis ini ke ruangan ku, aku akan segera menyusul kalian setelah selesai memperhatikan perkembangan proses pembuatannya, mungkin sekitaran 25 menit kurang lebih"ujar Zilian.
"Baik "patuh Eva yang segera membawa mereka ke kantornya.
__ADS_1
Sampai sini dulu yah temen temen tunggu updaten terbaru dari aku besok