
Medeia duduk di sofa bergabung dengan teman temannya yang tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing masing.
"Medeia akhirnya kau pulang! Kemana saja kau hari ini? Kau bilang mau ke kantor! Sia sia saja makanan yang kubuat untuk mu! "Kesal Rika.
"Aku ada urusan mendadak lagian urusan perusahaan sudah ku suruh ambil alih di perusahaan, jadi tidak ada yang perlu di khawatir kan"ujar Medeia memakan sneak yang ada di depannya.
"Cih..... Enak sekali kau bicara, sekarang jelaskan kemana kau pergi tadi ini"ujar Chaiden dengan wajah kesalnya.
"Ku bilang ada urusan mendadak "balas Medeia mulai tidak suka.
"Baik "ujar Chaiden pergi dari ruangan.
"Hei Medeia, kau ini! Setidaknya kau bilang kau mau pergi kami tidak perlu mengkhawatir kan mu"khawatir Lucas.
"Terimakasih atas pengertian kalian semua, ini masalah ku biar kan aku yang menyelesaikannya sendiri"ujar Medeia mematikan televisi.
"Yang benar saja! Kita ini rekan bukan? Kau sudah anggap kami ini apa sih? "Kesal Rika.
"Sudahlah kalian tidak akan mengerti maksud ku"ujar Medeia menghela nafas panjang.
"kalian boleh istirahat dan bersantai, ingat nanti jam delapan kalian siap siap untuk ke ruang makan hika tidak mau bergabung pun tidak masalah"ujar Eva menatap tajam ke arah mereka semua.
"Sialan kau Medeia"teriak Rika tidak dapat menahan amarahnya lagi.
"Kau kira kami ini apa? Kau memberi kepercayaan mu pada kami dan kami menerimanya, siapa sangka kaulah yang membuat kami mulai mencurigai mu! Apa kau bisa menjelaskannya pada kami setidaknya sedikit saja! "Marah Rika ia membanting gelas dengan keras.
"Ada hal yang setidaknya kau ketahui"peringat Medeia bangkit lalu berjalan menjauh dari Rika.
"Jaga sopan santun mu Rika"ujar Eva menekan namanya.
"Jangan salah kan kami mulai tidak bisa bertahan"ujar Rika memperingati balik.
"Terserah"ujar Medeia pergi dengan cepat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Medeia terduduk diam memikir kan apa selanjutnya yang ia lakukan untuk kedepannya, ia sadar ap yang ia laku kan memang akan memperburuk hubungannya dengan temannya ini.
Kelvin masuk tanpa memberi ketukan pintu lalu duduk di sebelah Medeia yang menatapnya penuh arti.
"Ada apa dengan mu? "Tanya Kelvin.
"Sepertinya cuman kamu deh yang mengerti maksud ku?! "Ujar Medeia tersenyum kecut.
"Mungkin tidak"ujar Kelvin singkat.
"Siapa? "Tanya Medeia penasaran.
"Hal sepeleh seperti ini pun kau tidak tau, aku baru selesai menyelidiki satu hal, ada kemungkinan orang penting dari mereka sekarang sedang shooting flm "KESATRIA LANGIT" sepertinya ada kesempatan"ujar Kelvin menatap Medeia.
"Hahaha bodoh, dia kira organisasinya seperti apa sampai mengekspos dirinya sendiri di tempat terbuka, tunggu mereka akan mengirim surat kontrak artjs pada ku aku akan menarik ulur sehingga tidak ada suatu yang menyadari"ujar Medeia tersenyum licik.
Medeia mengambil buku yang ia baca dan memberikannya kembali kepada Kelvin dengan hati yang gembira.
"Jadi bagaimana? "Ujar Kelvin mengigat kan.
"Sudah jelas bukan?! "Ujar Medeia menatap Kelvin dengan penuh arti.
"Baik tidak ada yang penting lagi, maaf menganggu mu nona"ujar Kelvin bangkit dan pergi dari ruangan.
Kebetulan Eva juga ingin memberi tahu bahwa sepupunya kali ini sudah kembali dan sudah menunggunya di bawah.
"Suruh dia kemari"ujar Medeia.
"Tidak baik seperti ini! Anda sebaiknya turun dan mendiskusikannya dengan rekan kita"ujar Eva.
"Apa maksud mu ingin memberi tahunya? "Ujar Medeia menatap Eva dengan tajam.
"Benar, di takut kan masalah kedepannya akan semakin rumit, lebih baik kita terbuka sekarang, tapi untuk masalah yang baru ini sebaiknya cari waktu yang tepat untuk mendiskusikannya"ujar Eva.
