Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 31


__ADS_3

...~π~π~π~...


VOV (SEMUA KARAKTER)


Sesampainya di lokasi Eltian langsung melepaskan aurahnya agar Any mengenalinya setelahnya Eltian mengizinkannya masuk ke dalam lingkup kawasannya.


"Jalankan sesuai rencana "ujar Eltian mengangguk kecil.


"Tunggu sebentar lagi Devosliona dan Candy belum datang melapor" cegah Any dengan tatapan dinginnya.


"Jika mereka tidak datang dalam 10 menit maka aku akan memulai rencana, aku tidak suka menunda nunda waktu" ujar Eltian tegas.


"Heh..... Sifat mu masih belum berubah yah Tian? "Gumam Any menatap ke arah langit.


"Kau berjagalah di sini aku akan mencari sedikit celah dan jangan lupa kabari aku jika mereka sudah datang "ujar Eltian yang langsung menghilang setelah menyelesaikan kalimatnya.


"Terserah kau saja" balas Any yang memperluas jangkauan serangannya.


















Di istana berlian Candy terus meluapkan amarahnya dan mengutuk Miyaku yang begitu gila, berani beraninya dia menjadikan Dedliona sebagai sandera dan malah memaksanya dengan Devosliona untuk menjalankan rencanannya.


Devosliona yang saat ini tengah mengendalikan dirinya yang kedua yang tidak lain adalah sisi jahatnya di sebelah Candy yang saat ini tengah menghancurkan banyak barang bahkan tembok pun di hancurkan olehnya.


"Sialan kau Miyaku! Aku selalu menganggap mu sebagai saudara ku tapi mengapa kau menyerang orang yang paling ku sayangi? Dasar kau brengsek!!! "Marah Candy.


"Diam kau! Jika sisi hitam ku muncul aku tidak akan bisa menahan diri untuk membunuhnya dan kau tahu kan keselamatan kakak pertama akan terancam!" kesal Devosliona yang mencoba memperingati Candy yang sudah keluar kendali.


"Aku akan membunuhnya dasar pengkhianat! "Candy menghancurkan istanannya dan melayang ke udara menuju ke arah di mana Miyaku tengah berada.


Devosliona yang saat itu tengah bersusah payah menahan sisinya malah gagal karena ia ingin menghentikan Candy dan alhasil......


"Hahahahahahaha....... Miyaku? Beraninya dia tidak mendengarkan ku sebagai kakak keduanya?! Matilah! "Devoliona pun meleset pergi dengan kecepatan tidak kalah cepat dari kecepatan Candy.

__ADS_1


Jalan yang di lalui Devosliona menjadi hangus tanpa sisa, yah sayap berwarna merah darah itu menetes ke tanah dan mengenai tumbuhan dan binatang yang berlalu lalang di bawahnya.


Efek pemusnah ini bisa menjangkau hingga 10 meter di luar jagkauanya mungkin hanya akan terinfeksi penyakit kepanasan di dalam tubuh mereka selama 1000 tahun.


Candy yang sudah sampai langsung menembakan peluruh ke arah Miyaku yang sedang bertarung dengan Medusa. Candy yang merasa terganggu pun melepaskan serangan ke arah Candy yang dengan baik menghindarinya.


"Sialan! Kenapa kau kemari?! Sudah ku bilang pergilah menemui Any! "Teriak Miyaku yang juga fokus menahan serangan Medusa yang membabi buta.


"Brengsek! "


Itulah yang di katakan Candy, setelah itu Candy turun dengan kecepatan tinggi dan membuat tempat di sana meledak untung saja Medusa memiliki sisik besi yang mampu melindungi dirinya dari ledakan itu.


Karena ledakan itu begitu panas Medusa tidak dapat menahannya begitu lama dan membuatnya terluka parah. Hanabi dengan sigap melepaskan boneka kebanggannya untuk melindungi Medusa.


"Bertahanlah, aku akan mengurus mereka terlebih dahulu" ujar Hanabi.


"Jangan! Rekannya datang, jangan mengambil resiko yang dapat mengancam nyawa mu jika tidak aku pun tidak akan sanggup berhadapan dengan guru mu" ujar Medusa yang memegangi ekornya yang tidak dapat berubah ke wujud manusianya.


"Percayalah, aku pasti bisa mengatasi apa pun yang terjadi kau cukup diam dan melihat saja" ujar Hanabi meyakinkan setelahnya dia keluar dari boneka pelindungnya.


"Semoga kau baik baik saja, Hanabi" cemas Medusa.


Disaat Hanabi keluar dia tidak menyangka akan melihat pemandangan yang menurutnya unik?


Kenapa tidak unik? Devosliona yang di yakini adalah rekan musuh dan seorang anak perempuan berusia 5 tahunan tengah menyerang Miyaku dengan kecepatan yang tidak dapat di jelaskan.


"Luar biasa, sepertinya rencana mereka tidak akan berjalan lancar" batin Hanabi yang langsung ikut dalam pertempuran.


