Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 16


__ADS_3

Jadey yang bertugas untuk mengawasi pertempuran mereka dari jarak jauh menyaksikan peperangan berdarah ini, banyak manusia yang menjadi santapan para iblis belum lagi dengan hujan darah yang tidak lama lagi akan turun.


Saat ini Devosliona telah kembali bersama dengan rekan rekannya yang siap menyerang pasukan Zilian dan Medeia.


"Bagaimana bisa kau kembali? "Kaget Veisha yang gemetaran.


"Tidak tahu trik apa yang kau gunakan tapi aku tidak akan pernah memaafkan mu atas apa yang kau lakukan dulu" ketus Lucas yang barbu sampai di tempat kejadian.


"Hallo ini Agen Devisi A2 bagian Pemantau kami mendapatkan sesuatu yang janggal silahkan lihat di file berkas DA2 "lapor agen kedua Devisi Jadey.


"Terimakasih, Leix tolong kau retas sandinya lalu kirim ke layar monitor ku" suruh Jadey yang masih memperhatikan sekitaran lokasi peperangan di dunia manusia.


...~•~•~...


Xelly dan Yelly bertugas melindungi Zilian yang tengah berusaha bersatu dengan kekuatan gabungannya yang terus saling bertolakan satu sama lain.


Pada dasarnya kehidupan dan kematian tidak dapat di satukan tapi tidak ada yang bisa menghalanginya untuk tercipta selama pemiliknya memiliki tekad dan perasaan yang kuat maka tidak ada yang mustahil.


Pasukan bersabersamurai dan pasukan boneka berkumpul membuat segel pelindung sedangkan majikan mereka bertarung melawan pasukan iblis Devosliona yang tidak ada habis habisnya.


"Arhg!!! "Teriak Medeia yang terlempar jauh dari Veisha yang segera menyusul Medeia.


Solydia segera mengantikan posisi mereka dan melawan Slayer Demon yang menggunakan samurai yang sama dengan yang di gunakan Solydia.


Slayer Demon menyipitkan matanya saat berhadapan dengan Solydia yang sudah mengambil ancang ancang penyerangan.


"Kenapa kau membantu mereka? "Tanya Slayer Demon dingin.


"Apa perlu menjelaskan masalah ku pada lawan? "Balas Solyfia tak kalah dingin.


Hunusan pedang Slayer Demon tertancap di leher Solydia yang tidak bergerak sama sekali.


"Tinggalkan atau mati" ujar Slayer Demon berbisik di telinga Solydia.


"Aku sudah lama menunggunya bagaimana mungkin di saat dia bangkit aku malah meninggalkannya? "Sinis Solydia yang merunduk lalu melompat ke udara.


"Baik akan ku layani" ketus Slayer Demon yang memajukan samurainya di depan Solydia yang dengan lincahnya bergerak bebas di udara.


Di sisi lain Chaiden melawan Hanzel dan Yon yang berusaha untuk membuat pertahanan yang hapir kuat dengan pertahan yang di buat Devosliona saat itu.


"Serang bersama sama" perintah Chaiden.


"Jika para rubah penjaga Medeia bangkit aku yakin si rubah peledak itu bisa menghancurkannya "ujar Lucas mengeluh.


"Jangan banyak bicara! Buat celah agar ular ku dapat masuk dan mengigit mereka! "Kasar Medusa.


"Di banding mengigit mereka yang entah mati di dalam atau tidak lebih baik menghancurkan pelindungnya atau membuat celah masuk tampa mereka ketahui" jar Alpha menyentuh pelindung itu.


Alpha membaca beberapa mantra dan mulai mencari titik lemah penghalangnya.


"Tidak ku sangka penghalang ini memiliki unsur sihir juga, padahal ini di buat dari kekuatam inti mereka "kagum Alpha.


"Katakan titik lemahnya biar ku ubah jadi batu" ujar Medusa tidak sabaran.


Alpha menatap Medusa yang membalasnya dengan tatapan marah "apa? Ada yang salah? "Ujar Medusa tidak suka.


"Tidak, hanya saja di dalam pelindung ini mereka sedang menjalankan sebuah ritual entah apa yang akan terjadi jika tidak membukanya"ujar Alpha beralih menatap Evoliona.


"Kekuatan naga mu paling kuat di sini, serang dari atas dan lingkarkan naga mu di pelindung ini "ujar Alpha.


