
**SEBELUM MEMBACA SAYA HARAP UNTUK PART SELANJUTNYA PARA MEMBACA DAPAT MEMAKLUMI ALUR CERITANYA, CERITA INI TIDAK MEMILIKI KETERKAITAN DENGAN KENYATAAN, JIKA ADA YANG TERSINGGUNG SAYA MEMOHON MAAF SEBAGAI SANG PENULIS CERITA.
SELAMAT MEMBACA READERS**
edeia berjalan sesuai dengan petunjuk manusia tanah itu, dua Pheonix itu tidak di izin kan untuk ikut bersama dengan Medeia yang kini berjalan tanpa mempedulikan apa yang akan terjadi karena apa yang akan terjadi nanti Medeia akan menerimanya sepenuh hati.
Perjalanan tanpa ada yang menemani memang sepi tapi itu tidak mempengaruhi Medeia yang menggunakannya untuk mengawasi ke adaan sekitar agar nanti tidak ada yang di luar dugaan sementaranya.
Setelah perjalan jauh Medeia menemui gua itu dan memasukinya tanpa ragu seolah dia sama sekali tidak akan di serang. Setelah memasuki gua terlalu dalam Medeia menemukan keberadaan teman temannya yang menatapanya dengan tatapan marah.
Medeia hanya berdiam diri seolah ia sama sekali tidak ada hubungannya dengan kemarahan mereka semua yang tengah mengendalikan rasa amarah mereka agar tidak melukai Medeia.
"Sudah ku duga kau akan datang kemari"ujar Medusa gemetar menahan amarah.
"Akhirnya adik ku sampai kemari"ujar Zen keluar dari persembunyiannya.
Medeia tidak menjawab perkataan mereka, ia malah mengeluarkan separuh batu itu dan menyerahkannya pada Zen yang mengetahui maksud dari Medeia.
Zen dengan lembut membelai puncak kepala Medeia yang hanya terdiam tanpa mengatakan satu patah kata pun. Zen tersenyum meyakin kan hati Medeia yang sebenarnya menyimpan sedikit keraguan.
"Bersiaplah! Memori mu dan takdir mu akan segera di mulai adik ku"ujar Zen dengan senyuman terhangatnya.
Pengabungan batu Vana itu menyinari ruangan, mengembalikan kembali memori yang sudah lama ia rekam kepada pemiliknya yaitu Medeia.
ARGHHHHHH
Medeia bersusah payah mengendalikan perasaan yang semakin lama memasuki dan mulai mengontrol dirinya, degungan keras terdengar di kepalanya yang membuatnya merasa keoalanya akan segera meledak.
Yang ada di sana panik dan meminta penjelasan pada Zen yang sengaja berbohong pada mereka.
"Apa yang kau lakukan? "Ketus Medusa lepas kendali.
"Inilah takdirnya, aku sama sekali tidak dapat melakukan apa pun untuk membantunya, karena dia adalah sang pemimpin klan kami"ujar Zen pasrah.
"Hentikan ku mohon hentikan! Kau akan membunuh sahabat ku! "Teriak Medusa.
BOOOMMMMMMM
Serangan Medeia membuat Medusa kaget. Medeia tidak akan pernah menyerangnya seberutal ini. Untunglah Zen menghentikan waktu dan menyuruh Cestania untuk membawa mereka pergi karena mulai saat ini keberadaan orang paling penting akan muncul.
Zen membuat penghalang waktu yang di mana jika mereka bersikeras masuk mereka akan kembali ke tempat di maba mereka berada.
"Keluarlah kalian"ujar Zen menatap tajam ke arah tembok gua.
"Maaf datang terlambat"ujar Kaguya sang energi bulan.
"Kau siap menerima kemungkinan terburuk? Wahai sang kematian"lanjut Kaguya.
"Tentu! Apa pun yang terjadi Medeia harus tetap selamat, untuk kedepannya setelah kejadian ini kita tidak akan berhubungan lagi dan perang antar klan akan ku serahkan pada mu dan Medeia nanti"ujar Chaiden sang kematian.
"Bersiaplah"ujar Kaguya mengaktifkan segel lama yang ia buat bersama dengan Zen dan Cestania.
