Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 20


__ADS_3

Setelah mereka sampai di tempat tujuan mereka segera menelusuri setiap daerah meski mereka merasa agak ragu untuk masuk lebih dalam.


"Aku tidak berani masuk ke sana "ujar Laurel menghentikan langkahnya.


Leix menatap Laurel yang berwajah serius, ia nampak memperhatikan hutan di depannya dan beberapa pepohonan yang menggambarkan sebuah pilar besar yang begitu tangguh.


"Misi kita adalah menyelidiki lagi pula sudah di tegaskan dalam menjalankan misi hidup mati ada di tangan kita sendiri" ujar Leix tampak pasrah.


Laurel menghela nafas pelan, ia menatap kakaknya ini dengan tatapan sinisnya, ia tidak menyangka kakaknya ini tidak mempedulikan nyawanya sendiri.


"Terserah, jika kau mati aku akan ikut dengan mu"


Laurel langsung masuk tanpa ragu lagi di ikuti Leix yang mempercepat langkahnya dan mengenggam tangan Laurel erat.


Setelah memasuki kawasannya Laurel dan Leix berdecak kagum akan apa yang mereka lihat, beda dengan para iblis yang mereka lawan hari lalu. Mereka tampak seperti saudara dan anehnya mereka terlihat begitu senang.


Kakak beradik ini menatap satu sama lain dengan pertanyaan yang sama di dalam pikiran mereka, mereka berdua mulai tertarik dan memutuskan untuk melanjutkan misi mereka.


Mereka menggunakan ramuan penghilang bau dan tubuh transparan yang sempat Jadey selipkan sebelum mereka benar benar pergi, tentu saja Jadey akan membantunya karena mereka adalah keluarga barunya.


Setelah menggunakan ramuan itu Laurel memasuki bangunan yang terbuat dari kristal berwarna warni yang begitu indah, sedangkan Leix berpisah dengan Laurel untuk menyelidiki tingkah laku para iblis yang saat ini mereka ansumsikan sebagai manusia yang telah terinfeksi.


Laurel terus menelusuri ruangan mencari para iblis inti yang sepanjang jalan hanya berpapasan dengan para iblis yang berlalu lalang. Tak satu pun iblis inti yang berjalan di koridor istana kristal ini.


"Sial! Kemana mereka pergi? "Marah Laurel yang berusaha tidak menghancurkan benda benda yang ada di dekatnya.


"Jika mereka tidak muncul di dalam istana ini berarti mereka pasti berkumpul di suatu ruangan yang jauh dari istana ini "pikir Laurel yang terduduk di pojok ruangan.


Samar samar Laurel mendengar sebuah langkah kaki yang mendekat ke arahnya, Laurel yang merasa terancam segera memojokkan dirinya ke belakang pintu dan berusaha tidak membuat suara apa pun.


Seorang anak kecil juga mengikuti wanita itu dari belakang, Laurel menyipitkan matanya untuk melihat wajah mereka baik baik dan merekamnya.


"Member baru? Cih... Kalau begini pasukan kami yang tengah terluka parah bisa bisa akan terpukul mundur "ujar Laurel dengan suara rendahnya.


RINGHHH.....


Wanita yang memimpin jalan itu berbalik dan menatap tepat ke arah Laurel yang menutup mulutnya rapat rapat. Sedangkan gadis di belakangnya mengangkat bahunya tidak peduli.


"Hey, Miyaku masuk jika tidak kakak akan marah dan bisa bisa menjadikan mu makanannya Ceihon" ujar gadis kecil itu berlalu pergi memasuki ruangan setelah menyelesaikam kalimatnya.


"Ahemmm" dehem Miyaku memalingkan pandangannya dari balik jendela itu.


Laurel menghela nafas lega saat Miyaku memasuki ruangan itu, Laurel mendekatkan telinganya untuk mendengar percakapan mereka.

__ADS_1


DI DALAM RUANGAN


Mereka semua tengah menunggu kedatangan Candy dan Miyaku yang masih belum menampakan batang hidung mereka, sudah lebih dari dua jam mereka menunggu dan akhirnya mereka sampai.


"Kenapa kalian lama sekali? "Kesal Devosliona yang berdiri menghampiri mereka.


Candy segera berlari ke arah belakang Dedliona yang dengan sigap memeluknya.


"Lihat dia! Dia mau memakan ku?! "Candy terus menunjuk ke arah Devosliona yang langsung diam bungkam saat melihat Dedliona menatapnya tanpa berkedip.


"Jangan membuat keributan di saat pemimpin kita baru kembali" lerai Any yang di segani oleh anggota inti iblis terkecuali Dedliona.


Devosliona kembali ke tempatnya semula dengan wajah yang memerah karena menahan amarah, Candy tersenyum kemenangan.


"Candy jangan membuat saudara mu kesal, aku tidak mau kau terus begini" nasehat Dedliona dengan suaranya yang begitu lembut.


"Hahahha.... Baiklah nanti aku akan keluar sebentar mau memberikan Ceihon makanan" ujar Candy.


"Baiklah, ingat untuk tidak membuat masalah lagi" peringat Dedliona yang mendapat anggukan cepat dari Candy yang menarik kursi di sebelahnya untuk ia duduki.


Miyaku terus menyembunyikan wajahnya agar tidak ada yang menatapnya, ia sangat sedih setiap kali melihat sosok yang selalu ia sayangi.


Dedliona yang melihat tingkah Miyaku pun berdiri dan menghampiri Miyaku lalu memeluknya.


"Jangan dendam dengannya dia tidak memiliki niat buruk dengan kita" ujar Dedliona menenangkan.