Eva hanya mengangguk ia mengeluarkan naga dari tubuhnya lalu ia berevolusi menjadi sebuah rubah dan ikut melompat ke atas pelindung itu.


"Sekarang serang dengan kekuatan inti kalian "ujar Alpha yang mengangguk pada Eva yanh tampak ragu ragu.


Mereka pun mengambil posisi yang tepat untuk menghancurkan penghalangnya bersama dengan Eva yang mengendalikan para naga di bawah mode rubahnya.


Di lokasi lainnya Hexilia, Celviona, Kaguya , Cestania dan Monzai tengah bertarung melawan para iblis di luar perlindungan yang dibuat para pasukan boneka dan samurai.


Keadaan begitu kacau, mereka tidak bisa mengalahkan para iblis yang kecepatan regenerasinya begitu cepat.


"Sialan jumlah mereka malah bertambah tapi tidak ada aatu pun dari mereka yang terbunuh" geram Hexilia.

__ADS_1


"Tenangkan pikiran mu dan fokuskan pikiran mu untuk mencari titik lemah mereka" ujar Kaguya masih menyerang dari udara.


"Monzai kau bisa memberi mereka racun? "Ujar Celviona.


"Tidak berefek sudah ku coba tadi" balas Monzai yang kini tengah di kelilingi ular.


"Aku tidak percaya kalau mereka tidak memiliki kelemahan!!! "Teriak Cestania menyerang secara menggila.


"Jaga akal mu Cestania! "Teriak Kaguya mengingatkan.


Tetap saja Cestania tidak mendengarkan perkataan Kaguya dan malah menyerang ke dalam gerombolan para iblis, alhasil dia terkena serangan para iblis itu.


Monzai berubah ke wujud ular raksasa dengan perlindungan sisik aurah penekan yang mampu membuat para lawannya berubah menjadi batu.


Ia pergi menyelamatkan Cestania yang masih berusaha mengalahkan mereka.


"Gadis bodoh! Masuk ketengah tenga musuh begini anggap diri sudah begitu hebat? Meski hebat kau perlu menggunakan otak mu untuk menyerang musuh! "Ceramah Monzai yang melilit tubuh Cestania dengan ekornya.


Para iblis yang terkena aurahnya pun berubah menjadi batu tapi itu tidak dapat menahan mereka terlalu lama, saat itu Cestania tersenyum puas saat dia telah di turunkan di dekat pelindung Zilian.


Hexilia mendapat panggilan dari Jadey yang bersiap siap kesana saat ini.


"Kenapa? "Ujar Hexilia menstabilkan pernafasannya.


"Aku akan kesana membantu, melihat kondisi kalian saat ini yang begitu memprihatinkan membuat ku ingin membantu kalian" ujar Jadey.


"Ku matikan"dingin Hexilia.


"Tunggu, baik baik tidak bercanda lagi, biarkan aku yang mengurus Devosliona kalian tetaplah di sana dan buatlah perlindungan sekuat mu" ujar Jadey.


DI ISTANA BONEKA


Jadey mengenakan seragamnya dan mempersiapkan banyak racun untuk ia bawa bersama dengan Monxai.


Di saat mereka akan memasuki portal layar monitor Jadey menampilkan keberadaan Rafaela yang sebenarnya telah menjauh dari lokasi peperangan.


"Gawat! Sepertinya aku di tipu"kesal Jadey.


"Persiapkan Agen Divisi 3 dan 4 untuk penyerangan dan rebut kembali Rafaela jika tidak Zilian akan mengamuk! "Perintah Jadey.


"Baiklah, ku serahkan sisanya pada mu" Jadey memasuki portal menuju lokasi Hexilia berada


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sesampainya Jadey berubah ke ribuan burung elang dengan ramuan yang siap di jatuhkan dari langit .


"Ubah para iblis ini menjadi batu "


"Siapa? Transmisi suara? "Kaget Monzai.

__ADS_1


"Lakukan saja aku tidak dapat terus terbang begini atau aku akan di serang oleh Devosliona" marah Jadey.


"Baiklah"


Monzai menyebarkan aurahnya ke sela sela para iblis menggunakan para Ularnya, tidak butuh waktu lama para iblis itu berubah menjadi batu.


