Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
PART 14 : PERGERAKAN AWAL


__ADS_3

Medeia menuruni anak tangga menuju ruang makan dengan ke adaan berantakan, tanpa memperhatikan taatapan mata yang memandangnya saat ini.


"Selamat pagi Medeia"sapa Rika dengan senyum terhangatnya.


"Makan makanan mu"perintah Medeia duduk dengan kasar.


"Oke boss, eh ku dengar dengar ayah mu akan ikut ke kantor bersama mu? "Ujar Rika memulai gosip.


"Di depan ada tukang sayur nanti kau pergi saja di sana berkumpul dengan ibu yang membeli sayur "ujar Medeia memakan makanannya dengan kasar.


"Menyebal kan ya sudahlah kalau kau tidak mau menemani ku"kesal Rika.


"Di mana Eva? Mengapa belum turun? "Tanya Medeia ke pelayan yang menyedia kan makanan.


"Dia di panggil dengan tuan agar membantunya mempersiap kan sesuatu"ujar pelayan itu membungkuk.


"Sudah berapa kali aku mengatakan kalau tidak ada tamu tidak perlu bersikap formal, kalian ini adalah orang ku biarpun aku yang sebagai pemilik rumah juga tidak ada apa apanya jika kalian tidak ada di sini"


"Dengan kata lain derajat kalian sama saja dengan ku"ujar Medeia berdiri.


"Nyonya saya tidak dan rekan saya tidak pantas anda perlaku kan seperti ini, kami hanya pelayan maka akan tetap pelayan, anda sudah sangat baik telah membantu kami, saya mewakili rekan saya mengucap kan banyak terima kasih"ujar pelayan itu membungkuk hormat.


"Apa kau tau apa itu nyawa? "Tanya Medeia duduk bersantai.


"ya nyonya"ujar pelayan itu heran.


"Setiap manusia, hewan dan tumbuhan memiliki nyawa masing masing memiliki satu nyawa, jika nyawa itu menghilang tubuh tidak akan bisa bergerak bukan? Siluman pun juga begitu"


"status bukanlah kelemahan, menurut ku kalian memiliki hak untuk memilih jalan kalian masing masing, jika ada orang yang berbuat jahat itu pasti memiliki alasan dan tersangkanya adalah masa lalu"ujar Medeia meminum secangkir tehnya dengan anggun.


"Baik saya mengerti"ujar pelayan itu mengangkat kepalanya.


"Jadi intinya adalah setiap mahkluk yang bernyawa memiliki status yang sama tidak peduli itu kaya atau miskin, cantik atau jelek, pintar atau bodoh status yang sebenarnya adalah masing masing memiliki satu prinsip yang sama yaitu bertahan hidup bukan? "


"Kurang tepat, prinsip yang tepat adalah saling melengkapi dan saling mempercayai satu sama lain, jika kau kaya maka bantulah yang miskin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, jika kau pintar maka bantulah yang bodoh agar ia bisa pintar"ujar Medeia berdiri.


"Aku masih belum menegerti"ujar Rika menggaruk tengkuknya.


"Aku tidam tau apa arti sebenarnya hanya sok gengsi saja"ujar Medeia berjalan keluar sambil bersiul senang.


"Orang seperti mu ini ternyata bisa seperti ini juga, hahaha cari gengsi? Benar benar tidak masuk akal"ujar Rika meminum tehnya.


"Eh? Selamat pagi Lucas, Kalvin, Riko dan juga Chaiden, ayo makan keburu dingin loh"ajak Rika bersemangat.


"Hn"


"Apa kalian sebegitu malasnya untuk berbicara? dan kau juga Riko, huaaaa mengesal kan"kesal Rika meninggal kan meja makan.


Mereka menarik nafas lalu menhembuskannya dengan kasar.


"*Bagaimana mau jawab gigi ku sakit, marah saja ku doa kan semoga cepat tua"batin Riko.


"Banyak bicara hanya membuang tenaga"batin Lucas.


"Banyak hal yang harus di kerjakan lebih baik makan lebih cepat saja"batin Chaiden.


