
setelah beberapa hari menelusuri sungai akhirnya Medeia sampai ke tempat di mana dewi mata air berada sungai liungin.
"Hei kau miskin keluar kau"teriak Medeia.
"Ratu maaf menyela Misya bukan miskin"ujar Eva membenarkan.
"mau mau ku dong"ujar Medeia tak mau mengalah.
"Misya keluar kau kalai tidak mau air di sini ku keringkan "ancam Medeia.
"sudah lama tidak bertemu ternyata kau masih bersikap seperti ini dasar tidak ada malu"kesal Meisya yang keluar.
"ada keperluan apa kau datang ke sini mengganggu waktu penjernihan ku saja"kesalnya.
"apa kau bisa membantu ku mencari keberadaan ayah ku aku mendengar madam berkata dia ada di dalam air tapi tempatnya terlalu gelap jadi aku menyimpulkan kalau ayah ku berada di dalam gua "ujar Medeia berfikir keras
"tidak tau, aku memang berwujud air tapi tidak bisa merasakan semua air terutama yang kau katakan tadi"ujar Mesya.
"bodoh masih tidak tau berbohong berani beraninya kau melakukan trik murahan dengan ku"sombong Medeia.
"Bodoh deh tunggu sebentar biar ku cek dulu"
Mesya mengeluarkan aurahnya menyusuri berbagai mata air tapi sama sekali tidak menemukan apa apa.
"aneh bagaimana bisa tidak ada"bingung Mesya.
"apa maksudmu? jangan berbohong lagi kalau kau berani maka nyawa mu taruhannya"ancam Medeia ia benar benar marah bagaimana mungkin Mesya tidak dapat menemukan keberadaan ayahnya.
"tenanglah yang mulia"ujar Eva menenangkan.
"cih apa begini cara mu meminta bantuan pada ku hah? dasar tidak tau diri"kesal Mesya.
"kalau kau tidak mau membantu ku katakan dari awal biar ku kabulkan saja keinginan mu"kesal Medeia.
"Haish gawat"ujar Eva.
"brengsek yah sudahlah, yang tadi ku katakan itu memang benar hanya ada saru harapan lagi mata air di dunia manusia"ujar Meisya.
"tidak masalah dunia manusia atau pun dunia mana pun aku Medeia tidak akan menyerah menemukan orang yang ku anggap penting"ujar Medeia.
"Bagi mu tidak penting bagaimana dengan ku kau kira aku bisa menelusuri mata air dunia manusia dengan mudah aku ini beda dengan mu medeia"kesal Meisya.
"Kesal banget deh"sindir Medeia.
"Sudahlah demi kebaikan ku juga akan ku coba tapi juga membutuhkan mu sebagai wadah kakau kau mau melihatnya secara langsung yah.... "ucapan Meisya terpotong.
"baik mari di coba teman ku"ujar Medeia melembut.
"Cuih giliran ada kemauan lembut sih lembut kalau kesal sudahlah tidak perlu dibayangkan"kesal Meisya memalingkan wajahnya.
"Hihihihi"tawa Medeia.
"kau peganglah air ku lalu alirkan kekuatan mu ingat fokuslah"ujar Meisya.
"ubah wujud mu ke wujud manusia"datar Medeia yang menatap tajam ke arah Meisya.
Meisya yang melihat expresi Medeia yang seperti ini sudah tidak asing baginya karena Medeia membenci air.
"cih banyak banget sih maunya"kesal Meisya yang berubah ke wujud manusianya.
"kalau tidak mau yah terpaksa sungai biru mu ini akan ku hisab dan ku keringkan hingga tanpa setetes pun"ujar Medeia tak peduli.
"arghhhhhh serah deh cepat pegang tangan ku aku mana ada waktu meladeni mu"kesal Meisya yang mulai.
"aku akan membuat segel pelindung untuk kalian"ujar Eva yang juga mulai membuat segel.
Alam bawah sadar Meisya.
"Emmm enaknya..... memang kekuatan yang kuat baik mari di mulai"ujar Meisya menyambungkan setiap mata air ke tubuhnya.
