Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2.PART 2


__ADS_3

Zilian mendapat panggilan dari neneknya yaitu Kaguya dan Celviona, setelah mendengar perintah Zilian segera pergi ke rumah utama karena mereka telah menunggunya di sana.


Sesampainya ia langsung duduk berhadapan dengan neneknya yang ngobrol riang satu sama lain bersama dengan Veisha bibinya.


"Akhirnya kau datang juga nak"senyum Celviona memeluk Zilian.


"Keponakan ku sudah besar ibu"senang Veisha memeluk Kaguya sambil berteriak tidak jelas.


"Astaga anak ini! Usia mu itu sudah ribuan tahun masih bertingkah kekanakan begini? Lihat kakak mu yang bertindak sesuai usianya! "Jitak Kaguya yang menceramahi Veisha.


"Iya deh"cemberut Veisha.


Zilian hanya terdiam melihat ke hangatan mereka sedangkan ia berusaha mencari udara untuk di hirup karena Celviona yang memeluknya dengan erat.


"Uhuk uhuk"batuk Zilian.


"Maaf maaf "tawa Celviona.


"Kalian langsung ke intinya deh"kesal Zilian yang menatap mereka dengan tajam.


"Baik, kami memanggil mu kemari karena ingin memberitahu mu tentang tuan dan mate mu"ujar Celviona.


"Tuan dan mate ku? "Bingung Zilian yang menatap mereka dengan bingung.


"Benar, kau harus melindungi tuan mu dan mencari keberadaan mate mu"ujar Celviona dengan senyumannya.


"Hah? Bukannya mama tidak memiliki tuan? Apaan sih nggak jelas banget! "Kesal Zilian yang mengebrak meja.


"Aku yakin kau akan nyamab jika berada di dekat tuan mu dan soal mate kau sudah menemuinya meski dia tidak memiliki kekuatan tapi kau perlu tahu dia itu reinkarnasi dari sang ahli peperangan yang dulu membantu bibi mu memenangkan peperangan tapi keberadaannya sudah di lupakan"sedih Kaguya.


"aku dengar mama nggak punya tuan kok aku malah punya tuan? "Tanya Zilian yang berusaha menerima.


"Dengar nak, tuan dari ibu mu itu adalah wanita yang tubuhnya kini ia pakai sampai sekarang, wujud ibu mu sebenarnya sama dengan bibi mu Veisha tapi karena situasi makannya Kaguya membawa roh ibu mu ke tubuh tuannya dan memasukkannya"ujar Celviona menjelaskan.


"Mengapa begitu sih? "Bingung Zilian.


"Karena tubuh tuannya juga akan segera hancur karena orang di klannya berniat membunuhnya dengan memberikan kutukan mematikan atas nama ku"dingin Celviona.


"jadi intinya aku hanya perlu mencari tuan ku dan melindunginnya dari siapa? "Ujar Zilian.


"Melindunginnya dari bangsanya yang ingin menganiaya dirinya dan juga serangan dari para sisa hawa keburukan"ujar Kaguya yang menggantikan Celviona berbicara.


"Hah.... Serahkan saja pada ku, ngomong ngomong di mana dia sekarang? "Tanya Zilian yang ingin mencari keberadaan tuannya.


"Cari dia di sekolah manusia 'ROYAL SCHOOL' di sana kau akan menemukannya"ujar Celviona.


"Akan ku coba"ujar Zilian pergi dari ruangan setelah mengerti tugasnya.


Beberapa hari kemudian setelah surat sekolah Zilian di kirim ke pihak sekolah dan di terima di sana Zilian segera ke sana untuk mencari keberadaan tuannya yang entah siapa itu.


Ia menaruh barang barangnya di kamar asrama sekolah dan mulai membaringkan kepalanya lelah akan perjalanan yang begitu membosankan.


Karena lingkungan baru ia memutuskan untuk mengenal lingkungan sekolahnya dan mengingat ingat denah sekolahnya, ketika ia sampai di belakang gedung sekolahnya ia mendengar teriakan seorang wanita yang begitu keras.


Merasa tidak ada siapa pun ia pun pergi untuk memeriksanya sendiri ia kaget ketika melihat wanita itu sudah berlumuran darah.


"Uhuk.... Ma-maaf kan aku s-senior uhuk"lemah wanita itu.


"Kau kira aku bisa makan dengan makanan yang sudah dingin? Di mana kau taruh otak mu itu hah? Dasar bego! "


Wanita itu menendang wanita yang berusaha menahan rasa sakit yang ia terima, tubuh wanita itu sepertinya sudah lemah sejak ia lahir.


