
malam pun tiba medeia menuruni tangga dengan keangunannya yang mampuembuat semua orang yang melihatnya terpukau.
Eva memberi isyarat agar medeia tetap berhati hati agar tidak meninggalkan jejak sedikit pun Medeia mengangguk lalu ikut bergabung ke meja makan.
"Apa kabar nona besar? "sambut putri Cestania.
"Baik yang mulia putri, lama tidak bertemu"balas Medeia sopan.
"tidak perlu terlalu formal Tania saja"ujar Cestania ramah.
"suatu kehormatan"ujar Medeia.
"maaf ratu tidak datang ke sini menyambut anda kesehatannya agak terganggu maaf sekali lagi"ujar raja yang baru tiba.
"tidak masalah jangan di paksakan"ujar Medeia berdiri memberi hormat.
"duduklah nikmati malam ini nona Medeia"ujar raja mempersilahkan.
"thanks you"ujar Medeia sopan.
"dimana pangeran? "tanya Tania penasaran.
"Pangeran tengah bersiap siapa putri"ujar kepala pelayan.
"kakak ini tidak kalah lamanya dengan wanita"ejek Tania.
"hihihihi putri terlalu berlebihan"ujar Medeia.
"itulah kenyataan yang ada nona Medeia, mandi saja 6 jaman jangan heran kulitnya putih seperti mayat"ejek Tania sambil menahan tawa.
"sudahlah kalau kakak mu mendengarnya bisa bisa kau akan di marahi"peringat raja.
"Terlambat, tunggu pesta selesai akan ku beri kau sedikit pelajaran"kesal Sea yang duduk berhadapan dengan Medeia.
"pangeran anda sebaiknya sedikit lembut terhadap putri kalau tidak bagainana dengan ketentraman kerajaan kalau begitu? "ujat Medeia meminum tehnya.
"kalau nona yang meminta maka mau di apakan lagi? "ujar Sea sopan.
"Hihihi baguslah terima kasih atas pengertian pangeran"ujar Medeia terkikik.
"bagaimana kalau kita berdansa nona? "Ajak Sea ramah.
"suatu kehormatan yang mulia pangeran mahkota"ramah Medeia.
"Suatu kehormatan bagi saya bisa berdansa dengan nona Medeia ceo dunia intertaimen"ujar Sea mengulurkan tangannya.
"obrolan paling membosan kan kata kata terus saja di ulangi cih lebih cepat lebih baik sudah berdansa harus mencari cara"batin Medeia.
musik di main kan suara piano lembut mulai terdengar di telinga tamu yang datang medeia memasuki are dansa dengam anggun masing masing saling membungkuk sebagai penghormatan.
Sea mengulurkan tangannya dan di sambut hangat dengan Medeia mereka mulai mengambil gerakan mengikuti alur lembut musik yang berputar mengiringi tarian mereka.
Tamu yang ada di sana di buat terpukau akan gerak postur tubuh Medeia yang bagaikan angin lembut meniup selendang sutra gerakannya lembut, indah, dan nggun membuat gerakannya sempurna.
"gerakan nona sangat halus loh"puji Sea.
"biasa saja hanya sebuah tarian tidak perlu di perbesar besar kan"ujar Medeia memfokuskan gerakannya dengan baik.
musik perlahan terdengar sayup hingga akhirnya menghilang di ikuti dengan dansa yang berhenti suasan kembali sunyi, keduanya membungkuk lalu meninggalkan altar dansa.
"luar biasa gerakannya sedikit pun tidak ada kesalahan"
"ceo dunia ini memang pantas menyandang status dunia intertaiment benar benar anggun dan menarik perhatian"
"luar biasa jika dia masuk di dunia k pop mungkin saja dia akan terkenal lagi"
"jika ada kesempatan ingin sekali mengajaknya ngobrol"
"gadis berbakat sepertinya mungkin cuman satu di dunia"
Medeia berjalan tanpa menghiraukan pujian pujian yang mereka lontar kan padanya justru Medeia kesal akan keributan seperti ini baginya pujian seperti itu hanya menganggu aktivitasnya saja.
"luar biasa nona Medeia hahahaha"sambut raja kegirangan.
"terima kasih atas pujiannya lebih baik anda tidak perlu terlalu berlebihan hanya dansa dan tarian sama sekali bukanlah hal besar"ujar Medeia membungkuk.
"kalau begini kapan aku bisa pergi sih"batin Medeia kesal setengah mati.