"eh? ada apa ini?"ujar Meisya ia berusaha keluar dari mata air itu tapi sayangnya ia malah merasa di tekan hingga jaring penyambungnya dengan berbagai mata air terputus.
Samar samar Meisya melihat seseorang yang berjubah hitam dengan simbol bulu merah yang agak ke hitam hitaman melihat ke arahnya dan tersenyum bukan senyuman yang lembut melainkan senyuman peringatan.
"arggggggghhhhhhh"
Dunia di luar bawah sadar.
"Ada apa ini?"ujar Medeia kaget.
"brengsek uhuk uhuk uhuk"batuk darah.
"ternyata memang benar Medeia ku mohon bantuan mu tolong bantu kakak ku lokasinya sama ayah mu juga ada di sana"ujar Meisya dengan keadaan lemas tak berdaya ia menangis tersedu sedu melihat ke adaan kakaknya.
"ternyata memang benar organisasi itu yang membawa pergi kak manya memang brengsek tunggu aku memulihkan luka ku akan ku musnahkan organisasi brengsek mu itu"amarah Meisya.
"lokasinya ada di mana? "ujar Medeia serius.
"kerajaan inggris, awalnya aku mengira danau atau sungai yang berada di sekitaran pegunungan saja tapi setelah melihat salah satu anggota organisasi itu entah mengapa kekuatan mu juga hampir hilang komunikasi dengan ku"
"melihat senyuman si brengsek itu tiba tiba kepalaku sakit sangat sakit samar samar melihat ke dalam kolam danau aku merasa diri ku di tekan untuk turun yah semakin turun airnya berubah ke warna darah dan dengan jelas aku melihat banyak yokai seperti kita ada disana dengan kondisi yang menyedihkan"ujar Meisya menguatkan diri.
"Aku yakin organisasi itu memiliki tujuan lain, jelas jelas dia membantu mu tapi senyuman perjngatan itu memiliki arti lain atara itu peringatan untuk berhati hati atau melarang kita untuk ke sana"ujar Medeia.
__ADS_1
"jelas jelas dia yang tau lokasinya pasti dia yang melakukannya"ujar Meisya emosi.
"Pikirkan dengan tenang dia bisa saja mempunya musuh lain tapi yang harus kita perjelas adalah dia manusia atau yokai, intinya jangan gegabah"ujar Medeia menenangkan Meisya.
"baiklah apa pun keputusan mu aku akan memyetujuinya"ujar Meisya.
"kau mau ikut atau tidak? "ujar Meisya.
"bagaimana aku bisa pergi kalau keadaan ku begini? "Kesal Meisya.
Medeia menjentikkan jarinya seluruh luka Meisya seketika sembuh dengan tampang kagetnya Meisya menatap Medeia.
"Baik aku ikut"ujat Meisya.
"Bagus, Eva!!! "perintah Medeia.
"Baik"ujar Eva.
Eva membuatkan portal untuk mereka lalui tidak lupa Medeia mengubah penampilannya menyerupai manusia sebagai ceo muda mengantikan bayangan yang dia tinggalkan dulu.
portalnya mengarah ke kantor di mana bayangan Medeia sedang melakukan pekerjaan Medeia mengambil alih posisinya dan memerintah Eva untuk membawa Meisya sebagai rekan kerjanya.
Medeia turun dan mengamati seluruh karyawan yang bekerja keras di bawah pimpinannya sambil menunggu Eva dan meisya datang.
"maaf saya terlambat nona muda"ujar Eva.
"tidak masalah di mana dia sekarang? "ujar Medeia.
"bagaimana? "ujar Meisya kebingungan.
"hah.... baik silahkan ke ruangan saya segera"ujar Medeia yang berjalan duluan.
"Baik "ujar mereka.
Medeia duduk dengan santai menikmati secangkir teh yang ada di meja kerjanya sudah 1 jam mereka tidak berbicara sedikit pun.
"cukup suasana macam apa ini?sunyi sekali terasa tidak ada kehidupan"ujar Meisya dengan raut kesalnya.
"apa yang perlu di bicarakan? "Tanya Medeia tenang.