Medeia menyerang mereka dengan brutal tanpa pandang bulu, ia menyerang tanpa merasakan apa pun, ia seperti boneka yang telah di kendalikan oleh sang pemilik untuk menghancurkan sesuatu.
"Grrrrrrrrrr arghhhhhhhh"
Serangan demi serangan Zen tahan, di hatinya ia tidak tega melihat Medeia yang tengah melawan sisi buruknya demi mengetahui jati diri yang sebenarnya tanpa merasa ragu jika ada kemungkinan tidak berhasil apa yang ia bayar tidak lain adalah nyawanya.
Medeia tidak peduli dengan nyawanya karena jika dia sendiri terus hidup dengan pertanyaan dan tidak mengetahui jati dirinya apa pun yang ia lakukan hanya akan ada kehampaan yang membahayakan hal hal yang mungkin begitu besar baginya nanti.
"Selesai! "Ujar Kaguya ngos ngosan.
"Ku mohon kembalilah teman ku"tangis Kaguya melihat Medeia yang akhirnya terdiam dengan kondisi melemah.
Setelah menjawab pertanyaan yang entah apa itu, akhirnya Medeia tersadar dan melihat Zen tang menangis terisak isak bersama dengan Kaguya yang melemah melihat kondisi Medeia.
"K-kaguya? "Ujar Medeia dengan nada melemah.
"Huaaaaaaaaaaaaa Veisha....... "Teriak Kaguya memeluk Medeia yang bernama aslikan Veisha sang kehidupan dan sang perasaan.
"Tidak ku sangka aku adalah musuh dari Kirozh 'Chaiden' sang kematian"sedih Veisha.
__ADS_1
"Maaf karena dulu aku terlambat menghentikan kelakuan iblis sialan itu! "Ujar Kaguya.
"Hahahaha.... Akulah yang salah! Aku malah jatuh hati pada Kirozh yang ternyata hanyalah bayangan dari sang iblis hati itu! "Veisha mengertakan giginya mengingat kejadian memalukan bagi klannya.
"Sudahlah, kita harus kembali mengambil alih posisi mu sebelum mereka benar benar menguasai hati para manusia, jika sampai hari di mana mereka menguasainya kau akan musnah "ujar Kaguya ketakutan.
"Sayangnya Kirozh ada di pihaknya bukan? Karena aku telah kembali otomatis iblis yang bersemayang di hati ku pasti sudah mengatakannya pada pemimpin mereka, kutukan yang ku terima ini tidak akan bisa hilang jika aku sendiri yang mengakhirinya bersama dengan sang kematian"
"Tapi dia pasti sudah di tangkap oleh mereka! Takutnya aku yang sekarang tidak dapat melawan mereka dengan keadaan yang menyedihkan ini"ujar Veisha mengerutkan alisnya.
"Tenanglah, manusia masih belum sepenuhnya di kendalikan dan kau memiliki kekuatan klan rubah bukan? Selain kekuatan itu kau memberikan kepercayaan pada teman teman mu dan mendapat bantuan dari pembagian kekuatan yang telah di lakukan oleh ibu mu sang pengendali"ujar Kaguya meyakinkan Veisha yang baru saja terbangun dari tidur lamanya.
"Adik ku, kau lupa dengan ku yang telah mengantikan mu selama ini untuk tetap menjaga hati para manusia yang sedikit ternodai, untunglah kau berada di dunia manusia jadi aku bisa menebarkan aurah mu pada mereka "senang Zen.
"Cukup! Aku yang sekarang baru terbangun tahu! Aku masih lemah, tidak mungkin melawan mereka! Untuk saat ini kita kumpulkan dan perkuatlah pasukan kita bersama untuk melawan mereka"ujar Veisha memberi perintah.
"Kau ini masih sama yah? Seperti dulu kau tidak mempedulikan kondisi sendiri yang masih melemah dan tetap memimpin demi kelangsungan hidup para manusia ini"ujar Kaguya bangga pada Veisha yang penuh dengan aurah tekat yang kuat.
"Mari kembali pulang ke rumah"ujar Zen membuat portal menuju gerbang masuk ke klan Nirvana.
Zen membaca sesuatu dan tibalah lubang portal yang mengantar mereka ke depan gerbang masuk klan Nirvana tempat di mana sang perasaan berada dan mengerjakan tugas mereka.
