Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
PART 25 : PENGUJIAN


__ADS_3

Setelah melewati ujian tahap awal, Siswa MBV wajib ikut kelas pengetahuan sebelum memasuki tiga ujian dasar untuk memilih di antara mereka siapa yang lebih baik dalam bertarung.


Sudah Medeia putus kan ia sendiri akan muncul saat ujian terakhir dan menangani ujiannya secara langsung tanpa campur tangan teman temannya.


Alasan mengapa Medeia memutuskan untuk muncul di akhir ujian tidak lain karena beberapa urusan perusahaan dan urusan gengnya di tambah dengan telepon dari orang aneh entah dia berasal dari mana.


Lucas dan Cestania memasuki ruangan untuk menjelaskan sial kekuatan mereka. Eva menganyungkan tangannya dan memberi isyarat agar Lucas membuat pendeteksi elemen. Lucas hanya mengangguk menuruti perintah Cestania.


"Untuk siswa yang ada di sini mulai dari bangku pertama silahkan meletak kan jari kalian di alat pendeteksi elemen ini, saya akan menjelaskannya setelah selesai"perintah Cestania.


"Baik"


Tahap pemeriksaan elemen berjalan lancar tapi ketika Hanabi berdiri tiba tiba kekuatan Lucas sulit di kendali kan hingga Cestania memutuskan untuk memeriksanya sendiri.


Cestania terdiam sejenak lalu mempersilahkan Hanabi untuk kembali ke tempatnya, ia menatap Alpha yang sibuk membaca buku. Cestania mendekatinya.


"Ternyata memang benar, mereka ini sudah lama membangkitkan kekuatan mereka tapi anehnya mengapa ada segel yang cukup kuat menghalangi keluarnya kekuatan mereka yang sebenarnya? Apa karena tekanan? "Batin Cestania.


Cestania menghela nafas, ia kembali ke depan untuk menjelaskan materi awalan untuk mereka yang sekarang bersiap mendengarkan Cestania terkecuali Hanabi, Alpha dan Chouse. Cestania hanya bisa pasrah saja.


Berbeda dengan Lucas yang membenci orang orang yang tidak serius dalam memperhatikan rencana dan bertindak gegabah seperti mereka bertiga hingga membuat Lucas menatap mereka dengan tatapan membunuh.


"Sudahlah mereka akan ku berikan hukuman setelah tugas kita selesak nanti"ujar Cestania menenangkan.


"Sebaiknya kau menepati ucapan mu kalau tidak mereka akan berakhir di tangan ku"kesal Lucas.


"Tenanglah, baik semuanya materi pertama yang perlu kalian ketahui adalah soal energi, energi sudah tidak asing lagi untuk kalian bukan? Kalau begitu aku akan menjelaskan beberapa hal yang mungkin kalian tidak ketahui"


"Energi di dalam tubuh kalian bukanlah energi biasa, energi kalian dapat kalian kendalikan menjadi kekuatan yang di luar akal sehat bagi manusia biasa, tapi untuk melakukannya kalian harus mampu mengendalikan energi kaliam dengan baik"


"Tahap pertama adalah pengontrolan energi, jika kalian tidak dapat mengontrol energi kalian maka kalian tidak akan bisa menggunakannya selain itu jika energi di dalam tubuh kalian tidak stabil kalian akan meledak atau mati karenanya"


"Maka dari itu Lucas akan menunjuk kan cara untuk mengendalikannya, kalian akan mempraktekannya besok bersama dengan Lucas, Kelvin dan Chaiden di lapangan pelatihan. Untuk saat ini kalian pahami dengan baik hal selanjutnya yang akan ku jelaskan, untuk saat ini aku serahkan pada Lucas"ujar Cestania berwibawa.


"Kalau begitu perhatikan dengan baik"ujar Lucas memulai dengan cepat.


Semuanya terkagum kagum melihat Lucas mengendalikan kekuatannya, melihat ketampanannya yang serius dalam melakukan sesuatu membuat kaum Hawa seketika tidak fokus.


Melihat ini Cestania mengeluarkan kekuatannya untuk membuat Lucas biasa biasa saja di mata mereka, untung saja Medeia mengajarinya kemarin jika tidak mereka pasti tidak akan fokus dalam belajar.


