
^^^Jangan salah jalan^^^
^^^***By : Misteri^^^
...~π~π~π***~...
Saat ini kelompok pertama yaitu Jadey, Klon Zilian dan Medusa tengah melacak persekitaran lingkungan dengan menggunakan sisa bau tubuh dari Laix dan Laurel.
Jadey terus mengernyitkan alisnya, dia tidak mengerti mengaoa mereka sama sekali tidak meninggalkan jejak atau sedikit petunjuk yang pernah ia ajarkan pada mereka berdua.
"Aneh, mereka sama sekali tidak menaruh bubuk yang ku berikan pada mereka yah? Apa yang terjadi pada mereka? "Cemas Jadey.
"Berfikir terlalu berlebihan bukanlah hal yang kompetif untuk menjalankan tugas "ujar Medusa melepaskan ular pelacak dan pengintai ke seluruh hutan.
Jadey tersenyum tipis, ia lupa kalau Medusa ada bersamanya. Beda dengan klon Zilian, dia lebih ke arah menatap langit dari batang pohon dan mengamati aktivitas Jadey dan Hanabi.
"Aku menemukan sesuatu" ujar klon Zilian melompat turun dari pohon dan menghampiri mereka berdua.
"Apa? "Ujar mereka serempak.
Bukannya menjawab, Klon Zilian malah berjalan terlebih dahulu dan mereka pun mengikuti mereka dari belakang.
Setelah berjalan beberapa langkah mereka akhirnya sampai di danau di mana Leix terjebak di dalamnya. Tanpa pikir panjang Klon Zilian melompat ke dalam danau.
Medusa menghela nafas berat, meski tidak mengerti maksud dari Klon Zilian dia menghalangi Jadey yang juga ingin ikut terjun bersama denganya.
Selang beberapa saat, Zilian kembali muncul di permukaan Danau sambil membawa sebatang tanaman merambat ke darat. Ia mengeringkan dirinya sesaat lalu menatap Jadey sambil menyerahkan tanaman merambat yang ia ambil.
"Maksudmu apa? "Bingung Jadey.
"Cari tahu saja sendiri" jutek Klon Zilian.
"Kau! "
"Berani? "Ujar Klon Zilian.
Medusa memukul pundak Jadey cukup keras lalu mendekatkan kepalanya ke dekat telinga Jadey "diamlah, kerjakan apa yang dia katakan" perintah Medusa.
"Cih, ya sudahlah akan aku lakukan" ujar Jadey yang akhirnya mengalah.
"sebut saja nama ku, aku akan kembali lagi kemari "ujar Klon Zilian yang langsung meninggalkan mereka.
Medusa menepuk jidatnya lelah akan kelakuan Zilian, bisakah dia mengatakannya secara jelas dia mau kemana? Dengan tujuan apa dia sampai berani meninggalkan mereka?
"Tidak tahu kenapa dia bersikap sok misterius begitu pada kita, tapi selama dia masih mau membantu ku mencari Leix dan Laurel itu sudah cukup untuk ku mempercayainya "lirih Jadey.
"Zilian kehilangan kebahagiaannya hanya demi menciptakan perdamaian dunia ini, sudah tidak heran jika dia bersikap seperti ini pada rekannya sendiri" bela Medusa.
"Sungguh? Terserah kau mau berfikir apa yang penting sekarang.... " Jadey menjeda perkataannya saat ia menemukan sesuatu yang janggal dari tumbuhan merambat itu.
"Ada apa? "Tanya Medusa penasaran.
"Tanaman ini? Kenapa bisa sama dengan genetik dari Laurel? Lalu aurah dan darah Leix juga ada di sini, sepertinya ada pertarungan yang terjadi di sini" curiga Jadey.
"Jadi? Pertanyaannya, apakah darahnya masih cukup segar? "Tanya Medusa.
"Yah, darah Leix masuk ke dalam tumbuhan merambat ini, sepertinya tanaman ini hasil duplikat dari seseorang yang tentunya pasti baru saja, karena hasil duplikat tidak akan bisa bertahan lama "ujar Jadey menjelaskan.
