
^^^JUDUL :RAPAT KEDUA^^^
...U-U...
Zilian kengatur posisi duduknya agar lebih nyaman sebelum benar benar memimpin rapat kedua, rasanya badannya terasa ingin remuk duduk beberapa jam tanpa ada pergerakan.
Semua anggota yang ada di sana juga mulai mengeluh karena tubuh mereka mulai kaku tapi Zilian memaksa agar rapat kali ini harus selesai hari ini juga.
"Seperti yang kalian lihat, dunia ini telah berubah dengan drastis kan? Tentu saja akan ada beberapa hal yang baru contohnya sebuah akademi yang telah ku dirikan, akademi itu masing masing ku dirikan satu di setiap negara dan ini akan menjadi cabang dimana Solydia akan memberikan tugasnya untuk kalian ajarkan pada mereka nanti, sayangnya jumlah kita saat ini terbilang sedikit jadi kita perlu mendirikan beberapa divisi dengan anggota di dalamnya "ujar Zilian menjelaskan.
"Di sini ada dua gedung di dalam satu area akademi, fungsinya adalah gedung pertama yang masih mengajar agen pemula dan gedung kedua seleksi ulang dimana para agen yang sudah pandai dalam bertarung akan di bimbing hingga 3 tahun di sana sebelum mereka di bawa ke setiap divisi "lanjut Zilian.
"Kalian semua harus siap siaga, mereka akan datang diwaktu tertentu, masing masing dari kalian harus membuat pasukan sendiri, jika di situasi terdesak kalian tidak perlu menghubungi satu sama lain, langsung bertindak saja tapi ingat prioritaskan keselamatan nyawa manusia dan kerahasiaan organisasi kita! "Ujar Dedliona serius.
"Oh iya, jangan lupa untuk tidak mengekspos kekuatan kalian di depan umum kecuali memang keadaan terdesak" tambah Zilian yang di angguki Dedliona.
Semua orang mengangguk mengerti. Akhirnya Dedliona dan Zilian dapat bernafas lega sekarang.
"Aku senang akhirnya bisa bersantai tanpa harus memikirkan peperangan serta rencana yang begitu menjengkelkan "ujar Medeia.
"Hm.... Benar tapi kita tetap saja harus selalu waspada, kita tidak tahu kapan mereka akan datang dan membuat kekacauan nantinya" ujar Candy yang mengingatkan situasi yang sebenarnya.
Memang benar, meski sekarang tidak ada serangan apa apa tapi tetap saja mereka akan datang dan membuat kekacauan dan di saat itu mereka harus bertindak.
Eva mengangguk setuju "benar, saat itu kita juga perlu persiapan, semakin kuat semakin baik. Dengan begitu kemungkinan terburuk masih dapat kita hindari" ujar Eva menambahkan.
"Tapi bagaimana dengan Jadey dan Chaiden? "Tanya Solydia.
"Aku akan mengurusnya dengan kakak pertama"ujar Hanzel menjawab.
Dedliona mengangguk "mamanya Zilian tidak perlu khawatir, suami anda akan baik baik saja selama saya masih ada di sini, lalu bagaimana? Apakah tidak ada pertanyaan lain lagi? "Ujar Dedliona bertanya.
"Apa kami bebas merekrut pasukan? "Tanya Bearlex antusias.
"Ya, tapi lokasinya akan di tentukan Zilian, jika ada pendapat silahkan di bicarakan" ujar Dedliona lagi.
"Sebaiknya membangun markas di berbagai negara tapi tidak semua orang, harus ada 2 sampai 4 orang di antara kita yang harus memberi arahan langsung pada agen yang telah di latih, selain memberi arahan itu bisa menjadi sebuah perekrutan tim untuk yang mau menjadi pengarah mereka" ujar Kelvin membuka suara.
"Hm.... Ide yang bagus, bagaimana jika sekarang kita putuskan saja? Aku ada beberapa ide untuk ini" ujar Zilian.
Zilian langsung menjelaskan beberapa divisi yang menurutnya penting untuk di didirikan setelah berfikir panjang akhirnya Zilian memutuskan mendirikan 5 divisi saja.
Divisi pertama memiliki tugas mengawasi setiap divisi dan akademi yang bukan hanya ada 1 tapi lebih dari 1 yang telah di didirikan di masing masing negara. Ketua dan wakil akan berkunjung di setiap pergantian tahun di semua akademi.
Divisi kedua bertugas mengurus agen pertahanan yang akan melindungi setiap akademi dan gedung utama tempat dimana Zilian dan Dedliona nanti akan memimpin, terkecuali divisi lain yang tentunya memiliki agen pertahanan mereka sendiri.
Divisi ketiga bertugas membimbing agen yang lolos ujian pengetesan dari akademi dan tentunya jika telah ahli atau lolos dari ujian di divisi ini maka mereka akan di kirim ke divisi kelima untuk di tes ulang dan memberikan peringkat untuk para agen.