__ADS_1
"Baik, aku akan turun, jamu dia dengan makanan yang lebih baik"ujar Medeia bangkit untuk menaruh semua buku dan dokumennya di lemari mejanya.
Medeia kembali ke kamarnya untuk membersih kan badanya lalu kembali menuruni tangga setelah selesai bersiap siap.
"Kakak apa kabar mu selama beberapa tahun terakhir ini? "Ramah Meira.
"Seperti yang kau lihat adik sepupu"ujar Medeia duduk di kursi utama.
"Tumben sekali kakak memanggil ku kemari? Ada apa ini? "Bingung Meira.
"Ada hal penting yang akan aku bicara kan pada mu, tapi tunggu anggota keluarga kecil ku datang untuk hal ini"ujar Medeia memberi isyarat.
Kelvin menuruni anak tangga bersama dengan Lucas yang mengikutinya dari belakang sedang kan Chaiden tengah bersiap siap untuk turun, Rika masih ragu untuk turun menemui Medeia.
"Kenapa lama sekali? "Ujar Medeia dengan nada lembut.
"Mana kami tau kalau ada rapat mendadak seperti ini nona Medeia"ujar Lucas tidak suka.
"Sisanya ku beri waktu 5 menit jika lewat maka sofa di ruang tamu siap di tempati"ujar Medeia menutup matanya.
"Kasihanilah nasib kami, kami kan teman mu kenapa kau begitu kejam? "Ujar Lucas sedikit memelas.
"Sudahlah, tidak baik bertengkar di depan tamu terhormat kita"ujar Chaiden yang tiba tiba menyela pembicaraan.
"Ku kira kau tidak akan mau turun"ejek Medeia.
"Hal sepenting ini mana bisa aku lewat kan? "Ujar Chaiden dengan tampang dinginnya.
"Tersisa 2 menit lagi, waktu tinggal sedikit"ujar Medeia memperingati.
"Apa lagi yang perlu di bicara kan bukan kah itu sudah jelas tadi? "Kasar Rika.
"Duduklah dulu lalu aku akan mulai berbicara"perintah Medeia.
Setelah menerima intruksi dari Medeia, mereja semua terdiam menunggu Medeia berbicara sama dengan Meira yang kebingunggan atas perlajuan Medeia yang tiba tiba berubah drastis.
"Perusahaan 'ROYAL INTERTAIMEN' mulai hari ini akan di ambil alih untuk sementara oleh adik sepupu ku Meira Beliard"ujar Medeia.
Semua yang ada di sana dibuat kaget olehnya, Meira menentang keras keputusan Medeia tapi Medeia sama sekali tidak menghiraukannya.
"Kakak sepupu, apa yang sedang kau bicara kan? Perusahaan besar seperti ini bukan untuk di permain kan, aku tau diri untuk hal ini"ujar Meira bersikeras tidak ingin menandatangani kontrak.
"Apa kalian setuju memberi tahu kebenaran mengapa kita bisa bersama hari ini? "Ujar Medeia yang membuat mereka terdiam.
"Kata kan saja, tapi jika dia berani membuka mulut maka dia harus mengalami pencucian otak dari ku"ujar Lucas dengan nada kasar.
"Tidak ada yang perlu di takut kan jika memang tidak memenuhi syarat maka ide yang di kata kan Lucas tadi akan berguna"ujar Chaiden membela.
"Apa yang sedang kalian bicara kan? Aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang kalian bicara kan"ujar Meira mencari tahu.
"Setuju, Meira kami yang ada di sini termaksud pelayan bukanlah manusia biasa, kami memiliki kekuatan diluar dugaan akal sehat kalian para manusia"ujar Medeia tanpa mengubah expresi wajahnya.
"Aku ingin menyerah kan perusahaan di tangan mu untuk sementara agar aku bisa mencari tahu dari mana asal dan mengapa kekuatan ini ada di dunia dan mengambil wadah percobaan seperti manusia lemah seperti kita"ujar Medeia menatap tajam Meira.
"Aku tidak pernah tidak mempercayai kakak sepupu, aku selalu memegang tegus kepercayaan kakak sepupu meskipun ini agak sulit untuk di pahami sih"ujar Meira mencoba memahami perkataan Media.
"Baguslah asisten ku Eva akan membantu mu selama kau ada di perusahaan"ujar Medeia.
"Ahemmmm"dehem Eva.
"Haish kau ini masih keras kepala yah"kesal Medeia.