"maaf saya akan menghampiri setiap tamu dulu"pamit Medeia.
"Baik tidak masalah"ujar raja mempersilahkan dengan ramah.
"apa pangeran bersedia menemani saya"ujar Medeia ramah di sertai dengan senyumannya.
"baik dengan senang hati, silahkan nona"ujar pangeran mempersilahkan.
"baik"
Medeia bergabung dengan obrolan para tamu yang ada, sudah merasa cukup Medeia kembali dengan rencananya.
"udara di sini terlalu pengap bagaimana kalau mencari udara di taman istana? "ujar Medeia.
"ide yang bagus nona bagaimana dengan taman milik ku di sana ada beberapa fasilitas khusus"usul Sea.
"Baik"
Medeia berjalan mengikuti sea yang memimpin jalan sambil berjalan mereka mengobrol dengan baik hingga mereka sampai di taman kediaman pangeran mahkota.
"ungh mata ku kelilipan"ujar Medeia.
"jika boleh bisahkah saya membantu anda? "ujar Sea sedikit panik.
"terimakasih sangat terbantu"ujar Medeia tersenyum licik.
mata Medeia bersinar membuat sea dalam kendali Medeia.
__ADS_1
"Hihihi laki laki yang bodoh, mudah sekali di tipu hihihihi, hah baik di mana kolam teratai mu pangeran? "ujar Medeia.
"di sana yang mulia ratu"menjawab dengan tatapan kosong.
"bagus menurut lah"ujar Medeia tersenyum puas.
Medeia mengikuti Sea dari belakang dengan suasana hati senang hal ini kecil bagi Medeia sama sekali bukan hal sulit.
tidak butuh waktu lama Medeia sampai ke kolam taratai miliknya Medeia mengirim telepati dengan Eva dan Meisya ke mereka.
menunggu mereka datang medeia menggali beberapa informasi terhadap Sea.
"penyakit apa yang terjadi pada ratu? "tanya Medeia.
"penyakitnya begitu aneh yang mulia gejalanya aneh ibu ratu saat ini tidak sadarkan diri"jawabnya dengan tatapan kosong.
"Berapa lama? "Tanya Medeia mengerutkan alisnya.
"setahun dua bulan yang mulia"jawabnya.
"aneh penyakit ini sebelumnya tidak pernah di temui di dunia manusia mungkin saja ada yokai yang datang kemari mencari masalah"ujar Medeia.
"hihihi sudahlah masalah manusia mana ada urusannya dengan ku justru bagus kalau klan manusia hancur saja"ujar Medeia.
"Tega sekali yah ratu rubah ini"ujar seseorang.
"sejak kejadian di atap gedung perusahaan ku kau ini selalu mengintip kegiatan ku sampai sekarang kan? "Ujar Medeia dengan tatapan dingin.
"benar tentunya kami melakukannya dengan tujuan kami sendiri"ujarnya.
"ada banyak pertanyaan tapi kau pasti tidak akan menjawabnya dengan mudah sekali pun kau menjawab itu belum tentu benar adanya"ujar Medeia membalikkan badannya menyerang ke arah langit.
"teliti sekali, sebelumnya tidak ada yang tau soal kemampuan ini"ujarnya.
"kau orang yang berbeda dari sebelumnya kan? "ujar Medeia menebak.
"Benar sekali, benar benar peka tidak bisa di remeh kan"ujarnya tersenyum.
"Apa tujuan mu? mengapa mengincar ku hah? "tanya Medeia setenang mungkin.
"rahasia kami"ujarnya.
"langsung ke intinya saja"kesal Medeia.
"Baik, jika kau ingin tau kunci segel kolam ini dan menyelamatkan ayah mu bekerja samalah dengan kami"ajaknya.
"mana bisa bekerja sama dengan tujuan yang masih dalam ke adaan pasel yang berantakan?!! "ujar Medeia berusaha tenang sebisanya.
"benar maka dari itu ikutlah dengan ku ke tempat kami"ujarnya.
"aku bukanlah orang bodoh yang bisa kalian manfaatkan"ujar Medeia.
"jika kau tidak mau ya sudah"ujarnya berusaha menarik ulur.
"tidak masalah sama sekali tidak keberatan lagian jika aku pergi ke sarang kalian juga sama saja menyerahkan nyawa dengan gratis dan yah jangan kira dengan menarik ulur aku akan bekerja sama dengan kalian "ujar Medeia memojok kan sang berjubah.