"Dasar anak buangan! Anak haram! "


"Hahahahahaha"


Tidak tahan dengan kelakuan mereka, Zilian menepuk pundak wanita itu dan ketika ia berbalik pukulan dari Zilian mendarat dengan sempurna di pipinya.


Dengan wajah dinginnya Zilian menatap datar wanita itu dengan menahan amarahnya.


"Pergi kalau tidak akan ku habisi kalian sampai kedua orang tua kalian tidak mengenali kalian"kejam Zilian.


"Heh.... Junior yang baru masuk yah? Kau kira kau siapa hah? Semunya beri dia pelajaran"ujar wanita itu yang berdiri.


Zilian menghadapi mereka dengan tenang, karena ia bukan manusia tentu saja sudah sangat gampang menjatuhkan mereka tampa menggunakan kekuatan karena tubuhnya lebih tangguh dari sebuah besi.


"Mati saja kalian! "Marah Zilian.


"Oh iya, kakak senior ini dari keluarga mana yah? "Tanya Zilian yang berbalik menatap wanita itu.


"Marga ku Falisx orang yang memiliki perusahaan teknologi terbesar yang bekerjasama dengan perusahaan Royal"sombong Wanita itu.


"Oh? Kalau begitu bagaimana kalau ku hapus saja daftar nama kerjasama keluarga kalian dari perusahaan itu? Kita lihat apa kalian masih bisa bertahan hidup setelahnya"senyum sumrigah Zilian yang bersandar di tembok sekolah.

__ADS_1


"Hahahahaha...... Kau sedang ngelawak yah? Memangnya kau ini siapa sih sok keren banget deh hahahaha.....kalian juga ngapain sih baring di tanah? Sono kasih pelajaran masa ia satu cewek kek gink kalian nggak bisa singkirin sih? Payah"


Mereka pun berusaha bangun dan bersiap menghajar Zilian.


"Semuanya buat formasi! Lindungi nona Beliard! "Ujar para penjaga yang datang secara tiba tiba.


"Kalian terlambat loh" senyum Zilian.


"Maaf nona, kami akab berusaha terus di samping nona"ujar para penjaga itu membungkuk hormat.


"Bereskan wanita itu dan beri ia pelajaran dan lagi para pelayannya tidak bersalah jadi berikan saja nasehat dan lepaskan"perintah Zilian yang berjalan ke arah wanita yang tersungkur ke tanah bergetar karena ketakutan.


Zilian menyentuh wanita itu "kyaaaaa.... Maaf kan aku, lain kali aku tidak akan mengulanginya"teriak wanita itu masig melindungi dirinya.


"Hey tenanglah, mereka sudah ku bereskan, wanita itu tidak pantas menyakiti sesamanya sampai seperti ini bukan kah tindakannya lebih buruk dari para binatang?! "Ujar Zilian yang tidak habis pikir dengan para manusia yang terus menganiaya sesamanya.


"Maaf kak"tangis wanita itu bergetar hebat.


"Lihat aku"ujar Zilian mengangkat kepala wanita itu.


Wanita itu menatap Zilian dengan tubuh yang bergetar ketakutan karena mengira wanita yang menganiayanya.


Kasihan karena kondisi tubuh wanita malang ini ia memapahnya ke kamarnya dan mengobati lukanya sedangkan para penjaga sebagian mengikuti Zilian dan sisanya masih memberi pelajaran pada sekelompok wanita tadi.


Di kamar Zilian ia membiarkan Wanita itu duduk dengan nyaman sementara dirinya mencari tempat obat untuk mengobati luka lukanya.


Zilian duduk di dekatnya dan mengobati lukanya yang begitu banyak tidak tahu harus memulai dari mana.


"Haish.... Banyak sekali, kamu ulurkan tangan mu biar ku obati"pinta Zilian yang mendapat gelengan dari wanita itu.


"Tidak apa kak, biar saya saja dan terimakasih sudah berbaik hati menolong saya dari... "Wanita itu mengelap air matanya yang berjatuhan.


"Siapa nama mu? "Tanya Zilian.


"Rafaela helion"tunduk Rafaela.


"Aku Zilian bliard, senang berkenalan dengan mu Rafaela"senyum Zilian.


"Cantik"ujar Rafaela dengan suara rendahnya.


"Apa? "


"Hahahaha tidak kok"senyum Rafaela.


"Penglihatan mu buruk yah? "Tanya Zilian yang agak penasaran.