"Kita telah kembali... "


"Tapi tidak teruntuk saudara ku yang mati di bawah kekuatannya! Jika bukan karena peri Cahaya Yi yang ada di sini membantu kak Devosliona menyembunyikan tubuh kita mungkin ras kita akan musnah dan kau tidak akan kembali kak Dedliona" ujar Miyaku yang melepaskan pelukan Dedliona dengan air mata yang mengalir deras.


"Apa kau dendam? "Tanya Dedliona.


"Ya, aku akan menyelesaikan masalah ku dengannya tanpa melibatkan kalian semua" Miyaku pergi dari ruangan.


"Kekanak kanakan" ketus Read X


"Heh... Biarkan saja toh dia tidak akan mengerti kenapa kita kembali" timpal Bearlex yang membersihkan belatinya dengan sangat teliti.


"Lupakan sejenak soal Zizi mari kita merayakan kembalinya putri pemimpin klan kita sang kristal kebaikan dan kelembutan" sorak Slayer Demon yang langsung mendapatkan teriakan heboh dari anggota lainnya.


Dedliona mengangkat tangannya agar mereka berhenti untuk berteriak di dalam ruangan.


"Cukup saudara ku, menurut kalian apakah kita harus tetap diam atau membantu mereka? Sejujurnya Zhi tidak akan membuat ku menderita dan kalian tahu kan bagaimana sifat ku terhadapnya meski saat itu dialah yang membuat ku seperti ini" sedih Dedliona.

__ADS_1


"Kak aku paling mengerti maksud mu, tapi kali ini aku tidak bisa tinggal diam membiarkan klan kita tetap diam dan bersikap acuh, bagaimana dengan paraa iblis yang kita rekrut? Mereka sudah cukup menderita kita harus memulihkan kondisi mereka dan membawanya ke jalur yang sesungguhnya"ujar Candy panjang lebar.


Hanzel mengebrak meja keras membuat para penghuni di sana menatap ke arahnya "oh? Aku tidak peduli! Jika kemauan kak Dedliona demikian maka aku dan yang lainnya akan menyerahkan hidup kami demi klan kita" ujar Hanzel penuh penekanan.


"Hahahaaa.... Jangan mimpi! Kau ingin mati? Bagainana dengan kami para saudara mu? Kami tidak ingin ada yang gugur dari kita semua" tolak Amy mentah mentah.


"Lalu kau mau melihat mereka hidup bahagia? Hehehe aku tidak akan membiarkannya" ujar Candy membuat suasana semakin memanas.


"Kau mau menambahkan derajat panasnya, Candy? "Ujar Miyaku yang langsung menjitak kepala Candy dari arah belakangnya.


"Argh!!! "Ringis Candy yang memegangi kepalanya.


"Berhenti membuat mereka tambah marah! Dasar kau tukang onar" marah Miyaku.


"Hiks... Iya deh" cemberut Candy.


"Baiklah teman teman, begini saja jika kalian menolak seperti tadi aku hanya bisa memberikan saran untuk mengikuti jalan pikir kak Dedliona terlebih dahulu, meski niat kak Dedliona tidak terlalu mendapatkan sambutan hangat dari kalian tapi aku bisa menjamin saat klan kita terganggu maka jangan ada yang menahan diri untuk membunuh mereka" ujar Devosliona tegas.


"Oh iya rencana mu luar biasa bagus meski pembuat rencananya kembali dengan sisa tubuh yang termutilasi tapi setidaknya masih berguna" sindir Candy yang membuat orang itu semakin memanas.


"Diam atau kau mau Ceihon menjadi daging rebus? "Ancam Devosliona yang merampas belati dari tangan Bearlex.


"Jangan! Aku saja! "Teriak Candy yang lansung menggunakan teleport ke depan pintu ruangan itu.


"Hanya bercanda hahaha.... "Tawa Devosliona terbahak bahak.


"Sialan kau! "Ketus Candy yang sudah berlinang air mata.


Semua yang ada di sana menertawai Candy yang menangis, setiap kali Candy menangis dia akan begitu imut entah mengapa saat dia menangis semua akan merasa digelitik oleh sesuatu.


"Intinya aku tidak akan membiarkan dia menyerang keluarga kita dan memisahkan kita lagi, jika itu Zhizi aku tidak akan segan memisahkan kepalanya dari tubuhnya" ujar Dedliona yang membuat orang di sana berkidik ngeri.


Apa yang di ucapkan Dedliona selalu akan ia tepati maka dari itu apa yang dia katakan saudara saudaranya akan mendengarkannya dengan baik sebelum Dedliona berhenti berbicara.


Tidak ada satu pun di anta mereka yang mau menolak rencana Dedliona yang bagi mereka, Desliona adalah dunia mereka.


DILUAR RUANGAN


Mendengar percakapan mereka Laurel tersentuh akan ke hangatan mereka, yah sepertinya mereka tidak ada niat untuk membalas dendam pada mereka.


Tapi yang membuat Laurel bertanya tanya adalah mengapa mereka menyerangnya lalu membawa Rafaela ke dalam istana ini? Lalu bagaimana dengan manusia yang telah berubah menjadi iblis itu? Mengapa mereka mengubahnya padahal mereka tidak membutuhkannya sama sekali dan kenapa para iblis itu tampak begitu senang saat berada di sini? Seolah olah mereka telah terbebaskan dari penjara hidup antara kematian?


Banyak pertanyaan yang tergiang di kepala Laurel yang saat ini duduk menetap di pojokan ia tidak berniat meninggalkan istana ini.

__ADS_1


Terasa sangat hangat dan begitu menenangkan bahkan Laurel merasa tidak ingin kembali dan tetap berada sini.


**Berlanjuttt**....


__ADS_2