"Berisik sekali"kesal Kelvin*.


Medeia memasuki mobil sambil menunggu Aiden datang bersama dengan Eva, entah apa lagi yang sedang Aiden gosip kan dengan Eva.


"Kau tahu, dulu itu aku sering membuat onar dan tidak pandai dalam berbicara soal memberi nasehat untuk orang lain, yah itu pun aku sendiri tidak tau apa yang sedang ku kata kan sepertinya anak ku itu mewarisi sebagian dari bakat ku"bangga Aiden.


"Sialan, hal seperti ini saja apa yang oerlu di bangga kan? "Batin Medeia.


"Oh anak ku sudah lama menunggu yah? Maaf yah ayah harus berdandan dulu agar tidak mempermalu kan nama mu di depan publik"ujar Aiden ambil duduk di dekat Medeia yang duduk di tempat setir.

__ADS_1


"Tempat ini miliki Eva bukan milik mu, cepat tukar posisi"perintah Medeia.


"Huhuhuhu..... Apakah aku ini tidak pernah di anggao oleh anak sendiri? Beginilah nasib ku sebagai seorang ayah"ujar Aiden dramatis.


"Berisik, terserah mau duduk di mana yang penting jangan banyak bicara atau aku lempar kalian keluar dari mobil"ancam Medeia mengerut kan jidatnya.


Medeia menyetir mobil menuju kantornya, tudak lama setelah itu Medeia sampai di kantornya ia mendapati karyawannya tengah berdiri menunggu kedatangannya.


"Kalian mengapa masih berdiri? Cepat persiap kan berkas untuk rapat"ujar Medeia sedikit meninggi kan suaranya.


"B-baik"ujar mereka panik tidak tau arah.


"Eva, kau urus bagian personalisis dan juga kinerja karyawan untuk beberapa bulan terakhir lalu kirim ke ruangan ku"ujar Medeia memasuki lift.


"Oh iya panggil kepala karyawan menghadap di ruangan ku, secepatnya"ujar Medeia menutup lift.


"Baik ra.... Eh maksud ku nona muda"ujar Eva menutup mulutnya dengan cepat.


Setelah selesai menaiki lift akhirnya Medeia sampai di ruangan kerjanya, ia duduk lalu menyalakan laptoopnya.


Aiden hanya tersenyum miring, sepertinya Medeka sama sekali tidak menganggap serius rencanannya jadi Aiden dengan senang hati akan mengumumkannya meski itu juga masih sedikit mengandal kan statusnya sebagai ayah.


"Apa yang akan kau bahas nanti di rapat mu ini? "Tanya Aiden penasaran.


"Beberapa proyek kerjasama dan proyek pembangunan sekolah yang akan segera ku selesai kan lagi pula aku butuh koneksi mereka"ujar Medeia memfokus kan dirinya pada beberapa dokumen dan juga data data perkembangan berbagai proyek luar negeri.


"Apa aku boleh ikut masuk mendengar kan rapat mu? "Ujar Aiden berharap.


"Kau sudah datang ke sini, lagi pula aku akan selalu kalah kalau berhadapan dengan pak tua seperti mu"ujar Medeia menghela nafas.


"Aku boleh tidak ikut berbicara soal pendapat ku nanti? Siapa tau berguna"ujar Aiden dengan senyum terhangatnya.


"Terserah mau melakukan apa itu urusan mu, sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ku"kesal Medeia.


Tok tok tok


"Masuklah"ujar Medeia menatap alya dengan serius.


"Apa anda barusan memanggil saya? "Ujar alya memberani kan diri.


"Benar, selama Eva tidak ada apa yang terjadi? Apakah direktur dari seluruh negeri menyetujuinya? "Tanya Medeia.


"Semua terkendali direktur, mereka sudah sampai di ruangan rapat sekarang bersama dengan sekretaris Eva yang menyambut mereka"ujar alya sopan.


"Bagaimana dengan data proyek sekolah dan proyek pembuatan game 3D? "Tanya Medeia serius.


