
Semua orang berkumpul kecuali Zilian dan Eva, Eva di tugaskan untuk menghalangi Zilian kembali ke kediaman Eva hanya menggunakan transmisi suara dan mendengarkan dari kejauhan.
Celviona dan Hexilia yang memimpin rapat kali ini, semua orang yang ada di sana di buat heran, tiba tiba mereka berdua meminta perkumpulan bersama dengan begitu mendadak.
Medeia sempat emosi karena urusan di kerajaan kehidupan masih belum kelar dan kini ia di suruh untuk kumpul dengan alasan ada masalah yang membutuhkan pendapat mereka semua.
Setelah Medeia sampai Mereka mulai meresmikan rapat, kini Celviona yang memulai.
"Sebelumnya aku dan Hexilia meminta maaf untuk hal ini karena aku dan dia sudah membohongi kalian terutama bagian dari diri ku Kaguya "ujar Celviona dengan penuh penyesalan.
"Ada apa kau memanggil kami kemari? Akhir akhir ini banyak masalah aneh yang kami hadapi dan kau masih ingin menunda pekerjaan kami? "Kesal Lucas.
"Katakan masalah apa yang ingin kau bahas" dingin Kelvin.
"Jika ini tidak ada hubungannya dengan ku hancurkan setengah jiwa mu"ancam Medeia.
"Tenanglah! Biarkan Celviona berbicara! Bagaimana kalian akan mengerti jika tidak mendengarkan dan lagi ini menyangkut masalah keturunan mu Medeia" marah Hexilia.
"Jaga ucapan mu Hexilia! "Bentak Celviona dengan mata yang melotot.
"Memang benar kan? Inilah tujuan kita mengadakan rapat ini! "Marah Hexilia.
"DIAM!!! " teriak Hanabi yang mengebrak meja dengan keras.
"Aku yang akan menjelaskan masalah ini kalian duduk dan mendengarkan saja, jika ada yang keberatan boleh menyela" ujar Hanabi yang mengambil alih.
Semua orang menatap Hanabi dengan tatapan kesal mereka.
"Masalah yang kalian hadapi saat ini ada sangkut pautnya dengan hal yang akan ku bahas, pertama akan ku bahas tentang orang yang kini tengah bersama dengan Zilian dia merupakan salah satu manusia yang memiliki kekuatan terbesar dan tersuci aku tidak tahu dengan jelas tapi dia memiliki hubungan dengan sang Hope pemimpin kita"
"Aku, Celviona dan Hexilia mendapat ancaman setahun setelah kita selesai berperang dengan suku iblis. Celviona dan Hexilia mendapat ancaman dan itu mengatakan 'kehancuran kalian tidak lama lagi akan tiba di saat itu tiba kalian tidak akan mendapatkan pertahanan dan bahkan pertolongan apa pun jadi kalian berusahalah untuk membangun pasukan sekuat mungkin jika tidak kalian akan mati dengan cara konyol' setelah menerima surat ancaman itu mereka berdua datang pada ku untuk membantu mereka membangun pasukan secara diam diam"
"Aku tidak tahu itu benar atau tidak tapi demi keselamatan kita aku pun menuruti mereka, kalian tahu sendiri aku jarang bertemu dengan kalian itu di karena kan kesibukan ku dalam membuat pasuka boneka, mereka berdua pun turut hadir di sini mereka adalah karya terbaik ku berbeda dari yang lainnya mereka bukanlah boneka tapi manusia yang ku salurkan kekuatan dengan bantuan Xelly dan Yelly"ujar Hanabi membuka portal untuk kedua karyanya.
Mereka pun hadir itu membuat mereka semua tercengang. memang benar mereka manusia tapi disisi lain mereka memiliki kekuatan.
"Ada apa ini? "Kaget Cestania.
"Jelaskan pada kami Hanabi! "Marah Chaiden.
"Gila!!! Teganya kau membuat mereka seperti ini! Kau kira dia sama seperti boneka hah? " bentak Lucas.
"Tanya saja pada mereka berdua"ujar Hanabi yang tidak mau tahu apa pun.
Mereka pun menatap ke arah Celviona dan Hexilia dengan tatapan membunuh sedangkan yang mereka tatap tidak berani untuk berbicara.
Setelah keheningan yang cukup panjang Celviona akhirnya memberanikan untuk berbicara.
"Aku dan Hexilia beberapa hari ini menerima sinyal iblis yang berada di dalam kerumunan Manusia tapi kami tidak tahu dimana mereka berada saat ini, kami berfikir ancaman itu memang benar adanya"ujar Celviona.
"Uhuk... Jadi begini Zilian memiliki kutukan jauh sebelum ia di lahirkan "ujar Hexilia yang akhirnya berbicara.
"Kau! " kaget Celviona ia tidak menyangka Hexilia akan mengatakannya di saat seperti ini.
