
Di kediaman Beliard, Hanabi datang menemui Celviona yang duduk termenung bersama dengan Hexilia yang tampak menahan emosinya.
"Sampai kapan kau akan berdiri di situ? "Ketus Hexilia.
"Ada dua orang yang tampak terkurung dalam rasa bersalahnya yah, Padahal sudah lewat begitu lama" sindir Hanabi.
Hexilia berdiri dari tempat duduknya dan dengan cepatnya ia menyerang Hanabi membelahnya menjadi dua bagian "Sialan kau!" gertak Hexilia.
Dengan tubuh yang terbelah dua Hanabi menyeringai dan perlahan menyatukan kembali tubuhnya "hihihi... Kau pikir dengan serangan kecil mu ini kau dapat membunuh ku? Jangan lupa aku lebih unggul dalam membunuh mu "ujar Hanabi yang melempar apel yang ia makan ke wajah Hexilia.
Menerima perlakuan ini Hexilia ingin sekali melampiaskannya tapi dia harus menahannya demi keamanan kediaman.
"Apa sudah selesai? "Ujar Celviona yang menatap intens kedua bola mata Hanabi.
"Aku datang untuk mengambil keputusan dari mu"ujar Hanabi langsung pada intinya dengan nada dingin dan muka datarnya.
"Sudah ku katakan berapa kali pada mu? Sudah ku bilang ketua dari group kita nanti pemimpinnya hanyalah Zilian yang akan mendudukinya! "Ujar Celviona mulai merasa risih.
"Bukan itu, yang ku maksud kapan kau akan memberitahu hal ini pada Zilian? "Tanya Hanabi.
"Tidak belum waktunya, jika di beri tahu sekarang takutnya nanti akan ada hal yang tidak terduga, aku takut anak itu akan mengalami masalah besar. Bukan begitu Hexilia? "Ujar Celviona.
"Yah... Ada masalah di antara mereka berdua yang perlu mereka selesaikan, sebaiknya kita tidak boleh menganggu mereka berdua" ujar Hexilia membenarkan.
"Kalau begitu aku akan kembali, setelah masalah yang kalian maksud sudah selesai aku akan kembali. Di saat aku kembali aku hanya ingin mendengar pendapat kalian tidak ada pengecualian lagi "ujar Hanabi yang mulai menghilang.
"Sepertinya tidak dapat di hindari lagi" ujar Celviona menghela nafas berat.
"Dia benar benar menyebalkan"kesal Hexilia.
"Mari kita lihat perkenbangan mereka berdua" ajak Celviona yang mulai membuka cermin dimensinya.
Zilian baru kembali dari kantor dan ia langsung menemui Rafaela yang tengah berada di taman belakang kediaman untuk berlatih bersama dengan Aglia dan Yelly.
Rafaela yang menyadari kedatangan Zilian segera menemuinya dan memeluk Zilian erat.
"Bagaimana perkembangan mu? "Tanya Zilian.
"Yah sudah ada perkembangan sedikit" balas Rafaela yang tampak sedikit kesal.
"Mau ikut ke kantor besok? Ada tamu yang akan datang "ujar Zilian.
"Benarkah? Siapa? "Tanya Rafaela bersemangat.
"Artis yang akan menjadi model selama beberapa hari di perusahaan "ujar Zilian yang memperlihatkan foto artis itu.
Rafaela tercengang lebar melihat siapa yang akan datang besok.
"Bukankah ini artis yang begiu terkenal itu? Hampir tidak ada yang bisa membuat janji dengannya, bagaimana kau bisa bekerjasama dengannya? "Antusias Rafaela.
"Bersiap siaplah besok kita akan ke perusahaan dan menemuinya"ujar Zilian dengan senyumannya.
"Okey, tapi hari ini tolong kau temani aku berlatih tidak asik jika hanya sendiri dan di perhatikan seperti ini" ujar Rafaela.
__ADS_1
"Ya sudahlah, ayo"pasrah Zilian.
Mereka pun berlatih bersama, terkadang Zilian memberi tahu kekurangan Rafaela dan membantunya dalam mengendalikan setiap elemen yang sulit Rafaela kendalikan.
Beberapa jam telah berlalu Rafaela dan Zilian akhirnya selesai dalam berlatih dan kini tengah bersiap siap untuk makan malam bersama.
Di meja makan mereka sudah menunggu kedatangan mereka, Kali ini mereka di temani dengan Jadey yang juga di undang oleh Chaiden.
"Hallo semuanya" sapa Rafaela yang sudah terbiasa dengan keluarga Zilian.
"Yo Rafaela, ayo duduk" balas Chaiden.
"Kau sebaiknya memperhatikan tata bicara mu suami ku" marah Medeia.
"Baik baik" merinding Chaiden.
Zilian dan Rafaela pun duduk, Zilian terus menatap Jadey yang salah tingkah karena perilaku Zilian padanya.
"Ada apa? "Tanya Jadey yang tidak suka terus di tatap.
"Siapa dia? "Tanya Zilian yang menatap Medeia bermaksud meminta penjelasan.
"Hah... Dia itu salah satu... "Ucapan Medeia di potong dengan cepat oleh Hanabi.
"Dia salah satu teman ku di kerajaan boneka" ujar Hanabi tersenyum ke arah Zilian yang memalingkan mukanya dari Hanabi.
"Sabar... Sabar.... Ini adalah ujian "batin Hanabi.
