
...~π~π~π~...
Leix mengernyitkan alisnya saat ia tidak dapat mendeteksi keberadaan adiknya Laurel. Keberadaannya seertinya di hilangkan oleh Miyaku.
"Anak itu selalu membuatkan ku masalah, jika saja dia lebih pandai dalam hal bertarung pasti hal ini tidak akan terjadi" frustasi Leix.
Ia tahu betul sosok Miyaku, entah mengapa ia harus di pertemukan dengan musuh yang begitu merepotkan?
Leix terpaksa menggunakan mata merahnya dan mengandalkan instingnya untuk mencari jalan yang mereka tempuh.
Beberapa hari telah berlalu akhirnya Leix sampai di sebuah danau dekat gua. Ia hendak meminum air tapi siapa sangka ia menemukan sang adik di dalamnya tengah terperangkap dengan tanaman melilit yang tidak lain adalah kekuatannya sendiri.
Tanpa pikir panjang Leix melompat turun untuk menyelamatkan Laurel yang tidak sadarkan diri.
"Laurel, apa kau tidak apa? "Cemas Leix yang melepas tanaman melilit itu.
".... "
"Laurel? Hey ada apa dengan mu? "
Leix terus menatap Laurel yang tak kunjung sadar setelah ia berikan ramuan.
KHIKHIKHIKHI
Leix mendengus kesal, sepertinya ia malah masuk ke dalam jebakannya. Leix mendongak ke atas air dan menemukan bayangan samar dari Miyaku.
"Sayang sekali adik mu tidak ada di sini, perjuangan kakaknya ternyata sia sia yah? "
"Dimana Laurel?! "Ujar Leix berenang ke permukaan.
"Aku akan memberi mu keringanan, keluarlah dari danau ini secepat mungkin jika tidak aku akan beralih ke adik mu "senyuk Miyaku yang perlahan menghilang bersama dengan hembusan angin.
"Arghhh! Sial! "Teriak Leix frustasi.
"Jangan sampai ada yang terjadi pada adik ku jika tidak aku tidak akan sanggup untuk hidup di dunia ini" gumam Leix yang sudah menangis sedih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di sisi lain Laurel berusaha bersembunyi dari Miyaku, tubuhnya sudah sangat lemah jika Miyaku menemukannya tidak tahu ia akan selamat atau tidak.
"Kakak maafkan aku yang begitu ceroboh, padahal aku tahu itu adalah ilusi tapi entah mengapa aku tetap tidak dapat mengendalikan diri ku"
"Aku sangat sayang pada kalian terutama kakak, jika dapat memilih aku ingin mati saja di waktu para iblis itu datang dan membunuh ku. Yah aku ingin mati saja tidak ingin hidup tanpa mama dan papa "
__ADS_1
Laurel terus mengerutu, menyesali pilihannya yang begitu menyayat hati kecilnya, kalau saja Leix tidak selamat saat kejadian itu mungkin Laurel juga tidak akan mempedulikan keselamatannya dan memilih mati bersama dengan keluarganya.
FLASHBACK ON
Laurel tengah mengagumi kekuatan Miyaku yang dengan mudahnya menciptakan ribuan boneka dengan waktu sangat singkat. Mau sekagum apa pun Miyaku adalah lawannya yang saat ini mengancam nyawanya dan kakaknya.
"Bodoh! Kekuatan merambat mu dapat mengatasinya "teriak Leix.
"Lalu bagaimana dengan boneka asamnya? "Ujar Laurel panik.
"Tenanglah, aku akan memadamkannya dengan hawa dingin ku"ujar Leix berusaha menciptakan suasana yang tenang.
Laurel kembali fokus dan menghalangi semua boneka yang ingin menyerang kakaknya. Entah mengapa Laurel merasa tidak mengerti dengan situasinya sekarang.
Penglihatannya mulai buram dan perlahan berubah menjadi iblis yang saat ini tengah berusaha menghancurkan Leix.
"Jangan menyakiti kakak ku! "Geram Laurel yang tanpa ia sadari telah mengaktifkan kekuatan tersembunyinya.
Miyaku yang ada di udara pun kaget melihat bunga yang sangat ia sukai.
"Astaga! Bunga Drosera.... Hahahahaha..... Aku sangat menyukainya "senang Miyaku yang melompat turun tanpa mempedulikan keselamatannya.
"Woah" kagum Miyaku.
Laurel kembali tersadar, saat ia sadar Miyaku telah berada di depannya, karena masih linglung Laurel dengan cerobohnya menganggap itu sebagai celah dan menyerangnya.
Saat Miyaku hampir di lahap sepenuhnya Miyaku mengganti posisinya menjadi Laurel yang di lahap oleh tanamannya.
"Haish.... Sayang sekali kecantikannya hanyalah sebuah topeng pembunuh" dengan perasaan sedih Miyaku kembali melompat ke udara dan duduk santai.
Laurel mengeram keras, kesal akan kelakuan Miyaku yang berani mengusik pikirannya. Laurel berubah ke wujud tengkoraknya dan mengeluarkan uap panas yang membuat tanamannya meleleh.
Saat Laurel terlepas, kejadian dimana keluarganya tengah di santap oleh para iblis terjadi di depan matanya.
...~π~π~π~...
Leix saat itu tengah terduduk diam karena syok pun bergerak sempoyongan ke arah Laurel dan menariknya keluar dari perumahannya.