"ayo mencari tau sebenarnya siapa organisasi itu dan apa tujuannya"kesal Meisya.
"sudahlah jangan di ambil pusing intinya besok kita akan berangkat ke inggris kebetulan mereka sudah lama mengajak kami jalan jalan ke sana"ujar Medeia.
"Apa kau ini tidak bisa..... sudahlah"Meisya berusaha menurunkan emosinya.
"aku yakin organisasi itu pasti akan datang ke sana memang terlihat sederhana tapi kenyataannya sulit mungkin saja mereka punya niat menjebak kita agar masuk ke lokasi"ujar Medeia memainkan ponselnya.
"haish ternyata begitu aku mengerti dari awal aku ini memang di manfaatkan yah"ujar Meisya baru tersadarkan dari kebodohannya.
"yah mana ada manusia memiliki tekanan sebesar tadi rasanya aku ini kehilangan darah saat itu"ujar Meisya tampak berfikir.
"danau darah dan kemampuannya berbanding jauh mungkin saja salah satu dari mereka itu adalah mata mata dari organisasi lain berbeda dari organisasi yang memiliki randa khusus "ujar Medeia.
"sudahlah Eva tolong kau antar Meisya ke apartemen nanti aku akan menyusul"ujar Medeia.
setelah Eva pergi Medeia keluar dari jendela dan memanjat menuju atap perusahaannya yah dugaannya benar seseorang misterius menunggunya untung saja di dunia manusia saat ini malam jadi orang itu dengan bebas bisa bergerak sesuka hati.
"Ada apa? "ujar Medeia.
"...... "
"kau membantu kami pasti memiliki beberapa tujuan juga kan kami tidak mudah di manfaatkan"ujar Medeia menekan hawa di sekitarnya.
"niat kami baik untuk mengajak mu bekerja sama dengan organisasi kami"ujar pria itu.
"apa tujuan dari organisasi kalian? "ujar Medeia.
"saat kau berhasil keluar dari kolam darah maka aku dan beberapa anggota dari organisasi kami akan datang dan menjemput mu jangan coba coba untuk melawan kami"
setelah mengucapkam kata itu mereka perlahan menghilang Medeia hanya menghela nafas sepertinya kali ini permasalahannya lebih sulit lagi jika di pikirkan.
Medeia melompat dari gedung perusahaannya ke gedung lainnya menuju apartemennya yang berlokasi di pinggiran pantai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Medeia kembali mempersiapkan barang barang yang ia perlukan untuk pergi ke inggris begitu pula dengan Meisya yang baru pertama kali ada di dunia manusia yang tengah sibuk mencoba berbagai makan manusia.
__ADS_1
"sudah belum makannya? "kesal Medeia.
"sudah jangan lupa yah ajak aku makan makan lainnya enak "ujar Meisya masih memakan cemilannya.
"sudahlah ingat tujuan mu"ujar Medeia mengingatkan.
"itu yang penting"ujar Meisya yang berjalan keluar.
"Dia ini kalau tidak di kasih pelajaran mana biasa kapok"kesal Medeia.
Setelah semuanya selesai medeia menuju ke mobilnya. ia duduk di depan dekat Eva yang mengemudi.
"Medeia kau bawa tidak cemilan kayak tadi? "ujar Meisya meminta lagi.
"Tentu tapi hanya satu aku ini pelit loh"ujar Medeia.
"Huh..... sudahlah yang penting makan apa yang perlu di pikirkan lagi? "Ujar Meisya merebut kerupuk yang ada di geggaman Medeia.
tanpa pikir panjang Meisya membukannya dengan semangat melihat isinya seketika Meisya menciut dan membeku di tempat.
"kenapa tidak makan? "ujar Medeia dengan tanpang dinginnya.
"apa ini benar makanan manusia? "ujar Meisya yang masih membeku.
"tentu itu yang paling enak"ujar Medeia bermain game di ponselnya.
"ngeliat ngeliat gini? huekkkkkkkkkk"
Meisya tidak dapat menahan rasa mualnya melihat isi dari kerupuk yang ia pegang.
"Menjijikan kalau kau mau muntah yah bilang dong"kesal Medeia seolah olah tidak terjadi apa apa.
