Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 18


__ADS_3

Para manusia kini mulai di buru oleh para iblis yang jumlahnya mulai bertambah, saat ini keberadaan para iblis sangat mengancam kehidupan para manusia yang saat ini tengah di aman kan di daerah gedung besi yang sudah di buat menggunakan kekuatan Zilian.


Rapat pun di adakan untuk mencari solusi dari masalah yang menimpa para umat manusia.


"Bagaimana dengan pendapat kalian? "Ujar Zilian menatap mereka satu persatu.


"Para iblis semakin bertambah apa masih perlu di bicarakan begini? Bukankah sudah jelas untuk membunuh mereka? "Ujar Cestania.


"Tidak! Para iblis ini merupakan manusia yang terinfeksi, bagaimana mungkin kita membunuhnya? "Ujar Lucas tidak setuju.


"Kalau tidak dk bunuh maka manusia yang selamat akan terancam! Tidak ada jaminan kalau mereka akan kembali, selain itu jika kita membiarkan mereka maka tidak menutup kemungkinan kalau manusia yanh tersisa ini tidak mendapatkan serangan" bantah Cestania.


"Benar, jika kita membunuh mereka maka keberadaan manusia yang selamat ini akan terjamin, para manusia akan bertambah jumlahnya seiring dengan berjalannya waktu" ujar Medusa membenarkan pendapat Cestania.


"Bodoh! Bukan kah kita tidak boleh membunuh mereka? Bagaimana pun mereka adalah manusia yang hanya terinfeksi"bantah Medeia mengebrak meja.


"Justru karena itulah! Karena terinfeksi maka sebaiknya kita musnahkan sebelum menular bego! "Cestania ikut berdiri dan menatap tajam ke arah Medeia yang tidak terima dengan pendapat mereka.


Hexilia dan Celviona sama sekali tidak memiliki niat untuk ikut beransumsi bersama dengan para anggota lainnya yang kini tengah ribut sendiri.


Alpha, Chaiden, Kelvin dan yang lainnya pun memikirkan pendapat mereka meski tidak mengatakannya mereka tetap mencari solusi untuk masalah ini dengan cara berdiskusi diam diam.


"Baik, hentikanlah"ujar Zilian.


Mereka berbalik menatap Zilian yang menatap dengan tatapan kosongnya "hah... Meski para iblis harus di musnahkan tapi bukan berarti kita harus membunuhnya, cukup mengamankan mereka di suatu tempat saja, sembari memikirkan cara untuk mengembalikan mereka ke keadaan semula" ujar Zilian menatap Jadey penuh arti.


Sedangkan Jadey? Dia hanya tersenyun smirik, sepertinya dia akan mendapatkan tugas yang begitu berat.


"Singkirkan tatapan mu itu dari ku! Tidak kau suruh pun aku akan melakukannya "ujar Jadey mengibas ngibaskan tangannya.


"Em... Kami akan membantu kak Jadey untuk menjalankan tugasnya "ujar Laurel dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Bukan hanya kau saja" ujar Leix menambahkan.


Jadey memeluk keduanya dengan senang seperti keluarga pada umumnya.


"Tetap saja mereka itu mengancam keselamatan para manusia! Coba kau pertimbangkan dulu" ujar Celviona tetap pada pendiriannya


Zilian menghela nafas untuk ke sekian kalianya melihat betapa keras kepalanya Celviona.


"Coba kau jawab pertanyaan ini, apa pendapat mu tentang iblis? "Tanya Zilian mengintimidasi Celviona.


Dengan penuh percaya diri Celviona berdiri dan menatap Zilin berharap mengerti maksud perkataannya dan mempertimbangkan masukannya.


"Tentu saja Iblis itu tukang pembunuh, mereka keci dan hina! Bagaimana pun mereka tidak akan bisa di percaya, selama mereka ada di sini mereka akan terus membunuh dan membantai para manusia yang tidak memiliki kekuatan ini" ujar Celviona.


"Oh? Membunuh? Keji dan hina? jika membunuh mereka apakah perbuatan kita bisa di katakan keji dan hina itu? "Senyum Zilian.


Cestania terdiam seribu bahasa, apa yang di katakan Zilian memang benar adanya tapi meski Cestania tahu dia tetap membantah.


"Bukan hanya para Iblis yang boleh membunuh sesuka hatinya tapi kita juga bisa dengan alasan pertahanan dan perlindungan" ujar Cestania.


Semua yanh ada di ruangan saling menatap satu sama lain kecuali Jadey yang mengerti maksud Zilian.