"Iya, dari kecil aku di asingkan oleh keluarga ku dan jarang di perhatikan karena keadaan fisik ku yang lemah, meski pun di asingkan ibu ku tidak setega yang ku bayangkan beliau terus mengunjungi ku berkat dia aku bisa sekolah di sini "senyum Rafaela.


"Hah.... Meski begitu seharusnya ibu mu memberikan mu temlat yang layak"hela Zilian.


"Beliau sudah memberikan kasih sayang saja sudah membuat ku senang maka dari itu aku akan berusaha mencapai nilai terbaik di sekolah" semangat Rafaela.


"Heran deh, kau sudah menderita begitu masih mau kasih hati begitu? Bukannya melawan malah mau baggain? Gemes mau nonjok nih lama lama "Kesal Zilian.


"Hahahaha...... Kan ayah ku saja yang begitu tapi mama nggak kan? "Bantah Rafaela.


"Maksud ku kau lawan dong ayah mu itu"hela Zilian.


"Kalau ku lawan mama bisa bisa marah ke aku kan? Lagian ayah mungkin nggak bermaksud buruk deh"ujar Rafaela dengan pemikiran positifnya.


"Kan ayah mu udah nelantarin kamu sampai gini? Ngapain kamu kasih hati sih? "Zilian menahan emosinya agar tidak meledak.


"Nggak nelantarin kok namanya, kan ayah kasih aku rumah terus ngebiarin mama jenguk aku? Bagian mananya yang di telantarin? "Polos Rafaela.


"Arggghhhhhh... Polos sampai segininya mau di apain yah?!"gemas Zilian yang lagi lagi menghentak kan kakinya ke lantai asrana untung saja hanya retak sedikit dan tidak membuat Rafaela menyadarinya.


Zilian menatap penampilan Rafaela yang begitu cupu seperti di serial drama 'wanita cupu yang tertindas' ia mendengus dan menarik Rafaela ke ruang ganti bajunya dan memilihkan pakaian yang cocok untuknya.


"Coba pakai ini kayaknya cocok deh di badan mu"ujar Zilian memberikan satu set baju yang lagi trending.


"Tapi kan.... "


"Udah sana pakai kalau nggak ku suruh mereka kesini hajar kamu nih"


"I-iya deh tapi cuman sekali yah"ujar Rafaela tidak enak.


"Udah sana" suruh Zilian.


Rafaela menurut saja dan masuk ke dalam kamar mandi sekalian dia membersihkan dirinya.


Dari pada menunggu Zilian mencari informasi di internet seputar keluarga Helion dan ternyata mereka ini salah satu keluarga yang bekerja sama dengan perusahaan Medeia.


Akal licik Zilian pun mulai aktif, ia menyuruh penjaganya untuk mengantar pesan ke Medeia secepat yang mereka bisa, ia malas untuk mengajak ibunya berbicara karena tentunya dia akan menghawatirkannya dan menerima banyak pertanyaan yang tidak penting.

__ADS_1


Selang beberapa menit akhirnya Rafaela keluar dengan menggunakan pakaian yang di berikan oleh Zilian dengan wajah yang terus menunduk.


"Kyaaaaa..... Imutnya"gemas Zilian.


"Jangan gitu dong"malu Rafaela.


"Hahaha..... Gimana kalau kita belanja? "Usul Zilian.


"Eh?"bingung Rafaela.


"Ngikut ajah, tolong kalian bawa semua barang Rafaela ke kamar yah jangan ada yang tersisa kalau tidak siap siap pulang kampung"senyum Zilian yang membuat mereka berkidik ngeri dan segera mencari pengawal untuk mengantikan mereka majaga kamar Zilian.


"Baik kami segera lakukan"petuh mereka.


"Kalian tahu di mana kamar ku? "Tanya Rafaela.


"Tahu kok kami kan rub.... Maksud ku udah nanya di temen kamar sebelah hahaha"tawa Zilian yang hampir keceplosan.


Asrama di sekolah ROYAL SCHOOL ada dua yang satunya karena beasiswa dan satunya lagi untuk para bangsawan. Zilian termaksud di asrama bangsawan sedangkan Rafaela di beasiswa.


Kamar asrama bangsawan lebih luas tergantung dengan pembayaran tertentu yang sanggup mereka bayar. Kamar Zilian lebih luas dari kamar lainnya dan fasilitasnya sangat mewah di tambah dengan kolam renang dan taman khusus Zilian.


Mereka berbelanja ria di suatu moll dengan banyak barang yang di beli Zilian untuk Rafaela tentunya Rafaela menolak berkali kali tapi Zilian terus memaksa dan memaksa sampai sampai Rafaela hanya mengikut tampa komentar lagi.