"Kau murid durhaka!"marah Medeia.
"Diam! "Veisha melempar sapu tangannya ke wajah Medeia yang akhirnya diam.
"Ck... Dia yang salah karena memotong pembicaraan ku! Kenapa kau malah marah pada ku hah? "Kesal Medeia.
"Diam! "Ujar Veisha yang beralih melototi Medeia.
"Ck.. "Decih Medeia yang akhirnya memilih untuk diam.
"Ayo makan, Jadey makan yang banyak yah"ujar Veisha yang berdiri untuk memberikan buah bagiannya.
"Setelah selesai makan kau ikutlah aku" ujar Zilian pada Jadey yang hanya mengangguk.
Ia masih marah karena di cuekin oleh Zilian yang kembali menyantap makannya tanpa rasa bersalah.
Setelah selesai makan sesuai janji Jadey menemui Zilian yang sudah menunggunya di depan pintu ruang makan.
"Ada masalah apa kau? "Ketua Jadey.
"Katakan siapa kau sebenarnya? Apaa hubungan mu dengan bibi Hanabi? "Tanya Zilian yang langsung pada intinya.
"Aku pelayan di istana boneka aku bertugas untuk membantunya merawat para boneka yang beliau buat hanya itu" balas Jadey dengan wajah datarnya.
"Kau kira aku tidak tahu apa yang tengah kau pikirkan? Jelas sekali kalau kau tengah membohongi ku" ujar Zilian yang mengetahui pemikiran Jadey.
__ADS_1
"Memang penerus yang pantas tapi asalkan kau tahu kau tidak pantas mengetahui siapa aku, kau sebaiknya tidak mengetahui lebih banyak" ujar Jadey yang tiba tiba tersenyum lebar.
"Kalau aku bertanya kau hanya perlu mejawab" ujar Zilian yang mengacungkan tangannya ke arah Jadey.
"Aku menolak" balas Jadey dengan tatapan penuh keyakinan.
Zilian melepaskan elemen angin yang menyayat tubuh jadey yang terpotong menjadi potongan kecil dengan darah yang berserakan di lantai.
"Kau pantas mendapatkannya"ujar Zilian yang berbalik meninggalkan potongan tubuh Jadey.
Di saat Zilian melangkah ia terhentikan karena aurah yang begitu hebat menekannya dan lagi ribuan kupu kupu mengelilinginnya.
"Sebaiknya kau tidak membelakangi seseorang karena bisa jadi dia akan menerkam mu dari belakang loh" ujar Jadey yang menyatu dengan kupu kupu itu.
"Kau! "
Tubuh Zilian mulai mati rasa "apa yang kau lakukan pada ku? " kesal Zilian.
"Ada cara mati yang lebih baik dari pada menerima rasa sayatan dari seseorang, coba kau tebak"ujar Jadey yang di kelilingi berbagai jenis kupu kupu.
"Racun... Sejak kapan kau meracuni ku? "Tanya Zilian.
"Sejak kau menyerang ku, kau masih terlalu lemah dalam hal bertarung, ku akui bertarung menggunakan otak memang bagus tapi jika kau bertarung hanya mengandalkan kecerdasan mh kau masih lemah bagi ku" ujar Jadey yang mendekat ke arah Zilian yang menatapnya dengan amarah.
"Kekuatan sebesar ini akan sia sia jika berada di tangan mu, ku sarankan kau berlatih lagi karena ada kemungkinan kau akan bertarung baik dari jarak jauh maupun jarak dekat, di saat itu kau mungkin akan kewalahan menghadapinya" ujar Jadey yang menyentuh kening Zilian dan mengeluarkan seekor kupu kupu ungu dari tubuh Zilian.
"Uhuk... "
"Di atas langit masih ada langit, jangan terlalu sombong hanya karena kau terlahir dengan bakat yang luar biasa, terkadang bakat itu akan hancur jika kau tidak melatihnya "ujar Jadey yang pergi meninggalkan Zilian yang tidak berkutik.
"Begitukah? Ternyata dia begitu kuat tapi mengapa dia tidak membunuh ku? "Heran Zilian.
"Karena kau akan menjadi pemimpin kami" transmisi suara dari Jadey.
Zilian kaget akan suara yang tiba tibatm terdengar di telingannya.
"Pemimpin kah? Heh.... "Seringai Zilian yang juga ikut pergi dari ruangan itu.
......~^°^~^°^~......
Keesokan harinya Zilian menunggu Rafaela di ruangan bersantai sendirian.
Di saat itu Jadey turun dan menemui Zilian yang tengah bermain di Laptoop.
"Ada apa kau kemari? "Tanya Zilian yang masih fokus pada Laptoopnya.
"Berhati hatilah, hanya itu yang bisa ku beritahukan pada mu sisanya terserah kau saja"ujar Jadey yang duduk di dekat Zilian.
"Tidak kau suruh pun aku akan berhati hati" ujar Zilian yang akhirnya menatap mata Jadey.
"Sebaiknya begitu"ujar Jadey yang memalingkan wajahnya.
Pembahasan \= tujuan Jadey dan yang lainnya adalah menjaga Rafaela untuk tidak jatuh di tangan iblis dan melatih Zilian agar bisa menjadi pemimpin group yang tengah di kembangkan oleh Jadey dan Loush di sebuah area yang hanya mereka berdua yang bisa melihatnya.
__ADS_1