Candy yang saat itu hampir menembakan peluruh api pada Hanabi langsung menganggkat senjatanya ke arah langit lalu melompat mundur sedangkan Devosliona maju untuk menggantikan Candy bertarung.


"Siapa kau? "Dingin Candy.


"Pihak lawan Miyaku, kenapa apa kau mau aku membantu mu? "Tawar Hanabi.


"Masih kecil tapi sudah begitu mengesalkan jika aku masih membutuhkan kekuatan mu untuk melawannya mungkin saat ini sudah ku jadikan kau boneka manusia dan ku jadikan koleksiku" batin Hanabi.


Candy tertawa lepas "hahaha mana mungkin kau bisa menjadikan ku boneka bibi? Lucu sekali hahahaha" tawa Candy.


"Tidak ada yang lucu dasar bocah! "Balas Hanabi.


"Bocah kata mu? Kau sepertinya perlu di kasih paham? "Raut wajah Candy seketika berubah dari wajah yang begitu imut menjadi pembunuh profesional.


Hanabi hanya menghela nafas berat, ia malah lupa dengan tujuannya dan malah memprovokasi lawannya.


"Kalian berdua mau sampai kapan di sana bantu aku mengurus anak sialan ini atau kalian akan ku lenyapkan sekarang juga?! "Teriak Devosliona dengan aurah Elvilnya.


Hanabi langsung memperintahkan pasukan boneka terkuatnya untuk membantu Devosliona menghadang pergerakan boneka milik Miyaku.


"Argh.... Sialan kau Devosliona! Kau tidak tahu aku ini siapa? Kau mau cari mati? "Ancam Miyaku.


"Cari mati kepala mu dongkol! Kaulah yang akan tiada sekarang, lawan mu adalah aku akan ku jadikan kau bawahan ku yang patuh" ujar Devosliona dengan seringaiannya jahatnya.


"Oh begitu yah? "Miyaku menunduk sejenak lalu tidak lama setelahnya dia memperlihatkan apa yang menjadi kelemahan Devosliona.


"Masih berani? "Tanya Miyaku.


"Lepaskan kakak ku! "Teriak Candy di penuhi emosi. Candy dengan berani menembakan peluruh ke arah Miyaku yang menahannya dengan mengorbankan bonekanya.


"Hahahaha..... Kalian terlalu bodoh. Aku tidak akan menyerang mereka tanpa ada persiapan terlebih dahulu, kalian sebaiknya patuh jika tidak dia akan tiada" ancam Miyaku.


Devosliona tiba tiba tersadar ke wujud normalnya sedangkan Candy berusaha menahan diri untuk tidak melawan kehendak Miyaku.


Mereka takut Dedliona akan terluka, mereka tahu Miyaku tidak akan menyakitinya tapi melihat ambisi Miyaku yang melebihi kepeduliannya mereka semakin yakin jika mereka melawan maka apa yang mereka takuti akan terjadi.

__ADS_1


"Bagus, kau bantu aku membereskan wanita ini dengan rekannya setelah selesai kalian segera bergabung ke tempatnya Any untuk menjalankan rencana ku" perintah Miyaku.


"Baik" ujar Candy gemetaran karena marah.


Devosliona mendekati Hanabi yang dengan tenang di tahan oleh musuhnya. Devosliona menatap tajam Hanabi sedangkan Candy menghancurkan boneka Hanabi dengan mudah dan menyeret Medusa yang terluka.





















Any yang mulai merasa cemas karena orang yang ia tunggu masih belum datang sedangkan Eltian sedang menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Tepat ketika Eltian sampai Miyaku juga sampai dan langsung memberikan perintah.


"Semuanya bersiap siaplah, cek persiapan pasukan kita untuk segera menjalan rencana dalam 5 menit ini "ujar Miyaku.


"Dimana Devosliona dan Candy? "Tanya Eltian yang menyipitkan matanya.


"Sedang dalam perjalanan" jawab Miyaku.


"Apa mereka mengerjakan tugas? "Tanya Eltian.


"Mereka sedang membereskan sesuatu jadi tidak perlu menunggu mereka aku sudah memberi mereka perintah untuk langsung ikut menyerang setelah menyelesaikan tugas mereka" jawab Miyaku tenang.


Eltian mulai curiga, tidak biasanya mereka berdua datang secara terlabat apalagi Devosliona yang tidak suka menjalankan tugas dari siapapun kecuali dari Dedliona.


Miyaku menyadari pemikiran Eltian dia hanya tersenyum sinis, sepertinya rencanannya ini akan di persulit tapi tenang saja Miyaku adalah sang ahli pengendali pikiran dia bisa mengubahnya dengan mudah jika dia mau.


"Tidak apa jika aku akan di hukum mati asalkan mereka sudah musnah aku pun akan dengan senang hati memberikan nyawa ku untuk kakak pertama" batin Miyaku tersenyum kecut.

__ADS_1


Berlanjutttt....


__ADS_2