Divisi keempat bertugas sebagai agen pengintai atau mata mata yang akan di kirim ke berbagai lokasi yang telah di tentukan Zilian dan Dedliona. Tugas mereka adalah menyelidiki jejak atau tanda tanda dimana para iblis akan muncul nantinya.
Divisi kelima bertugas memberikan pengetahuan lebih pada agen terpilih yang lebih tepatnya telah di latih keras dan profesional, divisi ini adalah divisi paling penting karena tugas mereka adalah divisi penyerang dan ada banyak tanggung jawab di dalamnya.
__ADS_1
Zilian menatap ke arah Solydia "aku rasa Solydia sudah tentu berada di divisi kelima bersama dengan Eva yang menjadi wakilnya" ujar Dedliona langsung memutuskan dan itu malah di angguki Zilian.
Eva mengeleng "tidak! Posisi ini lebih cocok dengan Solydia dan Jadey" potong Eva dengan cepat menolak keputusan Dedliona.
"Aku juga tidak keberatan dengan wakil mana pun" ujar Solydia menerima posisinya sebagai ketua di divisi kelima.
"Hanya Jadey yang berotak encer selain Eva, jadi sudah kuputuskan dia akan menjadi wakilnya Solydia" ujar Zilian memutuskan.
"Baik aku terima" ujar Solydia santai.
"Hm.... Kalau begitu lanjutkan"
Candy tiba tiba berdiri dan menganggkat tangannya begitu tinggi hingga berjinjit. Devosliona yang duduk di depannya bergidik ngeri melihat senyuman Candy yang begitu mengerikan baginy, pasalnya jika Candy mulai tersenyum dengan begitu bersemangat pasti dia memiliki niat lain yang pastinya begitu gila.
"Aku! Aku mau menjadi ketua di divisi ketiga bagian utama bersama dengan pria itu! "Ujar Candy bersemangat sambil menunjuk pada seorang pria yang duduk di dekat Medeia.
Kelvin menghela nafas lalu mendengus kesal setelahnya kembali menganggukan kepalanya, dia benar benar tidak ingin berdebat sekarang.
"Yeyyyyy! Horeeeeee!!! "Pekik Candy senang lalu kembali duduk ke kursinya dengan senyuman bahagianya.
"Kalau begitu aku di divisi ketiga bagian kedua sebagai ketua dengan wakil Eva" ujar Medeia.
Kelvin yang tadinya kesal menjadi senang secara tiba tiba, tentu saja karena Medeia akan satu divisi dengannya tapi di bagian yang berbeda.
"Bagus bagus! Kalau begitu kita rekan yah? "Ujar Candy kesenangan.
Akhir akhir ini Candy mengidolakan Medeia entah hal apa yang membuatnya setertarik itu dengan Medeia dan Kelvin yang jelas dia tidak mau pisah dengan dua orang ini.
"Kalau anak ku memilih divisi pembimbing maka aku akan bertugas melindungi setiap akademi saja, aku sebagai ketua di divisi kedua dengan wakil Devosliona" ujar Celviona langsung memutuskan.
"Hanya divisi ketiga saja yang diperbolehkan memiliki 2 cabang dan divisi pertama dan divisi ke empat yang di perbolehkan menambahkan wakil sisanya tidak di perbolehkan" ujar Zilian dengan cepat membuat Devosliona cemberut.
Dedliona terkekeh melihat wajah cemberut Devosliona dia pun menepuk pundak Zilian yang menoleh ke arahnya.
"Tidak mau kah kau menambahkan satu cabang lagi untuk divisi ketiga? Ada banyak agen yang akan mereka bimbing nantinya itu tidak mungkinkan kalau hanya 2 cabang saja yang mengurus bukan? "Ujar Dedliona.
Zilian yang mengerti maksudnya pun hanya bisa mendengus kesal "Haish.... Kalau begitu kita lihat saja nanti, jika memang perlu tambahan maka Devosliona akan menjadi ketuanya tapi untuk sementara dia jadi wakil kita saja dulu, aku akan memberinya hak turun tangan jika dia mau ikut bertarung" ujar Zilian yang di sambut hangat oleh Dedliona.
"Hehehe, kau harus mencari wakil yang lain" ujar Devosliona meledek.
"Huh! Hey kau si penutup mata! Kau saja yang mengantikan Devosliona sialan itu! "Teriak Celviona.
Slayer Demon mengangguk dia sama sekali tidak menolak baginya Celviona bisa di andalkan dan dengan adanya dirinya dia bisa membuat pasukan mereka menjadi begitu keras dengan teknik teknik yang telah Slayer Demon kuasai.
"Bagaimana dengan divisi pertama dan divisi keempat? "Ujar Dedliona.
"Menurut kalian siapa yang cocok? "Tanya Zilian.
"Kelvin! Ah..... Aku lupa dia wakilnya Candy sekarang" lesuh Medusa.
Candy yang mendengar usulan Medusa segera menatap tajam ke arahnya.