"kalian lihat sendiri, energi ini sifatnya sulit di kendalikan, butuh kerja keras untuk kalian menguasainya, maka dari itu kalian perlu memahami penjelasan yang sudah di jelaskan oleh nona Cestania tadi, itu adalah kunci untuk kalian menghadapi rintangan selanjutnya"ujar Lucas tenang.


"Kalau begitu, aku lanjutkan penjelasannya, untuk mengontrol daya ledak kekuatan dan jangkauannya itu berpengaruh besar pada energinya. Besar kecilnya energi itu sangat di perlu di pahami karena jika salah perhitungan itu akan berdampak pada pemilik energi"


"Jika penggunaan energi berlebihan akan membuat penggunanya dalam keadaan kritis, efek sampingnya adalah organ dalam tubuhnya akan rusak, bisa jadi itu tidak akan bisa di sembuhkan. Jika kalian tidak dapat mengontrolnya itu akan sulit untuk kalian"tegas Cestania.

__ADS_1


"setahu ku ada beberapa tipe petarung kan? Apa kau bisa mengajarinya nanti? Bagaimana pun penglihatan ku dan pemahaman ku tidak akan salah, kalian lebih memahaminya dari pada kami yang masih pemulakan? "Ujar Cloude.


Cestania menepuk tangannya "benar, meski kalian sudah tahu mengendalikan kekuatan kalian tapi pada dasarnya kalian masih kesulitan dalam mengendalikan energi kalian sehingga membuat kalian kesulitan dalam hal penyerangan, selain itu kondisi kalian speertinya tidak baik, jika di biarkan kalian akan musnah dari dunia ini"ujar Cestania memasang tampang serius.


"Tenanglah, bukannya dia akan datang besok? Suruh saja memasang segel penyembuhan"ujar Lucas.


"Selain itu anak kecil itu sepertinya bisa membuat segel penyembuhan?! Tapi sayang sekali itu cukuo sulit untuknya, jika dia terus menggunakannya itu akan berdampak padanya"ujar Cestania menatap Hanabi yang tengah mengemi dalam kelas.


"Kenapa? "Dingin Hanabi.


"Lanjutkan saja penjelasannya, walaupun mengemil tetap saja pelajarannya akan masuk, kau bisa teks aku nanti kalau pelajarannya selesai, sensei"lanjut Hanabi menatap Cestania yang tersenyuk licik.


"Baik, pelajaran selanjutnya adalah pengenalan tipe masing masing, ada tiga tipe, pertama tipe petarung energi biasanya mengandalkan energi untuo bertarung drngan musuh, jika tipe ini mampu mengontrolnya dengan baik dia bisa mengubah wujud energinya menjadi alat petarung yang kuat, tipe petarung ini biasanya memerlukan keberadaan tipe suport"


"Tipe kedua, petarung jarak jauh, tipe ini terbagi menjadi dua yaitu petarung yang menggunakan energi untuk menyerang musuh dari jarak jauh dan yang kedua menggunakan energinya untuk bendan yang akan ia gunakan untuk bertarung. Tipe ini juga bisa mengalirkan energinya ke benda apapun, tipe ini memerlukan pengontrolan yang baik jika tidak benda yang ia gunakan akan melawan balik dan menyerang penggunanya ada kemungkinan ia akan meledakan diri sendiri dalam skala ledakan yang besar"


"Tipe ketiga, tipe ini sangat jarang di temui, ada energi tertentu yang dapat menyatu dengan energi yang berbeda. Jika energi yang bukan tipe suport ini di gabungkan maka akan membahayakan kedua belah pihak. Tipe suport ini dapat menghisap energi lawan lalu mensuport energi yang ia peroleh ke kedua tipe tadi. Selain itu tipe ini juga bisa membantu untuk menyerang musuh, bisa di katakan dia juga tioe petaurng jarak jauh"


"Sekarang beralih ke pengenalan sifat elemen, ini saya serahkan pada orang yang duduk bersantai di sebelah saya"ujar Cestania mengebrak meja dengan keras.