Ketika Veisha masuk, ia melihat ke adaan orang orangnya yang telah di kendalikan oleh sang iblis hati, mereka berjalan dengan wajah datar dan tanpa kedipan melakukan aktivitas mereka dengan sunyi dan tanpa suara.
"Sialan kau iblis sialan! "Kesal Veisha.
"Kalian mengendalikan hati orang orang ku, membatasi keinginan sejati milik orang orang ku! Mengambil nyawa mereka ribuan tahun yang lalu dengan memanfaat kan kekuatan penghancur ku dengan mengendalikan hati sang kematian untuk menulis nama ku di lembaran roh kematian yang akan tiada"
"Jika aku tidak menyadarinya dengan cepat, mungkin saat ini aku tidak akan kembali ke tanah kelahiran ku dan melihat perbuatan menjijikan kalian!"
"Aku bersumpah sebagai pemimpin klan Nirvana akan bertarung sampai titik darah penghabisan dengan tujuan mengembalikan orang yang telah merasakan rasa kematian karena perbuatan ku ribuan tahun yang lalu, jika aku tidak berhasil maka nyawa ku akan terus bangkit dan melindungi kalian dari bayang bayang manusia yang tidak terpengaruh!"
"YOLIX FOQIN DEHEAT 'SUMPAH DARAH KEHIDUPAN DAN KEMATIAN'"
PS :SUMPAH DARAH KEHIDUPAN DAN KEMATIAN ADALAH SUMPAH YANG DI MANA ORANG YANG MENYEBUTNYA AKAN MERELAKAN KEHIDUPANNYA SEBAGAI BAYARAN, JIKA UDAHANYA GAGAL IA AKAN TETAP HIDUP UNTUK MENYELESAIKAN SUMPAHNYA DAN KETIKA SUMPAHNYA TERPENUHI MAKA IA AKAN MATI PADA SAAT ITU DAN TIDAK AKAN KEMBALI LAGI JIWANYA AKAN MUSNAH UNTUK SELAMA LAMANYA. SESUAI YANG DI KATAKAN VEISHA IA MERELAKAB NYAWANYA UNTUK MENGHIDUPKAN KEMBALI ORANG YANG TELAH IA BUNUH DAHULU TAPI IA AKAN MEMBANGKITKANNYA PADA SAAT YANG IA TENTUKAN.
mendengar sumapah kematian ini membuat Kaguya menampar Veisha dengan keras, Veisha terdiam melihat apa yang di lakukan padanya.
"Apa yang telah kau lakukan sialan! "Panik Kaguya.
"Kau ingin mengorbankan nyawa mu demi mereka yang dulu kau bunuh? Aku tahu kau menderi akan perasaan yang kau terima dari mereka dan para manusia itu"ujar Kaguya.
"Pada akhirnya aku juga akab mati di tangan mereka para iblis hati, jika akhirnya aku mati di tangan mereka bagaimana mereka yang mati dengan perasaan menderita dan rasa kepercayaan mereka pada ku? Setiap menit banyak mahkluk yang meninggal dan aku membangun sistem reinkarnasi tapu dengan syarat ingatan kehidupan lampau mereka tidak mereka ingat seberusaha apapun mereka ingin mengingatnya mereka tidak akan pernah mengingatnya"
"Aku akan mati pada akhirnya keputusan yang lebih baik adalah memberikan nyawa ku untuk mereka yang telah mati dan menyatukan jiwa kepercayaan mereka pada ku sebagai senjata untuk menghancurkan musuh abadi ku dan mereka, karena aku satu dengan hati kalian, mati pun aku akan tetap hidup di hati nurani kalian yang telah mendukung da mempercayai ku"
"Selama ini aku sudah menduga semua yang akan terjadi dan hal yang sangat ingin ku lihat adalah hari di maba aku dapat melihat kalian kembali dengan kepercayaan kalian yang membuat ku hidup sampai sekarang, hanya itu yang ingin ku lihat"tangis Veisha tersedu sedu.
"Maaf karena aku tidak berguna"tangi Kaguya.
"KAMI PERCAYA!!! "Teriak Medusa dan yang lain bersamaan.
Mendengar teriakan teman temannya membuat Veisha berlari memeluk mereka, mereka pun berkumpul memeluk dengan isakan tangis.
