Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 33


__ADS_3

...~π~π~π~...


Eva menerima laporan dari Cestania bahwa mereka telah menyerang dan berusaha menghancurkan perisai dengan cara membakar dan menembakan peluruh ke perisai.


"Perisainya masih bisa di pertahankan beberapa saat tapi kekuatan yang mereka terima tidaklah cukup jika terus begini takutnya mereka akan dalam bahaya" lapor Cestania cemas.


"Oh? Aku bisa menanganinya, katakan pada Zen dan Kelvin untuk memindahkan posisi para penyerang ke berbagai tempat yang berbeda "perintah Eva yang di angguk ki Medeia.


Medeia merentangkan tangannya dan memberikan bunga yang mengandung energi tak terbatas.


"Berikan bunga ini untuk mereka berdua, dengan begitu mereka tidak akan terluka meski kekurangan energi dan menerima penyembuhan dari ku"


"Ingat mereka bertugas membuat perisai bukan untuk bertarung jika mereka terganggu semua yang mereka lakukan akan sia sia, bunga ini hanya menyembuhkan luka mereka dan mensuport energi bukan melindungi mereka" peringat Medeia.


Cestania menganggul mengerti lalu meleset pergi untuk menyampaikan pesannya pada Kelvin dan Zen.


Eva menghela nafas "bagaimana kalau kita mengerahkan pasukan petarung kita untuk memberi mereka pelajaran? Aku membuat beberapa jebakan untuk melindungi para tim medis "ujar Eva.


"Kau ingin memulai serangan balasan? "Ujar Medeia.


Eva mengangguk "kalau begitu lakukanlah, kita tidak bisa tinggal diam melihat mereka menyerang kita secara brutal, aku akan membantu mu jika para pasukan penyerang membutuhkan bantuan" ujar Medeia.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membawa Slavina bersama ku" ujar Eva yang membuat portal menuju luar perisai tepatnya menemui Cestania dan Hexillia yang sedang menjalankan tugas mereka.


"Kenapa Zilian ku tidak bergerak sama sekali? "Cemas Medeia.


...^•^•^•^...


Zilian terus mengawasi pergerakan musuh hingga bosan dan beralih memperhatikan Eva yang tengah mengobrol dengan Hexillia di balik pepohonan dan semak belukar.


Eva yang tidak sadar sedang di awasi oleh Zilian meneruskan percakapannya dengan Hexillia.


"Bagaimana menurut mu?" tanya Eva meminta pendapat dari Hexillia.


"Kau kan sudah bilang dengan Medeia untuk menyerang balik kenapa malah menanyakan hal yang sama dengan ku? "Kesal Hexillia.


"Aku tidak mau bekerja secara sendiri" ujar Eva.


"Jadi jika ada kesalahan maka kau akan melibatkan ku? mimpi sana! "Ketus Hexillia.


"Ya sudah jika kau tidak mau, aku dan Cestania akan mengerjakannya tapi ingat jika semuanya gagal bukan kah kau yang akan di salahkan? "Ancam Eva.


"Cih, ya sudah katakan pada ku apa yang harus ku lakukan? "Decih Hexillia. Mau tidak mau dia harus menurut jika tidak Eva bisa saja memberikan laporan palsu pada Medeia dan tentu saja Medeia akan percaya.


"Nah gitu dong, kau bawalah pasukan ini ke bagian utara secara diam diam, keluarlah setelah aku memberikan mu pertanda" ujar Eva yang tersenyum licik.

__ADS_1


"Entah hal apa yang akan terjadi pada mereka" pikir Hexillia yang berkidik ngeri.


Eva membawa sebagian pasukan untuk memberikan celah pada Hexillia umtuk mengambil posisi di bagian utara.


Eva dengan terang terangan menghampiri Laoyin yang kaget akan kedatangannya karena dia tidak menyangka mereka akan keluar untuk memberikan serangan balik.


"Hallo lawan? "Sapa Eva dengan senyuman cerianya.


Tanpa membalas Laoyin langsung menyerang Eva yang juga meladeninya dengan memberikan serangan balasan.


Diam diam Laoyin memberikan peringatan pada Any yang langsung mengirimkan pasukan tambahan untuk membantu Laoyin.


Bertarung sendiri sendiri bukanlah hal yang efektif ini membuat Laoyin kalah telak karena kekuatan Eva jauh di atasnya, tanpa adanya bantuan Laoyin kesulitan melawan karena pasukan lainnya bekerjasama untuk melumpuhkannya.


"Kapan pasukan ku akan sampai? "Kesal Laoyin yang perlahan mundur karena menerima beberapa luka sayatan di bagian lengan dan punggungnya.


"Awalnya aku hanya ingin bertanya pada mu tapi kau malah menyerang ku jadi salahkan diri mu sendiri" ujar Eva menghela nafas.


"Aku pergi dulu, sebaiknya kau sembuhkan luka mu dulu baru menyerang, okey? "Ujar Jadey yang melemparkan serum penyembuh pada Laoyin yang menerimanya.