Lucas berdiri dan mempersilahkan Cestania untuk duduk sambil mengawasinya menjelaskan pelajaran "baik saya mulai, ada lima elemen pokok yang sangat di butuhkan di bumi antaranya adalah api, air, angin, petir dan tanah. Mereka memiliki sifat masing masing, sifat yang paling mudah untuk di kontrol adalah elemen tanah, api dan air. Kalian bisa mengontrolnya dengan baik sekarang yang sulit adalah angin dan petir, mengapa demikian? Padahal api sifatnya mudah berubah ubah dan juga memiliki daya ledak yang besae juga?


"Itu karena elemen angin dan petir dapat bercabang dan untuk mengendalikannya, tapi petirlah yang paling sulit karena jika kalian menggunakannya tanpa perhitungan dan pengontrolan energi yang buruk maka petie yang kalian gunakan akan bercabang dan menyerang siapa pun yang ada di area penyerangan, sama dengan angin wujudnya hampir tidak terlihat selain itu elemen angin dapat menyayat musuh dari arah mana pun bahkan bangunan besi sekali pun bisa jika tidak terkendali"


"Intinya dua elemen itu mustahil bisa kalian kendalikan sepenuhnya, api tergantung dari tekat kalian mengontrolnya karena api bagian dari diri seseorang tapi jika kalian tidak mengontrolnya daya kerusakannya juga parah, kalian masih bingung kah? "Ujar Lucas menatap setiap siswa yang masih bingung.


"Hah..... Baiklah, tiga elemen tadi di katakan mudah di kendalikan karena dia tergantung tempatnya seperti air, ia akan berkuasa ketika dia berada di tempat yang di mana banyak airnya sama dengan tanah ada tanah yang keras, lunak dan berlumpur. Api juga sama ketika iklimnya panas yah daya ledakannya juga akan berkali kali lipat dari pada memberinya sedikit energi"


"Beda lagi jika dua elemen ini, angin pada dasarnya ada di mana mana dan keberadaanya sangat berbahaya jika berada di tempat yang sama banyaknya, jika kalian ada di wilayah itu kalian akan sulit mengendalikannya karena angin dapat menembus bangunan apa pun tanpa terluka sedikit pun, kalau petir dia bercabang, apa lagi jika itu pengguna kekuatan logam dia dengan mudah akan melumpuhkan musuhnya"


"Petir ini sulit di kendalikan karena dia membutuhkan energi yang cukup sebelum mengeluarkannya jika tidak dia akan menyerang siapa pun termaksud penggunanya, tipe ini perlu pengendalian dan fokus pada lawan dan penyaluran energi. Itu saja apa kalian mengerti? "Ujar Cestania.


"Menurut ku api sama halnya juga sih, coba jelaskan"ujar Hanabi memasang tampang bodohnya.


"Benar padahal jika api membakar satu bangunan pasti akan membesar kan? "Ujar Jay yang ikut nimbrung.


Cestania lagi lagi menahan amarahnya, bisa bisanya ia menjelaskan panjang lebar tapi masih ada yang begitu tidak paham "apa aku menyerah saja? Haish..... Coba kalian pikirkan, apakah api bisa membakar batu? Membelah besi menjadi dua? "Tanya Cestania.


Mereka semua mengeleng bersamaan "sudah jelas kan? Orang buta saja tau hal ini"remeh Hanabi.


"Sabar sabar sabar, kalian sendiri sudah tahu, angin bisa mengangkat subjeknya dan membelahnya sesuka hati, seperti yang ki jelaskan tadi, keberadaan angin ada di mana mana dan juga dia bisa ada di kiri dan juga ada di kanan, untuk memberinya energi kalian perlu memfokuskan arah angin pada musuh lalu menyalurkan energi"


"Kelihatannya memang gampang sih tapi keberadaan angin lainnya akan mempengaruh angin milik kalian, kadangkala angin kalian juga akan ikut bergabung atau menyatu, jika pengguna angin lainnya beradu angin dengan milik kalian, coba kalian tebak apa yang akan terjadi jika salah satu dari kalian lepas kendali atau sulit mengontrolnya? "Ujar Cestania


"Jika dilihat dari arah serangannya juga, jika kedua belah pihak menyerang dengan sisi yang berbeda akan menimbulkan kombinasi angin besar seperti tornado, meski pun lawan satunya bisa mengendalikan anginnya itu belum tentu dia bisa mengendalikan angin milik lawan satunya lagi, jika kedua belah pihak memutuskan kontrol mereka, kalian tahu sendiri apa yang akan terjadi"ujar Cloude sang jenius.

