
^^^DUNIA YANG BERUBAH^^^
...••••...
Kedua sosok berjubah itu mendekati Celviona dan Devosliona yang sama sedang menatapnya dengan waspada, bagaimana pun mereka harus tetap siaga di situasi apapun.
Ketegangan mereka tergantikan dengan kebingungan yang menyerang pikiran mereka saat salah satu sosok itu membuka tudungnya dan memeluk Celviona yang terdiam memaku.
Begitu pula dengan Devosliona, dia tidak menyangka sosok berjubah hitam itu tidak lain adalah kakak pertama mereka, Dedliona.
Devosliona tentu kaget akan kemunculan Dedliona dihadapannya karena sebelumnya dia sudah memastikan dengan mata kepalanya sendiri dimana saat itu Dedliona sedang di kurung di dalam sebuah kristal dan itu ulah Miyaku.
"Kau berhasil, Celviona! "Ujar Dedliona yang melepaskan pelukannya.
"Ya? "Dengan keadaan linglung Celviona menjawab dengan perasaan yang sulit di artikan.
Kaget, sedih, cemas, khawatir? Semuanya tengah di rasakan Celviona setelah sekian lama.
Dedliona yang melihat aksi kedua adiknya ini pun mengeleng pelan lalu menutup matanya dengan tampang seriusnya di ikuti sosok misterius yang di belakang.
Samar samar tubuh sosok berjubah putih itu bersinar dengan terang membuat Devosliona dan Celviona mau tidak mau menutup mata mereka.
Setelah cahaya meredup mereka kembali membuka mata mereka dan mendapati pemandangan yang entah baik atau tidak.
Para iblis manusia tengah berkumpul di bawah mereka dengan tatapan yang tertuju ke arah mereka. Entah sejak kapan mereka sudah berada di sana.
Setelah selesai membawa para iblis itu ke sini Dedliona menyebarkan bubuk kristalnya yang menyebar bersama dengan udara.
Perlahan orang yang terkena pengaruh kekuatan Miyaku mulai bergerak dan meninggalkan pikiran masa lalu mereka lebih tepatnya kembali sadar dari pengaruh gelap.
Sebagai salah satu pengguna sihir, Dedliona mampu menetralkan berbagai pengaruh sihir entah baik atau tidak yang jelas Dedliona adalah mahluk dengan sihir yang bersemayam di tubuhnya.
Celviona mendekat ke arah Dedliona yang hanya bisa tersenyum padanya.
"Apa yang terjadi, kak? "Tanya Celviona mencoba mencerna situasi.
"Lihat dan amatilah" ujar Dedliona yang sama sekali tidak di mengerti oleh Celviona.
Devosliona terdiam sejenak lalu kembali mengangguk setelah mencerna ucapan kakak pertama mereka.
Sosok misterius berjubah putih itu mendekati tubuh Jadey dan Chaiden yang sudah tidak berbentuk lagi.
Tatapannya berubah sendu tapi anehnya dia tidak bisa merasakan apapun, sosok itu menatap ke arah Dedliona yang langsung datang ke arahnya.
"Tenanglah, aku memiliki seorang adik yang bisa membantu mu mengembalikannya "senyum Dedliona.
"Bagaimana bisa? Sang kematian sendiri akan menolak mengembalikan jiwanya terlebih lagi dia adalah pria ini bukan? "Ujar sosok itu mencengkram jubah Dedliona.
Dedliona mengeleng "percayalah pada ku sahabat, aku bisa mengembalikan jiwa mereka meski menentang hukum alam sekali pun, jangan lupakan aku adalah ratu sihir putih dan hitam" ujar Dedliona mengingatkan.
"Jangan merasa berat hati meminta bantuan ku sahabat ku, aku ada di sini juga berkat ketulusan persahabatan kita yang telah terbangun sejak awal dulu" ujar Dedliona membantu sosok berjubah itu untuk berdiri.
"Baiklah, aku hanya bisa mengandalkan mu lagi pula aku juga yang salah andai aku sedikit lebih cepat mereka pasti tidak akan merasakan penderitaan ini" ujar sosok itu dengan nada serak.
Apakah dia menangis? Entahlah.....