"Huaaaaaaaaa"tangis Eva yang mendapat kembali ingatannya dari Zen.
"Tega sekali guru mau meninggalkan kami! "Serak Hanabi.
"Sialan kau! Keputusan apaan ini? Tidak pantas mendapat pujian dari ku! "Ujar Lucas menahan tangis.
"Sialan! Jika aku tahu ini akan terjadi aku lebih baik tinggal di kerajaan ku saja"ujar Cestania memeluk erat Veisha.
"Terimakasih sudah menjadi sinar di kegelapan tapa batas dan memberikan ku kehangatan"ujar Kelvin yang baru berbicara di depan banyak orang.
"Eh? S-suara mu! Oh wahai pencipta kami bagaimana kau bisa menciptakan suara yang begitu arghhhhh lembutnya, sangat menenangkan berbeda dari sifat mu yang dingin dan berwajah datar, kini aku ganti fans menjadi diri mu wahai pujaan kami Kelvin"teriak Medusa
"Karena inilah aku malas berbicara"batin Kelvin dengan wajah datarnya.
"Aduh bicara lagi dong"rengek Medusa dan Cestania dengan mata berkaca kaca.
"Saudara ku benar benar membuat ku bangga akan diri mu yang lebih sempurna, rasanya iri banget punya saudara yang sesempurnah diri mu"ujar Lucas menepuk pundak Kelvin yang kembali menjadi dirinya yang dulu.
__ADS_1
"Dimana tepukan hangat ini dulu? Benar benar nenjengkelkan"batin Kelvin kesal.
"Hahahaha..... Setidaknya sebelum mati aku bisa menikmati kebersamaan yang selamanya tidak akan ku lupakan, aku siapa meninggalakn kalian tanpa penyesalan"ceria Veisha.
"Susah payah kami mengalihkan pembicaraan menyedihkan itu dan hanya satu kalimat kau kembali mengingat kan kami? Sialan kau rubah licik"ujar Medusa tidak suka.
"Maaf deh"ngalah Veisha.
"Aku lebih suka sifat angkuh sifat angkuh mu yang dulu, setidaknya tidak **** **** amat dari kau yang sekarang"ujat Lucas.
"Eh? Benarkah? "Ujar Veisha.
"Aku sih setuju"ujar Cestania dan Medusa yang bersamaan lagi.
"Kalau begitu kalian masuk dan dengarkan perintah ku! Sebelum aku mati kalian sebaiknya membuktikan bahwa kalian layak mendapatkan kepercayaan ku! "Ujar Veisha berubah ke sifat dinginnya secata tiba tiba.
"Kami tarik kembali kata kata kami"ujar mereka bersamaan.
"Kalau begitu ayo masuk, sepertinya hujan akan turun"imu Veisha.
"Jijay banget dah"ujar mereka bersamaan.
"KALIAN SEBAIKNYA NURUT! "Dingin Veisha.
Mereka semua akhirnya masuk bersama dengan sifat imut Veisha yang tiada henti mengoceh dan saat mereka keberatan keluarlah sifat yang paling mereka segangi dan pada akhirnya mereka menutup mulut mereka dengan kain dan menuruti perintah Veisha yang abromal.
Ketika Medeia menginjak kan kakinya ke dalam istananya bunga yang menjadi lambangnya pun berjatuhan tapi warnanya justru bukan berwarna tujuh warna tapi melainkan berwarna biru gelap yang memberikan kesan mendalam.
Melihat kelopak bunga yang berguguran berbeda dari biasanya, kaguya beransumsi bahwa perasaan Medeia yag sekarang pasti berhubungan dengan para bunga yang berubah ke satu warna.
"Apa kalian siap menerima kemungkinan terburuk? "Ujar Veisha dengan nada yang merasa keberatan sendiri akan keputusannya.
"Jangan gitu dong, apa pun yang terjadi jangan sampai mundur"ujar Medusa bersemangat.
"Padahal rencana awal ku kan cuman mau nyari ibu ku tapi siapa yang menyangka aku malah terseret ke masalah diri ku yang dulu"sedih Veisha.
"Kau seharusnya senang dong, berkat diri mu para klan yang berperan penting untuk dunia ini akhirnya selamat berkat diri mu, yah meski pun aku juga termaksud ke dalamnya juga sih"ujar Kaguya bangga.
