
Jadey dan Hanabi pergi ke Amerika untuk mencari keberadaab dua bersaudara ini, di sebuah desa mereka menemukan mereka tepatnya di sebuah gubuk yang begitu berantakan.
Kedua anak itu menatap ke arah Jadey yang berjalan mendekati mereka. Kedua anak itu perlahan mundur takut jika orang yang tidak mereka kenal ini menyakiti mereka.
"Jangan takut, kakak tidak akan menyakiti kalian percayalah pada kakak"ujar Jadey mengukurkan tangannya pada Seorang gadis imut dengan poni yang membuatnya semakin imut.
Gadis itu menjabat tangan Jadey dengan tatapan waspada, tidak lama setelah Gadis itu melepaskan jabatannya Jadey merasa tangannya agak aneh.
Ketika ia melihat tangannya ia menemukan tangannya sudah meleleh dan menyisakan tulang saja.
"Kau sudah tahu kalau kau memiliki kekuatan? Bagaimana bisa kalian menyadarinya? "Tanya Jadey yang akhirnya berjongkok.
"Kami mengetahuinya di saat kami kehilangan kedua orang tua kami saat itu, kami memutuskan untuk melatih kekuatan ini sebagai perlindungan diri saja" jawab gadis itu.
"Saya rasa anda mengetahui hal ini juga dan sengaja mencari kami kan? "Tanya saudaranya lagi.
Jadey tersenyum tipis dan memperlihatkan tangannya yang mulai sembuh.
"Kalian lihat kan? Aku juga memiliki kekuatan yang dengan kalian, hanya saja kekuatan kita berbeda. Aku lupa memperkenalkan nama ku pada kalian, aku Jadey dan ini teman ku orang yang memberikan ku kekuatan dan teman ku di istana boneka"ujar Jadey.
"Kakak kupu kupu yang ada di kepala kakak bergerak? "Kaget Gadis itu.
"Penasaran kan? Bagaimana kalau kalian memperkenalkan diri kalian nanti aku akan memperlihatkan kekuatan kakak dan alasan kenapa kupu kupu yang ada di kepala kakak bergerak" ujar Jadey.
"Baiklah, aku Laurel dan dia adalah kakak ku Leix "ujar Laurel yang mulai tersenyum ke Jadey.
"Sesuai janji"
Jadey mulai berdiri dan menutup matanya. Perlahan tubuhnya menghilang di gantikan banyak kupu kupu yang berkeliaran di sekitarnya.
"Indahnya" senang Laurel.
Kupu kupu itu mengelilingi mereka dan bermain bersama dengan Laurel dan Leix.
"inilah kekuatan kakak, selain berubah menjadi kupu kupu kakak bisa menggunakan racun dan mengendalikannya sesuka kakak"ujar Jadey dengan wujud masih dalam sekumpulan kupu kupu.
"Begitu yah kak, ternyata bisa begitu juga yah... Aku tidak merasakan ancaman dari kakak yang berarti kakak berniat baik pada kami"ujar Laurel.
"Aku pun merasakan hal yang sama"ujar Leix yang akhirnya berbicara.
"Mau kah kalian iut dengan kami? Kami akan memenuhi apa yang kalin inginkan selama kalian tidak berniat melawan kami" ujar Jadey yang kembali ke wujud manusianya.
"Jika kami menolak? "Ujar Leix.
"Kami tidak akan memaksa" balas Jadey.
"Aku ikut! Asalkan kakak mau membantu kami memperkuat kekuatan kami dan memberikan kami kehidupan yang layak" ujar Laurel yang tiba tiba memeluk Jadey.
"Baik, kakak berjanji "senyum Jadey.
__ADS_1
"Asalkam bisa membunuh para iblis itu kami akan melakukan apa saja "ujar Leix yang mengertakan giginya.
"Tenanglah dik, aku akan membantu kalian"
"Sudah cukup, sudah banyak waktu yang kita buang sebaiknya kita kembali ke kerajaan ku"kesal Hanabi.
"Baiklah
Jadey pun membuat portal mengikuti Hanabi yang sudah pergi duluan.
Sesampainya di Labnya Jadey mereka di sambut dengan banyak boneka yang membuat Laurel terkaget bersama dengan Leix.
"Kyaaaaaa!!! "Teriak Laurel.
"Tenanglah, mereka tidak berbahaya"ujar Jadey yang melototi para boneka itu.
Boneka itu segera menundukan kepalanya dan mulai menjauhkan diri mereka dari mereka bertiga.
"Ini Lab ku, tempat di mana aku meneliti banyak racun dan membuat ramuan yang dapat memperkuat para boneka ini"ujar Jadey.