"Aneh, kenapa dia malah membantu ku? "Batin Laoyin.


Laoyin mencium serum yang di berikan Eva padanya, dia semakin bingung karena serum yang di berikan Eva sama sekali tidak miliki racun.


Di saat Eva sampai di lokasi, Eva langsung menyerang Yon yang sedang mengeluarkan api begitu banyak untuk menghancurkan perisai pun berhenti dan melawan Eva yang dengan lincahnya menghindari serangan Yon dengan mudah.


Jangan lupa Eva itu seorang siluman Rubah!


Peperangan mulai terjadi antara Eva melawan Yon tentu saja Yon tidak sendiri dalam bertarung, Bearlex menyerang Eva dengan menembak ke arah Eva dan Slayer demon yang membantu Yon dengan pedangnya.


Eva tersenyum kecut tampaknya dia akan kesulitan dalam melawan mereka. Kelvin yang melihat Eva di serang pun mulai membantu Eva yang bertarung di dekat perisai dengan cara mengeluarkan kabut hitam ke daerah dimana Eva tengah bertarung.


Eva yang tahu dari mana asal kekuatan ini pun mengerti, tidak di sangka Kelvin akan membantunya meski dia sendiri sedang menajalankan tugasnya.


Bearlex kesulitan dalam menembak karena kabut hitam tebal mengelilingi Yon dan Slayer Demon. Bearlex pun berhenti menembak dan hanya menontoni mereka dari bawah.


Tapi sangat di sayangkan pasukan tambahan yang berjumlah 2000 ribu telah datang untuk membantu Eva yang di pimpin oleh Chaiden atas perintah istrinya, Medeia.


Eva mengacungkan jempolnya pada Chaiden di tengah pertarungannya dengan Yon dan Slayer Demon.


Chaiden mengeleng pelan melihat kelakuan Eva yang begitu santai dalam bertarung "dia sama saja dengan Medeia "gumam Chaiden.


Setelahnya Chaiden pun memberikan perintah pada pasukannya untuk menyerang balik.


Zilian yang mrngawasi mereka berdecak kesal karena Eva melupakan tugasnya dan malah keasikan bertarung.

__ADS_1


"Arghhhh.... Kacau sudah! "Teriak Zilian frustasi.


Zilian hanya bisa berteriak karena dia masih harus mengumpulkan kekuatannya lalu langsung mengakhirinya.


Begitu juga dengan Medeia yang mengeram frustasi melihat Eva terhanyut dalam pertarungan.


"Habislah" gumam Medeia yang menghela nafas berat.


Peperangan terus terjadi, Hexillia telah sampai sejak tadi bersama pasukannya dan kini tengah menunggu aba aba dari Eva yang tak kunjung datang.


"Apa yang anak itu lakukan? Jika terus begini aku akan lumutan karenanya! "Kesal Hexillia yang terduduk sambil memainkan rambutnya di bawah sebuah pohon rindang.


"Yo"


"Kau? "Kaget Hexillia.


Nasib apa yang di alami Hexillia sampai harus menghapi Any? Jika Leix memberikan informasi yang benar maka tamatlah riwayatnya sekarang.


"Bagaimana kau bisa tahu kalau aku ada di sini? "Tanya Hexillia mencoba berbasa basi.


"Dengan cara mengikuti ajal mu" jawab Any dengan wajah datarnya.


Hexillian mau tidak mau harus melawan Any yang sudah mengeluarkan belatinya dan menatap tajam ke arah Hexillia yang gemetaran.


"Astaga, dia kelemahan ku bagaimana caranya melawan iblis ini?! "Gumam Hexillia yang terus meremas pedangnya dengan kuat.


Any mulai melayangkan serangan pada Hexillia yang hanya menghindar. Hexillia semakin ketakutan karena serangannya yang tidak tanggung tanggung.


"Arggghhhh kapan anak sialan itu kemari? Apa dia akan membantu ku setelah aku terkapar tanpa nyawa di sini!? "Batin Hexillia geram.


"Berhentilah menghindar, kau tidak perlu takut kau akan menderita sedetik saha dan seterusnya kau tidak akan merasakannya" ujar Any mengerak gerakan pedangnya.


"Pala mu! Menjauh kau! "Teriak Hexillia ketakutan.


"Kau tidak menerima pilihan pertama maka...... "


Any meloncat ke hadapan Hexillia yang langsung meninggalkan posisinya dan terus melompat menjauh daru Any yang terus mengejarnya.


"Tidak bisa, tidak bisa! Jika terus menghindar pasukan yang ku bawa hanya akan menganggur tanpa ada pemimpin. Hexillia diam diam mengirim transmisi suara ke salah satu pasukannya lalu kembali fokus untuk bertahan.


"Tidak akan ku biarkan kau mengacaukan rencana kakak pertama" batin Any.


Any pun langsung mengejar Hexillia dengan kecepatan tinggi


Berlanjutttt.....

__ADS_1


__ADS_2