"Mereka para iblis hati mungkin berjumlah banyak, takutnya setelah kita melawannya kita juga akan kalah dengan jumlah, tidak masalah kalau aku bisa mengaktifkan kekuatan ku tapi sekarang sang kematian itu malah menyegelnya, tidak tahu apa yang ia rencanakan"kesal Veisha.
"Meski pun begitu, jika kita dapat merebut tahta yang nenjadi milik mu kita bisa menggunakannya untuk mencari para kesatria dari klan yang sudah kamu tolong untuk ikut membantu kita mengalahkan para iblis hati itu!"ujar Medusa.
"Bagaimana pun, mereka akan kembali untuk menyerang kita dengan jumlah lagi, karena dia yang membuat mu sampai tertidur mereka pasti tahu kelemahan mu sekarang jadi mereka pasti akan ada ke mungkinan untuk menang"ujar Lucas.
"Benar, akan sulit untuk memprediksi cara mereka dalam bertarung, sekarang saja kita tidak tahu seberapa kuat pasukan mereka"ujar Cestania membenarkan perkataan Lucas.
"Belum tentu juga kita ada kemungkinan menang kecuali kekuatan ratu kembali di saat yang tepat"ujar Eva.
"Meski kembali, dia pasti akan mengalami beberapa gejala seperti kecapekan atau seperti melemah, terkadang kepala yang berdengung akan membuatnya dalam tahap pengontrolan"ujar Hanabi.
"Hei kalian ini bagaimana sih, kita cukup banyak untuk mengalahkan para pasukan mereka, mereka tetap pasukan apa hebatnya? "Ujar Violeta sombong.
"Hehehe kakak cantik sepertinya belum mengerti medang peran yah? "Kesal Hanabi.
"Memang pasukan itu lemah tapi apa kau pernah berfikir kalau mereka juga akan berguna bagi para bossnya? Meski lemah tapi dengan banyaknya jumlah mereka kita terpaksa menggunakan kekuatan untuk melawan mereka, jika itu kita lakukan bisa bisa saat kita sampai pada bossnya kita akan mati dengan mudah"ujar Cestania menjelaskan.
"Kalau begitu, bagaimana dengan melawan mereka juga dengan jumlah? "Ujar Veisha berubah menjadi Medeia yang dulu mereka kenal.
Semuanya terdiam tidak mengerti maksud Veisha sebenarnya sedang konslet atau memang sedang mebgalami Buggh di kepalanya hingga error parah.
"Vio, kamu pengguna tumbuhan bukan? Buatlah manusia kayu terkuat, buatlah sebanyak yang kau bisa aku akan menyalurkan energi ku untuk mereka agar dapat bertarung dan menambahkan efek pelindung di sekitarnya"ujar Medeia.
"Aku bisa memanipulasi cara bertarung musuh dan memindahkannya ke benda mati"ujar Hanabi bangga.
"Lucas kau dapat menggunakan kemampuan mu dalam penggunaan darah bukan? Bantu Violeta untuk mengontrolnya dan atur strategi penyerangan lalu yang dapat mensuport silahkan bantu Violeta dan Lucas agar energi mereka tetap stabil"
"Selain itu, Hanabi aku menyerahkan tugas paling penting untuk mu! Jika mereka tidak dapat mengontrolnnya ambil alih pikiran mereka dan kendalikanlah, jangan lupa gunakan boneka mu untuk menjaga dan melaporkan situasi sekitar agar lebih aman, Alpha dan Cloude jaga Mereka dan bola suport energi ku, jangan sampai pecah karena bola ini akan menghubungkan kalian dengan diri ku"
"Perang kali ini aku akan bergantung dengan kalian, Eva bantu aku melindungi sisi lemah ku"ujar Veisha tersenyum hangat.
"Saya sudah berjanji akan menyerahkan nyawa ini pada anda"ujar Eva meyakinkan Veisha.
__ADS_1
"Terimakasih semuanya, perang kali ini mari kita mulai"semangat Medeia.
Mulailah hari hari di mana semua akan terlibat dan menentukan takdir mereka masing masing entah itu mempertaruhkan nyawa atau tidak semuanya akan segera