"Sebaiknya kita fokus dengan tujuan awal kita" ujar Dedliona yang kembali terbang ke posisi awal mereka.
Sosok berjubah putih itu ikut terbang menyusul Dedliona yang sudah mulai mengangkat tangan kanannya ke jidatnya.
Sebuah tanda lotus tergambarkan di kening Dedliona di bantu dengan saluran energi dari sosok berjubah hitam itu yang sedang menutup matanya untuk fokus.
__ADS_1
Hembusan angin menerpa seluruh mahluk baik manusia, hewan maupun tumbuhan semuanya berubah menjadi lebih segar terutama para iblis yang kini tengah menutup mata mereka dengan tenang.
Kecuali rekan Miyaku dan rekan Zilian yang menatap ke arah dua sosok yang tengah melayang di udara tepatnya di atas gerombolan iblis yang entah sejak kapan sudah ada di sana.
"Apa yang terjadi? "Tanya Medeia pada Kelvin dan Alpha yang menjawab dengan gelengan.
"Entahlah, setelah sadar aku sudah melihat gerombolan iblis itu sudah berada di sana" jawab Lucas kali ini.
"Termaksud kedua sosok itu" tunjuk Kelvin dengan tatapan tajamnya tentu saja dengan wajah sangar nan tampannya.
Solydia mendekat begitu pula dengan yang lainnya tanpa mereka sadari Demon Slayer beserta rekan rekannya juga ikut bergabung.
"Dia adalah kakak pertama kami, Dedliona" ujar Yon yang sejak tadi tidak berbicara pada siapapun. Entah mengapa dia ingin memulai pembicaraan dengan Medeia yang menatapnya dengan wajah keheranan.
"Apa maksud mu? "Bingung Medeia yang beralih menatap sosok berjubah hitam itu.
"Di belakangnya jujur saja aku tidak mengenali aurahnya "ujar Candy yang ikut menimpali.
"Astaga! Apakah itu seorang iblis? "Teriak Medusa kelewat keras.
"Diam kau! "Gertak Hanabi yang tidak tahan dengan sikap Medusa yang selalu mencari keributan dengan kata katanya.
"Jelas dia bukan iblis, aurahnya sedikit tenang berbeda dengan para iblis pada umumnya yang cenderung ke arah kegelisahan dan amarah "ujar Bearlex dengan tatapan tegasnya.
Semua orang mulai berfikir, entah mengapa suasana menjadi begitu hangat setelah mereka berkumpul.
"Hey hey! Kalian! Aku samar samar merasakan aurahnya ketua! "Teriak Laurel yang membuat mereka semua menatap ke arahnya.
"Jangan bercanda! Bagaimana mungkin Zilian ada di sana dan bergabung? "Ujar Medusa dengan nada agak meninggi.
"Aku tidak tahu juga sih tapi aku rasa aurahnya sama dengan ketua, entab itu benar atau tidak sebaiknya kita diam dan mengamati saja" ujar Leix santai.
Leix mempercayai apa yang di ucapkan adiknya lagi pula tadi dia sempat melihat sosok berjubah hitam itu menyentuh bagian tubuh Jadey kakak mereka dan dia bisa merasakan aurah sedih yang terlarut di sekitarnya.
Di saat itu juga di waktu itu juga sosok berjubah hitam itu menangis dengan mata yang masih tertutup, tidak ada isakan tangis yang ia keluarkan tentu saja ia tidak tahu kalau dia sedang menangis dengan alasan yang tidak jelas.
Perasaannya sudah mulai perlahan menghilang dan itu memberikan pukulan berat untuknya. Sebentar lagi keinginannya akan segera terwujud tapi di saat itu dia hanya bisa menyaksikan tanpa dapat merasakan kerja kerasnya.
Perasaan sosok itu mengalir ke tubuh Dedliona yang ikut menangis merasakan penderitaan orang yang berada di belakangnya. Dia mengerti perasaannya tapi dia sendiri tidak memiliki sihir yang dapat memusnahkan sumpahnya sendiri.
"Fokuslah, jangan sampai tujuan kita hancur begitu saja" ujar Dedliona yang menggunakan telepati.
"Baiklah, kumohon jangan sampai ada yang salah" balas sosok itu.