"Semuanya sudah selesai yang mulia, saya sudah membawanya, apakah anda ingin memeriksanya dulu lalu pergi ke ruang rapat? "Ujar alya.


"Tidak perlu, jika mereka mempermasalahkannya maka jangan salah kan aku memutus kan proyek kerjasama nantinya"ujar Medeia menekan tombol yang ada di mejanya untuk memanggil Eva.


"Kau duduklah dulu, ingat lakukan dengan baik"peringat Medeia.


"Baik direktur"ujar alya duduk di sofa dekat dengab tempat Aiden duduk.


Medeia kembali mengerjakan beberapa data, yah data yang paling banyak yang harus Medeia selesai kan adalah data pembanguan sekolah ia juga menyiap kan beberapa uang nantinya Eva yang akan mengurus sisanya.


"Maaf datang terlambat nona muda, mari saya bawa dokumen yang di perlu kan"ujar Eva yang langsung masuk ke dalam ruangan Medeia.


"Baiklah"ujar Medeia menyerah kan dokumennya.


Medeia berjalan menuju ruangan rapat di temani dengan Eva, Alya dan Aiden di belakangnya terkecuali Aiden yang berjalan di sampingnya.


"Selamat datang di group royal intertaimen, maaf sudah membuat kalian menunggu lama, apa ada yang keberatan? "Ujar Medeia yang tiba tiba membuka pintu ruang rapat.


Semua media dengan cepat mengambil gambar dan merekam Medeia yang mengambil duduk di depan meja panjang dengan kharisma yang membuat direktur itu tidak sadar akan apa yang akan mereka kerja kan.

__ADS_1


"Ehem.... Baik rapat di mulai"ujar Medeia memecah suasana.


"Kalian sudah mendengar soal sekolah dan game yang akan aku kembang kan sesegera mungkin untuk publik, untuk memberi ke untungan di setiap negara aku sebagai pembuat game ini akan memberi kan kalian masing masing sedikit kesempatan untuk membantu perilisannya"


"Di luar itu, perusahaan yang membantu ku merilis game ini juga akan mendapatkan keuntungan besar, biaya pembelian game ini akan ku jual dengan harga 20 juta dolar untuk versi helmnya ada juga untuk aplikasinya"


"Game ini bisa di instal dengan merek hape dan laptoop mana pun, itu di karena kan dengan mb dari game ini terbilang rendah, jadi tidak perlu khawatir kalau hape kalian rusak"


"Soal grafiknya bisa kalian lihat setelah saya menyelesai kan beberapa masalah kecil ini, menurut saya soal bahasa kalian ingin saya memberinya fitur bahasa seluruh dunia atau tidak? "Tanya Medeia dengan tatapan tajamnya.


"Soal itu sebenarnya ada di tangan anda sebagai orang yang membuat game ini, kami hanya bisa membantu untuk menyebar luas kan proyek anda"ujar han yin direktur perusahaan elektronik di China.


"Pendapat saya sama dengan tuan han yin"ujar crish.


"Menurut saya, itu juga lebih baik tapi mungkin akan sangat merepot kan anda jika itu di lakukan bagaimana pun sekarang anda membuat dua material yang berbeda jika ini di lakukan akan merusak materialnya, itu tergantung dari pendapat anda"ujar direktur perwakilan negara korea.


"Benar, itu memang mempegaruhi masa pembuatannya, tapi saya tidak pernah berfikir kalau saya akan mengambil tindak kan di luar kemampuan saya"ujar Medeia meyakin kan.


"Kalau begitu saya ingin menyaran kan beberapa ide saya, bagaimana kalau kita menyewa beberapa orang yang ahli dalam bahasa kita untuk di bawa kemari agar memperingan masa prosesnya? "usul direktue perwakilan amerika.


"Menurut saya itu kde yang bagus tapi untuk selanjutnya ada di di tangan nona muda Medeia"ujar direktur perwakilan jepang.


