
Ada sebagian manusia yang percaya akan keberadaan iblis dan sering kali menceritakannya tapi tentu saja ada yang menganggap ceritanya hanyalah karangan belaka.
Manusia yang percaya pastinya sudah mengalami dan melihat iblis itu tapi tidak sepenuhnya juga karena manusia sering kali mengarang sebuah cerita membuat para manusia lain tidak tahu mana yang benar dan yang salah.
Sebuah organisasi samurai yang terletak di jepang kota Osaka. Organisasi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pemerintahan publik. Keberadaan mereka tidak pernah di anggap oleh masyarakat dan menganggap mereka hanyalah iseng saja.
Meski mendapat hinaan organisasi itu tetap menjalankan tugasnya dan mengabaikan perkataan para masyarakat.
Di sinilah Jadey datang menemui organisasi ini, mencoba untuk membujuk mereka untuk ikut dan bergabung dengannya.
"Hallo, boleh bertanya pak? "Ramah Jadey.
"Ya? "
"Apa anda tahu di mana letak gedung Hikoza Samurai? "Tanya Jadey yang berusaha seramah mungkin.
Authour : anggap ajah make bahasa jepang habis kalau aku nulis bahasa jepang nanti kalian nggak paham 🤗🤗🤗
"Oh, tinggal lurus saja lalu belok ke kanan di sana akan ada papan petunjuk. Saya boleh bertanya? Kenapa anak semuda anda mau ke sana? "Tanya pria yang setengah baya.
Jadey tersenyum lembut "saya ada urusan di sana, saya agak penasaran dengan oranisasi seperti ini "ujar Jadey.
"Dan lagi Iblis itu benar adanya, sebaiknya anda waspada jika tidak nasib anda dan keluarga anda akan dalam bahaya" serius Jadey.
Wajah jadey begitu menakutkan membuat pria itu ketakutan dan terduduk lemas di tanah.
Jadey yang menyadarinya pun segera mengubah ekspresi wajahnya dan mulai mengulurkan tangannya.
"Hahaha.... Saya tidak bercanda kok, ambil racun ini dan sebarkan di pekarangan rumah anda dan dalam rumah anda jika ada iblis yang datang kalian akan aman sebelum keluar rumah anda harus tetap membawa syal ini atau racunnya"
"Jangan lupa kalau sudah melihat Iblisnya kalian datanglah ke asosiasi ini karena mereka akan ada hubungannya dengan ku"senyum Jadey.
Pria itu menerima sebotol besar racun yang di berikan Jadey padanya, dengan tangan gemetaran ia menerima dan segera berlari meninggalkan Jadey yang hanya mengeleng ngeleng.
"Manusia memang terlalu polos" gumam Jadey.
"Ara ara.... Kau sebaiknya keluar saja, aku tidak berbaha kok jika tidak kau akan terkena racun loh jangan salahkan aku jika kau mati di atas pohon" ujar Jadey melempar jarum ke atas pohon tepat di atas kepalanya.
Seoranh wanita melompat turun sambil menghunuskan Katananya ke leher Jadey. Jadey hanya tersenyum saja.
"Ada urusan apa kau kemari dan untuk apa kau mencari Organisasi kami? " dingin wanita itu.
"Yang penting aku tidak akan merugikan kalian, ku juga tidak dapat memberitahu mu tujuan ku karena kau sepertinya hanyalah muridnya saja" ujar Jadey dengan tampang imutnya.
"Berhentilah membuat ekspresi menjijik kan seperti itu atau kau akan kehilangan leher mu! "Kesal wanita itu.
"Oh? " senyum Jadey.
__ADS_1
Jadey menjentikan jarinya dengan wajah yang kembali dingin. Seketika wanita itu tersungkur lemah.
"Apa yang kau ungh.... "
Wanita itu memegangi lehernya, ia berusaha mengatur pernafasannya.
"Ayanami Asuka kah? Nama yang indah tapi sayang anaknya sepertinya tidak secantik namanya "ejek Jadey yang jongkok menyesuaikan postur tubuh Asuka.
Asuka tidak dapat lagi berkata kata ia sibuk menarik nafas untuk tetap bertahan.
Jadey melempar sebuah botol kecil pada Asuka dan perlahan menghilang. Asuka tanpa pikir panjang segera meminum isi dari botol itu.
Sesampainya di Asosiasinya Asuka dengan cepat masuk ke dalan ruangan hendak melapor pada gurunya.
"Di mana guru? Ada orang aneh di..... "
Asuka tercengang ketika melihat keberadaan Jadey yang kini tengah tersenyum lebar padanya.
"Kau! "Marah Asuka.
"Jangan lupa kau bisa terkena racun ku lagi loh kalau kau berniat menyerang ku maka racun itu akan kembali berefek dan membutuhkan penawar dari ku jadi jangan mencobanya jika tidak aku tidak akan memberi mu penawarnya" Ancam Jadey.
"Cukup! Asuka kenapa kau hilang kendali seperti ini? Apa kau tahu apa kesalahan mu kali ini? "Marah seorang pria yang tengah menemani Jadey duduk.
"Maaf kak Haruka, aku tidak akan bertindak gegabah" sesal Asuka.