"Sudah ku duga kau ini tidak mudah di tangani, baik kalau begitu akan ku jelaskan dengan rinci"ujarnya.
"organisasi kami bertujuan memusnahkan penyakit aneh yang terjadi di sini kau tentunya sudah tau kan? "tanyannya.
"Yah lanjutkan saja"ujar Medeia.
"benar penyakit ini bukan penyakit biasa di setiap satu negara ada satu orang yang terkena dan posisinya tepat di tengah tengah negara itu sendiri"
"dan penyakit ini menggunakan tubuh manusia sebagai wadah untuk menghancurkan setiap umat manusia hingga orang yang menciptakan penyakit ini akan membangun daerah kekuasaannya"ujarnya.
"Lalu apa hubungannya dengan ku? "tanya Medeia.
"Hihihi tentu saja ada hubungannya dengan mu di sini jika kau membantu kami juga bisa m mu kekuatan lebih"ujarnya.
"hah...... meski yang kau katakan itu hanya setengah nya tapi sudah cukup jika kau tadi berbohong satu kata saja entah apa yang akan terjadi pada organisasi mu"ujar Medeia tersenyum licik.
"baik aku mengerti maksud perkataan mu"ujarnya pasrah.
"malam ini aku tidak bisa ikut dengan mu masih ada drama yang harus kami lakukan"ujar Medeia melepas ilusinya pada Sea lalu pergi meninggalkan sang berjubah.
"jadi bagaimana? "ujarnya.
"akan ku pikirkan nanti"ujar medeia.
orang misterius itu pun diam diam mengikuti Medeia sayangnya Medeia tau hingga menimbulkan emosi Medeia memuncak.
"bisahkah kau tidak mengikutiku setiap saat!!! "kesal Medeia.
"demi ke amanan mu juga dan ini termaksud tugas dari organisasi kami"ujarnya.
"Menyebalkan aku memiliki kekuatan manusia biasa mana bisa menyakiti ku bahkan sesama kalian pun bisa ku musnahkan hanya dengan hitungan detik"kesal Medeia.
"baik baik tidak masah jika kau ingin membunuh ku atau apa pun yang kau ingin kan tapi itu mustahil"ujarnya sombong.
"heh kekuatan mu itu jelas jelas tidak dapat terlihat dan di serang mana bisa di bunuh, tapi aku sama sekali bisa membunuh mu loh"ujar Medeia meredakan emosinya.
"aku tau itu makannya aku membawa persiapan"ujarnya memperlihatkan air panas yang ia bawa.
"haish ternyata...... argh ya sudahlah terserah kau mau apa yang penting jangan membuat masalah"kesal Medeia yang berjalan keluar meninggalkannya.
"hihihi memangnya kenapa"ujarnya dengan suara pelan.
"kau mencari ku tentu saja sudah tau indentitas ku sekecil apa pun suara mu tetap akan ku dengar bodoh"ujar Medeia menatap tajam ke arahnya.
"baiklah aku akan tutup mulut"ujarnya.
"di banding dia kau ini terlalu cerewet"ujar Medeia.
"Malahan lebih cerewet lagi"lanjut Medeia.
__ADS_1
"terserah ingin berkata apa itu tidak akan berpengaruh"ujarnya santai.
Medeia berjalan pergi menuju kamarnya di tengah itu ia melihat Eva dan Meisya tengah mematung.
"Cih yang benar saja apa ini terlalu rahasia, berani beraninya kau menyakiti orang ku!!! "Amarah Medeia.
Medeia membalikkan tubuhnya menyerang orang itu dengan tatapan tajamnya dan berhasil mencekik orang itu.
"sudah ku katakan jika kau menyakiti atau berbohong pada ku maka nyawa mu akan menjadi bayarannya"
"Ku beri kau satu kesempatan lepaskan mereka atau kau dan organisasi mu akan ku lenyapkan saat ini juga"acam Medeia mengeratkan cengkramannya.
"B-baik lepaskan d dulu"ujarnya.
"Wanita ini bukan lah yokai biasa siapa dia sebenarnya sepertinnya dia benar benar serius lebih baik mencari aman dulu"batinnya.
Medeia melepas cengkramanannya. orang misterius itu menekan titik di mana ia menempelkan tandanya ke Eva dan Meisya.
"badan ku kok pegal pegal sih? "bingung Meisya.
"aneh ada apa ini? "ujar Eva.