Kakak pertama mereka pun berusaha mengahalangi para iblis dan membantu sang ibu dan ayahnya untuk keluar dari rumah tapi sayang sekali ibu dan ayah dari Leix dan Laurel memilihati bersama dengan putranya hanya demi keselamatan Leix dan Laurel.
"Pergilah, jangan menatap ke belakang" ujar ayahnya dengan suara lemah.
"Hiduplah dengan baik yah, selamatkan para manusia yang mengalami hal yang sama dengan kita "ujar ibunya.
"Kakak bangga memiliki sepasang adik yang begitu imut.... Mati sekali pun ungh... Aku tidak akan menyesal.... "
Kakak Leix dan Laurel terkapar di lantai dengan kepala yang terlempar ke depan kaki Laurel.
"Argh!!! "Teriak Laurel takut.
"Pergilah! Cepat! "Teriak Ayahnya.
Leix mau tidak mau pun menarik tangan Laurel keluar dan berlari secepat mungkin menjauh dari sana. Laurel terus memberontak ingin kembali tapi cengkraman tangan dari Leix begitu kuat sehingga Laurel terpaksa mengikuti sang kakak.
"Aku akan membalas kalian para iblis busuk! Aku tidak akan membiarkan kalian selamat "batin Laurel yang mengeram kuat.
...~π~π~π~...
Laurel yang menyaksikan kejadian menyakitkan itu berusaha untuk menguatkan diri, padahal ia tahu kalau apa yang tengah ia lihat adalah sebuah ilusi tapi mau bagaimana lagi kejadian ini tidak dapat Laurel hilangkan ia rindu dengan ayah, ibu dan kakaknya.
Dengan gampangnya Miyaku memperlihatkan masa kelamnya, apakah dia tidak memiliki hati? Kenapa harus ini yang ia perlihatkan?
__ADS_1
"Tidak dapat di maafkan! "
"SIALAN! "
Tanda di kening Laurel mulai aktif, karena terlalu emosi Laurel tanpa sadar mengerakan tubuhnya dan mulai mengejar Miyaku yang sudah lari duluan.
Leix yang menyaksikan kelakuan adiknya tidak mengerti apa yang tengah di alami Laurel dan menganggap emosinya hanyalah karena tidak dapat mengalahkan Miyaku.
Kejar mengejar terus berlanjut di antara Laurel dan Miyaku yang saling beradu mulut saat ini.
"Kau! Berani sekali kau mengungkit masa lalu ku! "Teriak Laurel.
"Hah? Hahahaha.... Mengungkit? Yah aku sangat berani, lagi pula apa yang ku ungkit adalah fakta bukan? "Santai Miyaku.
Laurel semakin geram dan mulai mempercepat langkahnya mengejar Miyaku yang saat ini tengah terbang bersama dengan kawanan bonekanya.
Kekuat Laurel sangat terkuras tadi di tambah dengan mentalnya yang sudah bercampur aduk karena bayangan masa lalu itu terus terngiang di benaknya.
"Ku mohon hentikan hal ini! "Teriak Laurel frustasi.
"Hidup dalam bayangan penyesalan memang paling top"
Miyaku tertawa keras di udara, tampak sekali kalau ia puas melihat Laurel begitu menderita karena masa lalunya.
"Anak buahnya harus merasakan apa yang sudah keluarga ku alami, apa yang kau rasakan masihlah awalan. Permainan yang sebenarnya akan segera di mulai" gumam Miyaku.
Laurel berhenti sejenak saat melihat Miyaku yang mebeteskan air matanya, tersirat begitu dalam di wajahnya bahwa Miyaku juga tengah menyesali pilihannya.
Tapi kesedihan itu berubah menjadi tatapan dingin yang di penuhi kebencian.
"Aku lelah bermain kejar mengejar ini, mari kita akhiri" ujar Miyaku yang memerintahkan bonekanya untuk menyerang Laurel yang masih belum sadar.
Saat Miyaku akan menyerang Laurel ia tiba tiba berhenti "aku tahu rahasia mu" ujar Laurel dengan tatapan kosongnya.
"Bunga Drosera adalah kelemahan mu bukan? Kenapa bisa kebetulan begini? "Tawa Laurel.
"Sepertinya kau tidak akan bertahan sebenta lagi" ujar Miyaku merasa kesal.
"Heh... Bunuh aku, silahkan ratu ku? "Ujar Laurel penuh penekanan.
Deng.....
Miyaku memegangi dadanya yang terasa sakit, tidak tahu kenapa hanya dengan kalimat yang di ucapkan Laurel mampu membuatnya merasa kesakitan setelah ribuan tahun lamanya?
"Ck, baiklah mari kita membuat kesepakatan" ujar Miyaku turun dan mendekati Laurel yang sudah melemah.
"Terserah" ujar Laurel tidak peduli.
"Jika kakak mu dapat menjalani ujian ku maka aku akan melepaskan mu bersama dengan kakak mu dan juga mengabulkan permintaan mu selama permintaan mu tidak di luar batas, bagaimana? "Ujar Miyaku.
"Lalu bagaimana jika kakak ku tidak mampu menyelesaikannya? "Sinis Laurel.
"Maka aku akan mengakhiri mu" senyum Miyaku.
"Sepakat"
FLASHBACK OFF
Laurel terus berharap kakaknya mampu menyelesaikan ujiannya dan Laurel dapat menceritakan apa yang telah terjadi padanya.
"Kau telah masuk ke dalam jebakan ku Miyaku" gumam Laurel yang akhirnya pingsan.
__ADS_1
*Berlanju**ttttt*........