"Bagaimana? Apa aku bisa menemui pemimpin mu? "Tanya Jadey kembali.
"Ketua kami tidak bisa di temui bagi orang luar seperti anda, tujuan anda juga belum terlalu jelas masih perlu beberapa orang untuk ikut anda memastikan kebenarannya" tolak Haruka.
"Menolak dengan cara halus memang bagus tapi aku lebih suka terang terangan saja mau aku memberi mu bukti? Baiklah akan ku perlihatkan"ujar Jadey yang berdiri.
Ia membuka portal menuju kerajaan boneka. Apa yang di lakukan Jadey membuat Haruka berdiri menjauh darinya dan mengambil tindakan ancaman.
"Ini adalah jalan menuju organisasi kami, di sana ada banyak pasukan yang bisa menjalankan apa yang kita perintahkan misalnya.... " ucapan Jadey terpotong ketika seseorang muncul di dalan portal.
"Kakak! Akhirnya anda kembali" senang Laurel.
"Jangan mengagetkan ku, Laurel! "Hela Jadey yang membelai kepala Laurel lembut.
"Hahahaha... Baiklah kak" senyum Laurel.
"Laurel! Kembali jika tidak akan ku beritahu nona Hanabi kalau kau menghancurkan laboratorium nona Jadey! "Teriak Leix kesal.
Jadey tersenyum pada Laurel yang langsung menutup portal Jadey yang sudah mengepal kuat.
"Dasar anak anak menyebalkan! Pasti akan repot lagi kalau pulang" lesuh Jadey yang menjatuhkan dirinya ke sofa.
__ADS_1
Pasukan Samurai dengan cepat mengepung Jadey yang masih santai meski pedang tertancap ke lehernya.
"Masih bisa tenang rupanya? "Marah Haruka yang menghunuskan pedangnya ke leher Jadey yang terjatuh ke lantai.
Darah berhamburan di lantai, yang ada di sana tertegung melihat apa yang terjadi.
"Kalian ternyata begitu tidak sopan yah? "Ujar Jadey dalam keadaan kepala yang tergelantar di lantai.
Haruka yang tidak tahan lagi langsung menghancurkan kepala Jadey dengan kakinya.
"Hahahahahahahaha!!! "Tawa Jadey yang berubah menjadi sekumpulan kupu².
Perlahan tubuh Jadey kembali berubah menjadi keadaan normalnya dan kini menghunuskan pedang yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi.
"Mau mati tanpa rasa sakit atau tidak? "Bisik Jadey di telinga Haruka.
"Kau! "Ketus Haruka.
"Karena kau tampan dan berbakat aku tidak akan membunuh mu begitu saja, nikmatilah racun yang ada di tubuh mu seiring berjalannya waktu" senyuk Jadey yang penuh arti.
Bunyi gelang kaki mulai terdengar di telinga Jadey yang membuatnya senang.
"Apa kau senang membuat keributan di dalam perguruan ku? "
"Tidak sama sekali, anda seharusnya tahu mana yang salah bukan? "Ujar Jadey memprovokasi.
"Jika anda tidak memutuskan maka mereka akan mati dan seharunya anda tahu anda tidak bisa membunuh saya dengan mudah bukan? "Lanjut Jadey dengan senyumannya.
Wanita itu terdiam, sesaat kemudian dia mengangguk "baiklah aku akan mengirim seseorang untuk ikut dengan mu untuk melihat lihat apakah kau pantas bekerjasama dengan kami" ujar gadis itu.
"Hengh? Ara arah... Maksud kedatangan ku kemari adalah merekrut mu masuk sebagai salah satu anggota kami "ujar Jadey memperlihatkan sesuatu pada Gadis itu.
"Aku tidak akan bergabung dengan kalian tapi aku mungkin bisa menjalin kerjasama dengan kalian, dengan kemampuan mu kau pasti sudah tahu indentitas dan apa yang selama ini menahan ku di sini bukan? "Ujar Gadis itu mengerti jalan pikir Jadey.
"Hanya beberapa orang saja yang mengerti diri ku, kalau begitu bagaimana kalau aku mengatakan Ya? "Ujar Jadey.
Gadis itu tersenyum, ia menatap keluar jendela gedung yang mereka tempati "menarik, kau bersedia membantu ku mencari orang itu? Apa kau yakin kau bisa menemukannya dengan Iq yang rendah itu? "Sinis Gadis itu.
"Yakin tidak yakin aku akan tetap mencobanya "ujar Jadey.
Gadis itu berbalik menatap Jadey dengan tatapan membunuh "kau sebaiknya membawanya kemari secepatnya, ku beri kau waktu dalam akhir bulan ini untuk mencarinya jika tidak jangan harap kau dapat bekerjasama dengan ku" dingin Gadis itu mengulurkan tangannya pada Jadey.
"Deal" Jadey menjabat tangan Gadis itu dengan senyuman liciknya.
"Sepertinya akan sulit untuk merekrutnya lalu belum saatnya Zilian mengetahui hal ini! Tidak tahu kapan dia bisa bergabung
dengan kami! Siapa orang yang ia tunggu? "Batin Jadey pusing.
__ADS_1
Terus berlanjut 😘😘😘