__ADS_1
Medeia yang mendengarnya terdiam membatu, bagaimana mungkin Zilian anaknya menerima kutukan!? Padahal ia tahu betul anaknya tidak akan pernah menerima kutukan karena dari lahir dia adalah sang kebebas, hukum dan keadilan, lalu bagaimana bisa dia menerima kutukan?
Dengan kecepatannya Medeia mencekik leher Hexilia sampai membuat Hexilia mengeluarkan darah.
Chaiden dengan sigap menghentikan tindakan Medeia dengan cara menekan kekuatannya dan itu membuat Medeia pingsan. Setelah Medeia pingsan Chaiden mengisyaratkan agar rapat tetap di lanjutkan.
Suasana semakin memadat "kikikikikkkkk..... Kalian kira aku akan memberi kalian nafas hah? "Marah Celviona yang berubah ke mode iblisnya.
"Ukhhhhh"
Semua orang yang berada di ruangan itu pun mulai kehabisan nafas karena ulah Celviona yang juga kesal akan tindakan Medeia yang tidak dapat menahan emosi.
"Kalian sebaiknya mendengarkan dengan baik jika tidak kalian akan menjadi pengikutnya si kematian itu"ancam Celviona yang kini berubah ke wujud normalnya.
"Kenapa bisa Zilian sampai menerima kutukan? Jangan bilang si Hope itu yang memberinya kutukan? Berani juga dia!" ucap Kelvin yang berusaha setenang mungkin.
"Kau tahu Zilian merupakan kekuatan utama kita jika dia benar benar terkena kutukan bagaimana selanjutnya kami akan bertahan, bagaimana pun jika dia tiada umat manusia tidak akan bisa bertahan mereka akan kacau! Tidak ada perdamaian dan hukum yang di tegak kan hanya ada peperangan, kau tahu jika ini terjadi kan? "Ujar Cestania yang mulai panik.
"Iblis akan mengambil kendali manusia, pertumpahan darah akan terjadi di mana mana dan semuanya akan hancur kita pun akan hancur tak tersisa" lanjut Alpha.
"Kalian tahu mengapa Rafaela ada di sini dan dengan alasan aku mengatakan kalau dia adalah tuannya kan? Padahal itu hanyalah kebohongan belaka"ujar Celviona.
"Lalu alasan yang sebenarnya apa? "Tanya Kelvin.
"Sebelum membahas ini aku akan memberitahu kalian tentang bibit iblis"ujar Celviona mengeluarkan setengah bibit iblisnya.
Mereka memperhatikan apa yang sedang Celviona lakukan.
"inilah bibit iblis yang ku miliki, jauh sebelum kalian semua ada aku sudah memilikinya, karena bibit inilah aku mampu memisahkan tubuh ku hingga sekarang dan mampu menyalurkan berbagai kekuatan pada boneka yang di miliki Hanabi "jelas Celviona pada mereka.
Mereka maju ke dekat Hanabi dan mulai membungkuk hormat "perkenalkan kami adalah manusia revolusi kami memiliki bagian dari bibit iblis, kami bertugas untuk membangun persiapan perang, aku Jadey bertugas dalam membuat manusia yang sama seperti diri ku dan menyalurkan kekuatan pada objek yang akan di jadikan bagian dari kami"ujar Jadey panjang lebar.
"Aku Loush bertugas dalam persenjataan aku dapat menyalurkan beberapa kekuatan spritual ke beberapa senjata dan membuat pelindung khusus bagi para pengguna senjata itu sendiri " ucap Loush yang memperkenalkan dirinya.
Mereka membalas dengan senyuman "terimakasih sudah berusaha keras dalam hal ini, aku akan membantu kalian jika masalah di klan ku sudah beres" ramah Chaiden.
"Terimakasih" ujar mereka serempak.
"Lalu bagaimana dengan Rafaela? Apa ini ada hubungannya dengannya? "Tanya Chaiden mengintimidasi.
"Benar, dia memiliki bibit iblis yang sama dengan ku" jawab Celviona yang menyikut lengan Hexilia.
"Kutukan Zilian juga ada hubungannya dengannya, jika Rafaela menjauh darinya atau tidak berdekatan dengannya, maka Zilian akan perlahan mulai merasa tidak tertarik dengan apa pun dan perlahan kekuatan gabungannya akan mimicu kebangkitannya"ujar Hexilia.
Cestani menatap Chaiden yang berfikir sejenak "bukan kah ini pertanda baik jika Zilian mampu membangkitkan kekuatan gabungan? "Heran Chaiden.
Hexilia mengeleng kuat "tidak! Justru sebaliknya, yang ada Zilian akan perlahan musnah dan menghilang, memang benar kekuatan gabungan Zilian itu diluar dugaan tapi kekurangannya ada pada kutukannya ini" ujar Hexilia.
"Tolong jelaskan secara menyeluruh"pinta Lucas yang tidak dapat mencerna apa yang di katakan Hexilia.
