
^^^"Ingatan seseorang yang telah lama menghilang dan menerima hukumannya oleh seseorang demi diri ku karena telah melanggar aturan, karena kaulah aku akan berusaha untuk mengembalikannya agar kau dapat mengingat wanita mu kembali"^^^
^^^By: misterius^^^
...~π~π~π~...
Dua bulan telah berlalu, selama itu Jadey terus membuat onar dan mencari kesalahan pada semua orang yang ia temui. Medusa yang tidak menyukai keonaran pun mulai merasa risih akan kelakuan Jadey yang di luar batasan.
"Hey kau! "Teriak Medusa.
"Ada apa hah? Kau marah jika aku seperti ini? Kau tidak mengerti perasaan ku, Medusa! "Bentak Jadey yang melempar serum beracun ke arah Medusa.
"Aku memang tidak tahu mengapa kau mengamuk seperti ini dalam dua bulan terakhir ini, tapi ku mohon jangan melampiaskan kekesalan mu pada member kita di sini" ujar Medusa dengan suara rendahnya.
Jadey tersenyum kecut. Orang yang ia ikuti ternyata tidak mempedulikan masalahnya "yah.... Zilian adalah seorang pemimpin, tugas kita adalah melindungi kehidupan manusia tapi satu hal yang begitu mengerikan darinya..... "
Jadey menyeka air matanya lalu menatap lekat mata Medusa dengan tatapan merendahkan.
"Tidak mempunyai welas asih! "
"DIAM KAU!!! " Teriak Medusa yang sudah tidak tahan lagi.
"Sebagai tangan kanannya kau seharunya tidak merendahkannya seperti ini di hadapan orang lain, dia pemimpin kita, dia tahu apa yang akan dia lakukan! Kaulah yang tidak mengerti!!! "Bentak Medusa.
"Heh.... Dialah yang tidak mengerti! Ini sudah dua bulan berlalu dan mereka, Leix dan Laurel dia belum kembali sampai sekarang! Bagaimana aku bisa diam saja? Aku memikul tanggung jawab besar terhadapnya!!! "Bentak Jadey yang tidak kalah keras.
"Dia belum kembali pasti ada alasannya" ujar Solydia.
Solydia mendekati Jadey yang mengeleng sambil tersenyum kecut.
"Apa alasannya? "Tanya Jadey yang melepaskan aurah beracunnya.
"Alasan? Tentu saja ada alasannya aku bukanlah sang pengetahuan aku tidak dapat meramal apa yang terjadi pada mereka, keahlian ku hanyalah menggunakan pedang" ujar Solydia santai.
"Baik aku mengerti, mati sekali pun aku akan pergi untuk melihat keadaan mereka, ingat jika aku tidak kembali, maka hidup mati ku tergantung dari kondisi mereka "ujar Jadey penuh arti.
"Konfirmasi dulu pada Zilian" ujar Solydia.
"Apa peduli ku? "Remeh Jadey.
"Ini tugas ku! "Ujar Solydia.
Jadey berjalan menjauh dan tidak mempedulikan keberadaan Solydia yang berlari ke arahnya dengan pedangnya untuk memenggal kepala Jadey.
"BERHENTI! " Teriak Zilian.
__ADS_1
Mereka berdua pun berhenti. Dengan tatapan kebencian Jadey menoleh ke arah Zilian yang menatap kosong ke arahnya.
"Ada masalah apa? "Tanya Jadey.
"Kau mau pergi bukan? Aku akan ikut dengan mu" ujar Zilian.
Perkataan Zilian berhasil membuat Jadey kaget. Medusa turut mendengar perkataan Zilian pun menghampiri Zilian yang sama sekali tidak berkutik.
"Kau sudah gila yah? Kekuatan mu masih belum sepenuhnya pulih dan ada kemungkinan kekuatan inti mu akan melawan kehadiran mu" tolak Medusa.
"Aku sendiri tidak peduli, mengapa kau harus peduli terhadap ku? "
"Karena kau adalah kunci perdamaian dunia, jika kau musnah maka apa gunanya kami bertahan? Selain itu kau juga adalah anak dari sahabat ku, Medeia" balas Medusa penuh keyakinan.
Zilian masih diam dan memberikan akses pada Medusa untuk terus berbicara.
"Jika kau tetap ingin pergi, maka akulah yang akan menggantikan mu. Mati hidup ku aku tidak akan mundur "ujar Medusa yang bertekad.
"Tidak boleh" tolak Zilian.
"ZILIAN! APA YANG KAU INGINKAN?! "teriak Medeia.
Zilian menoleh ke arah Medeia yang berjalan ke arahnya dengan tergesa gesa.
"Nak apa yang kau katakan? "Ujar Chaiden yang memeluk Zilian yang tampa ekspresi membalas pelukan sang ayah.
"Aku adalah ibu mu, aku akan menerima tugas mu jadi kumohon tetaplah di sini ku mohon pada mu nak. Kau adalah nyawa ku aku bersedia memberikan nyawa ku jika itu dapat membuat mu merasa aman" tangis Medeia.
"Merasa aman? Dengar baik baik ibu, tugas seorang pemimpin adalah memastikan keselamatan rekan dan memastikan tujuan mengapa ia hadir di dunia ini. Aku ingin dunia ini damai, aku ingin dunia ini kembali normal meski aku harus mempertaruhkan nyawa ku, nyawa ku hanya ada satu sedangkan di dalam tugas yang ku tanggung ini ada begitu banyak nyawa melebihi ribuan nyawa ibu"
"Selama dunia ini masih di penuhi dengan rasa egois, amarah, dengki dan ketidak puasan maka aku tidak akan bisa duduk tenang, lagi pula aku mengorbankan rasa kepuasan dan kebahagiaan ku agar aku tidak melengceng dari tugas ku" ujar Zilian.