__ADS_1


"Oh jadi begitu, kalau api? "Tanya Hanabi tiada henti.


"Kau ini bodoh yah? Api itu hanya fokus membakar satu objek saja ketika daya membakatnya sudah besar dia akan membakar objek lainnya, semakin besar daya bakarnya penggunanya tidak perlu menambahkan energi lagi jika menambahkan itu akan mempercepat daya bakarnya, lagi pula api memiliki kelemahan bukan? Jadi tidak sulit memadamkannya selama pengguna elemen air ada"ujar Cloude menjelaskan panjang lebar.


"Oh begitu yah, angin dan petir tidak memiliki kelemahan? "Ujar Jay.


"Kalian ini bodoh atau gimana sih? Masih belum mengerti? Dosa apa yang telah ku perbuat?! "Pasrah Cloude.


"Semua elemen memiliki kelemahan, besok akan kami peraktek kan sekalian untuk menjelaskan cara penggabungan setiap elemen dan mengubahnya menjadi kekuatan yang kuat"ujar Cestania mengakhiri kelas.


"Baik"ujar mereka serempak.


Ketika Cestania keluar bersama dengan Lucas, mereka saling terawa kecuali Alpha.


"Hahahaha, akhirnya kelasnya selesai juga"tawa Violeta.


"Yah meskipun begitu, mereka tidak akan memiliki pilihan lain kecuali mengakhiri kelas, marah juga tidak ada gunanya bukan? "Ujar Hanabi puas.


"Berpura pura bodoh untuk mengakhiri kelas memang ide yang baik"ujar Jay tos bersama dengan Hanabi.


"Jadi begitu yah? ALPHA DAN CLOUDE SELAIN DARI NAMA INI KALIA SAYA HUKUM MASA PEMBELAJARAN KALIAN BESOK AKAN SAYA TAMBAH SAMPAI KALIAN MENGERTI DAN MEMAHAMI PELAJARAN, BERTERIMAKASIHLAH, BERKAT TINDAKAN KALIAN, KALIAN MENDAPATKAN ILMU YANG BANYAK"Ujar Cestania


Cestania tersenyum dengan tatapan kosong yang membuat para murid saling berpelukan tanpa tahu mereka sedang di berikan tanda oleh Cestania tanpa sadar.


Sedangkan Eva masuk dengam tergesa gesanya menemui Medeia yang tengah membereskan dokumen di atas meja kerjanya.


"Ratu, bagaimana ini? Jumlah wartawan di depan sekolah tiba tiba kembali dengan jumlah berkali kali lipat dar sebelumnya"ujar Eva panik.


"Apa lagi yang mereka ingin kan? "Kesal Medeia yang melihat ke luar jendela.


"Yang ingin mereka desak sebenarnya bukan anda tapi Chaiden, mereka mendesak agar Chaiden keluar dan menjawab beberapa pertanyaan mereka"ujar Eva.


"Dengan pertanyaan seribu kata? Mereka ingin membunuh orang ku yah? "Ujar Medeia berjalan keluar dari ruangannya.


Seluruh teman Medeia datang menemui Medeia yang tengah menuruni tangga.


"Apa yang terjadi? "Tanya Rika.


"Aku baru saja memikirkan sesuatu, Rika bawa Minho ikut bersama mu ke inggris, markas pusat Aerthan, selidiki dari jauh, jika ada yang mencari masalah hubungi saja yang mulia raja inggris"perintah Medeia secara tiba tiba.


"Kenapa bisa begitu?! Ujar Medusa merasa keberatan.


"Rika memiliki kemampuan untuk membuka berbagai kunci dari akun mana pun, keberadaanya mungkin akan membahayakannya jika dia terus di sini jika dia berada di inggris aku bisa menjamin keselamatannya"


"Untuk para wartawan itu akan ku pukul mundur untuk sementara, karena aku yakin salah satu dari mereka pasti bawahan orang itu"ujar Medeia dengan tampang seriusnya.

__ADS_1


Melihat Medeia begitu serius membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain mendukung keputusannya, mereka akan bergerak sesuai perintah dari sahabat kepercayaan mereka ini.


__ADS_2