"Mereka masih ada di sekitar sini? Jadi ini alasan kenapa Klonnya Zilian pergi? Dasar anak itu! "Kesal Medusa.
"Ada apa? "Tanya Klon Zilian yang tiba tiba muncul.
__ADS_1
"Astaga, kau mrngagetkan ku! "Teriak Medusa kaget.
"Kenapa kau bisa ada di sini? Bukannya kau pergi mengecek area sekitar? "Bingung Jadey.
"Memang benar, aku kembali ke sini setelah mendengar kalian memanggil nama ku jadi segera kembali. Kecepatan ku kemari ku andalkan dengan cara melekatkan separuh bayangan ku ke banyangan Medusa, itu saja" ujar Klon Zilian santai.
"Jangan buang buang waktu lagi, ayo cari mereka" ujar Medusa.
"Berpencar? "Tanya Jadey.
"Jangan, jika kita berpencar dan salah satu dari kita bertemu musuh maka kematian tidak akan bisa kita hindari" ujar Klon Zilian mengeleng ngeleng kuat pada mereka berdua.
"Baiklah, sekarang di mulai dari arah mana dulu? "Tanya Medusa.
Klon Zilian mendongak ke arah pepohonan sekitar dan menemukan sedikit petunjuk, ia berjalan tanpa mempedulikan mereka berdua yang lagi lagi di tinggalkan.
Untung saja arah yang di tempuh Zilian memang benar, mereka menyaksikan Dedliona menyembuhkan Leix yang terbaring melemah di atas batu kristal 7 warna.
"Ada apa ini? "Kaget Jadey di serta rasa tidak percaya akan apa yang sedang ia lihat.
Jadey yang salah paham pun ingin keluar dan menyerangnya, untung saja Klon Zilian merespon dengan cepat dan menghentikan niatan Jadey yang ingin menyerang mereka.
"Diamlah, biarkan dia menyembuhkan lukanya dulu baru bertindak" perintah Klon Zilian.
"Tapi... "
"Patuhlah! "Bentak Medusa.
Dedliona yang sedang menyembuhkan luka Leix sudah menyadari keberadaan mereka, ia lebih memilih untuk diam dan membiarkan mereka menyaksikan apa yang sedang ia lakukan.
"Dia pikir aku ini bodoh yah? "Gumam Dedliona menghentikan penyembuhannya saat Leix sudah mulai sadarkan diri.
"Aduh anak manis, kau sebaiknya kembali jika tidak aku tidak akan menahan diri. Takutnya rekan mu akan salah paham dan mulai menjadikan hal ini sebagai alasan untuk memulai peperangan dengan bangsa ku" ujar Dedliona menyindir.
"Mereka sudah datang? "Kaget Leix.
Dedliona mengangguk kecil lalu menunjuk ke arah belakang semak dan pohon oak besar yang ada di sana. Leix menatap ke arah sana dan menemukan Zilian, Jadey dan Medusa yang ahirnya memutuskan untuk menampakan diri.
"Mengapa kau menyelamatkan rekan kami? "Tanya Zilian.
"Kami memang iblis tapi asal kau tahu tidak semu iblis memiliki hati yang kejam, sebaliknya kami hanya ingin hidup bersama tanpa ada gangguan" ujar Dedliona beralih untuk menyembuhkan luka Laurel yang terbilang sangat parah.
"Maksud mu, kau tidak ingin memulai peperangan lagi? "Bingung Medusa.
"Pikiran kalian memang lambat yah? Sudah di katakan dengan sangat jelas tapi masih saja belum mengerti maksud kami" kesal Dedliona.
"Lalu kenapa kau mengurung wanita itu? "Jadey menunjuk ke arah Miyaku yang menatap tajam ke arah mereka. Sudah tampak jelas dia tidak menyambut baik kehadiran mereka.
"Hah.... Dia adalah adik ku, dia memiliki dendam dengan kalian sebaiknya jangan menatapnya, dia itu iblia murni sekarang" ujar Dedliona mengibas ngibaskan tangannya ke arah Jadey yang mengangguk mengerti.
Di balik keramahan Dedliona ia sebenarnya tengah melawan disi jahatnya untuk tidak mengambil alih tubuhnya agar sisi jahatnya ini tidak menyerang mereka dan tidak menyebabkan kekacauan yang memberikannya kerugian.