Setelah puas berbelanja mereka pun kembali ke asrama dan membokar semua yang mereka beli.


"Nih pakai yah"ujar Zilian puas dengan belanjaannya.


"T-terlalu banyak"tolak Rafaela secara halus.


"Oh iya dan kagi kamu sekamar dengan ku yah? Besok kita sekolah barengan yah? "Senang Zilian.


"Iya deh"pasrah Rafaela.


"Kamu mau cerita untuk pengenalan diri nggak? "Tanya Zilian penasaran.


Rafaela duduk di dekat Zilian dan mulai menceritakan dari hal kesukaan dan hal yang tidak di sukai Rafaela.


"Mau dengar yang mana dulu? "Tanya Rafaela.


"Yang buruk ajah dulu"ujar Zilian.


"Aku nggak suka dengan keramaian dan semua tentang serigala, entah mengapa aku membenci ini, mereka datang tanpa persetujuan ku"ujar Rafaela berusaha tidak membayangkan apa pun.


"Eh? Kenapa hal yang kamu benci sama dengan ku yah? "Tanya Zilian yang mendapat gelengan dari Rafaela yang menandakan dia juga tidak tahu.


"Entahlah.... Mungkin karena tidak sengaja atau memang kebetulan"polos Rafaela.


"Argggghhh sudahlah sekarang ke hal yang kamu sukai"geram Zilian karena pemikiran Rafaela yang selalu menganggap semuanya seperti hal hla yang baik atau positif.


"Jika aku jadi kau aku nggak bakal punya pemikiran sepositif itu, asal kau tahu mereka jika di beri kesempatan dan terus di biarkan hanya akan membuat mu dalan masalah"nasehat Zilian.


"Nggak juga kok, nah misalkan yah penjahat belum tentu melakukan hal gila seperti membunuh atau mencuri alasanya bisa saja mereka terpaksa mencuri karena perekonomian mereka menipis dan soal membunuh mereka mungkin saja melakukannya karena kehilangan akal sehat atau karena keluarga itu memulai duluan sehingga memicunya untuk melakukan hal hal kejam seperti itu"


"Semua orang memiliki pemikiran mereka sendiri dan alasan mereka sendiri mengapa mereka melakukan sesuatu seperti itu entah itu terlihat jahat atau buruk"ujar Rafaela.


"Benar juga sih"ujar Zilian yang berfikir sejenak.


"Nah contohnya kamu nolongin aku karena apa? "Tanya Rafaela.


"Karena kesal mereka memukul mu sampai babak belur dan sama sekali tidak memberi kesempatan pembelaan diri untuk mu"ujar Zilian kesal mengingat kejadian itu.


"Alasan mereka memukul ku karena mereka tidak puas nah itu karena sifatnya yang sudah terbiasa hanya saja itu adalah hal buru tapi aku tida keberatan kok"senyum Rafaela.


"Kau tidak keberatan tapi aku sangat keberatan"datar Zilian.


"Iya deh, nah hal yang ku sukai adalah legenda roh rubah, aku paling senang ketika ada buku baru yang rilis di toko sebelah apa lagi kalau tentang rubah bahkan bonekanya aku pun punya"senang Rafaela.


Zilian kaget ketika Rafaela sesenang itu, munculah banyak pertanyaan di benak Zilian.


"Kenapa? "


"Karena mereka adalah hewan yang baik, aku rasa mereka tidak seburuk itu memang di pandangan orang korea tidak baik tapi beda lagi di pandangan orang jepang kan? Hahahaha intinya aku suka tidak peduli menurut siapa pun aku a terte menyukai rubah"senang Rafaela yang memeluk gemas boneka rubahnya.


Zilian berfikir mengapa ia sampai sesuka itu dengan rubah? Padahal kan bisa saja mahkluk spritual seperti itu berniat jahat?


"Kau tidak berfikir mereka itu jahat? "Tanya Zilian.


"Sudah ku bilang bukan? Jahat atau baik semuanya memiliki alasannya masing masing, aku yakin mereka memiliki hati dan pemikiran mereka kok"percaya Rafaela.


Zilian tersenyum sepertinya ia sudah mendapatkan tuannya dan yakin dia adalah tuannya yang ia cari di sekolah ini, ia senang bersama dengan Rafaela.


"A**pa ku perlihatkan saja wujud ku atau tidak yah? Agar dia senang dan tahu aku ini siapa"batin Zilian.

__ADS_1


Akankah Zilian memperlihatkan wujudnya atau tidak? Saksikan saja di part selanjutnya.


__ADS_2