"Ibu mengerti maksud mu, tapi selama aku ada di sini di dunia ini maka aku akan melakukan yang terbaik demi melindungi mu nak" ujar Medeia bersikeras.
Zilian menghela nafas lalu kembali mengeleng "biarkan aku pergi, ini perintah bukan permohonan "ujar Zilian.
"Medeia aku akan pergi menggantikan mu" pinta Medusa.
"Berhentilah! Kapan kita akan berangkat kalau kalian terus beradu argumen seperti ini! "Kesal Jadey.
"Dan lagi ini hanyalah bayangan dari Zilian saja, kalian pikir kalau Zilian sendiri yang pergi apakah tempat utama ini akan aman? Dasar bodoh! "Ujar Jadey merengut tak suka.
"Astaga! Kau ini! "Kesal Medeia.
"Aku akan menemani kalian, takutnya Devosliona ikut berada di dalamnya, aku tidak ingin hal yang tidak di inginkan terjadi pada kalian "ujar Medusa yang berjalan ke arah Jadey.
__ADS_1
"Heh tahu diri juga" sinis Jadey.
"Apa kau bilang B@v9$4T? "Marah Medusa yang mengubah tangannya menjadi ular.
"Lupakan, kita harus berangkat sekarang! "Ujar Jadey yang langsung pergi menggunakan tubuh elangnya.
"Sialan kau Jadey! Akan ku habisi kau" Medusa pun berubah ke wujud ular raksasanya dan mengejar Jadey yang sudah jauh dari jaraknya.
Duplikat Zilian pun mengikuti mereka, karena sebuah Duplikat maka dia dapat berubah ke wujud apapun sesuai apa yang ia pikirkan, kali ini ia berubah ke wujud macan tutul dan mengejar keberadaan Medusa.
Setelah berhasil menemukan Medusa ia pun menyuruhnya untuk berubah ke wujud ular kecil dan melilit ke lehernya.
...~π~π~π~...
Di sisi lain di dalam danau, Leix hampir mati karena kehabisan nafas. Di atas danau Miyaku duduk santai menikmati penderitaan yang tengah di alami Leix.
"Menyerahlah "ujar Miyaku.
"Jika aku menyerah yang ada kesempatan ku untuk selamat akan musnah, lagi pula kau tidak akan melepaskan ku meski kau memiliki kesepakatan dengan ku, aku tahu betul pemikiran mu" ujar Leix menggunakan transmisi suara hati.
"Pandai juga, di bandingkan adik mu yang polos itu kau lebih dapat di andalkan, sayang sekali wajah dan kemampuan mu yang membuat ku terpesona ini harus berakhir" ujar Miyaku mengibaskan rambutnya ke belakang.
Miyaku melompat ke dalam air dan berenang ke arah Leix yang masih berusaha melawan tanaman merambat hasil duplikat dari Miyaku.
"Kali ini aku serius Leix"
"Dengarkan aku dan turutilah aku"
Leix tidak mempedulikan perkataan Miyaku, ia masih fokus untuk melepaskan dirinya dari jeratan tanaman merambat.
"Keras kepala sekali kau! Baiklah, akan ku berikan kau sekali kesempatan, pikirkanlah baik baik Leix"
"Kesabaran ku ada batasnya" ancam Miyaku yang kembali ke daratan bersama dengan pelayan bonekanya.
Untuk pertama kalinya Leix meneteskan air matanya karena wanita yang ada di depannya. Entah mengapa hatinya begitu teriris melihat Miyaku di penuhi oleh hawa kebencian yang begitu besar.
Leix kembali menyadarkan diri untuk tujuannya saat ini, ia baru teringat bahwa ia dapat menciptakan es di bawah danau dengan mengandalkan hawa dinginnya.
Dengan menggunakan kekuatan inti untuk membuat area melingkar agar air danau tidak dapat masuk di dalam lingkaran yang dia miliki, dengan begitu ia dapat membuat es lalu perlahan mengendalikan hawa dingin agar semakin membesar dan perlahan menguasai danau.
Meski membutuhkan waktu yang lama tapi ini memberikan 60 persen keberhasilan untuk Leix bebas, meski 40 persen sisanya dapat mengagalkannya secara total yang di mana jika Miyaku melawannya Leix akan menerima kerusakan sel dalamnya dan dapat berakibat fatal pada inti kehidupannya.
Miyaku tetap diam meski ia tahu Leix berniat membekukan danau demi membebaskan dirinya, Miyaku memberikan celah untuk Leix dengan cara menidurkan dirinya karena lelah dengan begitu Leix akan beranggapa bahwa ia dapat memanfaatkan kelengahannya untuk bebas.
"Hanya sekali ini saja, aku akan memberikan mu kesempatan Leix, priode pertama, priode ke-empat dan periode ke-9 ini aku akan membuktikan bahwa jalan yang kau pilih adalah jalan yang salah...... "
__ADS_1
"Dunia cepat laun akan hancur di tangannya, karena inilah aku memilih jalan yang berbeda bukan karena aku melawan mu melainkan ingin melindungi mu tapi dengan cara ku sendiri meski tahu cara yang ku gunakan bukanlah cara yang benar" batin Miyaku.
Berlanjutttt.......