"Intinya Zilian tidak boleh berjauhan dengan Rafaela, karena memiliki hubungan satu sama lain, demi keselamatannya sebaiknya Rafaela tidak meninggalkan Zilian bagaimana pun caranya tapi hal ini begitu mustahil karena adanya bibit iblis yang ada di tubuh Rafaela yang tidak memungkinkannya untuk terus bersama dengan Zilian" sedih Celviona.
"Kalau begitu tidak ada cara untuk menyelamatkan Zilian dong? "Kaget Hanabi yang baru tahu.
__ADS_1
"Benar"
"Ayolah, pasti ada cara untuk menyatukan mereka, pikirkanlah caranya dengan tenang pasti ada! "Panik Chaiden.
"Aku yakin pasti ada caranya"ujar Kelvin yang membetulkan.
"Aku sudah yakin hal ini akan terjadi, jika dugaan ku benar maka tidak ada yang bisa kita lakukan" ujar Zen yang akhirnya mengeluarkan pendapatnya.
"Kau! Tidak! Keponakan ku pasti akan selamat dan terus memimpin, dia adalah sang kedamaian pasti akan ada secercah harapan perdamaian baik klan kita dan klan iblis " bentak Veisha yang tidak setuju akan pemikiran Zen.
"Mau bagaimana lagi? Kau dengar sendiri kalau tidak ada cara kan? Apa kau ingin melawan hukum? "Ujar Zen yang mulai pusing.
"Akan ku lawan jika perlu" ujar Veisha yang memperkuat tekadnya untuk menyelamatkan nyawa Zilian.
Jadey tersenyum diam diam "tentu saja ada caranya, meski Rafaela meninggalkan Zilian aku masih ada cara untuk tetap mempertahankan jiwanya tapi aku memerlukan bantuan kakak yang keras kepala tadi dan sang Jiwa itu sendiri" ujar Jadey yang selesai berfikir.
"Benarkan? Asalkan bisa menyelamatkan keponakan ku akan ku lakukan meski bertaruh nyawa sekali pun" senang Veisha.
"Tentu, aku akan melakukannya ketika Zilian berubah ke tahap kekuatan gabungannya, aku tidak percaya jika dia tidak memiliki tubuh baru setelah kekuatan gabungannya telah aktif, dan lagi jika Rafaela meninggalkan Zilian sejauh apa pun pasti akan terhubung dengannya bukan? "Ujar Jadey mengigatkan mereka.
"Memang benar mereka terhubung tapi itu tidak akan bertahan lama bagaimana pun kekuatan penghubung mereka akan lenyap ketika Zilian telah berjauhan dengan Rafaela" bantah Hexilia.
"Benar sekali"ujar Celviona membenarkan.
"Baiklah aku akan membantu kalian untuk membangkitkan kekuatan Zilian "ujar Chaiden yang tiba tiba mengebrak meja dengan sangat kuat.
"Gawat! Zilian segera ke kediaman" transmisi suara dari Eva.
"Semuanya bubar!!! "Perintah Lucas.
Semua yang ada di sana segera membuat portal dan mengambil tempat di masing masing ruangan yang ada di kediaman mereka.
"Kami pulang" ujar Zilian yang memasuki rumah kediaman yang bagaikan istana itu.
"Anak ku tersayang sudah pulang? Bagaimana keadaan kantornya sayang? "Pura pura Chaiden dengan senyuman yang sangat jelas di buat buat.
"Seperti biasa melelahkan dan lagi jika tidak mau tersenyum tidak perlu kau paksakan papa"ujar Zilian menahan tawa.
"Jangan menahan tawa jika kau ingin tertawa"ejek Chaiden.
"Baiklah, papa temani aku dan Rafaela ke taman belakang untuk berlatih yah? "Manja Zilian.
"Eh? Tumben anak ku manja begini? Tamu yang di belakang itu mau kau apakan? "Tunjuk Chaiden ke arah kedua pria yang tersenyum ramah.
"Oh maaf, kalian duduklah mari beristirahat dulu"ramah Zilian.
"Baiklah terimakasih atas tumpangannya "ujar Zen yang duduk di sofa di ruangan tamu.
"Biar ku temani "ujar Chaiden yang ikutan meramaikan suasana.
Di sisi lain Celviona mulai merasa gelisah bersama dengan Hexilia yang mulai merasakan kehadiran ancaman bagi mereka, Jadey pun mulai mengerti situasi apa yang tengah terjadi.
"Sesuai dengan dugaan salah satu di antara mereka memiliki aurah iblis yang sama dengan aurah iblis yang gugur di medan perang itu! Apa jangan jangan dia belum meninggal? Sialan! Sepertinya peperagan kali ini tidak dapat di anggap remeh"batin Jadey.
__ADS_1
Jadey segera kembali ke kerajaan boneka dan mulai membuat beberapa strategi kedua jika strategi utamanya gagal, ia menyuruh Loush untuk mengambil alih Labnya sedangkan dia dan Hanabi akan ke Amerika untuk mencari keberadaan dua bersaudara untuk direkrut.
Berlanjut......