Setelah mengubahnya menjadi batu Jadey melepaskan ramuannya dan kembali ke posisi awlanya, Laurel dan Leix membuat pertahanan transparan setelah Jadey kembali.


Para iblis itu meledak berkat bom peledak milik Jadey yang ternyata berhasil.


"Bagaimana bisa mereka hancur begitu saja? "Kaget Cestania.


"Gampang saja, saat mereka berubah menjadi batu efek regenerasinya melambat walau pun hanya melambat 80% saja tapi itu cukup bagiku untuk meledak kan mereka, saat mereka tidak dapat bergerak untuk melindungi diri mereka dan regenerasinya mengalami perlambatan otomatis mereka tidak dapat menahan ledakannya dan menhancurkan inti regenerasinya" jelas Jadey panjang lebar.


"Bisa jelaskan langsung pada intinya? "Ujar Kaguya agak kebingungan.


"Intinya, disaat mereka tidak melihat apa apa mereka tidak dapat memprediksi lingkungan sekitaran mereka dan tidak sempat dalam membuat perlindungan diri" kesal Jadey.


"Jadi? "


"Yah begitu saja" lelah Jadey.


"Aku akan mengurus sisanya, kalian bekerja samalah dengan para agem ku untuk mengejar keberadaan Rafaela, ikuti mereka "perintah Jadey yang langsung meninggalkan mereka menuju tempat Devosliona.


Sesampainya di sana Jadey nenatapnya dengan tatapan membunuh.


"Hentikan jika tidak aku tidak bisa memberi mu jaminan untuk selamat "ujar Jadey.


"Kau siapa? Mati sekali pun aku tidak akan menyesal asalkan di berada di tangan kami "ujar Devosliona menyerang Jadey yang langsung berubah ke wujud kupu kupunya.


"Kekuatan kita sepertinya setara? Kau sebaiknya menyerah dan pergi dari sini atau aku tidak akan memberimu pengampunan"ujar Jadey yang kembali mengingatkan Devosliona yang sama sekali tidak menganggap perkataan Jadey.


"Baiklah, terserah kau saja seben...... "


Ucapan Jadey terhenti ketika teriakan dari Zilian.


"ARGHHHHH!!!!!!!!!"


Zilian mulai menggila, pelindung buatan mereka mulai retak, Jadey memutuskan untuk kembali ke posisi awalnya.


Saat ia kembali ia sudah mendapati Zilian yang menyerang rekan rekannya dengan ganas.


"Tidak ada cara lain" ucap Jadey mengeluarkan pedangnya dan mulai maju mendekati Zilian.


Laurel ikutan maju dengan perubahannya yang berubah ke mode tengkorak bersama dengan sang kakak Leix.


Mereka berdua bekerja sama untuk mengalihkan pandangan mereka dan agen lainnya membantu mereka untuk menjauh dari area pertarungan.


"Terimakasih" ujar Jadey pada Monxai.


Mereka berdua mengangguk. Mereka yang menjauh menyaksikan pertarungan mereka berdua.


Mereka di buat kagum akan kecerdasan Jadey yang berhasil meminumkan cairan biru ke mulut Zilian meski dengan keadaan kaki dan tangan sebelah telah di hancurkan.


"Ugh.... Sakit sekali, kau kira aku ini keripik manusia yah? "Kesal Jadey yang kembali memulihkan dirinya.


Kupu kupu bertebaran di sekitarnya. Meski masih terasa sakit Jadey menguatkan diri untuk membantu Zilian keluar dari hawa ilusinasinya dengan menggunakan kekuatan intinya.


"Mekarlah bunga Xilih" ujar Jadey berteriak keras.


"Ikuti yang kak Jadey bilang" ujar Laurel.


"Kenapa? "Tanya Cestania tidak suka.


"Ikuti saja jika kalian tidak mau mati Keracunan" jutek Leix.


Mereka memutuskan untuk mengikuti perkataan mereka karena telah melihat kehebatan mereka saat pertarungan.


"BANGKITLAH BUNGA XILIH" Teriak mereka bersamaan.


Mereka terus berteriak dalam waktu yang lama, untun saja teriakan mereka membuahkan hasil.

__ADS_1


Zilian mulai membuka matanya, sinar cahaya menyinari dirinya setelah cahaya itu mulai meredup datanglah Zilian dengan tampilan yang jauh berbeda dari Zilian yang mereka kenal.


Berlanjuttt...


__ADS_2