"Kalian tidak mengerti bukan maksud dari Zilian? Percuma mengadakan rapat jika kalian tidak menggunakan otak kalian untuk memahami masukan dari yang lainnya.


"Apa makasud mu! "Bentak Medusa emosi.


"DIAM! "Marah Medeia yang menghancurkan meja rapat, sudah menjadi kebiasaan bagi Medeia untuk menghancurkan benda benda saat merasa emosi.


"Kalau begitu silahkan kau jelaskan Jadey, aku terlalu malas untuk menjelaskanny" ujar Zilian menyandarkan tubuhnya yang lelah.


Jadey mengangguk mengerti dan mulai memundurkan kursinya guna untuk berdiri.

__ADS_1


"Sesuai yang di katakan Zilian, jika kita saling membunuh satu sama lain dengan alasan pertahanan maka dunia ini akan hancur, maksudnya jika terjadi pembunuhan satu sama lain yang di mana akan melukai kedua belah pihak, meski oara iblis memang membunuh para manusia bukan berarti kita harus membalas dengan perbuatan yang sama"


"Kita perlu melihat di suatu titik yang berbeda, contohnya mengapa para iblis begitu membenci manusia mungkin saja karena dengan alasan pertahanan atau alasan lainnya, sama dengan kita yang menginginkan perdamaian "


"Intinya membunuh bukanlah satu satunya hal yang bisa kita lakukan, hanya dengan cara memahami lawan kita dengan baik dan mulai mempelajari kelakuan mereka agar dapat mengalahkannya dengan cara halus" ujar Jadey kembali duduk.


"Benar sekali, jika kita melakukan kekerasan yang sama dengan kekerasan yang mereka lakukan tanpa memikirkan pandangan lainnya itu hanya akan membawa bencana besar, kalian pikirlah dengan baik, mengapa para manusia dan para iblis sulit untuk bersatu? "Ujar Zilian.


Merea hanya terdiam, tidak ada jawaban untuk pertanyaan yang di lontarkan Zilian.


"Tentu saja karena ketidak pengertian, pengertian dengan artiannya adalah manusia dan iblis hanya memikirkan kepentingan mereka secara pribadi dan tidak memandang masalah dari masalah lawannya, meski begitu kepercayaan aangatlah sulit untuk di bangun dengan argumen argumen yang mereka pikirkan"


"Sekarang manusia beranggapan iblis adalah mahkluk yang tidak berperasaan dan kini malah mempercayai kita disisi lain kita mulai bangga akan kepercayaan mereka tanpa memikirkan masalah para iblis ini menyerang, bukan hanya kita dan para manusia yang memiliki masa lalu tapi juga para Iblis, bukankah begitu nenek Celviona? "Ujar Zilian.


"Benar, aku setuju untuk hal ini. Membunuh bukan satu satunya cara untuk mendapatkan perdamaian "ujar Celviona membenarkan perkataan Zilian.


"Aku satu pemikiran "ucap Hexilia.


"Baik, sudah ku putuskan untuk tidak membunuh mereka apa pun yang terjadi, sekarang berlanjut ke masalah penyergapan mendadak para iblis" ujar Zilian.


Jadey menganggkat tangannya, Zilian mengangguk tanda setuju "aku sadar saat aku kembali mengulang kejadiannya dan kembali menemukan satu hal yang menurut ku paling janggal" ujar Jadey berfikir.


"Katakanlah masalahnya secara langsung" ujar Zilian tidak ingin menunda nunda waktu.


"Kalian pikirkanlah dengan baik, para manusia biasa, buronan tawanan penjara, manusia biasa dan para pengemis sama sekali tidak di ketahui keberadaannya di dalam gedung perlindungan, aku hanya beransumsi mereka sudah berubah menjadi iblis "


"Aku yakin mereka memiliki alasan untuk mengubah mereka menjadi iblis, sesuai yang kau katakan kita sebaiknya melihat dari sisi lain "ujar Jadey.


"Mengapa mereka mengubah para manusia iblis dengan status rendah? "Bingujg Hexilia.


"Intinya mereka memiliki alasan mereka masing masing" balas Zilian yang sekaligus mengakhiri rapatnya.

__ADS_1


*Menurut kalian mengapa Devosliona menyerang secara mendadak? Lalu apa alasan mereka mengubah para manusia yang biasa saja menjadi iblis? Contohnya para buronan dan para manusia yang tertekan? Komen di bawah yah temen temen 👇👇👇


Sampai jumpa di part selanjutnya*.


__ADS_2