"kalian kenapa lama sekali sih?!! "kesal Medeia.
"Hiiiiiii bikin kaget banget sih"kesal Meisya.
"berani melawan ku? cari mati yah? Hihihihi"ujar Medeia tersenyum.
"sama sekali tidak sih, gimana kalau istirahat badan ku sakit sekali nih "ajak Meisya.
"Kau duluan saja aku dan Eva ada urusan sedikit"ujar Medeia.
"baiklah kalian kerjakan saja kalau bisa nggak usah istirahat saja sekalian"ejek Meisya.
"keterlaluan kau Meisya wilayah mu akan ku buat kering tanpa setetes pun air ingat itu Meisya sialan"kesal Medeia.
"hihihi terserah deh kan masih ada banyak air tidak masalah "ejek Meisya yang berlari meninggalkan Medeia yang tengah menatap Meisya dengan tatapan membunuh.
"yang mulia fokus"ujar Eva menenangkan.
"huh ikut aku menemui raja"ujar Medeia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
setelah meminta izin dari raja Medeia mendapat izin masuk ke dalan kamar ratu Anggel. raja sengaja menemani Medeia masuk agar tau apa kah Medeia bisa membantunya menyembuhkan penyakit yang menimpa ratu inggris saat ini.
"apakah kau bisa membantu ku nona Medeia? "ujar raja memastikan.
"Di lihat dari kondisinya tubuhnya yang kurus ini mungkin para dokter mengatakan hal yang sama"ujar Medeia.
"ternyata begitu kalau anda sudah mengatakannya tidak ada yang bisa saya lakukan selain pasrah"ujar raja putus asa.
"cih siapa yang bilang penyakitnya tidak bisa di sembuhkan? "Ujar Medeia.
"maksud anda masih ada harapan? "senang raja.
"belum tentu juga sih tapi apa salahnya mencoba untuk saat ini cukup menekan titik aliran darahnya dulu lalu beri infus aliran air dan makanan agar memberinya sedikit energi untuk melawan, kemungkinan saja dia bisa sadar besok tapi ingat jangan sampai ia bergerak terlalu banyak"
"awasi setiap saat jika kalian tidak bisa mengawasinya dengan baik maka jangan salah kan aku kalau nyawanya dalam bahaya "peringat Medeia.
"Tentu saya akan berusaha sebisa mungkin"ujar saja.
"jadi penyakit ini sepertu penyakit apa pada umumnya? "tanya raja.
"penyakit ini baru pertama kali ku temua dan juga penyakit ini aneh aliran darahnya bercampur aduk makannya aku menekan setiap titik aliran darah ratu agar kembali berfungsi normal tapi hanya sementara saja obatnya akan ku dapatkan untuk anda"
"karena penyakit ini ada hubungannya dengan darah dan aliran darah yang tidak menentu maka penyakit ini ku namai penyakit aliran darah peledak"ujar Medeia.
mendengar perkataan Medeia membuat para anggota terpercaya kerajaan kaget ketakutan mendengarnya termaksud raja sendiri.
"Maksud anda apa nona Medeia? "ujar raja khawatir di sertai kebingungan.
"aliran darahnya tidak stabil jika terus menerus seperti ini akan meledak seiring berjalannya waktu"
"organ tubuh manusia hanya mengandalkan darah jika darah erjalan tidak stabil dan jantung ke walahan memompa dan mengendalikannya maka apa yang akan terjadi manurut kalian? "ujar Medeia serius.
"apa? "kaget mereka.
"sudah setahun kondisinya sudah sangat memburuk ada kemungkinan jika aku tidak menghentikannya ada kemungkinan dalam 2 minggu sudah tidak ada harapan"ujar Medeia.
"Syukurlah ratu selamat"senang keluarga kepercayaan kerajaan.
"terimakasih nona medeia kami akan mengingat ini semua"ujar raja.
"ada satu permintaan lindungi seluruh rubuh yang ada di bumi jangan biarkan manusia lainnya menyakiti mereka, aku menyukai rubah tapi tidak memiliki hak atau kedudukan seperti anda yang mulia"ujar Medeia.
"baik hal kecil ini biar saya yang tangani jika anda membutuhkan hal lain katakan saja pada saya"ujar raja.
"Tentu teriamaksih yang mulia saya akan berusaha"ujar Medeia membungkuk.
__ADS_1
"Eva beraiap siapa lah"ujar medeia meninggalkan ruangan.