__ADS_1
"Jangan seenaknya ngomong gitu dong! Dia sekarang wakil ku, tidak boleh ada yang ambil! "Batin Candy yang masih menatap tajam ke arah Medusa yang tidak menghiraukan tatapan Candy padanya.
"Kenapa tidak kau saja? Kau kan ahli dalam menyelinap? "Ujar Kelvin dengan tatapan dinginnya seolah keberatan dengan usulan Medusa.
"Kau lebih bisa di andalkan" balas Medusa.
"Aku saja yang jadi ketua di divisi keempat dengan 3 wakil yakni Medusa, Leix dan Laurel" ujar Hanabi santai sambil menatap semua anggota datar.
"Apa? Tiga wakil? Ini tidak adil! "Kaget Candy dan Devosliona secara bersamaan mengucapkan kalimat yang sama.
"Kalian tidak dengar yah? Divisi pertama dan divisi keempat di perbolehkan memiliki wakil lebih dari satu sudah sewajarnya aku memilih mereka bertiga jika kalian keberatan bicarakan saja pada mereka berdua! "Ujar Hanabi menunjuk ke arah Zilian dan Dedliona.
"Wajar jika divisi pertama dan keempat memiliki banyak wakil, divisi ini bahkan lebih menjengkelkan dari 3 divisi sisa" ujar Lucas berdecak.
Kelvin tiba tiba mengingat waktu Lucas memberitahu Medeia tentang perasaannya padanya dan dia benar benar tidak terima dengan hal itu.
Ini saatnya untuknya membalas dendam!
"Kenapa tidak kakak saja yang menjadi ketua? Kakak kau begitu dewasa dan teliti posisi ini cocok dengan mu sedangkan untuk wakilnya Alpha dan kak Zen yang akan membantu mu" ujar Kelvin tersenyum licik pada Lucas yang mengertakan giginya kesal.
"Kau! Dasar kau adik bodoh! Bilang saja kau ingin melihat ku menderita?! "Geram Lucas yang mengebrak meja.
Melihat wakilnya di gertak Candy spontan melompat ke atas meja dan melototi Lucas. matanya mulai berwarna merah darah dan saat itu pula Lucas kesulitan dalam bergerak bahkan bernafas.
"Candy! Turun dari meja atau kau akan mendapat hukuman karena telah membuat keributan selagi rapat di laksanakan! "Ujar Devosliona yang langsung menjalankan tugasnya sebagai wakil pemimpin.
"Kau kira aku akan diam jika orang ku di bentak? Dia berada di tangan ku jika aku mau tubuhnya bisa saja meledak atau terpotong potong saat ini juga" ancam Candy.
Devosliona tahu betul kekuatan Candy itu bagaimana dan sangat jarang Candy mengeluarkan mata darah bulannya kecuali dia benar benar merasa di pojokan tapi sekarang hanya karena dia?
Dedliona membaca mantranya dan seketika itu pula Candy mengembalikan kebebasan pada Lucas, matanya juga kembali ke warna awal.
"Jika bukan karena melihat kakak pertama dia pasti sudah ku mutilasi" batin Candy kesal.
Dedliona bernafas lega, Any yang duduk di dekat Lucas hanya menepuk pundaknya pelan untung saja Candy memilih mendengarkan Dedliona jika tidak maka tamatlah riwayatnya.
"Ck, mengerikan sekali! Engh.... Bagaiman dengan sisanya? "Ujar Lucas sambil menyeka keringatnya.
"Tenang saja, sisanya akan menjadi guru di akademi utama kita, Any, Hexillia, Slavina dan kesembilan rubah penjaga akan ikut serta dalam membimbing di akademi utama dengan begitu mereka bisa bertempur dengan mempelajari pengalaman tempur dari master mereka "ujar Zilian.
"Apa masih ada yang ingin kalian tanyakan? "Ujar Dedliona.
Beberapa antara mereka mengeleng dan sisanya hanya diam saja "kalau begitu rapat kedua kali ini selesai, rapat selanjutnya akan di adakan jika memang perlu atau ada hal yang mendesak yang perlu dibicarakan" ujar Zilian.
"Jika kalian merasa ada yang mencurigakan kalian boleh menemui Devosliona dia akan membantu kalian menyampaikannya pada kami, baik rapat kali ini selesai silahkan bubar" ujar Dedliona.
Zilian berdiri terlebih dahulu lalu berjalan keluar di ikuti dengan Dedliona dan Devosliona dibelakangnya.
Tidak lama setelah mereka bertiga keluar mereka juga memutuskan untuk meninggalkan ruangan dan mulai membangun agen mereka serta pergi ke ruangan divisi mereka untuk mulai menjalankan divisi mereka.
Hanya divisi keempat yang pergi keluar negeri dan memilih untuk mengatur anggota mereka di negara jepang mereka memilih dua negara dan membangun markas di kedua negara itu. Negara satunya adalah Korea.
__ADS_1
Empat divisi lainnya tinggal di dalam gedung utama tapi dengan posisi yang berbeda beda di dalam gedung.
Berlanjuttttt......