"Tempat inu cantik sekali tapi satu hal yang membuat mereka seram itu karena boneka yang ada di sana" Laurel menunjuk para boneka yang masih menundukan kepala mereka.
"Benar sekali, tapi bagaimana pun mereka itu kuat sekali sekaramg dan mereka masih berguna dalam membunuh para iblis dan menjadi penjaga jadi masih untung"ujar Jadey.
"Kakak tidak takut? "Tanya Laurel.
Jadey mendekatkan boneka itu pada Laurek yang mengeleng kuat.
"Jangan takut, kau cobalah berinteraksi dengannya"ujar Jadey memberi dukungan.
"H-halo, aku Laurel dan mulai sekarang mohon bimbingannya.
"Hallo juga Laorel, kami akan membantu anda dengan senang hati seperti kami melayani nona Jadey" tunduk boneka itu.
"Lihatlah dia tidak berbahaya kan? "Senyum Jadey.
"I-itu.... "Takut Laurel.
"Tenanglah, oh iya tolong ambilkan serum yang ada di rak ke 206"" ujar Jadey yang langsung di laksanakan oleh boneka itu.
"Baik".
Beberapa saat kemudian boneka itu kembali dengan sekotak kaca dan menyerahkan kotak kaca itu pada Jadey.
"Terimakasih, kalian siapkan baju untuk mereka dan siapkan juga beberapa hiasan untuk Laurel dan Leix di kamar ganti Lab ku" perintah Jadey.
"Baik" serempak boneka itu yang langung bergerak melaksanakan tugas mereka.
Jadey mengambil suntikan dan mengisinya dengan serum yang ada di dalam kotak itu.
__ADS_1
"Nah sekarang ulurkan tangan kalian, kau pastikan ini terekam dengan baik dab kabari Hanabi kalau kita akan ke kediaman untuk memperlihatkan ini pada yang lainnya" ujar Jadey memperingati.
"Baik nona" patuh boneka yang tadi.
Laurel mengulurkan tangannya tanpa ragu, Jadey menyuntikan serum itu ke lengan munggil Laurel dan beberapa saat kemudian Laurel merasa ia semakin sehat dan tubuhnya menjadi kuat.
"Apa yang kau rasakan? "Tanya Jadey.
"Hanya sedikit kesemutan saja, seluruh badan ku terasa aneh tapi di sisi lain aku merasa kekuatan ku semakin lama semakin mudah untuk ku kendalikan"ujar Laurel bingung.
"Sekarang giliran Leix lagi" ujar Jadey yang menganti serumnya lagi
Sama dengan Laurel ia pun mengulurkan tangannya tanpa ragu "silahkan"ujar Leix yang mengulurkan tangannya pada Jadey yang hanya tersenyum lembut padanya.
"Sudah, kau antar mereka untuk menganti pakaian mereka dan ajak mereka jalan jalan yah, jika mereka meminta sesuatu turuti saja selama itu tidak menyakiti mereka dan merugikan kami" ujar Jadey.
"Baik nona" patuh boneka itu.
"Silahkan ikut saya untuk berganti pakaian "ujar boneka itu mempersilahkan mereka.
"Tunggu aku kembali aku akan melatih kalian dan mengajak kalian bertemu dengan Louse" Jadey mengacak rambut Laurel dan Leix.
"Terimakasih kak sudah mu membantu kami"senyum Laurel.
"Sama sama, kalian pergilah pastikan diri kalian nyaman yah" sentum Jadey.
Mereka mengangguk dan akhirnya pergi meninggalkan Jadey yang hanya menatap mereka, setelah mereka tidak terlihat lagi Jadey pun keluar dari ruangan Labnya dan menemui Hanabi.
Di ruangan pemerintahnya Jadey memberitahu Xelly dan Yelly untuk menyuruh Hanabi menemuinya sesegera mungkin.
Beberapa saat kemudia Xelly dan Yelly kembali dengan Hanabi yang berjalan mendekati Jadey.
"Kalian keluarlah" perintah Hanabi.
"Baik" kompak Xelly dan Yelly.
"Bagaimana soal keputusan Celviona? Apa dia masih belum memutuskannya? "Tanya Jadey.
"Tidak, sampai sekarang dia terus memberi ku jawaban yang sama"ujar Hanabi yang tampak kesal.
"Kalau begitu kita kesana dan meminta penjelasannya dulu, aku akan berkeliling di berbagai negara sebentar untuk mencari tahu perkembangan iblis sampai di mana" ujar Jadey.
"Baik, sampai bertemu di kediaman"ujar Hanabi menepuk pundak Jadey.
"Ya" dingin Jadey.
Mereka pun berpisah satu sama lain dengan portal yang mereka buat masing masing.
Berlanjut.....
__ADS_1