ALAM BAWAH SADAR DEDLIONA
"Saudara ku yang luar biasa bodohnya, kenapa kau begitu naif hah? Dia adalah musuh, mereka tidak dapat di percaya bodoh! "
"Diamlah. Mereka belum tentu ingin membunuh ku, justru sebaliknya jika kau mengambil alih tubuh ku kau akan menyebabkan peperangan yang selama ini ku hindari! "Balas Dedliona yang bersikeras tetap melawan.
"*Lawanlah, mereka adalah musuh! Biarkan mereka musnah dan peperangan di masa depan akan tiada"
"Ayo, lakukanlah! Mulailah peperangan dan habisi mereka sekarang*"
__ADS_1
"Diamlah! "
Dedliona membaca mantra pemisah yang dapat memisahkan mereka untuk semenyara.
"Heh.... Naif sekali"
"Ya, aku memang naif tapi untuk kebaikan ku sendiri bersama dengan saudara ku"
"Kau akan menyesali tindakan mu sendiri sisi baik ku, tidak lama lagi aku akan mengambil alih tubuh mu! Di saat itu telah tiba aku akan menghancurkan mereka dan memusnahkan mereka"
"Jangan harap! "Bentak Dedliona.
"Bukan harapan tapi tekat! "Tawanya dengan keras.
DUNIA NYATA
Dedliona menarik nafas dalam dalam, ia menenangkan dirinya yang kacau karena sisi gelapnya yang terus berusaha menghasutnya melakukan peperangan.
"Ada apa? "Tanya Zilian.
Dedliona menatap Zilian untuk beberapa saat lalu kembali mengalihkan pandangannya saat Laurel mengenggam tangannya.
"K-kalian? "Bingung Laurel.
"Dimana kakak? "Panik Laurel saat kembali mengingat kakaknya.
"Di sini" jawab Laix mengangkat tangannya dengan wajah datarnya.
Laurel melompat ke arah Leix dan memeluk erat kakaknya itu, Jadey langsung memeluk mereka berdua. Laurel ikut kaget saat melihat keberadaa Jadey yang datang menyusul mereka.
"Kakak kau datang? "Senang Laurel.
"Ya, aku datang karena kalian tidak kembali, aku khawatir kalian mengalami kesulitan makanya memohon untuk datang kemari" ujar Jadey yang menceritakan saat dia terus memohon pada Zilian asli.
"Hahaha.... Pasti pemimpin di buat sakit kepala karena ulah kakak" tawa Laurel.
"Biarkan saja, yang terpenting kalian sudah aman sekarang" Jadey kembali memeluk mereka berdua.
"Tidak! Miyaku, ya Miyaku sangat berbahaya dia bahkan sampai membuat kak Leix kewalahan karena dirinya, dimana dia? "
"Sudah ku bereskan bersama dengan mereka" ujar Zilian menepu nepuk pakaiannya.
"Kenapa terasa ada yang janggal? "Bingung Laurel yang terua memukul mukul kepalanya.
"Lupakan, kita sebaiknya kembali saja" ajak Medusa yang berhasil membujuk Laurel yang dengan polosnya mengangguk patuh.
Dedliona segera menghilang bersama dengan Miyaku yang sudah ia bawa bersamanya menggunakan pengurung kristalnya.
"Aku tidak mau kau mengingat ku bersama dengan saudara dan kenangan masa lalu kita, maka dari itu aku menghapus ingatan masa lalu mu untuk selamanya" batin Dedliona.
Di sisi lain di saat mereka akan kembali para pasukan boneka Miyaku mengepung mereka dan menghalangi jalan pulang mereka.
"*Khikhikhi..... Tidak akan kubiarkan kalian lolos dari genggaman ku! "
"Aku sudah mempelajari kelebihan dan kelemahan kalian semua, jadi jangan harap kalian akan lolos dari diri ku"
"Hahahahahahaha*"
Tawa Miyaku yang langsung memberikan perintah penyerangan pada mereka semua yang sudah siap melawan pasukan mereka.
Berlanjuttt.....
__ADS_1