"Baik, ide kalian saya terima sekarang beralih ke pembahasan sekolah yang saya akan bangun beberapa hari ini, sekolah ini menerima berbagai kalangan untuk menguji keberuntangan mereka untuk memasuki sekolah elit ini"


"Ini adalah ilustrasi sekolah yang akan saya buat, untuk kelanjutannya saya membutuh kan koneksi kalian untuk membantu saya mengumpulkan orang orang berbakat dari negara kalian, agen khusus saya akan mengadakan kompetisi pemilihan"


"Masing masing negara akan saya kirim 30 agen kepercayaan saya untuk melaku kan teks untuk membawa orang orang berbakat dari negara kalian, ini juga sebagai penghormatan dark negara saya untuk negara kalian agar semakin mempererat hubungan antar negara"ujar Medeia tenang.


"Baik bagaimana apa ada masuk kan? "Ujar Medeia menatap dengan tatapan tajamnya.


"Bagaimana dengan gurunya? Apakah sudah ada yang akan mengajar? "Ujar direktur perwakilan arab.


"Soal itu saya akan pikir kan"ujar Medeia.


"Saya ada masuk kan"ujar Aiden tiba tiba berdiri.


"Apa lagi yang akan ayah lakukan sekarang"batin Medeia merinding.


"Saya memiliki daftar nama mereka sekarang, silahkan direktur terhormat memeriksanya"ujar Aiden memberi kertas yang ia genggam sedark tadi.


"Baik, anda lebih bakk duduk"ujar Medeia mulai membaca.


Isi surat dark Aiden


*Oh anak ku sayang setahu ku sekolah itu bukan sekolah seperti biasanya bukan? Tentu saja gurunya tidak biasa juga. Bagaimana kalau orang yang ada di rumah mu di jadikan guru di sekolah elit mu?


Jangan lupa rencana awalnya anak ku tersayang bay ayah terganteng sejagat raya Aiden*.


Setelah membaca surat dari Aiden, Medeia tidak memiliki energi untuk membantah lagi jadi terpaksa menyetujuinya saja.


"Baik, sepertinya usulan anda ini terbilang unik saya juga memiliki hubungan baik dengam mereka, saya putus kan mereka akan membantu dalam proses belajar mengajar"ujar Medeia memutuskan dengan nada meyakin kan semua orang yang ada di sana.


"Sisanya saya serahkan pada sekretaris Eva dan kepala karyawan Alya, silahkan"ujar Medeia mempersilahkan.


"Untung saja dia mengingat kan ku jika tidak siapa yang akan tahu kalau aku membuatnya seperti sekolah lainnya"batin Medeia.


Setelah rapat seharian penuh akhirnya Medeia kembali ke villa lebih awal dari karyawannya, ini termaksud pelanggaran sih tapi siapa yang bernai menghalangi seorang nona besar kita ini?


"Beberapa bulan lagi mungkin sekitar 6 bulan sekolah itu akan selesai di bangun, setelah itu kau atur orang ku untuk memasang segel jiwa kehidupan agar orang yang nemiliki kemampuan bisa di rasakan jika dia tidak mendaftar maka berikan mereka kartu vip dan langsung bawa mereka ke sini "


"Untuk dari kalangan bangsawan mereka akan tetap mengikuti proses acara pemilihan siswa, denah sekolah ini aku bagi menjadi dua satu untuk sekolah siswa biasa satu untuk sekolah siswa pemilik kekuatan"


"Sebelum sekolah di resmi kan kita semua akan membuat segel pelindung menggunakan kekuatan dan aliran energi kita jadi masing masing bisa merasakan apa yang terjadi di area sekolah, untuk itu sekolah biasa juga di pasang kan sama dengan segel sekolah istimewa, harus sama sama kuat"ujar Medeia menjelaskan panjang lebar.


"Baik ratu, Eva akan menyampai kan ini semua untuk teman teman, anda beristirahatlah dulu"ujar Eva memarkirkan mobil.

__ADS_1


"Baiklah tunggu 6 bulan lagi permainan sebenarnya akan di mulai"ujar Medeia


__ADS_2