"Serahkan semuanya pada ku" ujar Dedliona percaya diri.
"Hn"
Angin berhenti tertiup, kini sebuah kilatan cahaya hitam mengelilingi para iblis itu di susul dengan kabut hitam, setelahnya cahaya yang begitu terang ikut keluar dari kedua sosok yang tengah mengambang di udara.
Devosliona spontan berdiri di depan Celviona yang menutup matanya dengan cepat bersama dengan Devosliona yang refleks memeluk Celviona.
Sedangkan mereka yang ada di bawah ikut menutup mata mereka dan mengambil ancang ancang mereka, mereka mulai panik takut akan ada serangan mendadak yang menuju ke arah mereka.
"Apa yang terjadi? "Tanya Slayer Demon ketakutan. Untuk pertama kalinya dia merasa takut hingga tubuhnya bergetar.
"Entahlah, diam saja! "Teriak Medusa yang menggukan ekornya untuk melindungi tubuhnya.
"Ck, situasi macam apa ini? Kenap aku malah ketakutan dengan siluet hitam itu? "Kesal Mozai yang akhirnya berbicara.
"Hah, situasi yang menyebalkan" gumam Yon yang membungkus dirinya dengan es yang kerasnya minta ampun dan entah bagaimana caranya dia bisa membuat dua perisai dengan elemen yang berlawanan itu bertahan.
__ADS_1
Yon membuat perisai es yang membungkus tubuhnya yang bertugas melindungi tubuhnya dari dalam serta pelindung api yang di buat melingkar mirip sebuah balon air yang membungkus air di dalamnya.
Anehnya es yang membungkus Yon sama sekali tidak berpengaruh dengan api yang jelas begitu panas membuat Candy dan Zentian yang berada di dekatnya perlahan menjauh darinya dengan keadaan mata yang masih tertutup.
"Argh! Siapa yang membuat api begitu panas di saat seperti ini?! "Teriak Candy yang berjalan menyamping.
"Setelah cahaya ini hilang akan ku mutilasi tubuh orang ini! "Kesal Zentian yang memasang prisainya.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Suasana kembali tenang setelah cahaya terang itu mulai meredup secara perlahan dan akhirnya menghilang membuat mereka bernafas lega selain kembali bisa melihat mereka juga lega selama itu tidak ada serangan apapun yang datang pada mereka.
Saat membuka mata entah pemandangan apa ini, pemandangan yang begitu asing menyebar di sekitar mereka.
Terasa di sebuah dunia yang berbeda!
Itulah yang ada ada pikiran mereka. Tentu saja! Kenapa tidak? Dengan pemandangan yang mereka lihat maksud ku bangunan dan lingkungan yang mereka lihat telah di penuhi dengan teknologi yang entah bagaimana adanya.
"Wawwww! Dunia ini menakjubkan! Lihat aspal jalan raya itu, itu terlihat mengangumkan! "Pekik Candy kagum dengan apa yang dia lihat.
"Gedung tinggi dengan papan iklan layar 3D hidup itu terlihat begitu memanjakan mata apalagi ada perut six pack! "Teriak Medusa yang tiba tiba mimisan ia pun tidak sadar kalau dia mimisan.
"Mesum! "Gumam Alpha yang menatap tidak suka ke arah Medusa yang berfokus pada foto sixpack di layar.
"Hahaha! Aku menyukai tempat ini! "Ujar Read X yang berlari sana sini.
"Heh, bagaimana dengan ku yang hanya bisa merasakan tanpa bisa melihat? "Gumam Slayer Demon kesal.
Dia ingin membuka penutup matanya tapi dia urungkan setelah mengingat dia tidak boleh membukanya kecuali di situasi terdesak dan saat dia sedang sendiri.
Dengan berat hati Slayer Demon mengurungkan niatnya, pikirannya tertuju pada sesuatu.
"Kalian jangan hanya menganggumi saja kalian coba lihat apakah benar orang yang berlalu lalang di sana adalah manusia? "Tanya Slayer Demon.
Candy menatap ke arah mereka dan benar saja itu adalah......
MANUSIA!!!???
__ADS_1
Berlanjuttttt........