"eh? pingsang dong hihihi lucu siapa suruh terus makan uang ku ini kudapatkan dengan susah payah loh hihihihi"girang Medeia.
"apa yang anda masuk kan di sana? "ujar Eva penasaran.
"tentu saja ulat ulat dan juga kodok hidup dari awal aku mengenalnya dia paling tid suka dengan dua jenis hewan ini mana ku sangka ulat dan kodok di dunia manusia bisa membuatnya pingsang begini hihihi lucuuuuu"ujar Medeia tertawa lepas.
"Sudahlah Meisya memang berhak mendapatkan kejutan ini dan ya dengan begini dia mungkin akan berhenti mengemil"ujar Eva yang juga ikut tertawa.
"memang pengikut ku yang setia"ujar Medeia mengelus rambut Eva.
Eva tersenyum sudah lama ia tidak di perlakukan begini selama Medeia berada di dunia manusia.
setelah perjalanann yang memakan waktu akhirnya Medeia tiba di bendara ternama bendara royalit. tidak banyak basa basi Medeia dengan cepat pergi ke pesawat.
"Menyebalkan membuang waktu ku saja jelas jelas lewat atap rumah lebih cepat di banding naik mobil"kesal Medeia.
"yang mulia jangan terlalu mencolok, sekarang ini kita ada di dalam pesawat"ujar Eva berusaha menenagkan.
"apa kau sudah pikun barusan aku ini sudah membeli pesawat ini secara kontan tidak perlu menahan diri fasilitas pesawat ini juga terjaga"ujar Medeia.
"anda tidak perlu secara langsung melakukan hal seperti ini harusnya saya yang melakukannya"ujar Eva.
"tidak perlu, mengandalkan diri sendiri sendiri bisa di percaya"ujar Medeia.
"Saya mengerti"ujar Eva.
enam jam berlalu akhirnya Medeia sampai ke tempat tujuan kali ini mereka mendarat tepat di tempat pendaratan khusus dari keluarga kerajaan untuknya.
"selamat datang tamu terhormat kami semua sudah menunggu kedatangan anda"ramah jenderal kerajaan.
"Terima kasih atas sambutannya maaf merepotkan"ujar Medeia dengan anggun.
"Selamat datang pangeran sea"bungkuk para pengawal.
"Maaf atas keterlambatan saya nona medeia "ujar Sea sopan.
"tidak apa apa tidak perlu sungkan soal keterlambatan bukan kah aku juga termaksud? "ujar Medeia.
"anda pasti lelah silahkan anda beristiraha, kepala pelayan ini akan mengantar anda ke tempat istirahat anda"ujar Sea mempersilahkan.
"Baik dengan senang hati"
Medeia mengikuti kepala pelayan hingga mereka sampai ke kamar mereka.
"melelahkan sekali rasanya tulang ku mau remuk seketika"ujat Meisya.
"ruangan cukup mewah tapi ini masih kalah mewahnya dengan apartemen ku kurang nyaman"ujar Medeia acuh.
"heh bukannya fasilitasnya sudah cukup untuk anda yang mulia? "ujar Eva.
"Pelayan tadi bilang di ruangan sana ada kolam mending berenang biar adem"ujar Meisya yang langsung pergi.
"Eva kau pasti lelah beristirahatlah aku ingin menemui raja dan ratu sekedar ingin bergosip ria"ujar Medeia.
"selelah apa pun Eva tidak akan pernah meninggalkan yang mulia ratu bagaimana kalau saat itu anda membutuhkan sesuatu? "ujar Eva bersikeras.
"sudahlah ada kesempatan sebagus ini tidak baik di sia siakan ayolah Eva "bujuk Meisya.
"tidak bisa maaf kan kelancangan saya"ujar Eva bersikeras.
"sudah kuduga kau tidak akan termakan baiklah kalau begitu hanya ada satu cara paksa saja dengan tarikan lalu melompat ke dalam kolam"
__ADS_1
Meisya menarik lengan Eva dan melompat ke dalam kolam, Medeia senang melihat orang yang mengikuti nya bisa tersenyum seperti ini.