Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 26


__ADS_3

...~π~π~π~...


Klon Zilian memberikan aba aba untuk mundur sedangkan dirinya dan Jadey maju. Mereka yang di perintahkan untuk mundur pun mematuhi perintah.


Miyaku tersenyum tipis, "jangan menganggap remeh diri ku, bayangan seperti mu sangat mudah untuk ku hancurkan" remeh Miyaku.


Tidak ada balasan, merasa di abaikan Miyaku pun mulai kesal "berani sekali kalian mengabaikan ku! "


"Majulah Jadey, aku akan menyalurkan sebagian kekuatan asli Zilian pada mu jika memang perlu" ujar Zilian berhenti melangkah.


Jadey mengangguk pahan, dia melepaskan tiga binatang buas dan menyiapkan belatinya yang sudah di lumuri racun.


Tiga hewan yang tidak di ketahui jenisnya ini meliputi tiga tipe yang pertama bertugas mengurus boneka yang ada di bawah tanah, yang kedua di atas udara dan yang ketiga membantu Jadey dalam bertarung serta melindungi klon Zilian.


"Kalian jangan tinggal diam, buatlah portal menuju base! "Teriak Zilian.


"Apa? Kami harus kembali sedangkan Jadey hanya sendiri? "Ujar Medusa.


"Aku punya rencana ku sendiri Medusa, kau sebaiknya mematuhi ku jika tidak Jadey akan kembali sedangkan kau urus di sini" ancam Zilian dengan wajah datarnya.


"Baiklah, kalau begitu kami serahkan pada mu dan tolong jaga Jadey baik baik" pasrah Medusa.


Zilian mengangguk lalu kembali fokus mentap pergerakan Jadey melawan ribuan boneka bersama dengan hewan yang tercipta dari dirinya.

__ADS_1


Sebelum Medusa pergi dia memerintahkan satu ular pasukannya untuk membantu mereka, ular ini adalah salah satu ular terbaik di kerajaannya, yaitu ular bersisik merah bertanda tetra.


Ular ini adalah salah satu ular yang berhasil berubah ke wujud manusia dengan bantuan ratunya, Medusa.


"Heh.... Setia kawan juga "decih Miyaku yang melepaskan boneka elemen panasnya.


Melihat apa yang di lakukan Miyaku, Zilian pun mendekati ular itu dan memberikannya prisai elemen sehingga dia bebas dalam bertarung.


"Menyebalkan! Akan ku urus wanita sialan itu terlebih dahulu" geram Miyaku yang mengubah siasatnya.


Merasa di targetkan Zilian dengan santainya melepaskan prisai alam kematian dan alam kehidupan. Fungsi prisai ini adalah melindungi penggunanya dari serangan apa pun. Prisai ini akan rusak jika pemilik alam kematian atau kehidupan datang dan menyerangnya.


Jadi mustahil prisai ini rusak kalau bukan ibu dan ayahnya yang datang dan menghancurkannya.


Jadey yang dari tadi kesulitan melindunginya kini mulai geram sengan kelakuan Zilian yang hanya berbaring santai sambil menontoninya dengan satu buah semangka di tangannya. Oh iya prisainya transparan loh.


"Dasar kau! Kau seharusnya membantu bawahan mu! "Teriak Jadey dari kejauhan.


Zilian tersenyum sebagai balasan.


"Berhenti tersenyum seperti itu pada ku! "Kesal Jadey yang masih berteriak.


"Aku tersenyum karena kau lucu, seharusnya menggunakan transmisi suara saja tapi kau memilih menggunakan cara yang lebih ribet" ejek Zilian.

__ADS_1


"Mana bisa aku berfikir jernih di tengah tengah peperangan begini hah?! "Emosi Jadey.


"Di bawah tanah, semburan api"


Jadey menengok ke bawah lalu kembali mundur selangkah lalu menerbangkan dirinya ke atas udara. Saat terbang ke udara tiba tiba Jadey merasa kalau di menabrak seauatu dan ternyata dia dalah Miyaku.


Dengan sigap Jadey mengeluarkan belatinya dan berhasil mengenai leher Miyaku yang saat ini memerintahkan boneka udaranya untuk melindunginya.


"Sepertinya kau hanya mengandalkan boneka mu saja untuk bertarung" remeh Jadey.


"Cih, tidak ku sangka Zilian tahu kalau aku bersembunyi di udara" gumam Miyaku menatap kesal ke arah Zilian.


"Apa susahnya menebak? Kalau kau memilih tempat yang lebih aman yah udara, kalau di bawah tanah kau akan terkena banyak serangan dari hewannya Jadey dan juga di darat beda lagi kalau di udara kau bebas berpindah tempat di mana pun kau mau "lirih Zilian yang mulai bosan.


Begitu juga dengan Jadey yang mulai melepaskan serbuk beracunnya. Jadey memerintahkan tiga hewannya untuk membawa ular itu masuk ke dalam perisai Zilian.


Zilian mengangguk lalu menatap Jadey bangga, sesaat Zilian berubah menjadi sebuah cahaya yang memenuhi perisai itu dan dengan sekejap mata mereka pun menghilang.


Boneka yang di buat Miyaku juga ikut meleleh karena serbuk sari beracun milik Jadey, untung saja Miyaku selamat meski lengan kanannya harus di korbankan bersama dengan ribuan pasukan bonekanya.


Tentu saja hal ini membuat Miyaku semakin membenci Zilian dan pasukannya. Miyaku bersumpah akan kembali dan membalasnya tanpa memberi ampun pada Zilian.


Berlanjuttt......

__ADS_1


__ADS_2