"Baiklah aku akan mengutus orang kita untuk membantunya dan menjaganya selama aku tidak ada"ujar Medeia menenag kan Eva.
"Saya sendiri akan mengurusnya ratu"ujar Eva.
"Ratu? "Bingung Meira.
"Nama panggilan saja"dingin Medeia.
"Jadi kau pergi menyelidiki ini semua tanpa memberi tahu kami terlebih dahulu? "Kesal Rika berusaha menahan emosinya.
"Benar, aku tidak mau kalian masuk ke dalam jebak kan mereka, tapi setelah di pikir pikir perkataan kalian tadi memang ada benarnya, jadi sekalian saja ku beri tahu di sini"ujar Medeia tanpa merasa bersalah.
"Sialan kau Medeia"kesal Rika.
"Di mana pak tua itu? "Tanya Medeia.
"Ada masalah di klan makannya dia pergi tanpa pamit dengan mu, siapa suruh kau pergi"ujar Rika menenang kan pikirannya.
"Sudahlah, sekarang kalian boleh makan dan istirahat, untuk malam ini kau akan menginap di vila ku untuk menjaga ke amanan mu"ujar Medeia memberi isyarat.
"Baik kakak sepupu"patuh Meira.
Setelah selesai makan malam Medeia duduk di sofa ruang tamu untuk bersantai dengan mereka yang sibuk dengan kegiatan mereka masing masing.
"Kakak sepupu beruntung tinggal bersama mereka, di temani dengan cogaan seperti ini, sungguh berlimpah"ujar Meira kagum.
__ADS_1
"Kau ini mereka semua adalah teman kepercayaan ku, selamanya adalah keluarga kecil ku yang selalu ku percayaidan akan selalu ku lindungi"ujar Medeia tersenyum kecil.
"Aku tau itu, kakak sepupu memang yang terbaik"ujar Meira memeluk Medeia manja.
"Medeia kau akan pergi kemana besok? "Ujar Rika.
"Besok aku akan menemui pangeran inggris pangeran Sea untuk meminta maaf sekalian mencari tahu situasi lalu bertindak"ujar Medeia menonton dengan memakan sneaknya.
"Apa hubungannya dengan Sea itu? "Ujar Rika penasaran.
"Pangeran mahkota sepertinya memeiliki daerah kekuasaan dan koneksi yang tinggi dan berlimpah ada kemungkinan dia juga termaksud ke dalamnya"ujar Medeia memakan sneaknya.
"Yang benar saja kau ini, aku tau kau memang tidak suka denagnnya tapi coba kau pikir kan jika kau mengambil masalah dengannya maka akan gawat baik itu dia salah satu anggota mau pun tidak itu akan sama sama memberikan musuh suatu petunjuk"ujar Rika memperingati.
"Aku mana mungkin bertindak tanpa rencana yang matang? Chaiden besok kau Eva dan aku akan pergi menemui pangeran, kalian cukup menemaniku saja sisanya nanti akan ku beritahu melalui telepati"ujar Medeia.
"Terserah"pasrah Chaiden.
"Eva besok kau ajak Medusa datang kemari, kita membutuh kan kekuatannya untuk masalah ini"ujar Medeia.
"Baik"
"Aku akan beristirahat, ada kemungkinan besar mereka akan menyerang ku besok"ujar Medeia tersenyum picik.
"Kau ini sama sama mengerikkannya saat Riko merekrut mu ke organisasi"ujar Rika.
"Oh iya, Aerthan dan Riko sudah sampai bel di markas penyelidik kan? "Tanya Medeia.
"Sesuai intuksi mu ratu"ujar Rika.
"Bagus, kali ini akan berjalan lancar, permainan di mulai"ujar Medeia tersenyum.
Keesokkan harinya Medeia menunggu Chaiden dan Eva di ruang tamu sambil membaca buku buku sejarah dengan santainya.
"Semua perlengkapan saya sudah sedia kan, waktunya berangkat"ujar Eva.
"Bagaimana dengan Chaiden? "Ujar Medeia.
"Sepertinya dia akan turun, tunggulah sebentar lagi ratu"ujar Eva menenang kan suasana.
"Maaf terlambat"ujar Chaiden mengenakan pakaian serba hitam.
Medeia di buat tercengang melihat penampilan Chaiden sehingga membuatnya melupa kan apa yang akan ia lakukan.
"Sudah cukup lihatnya? "Ujar Chaiden dengan wajah dinginnya.
"Ratu saatnya berangkat, Meira akan pergi ke kantor hari ini bersama Rika, sebaiknya kita juga cepat bertindak"ujar Eva menepuk jidatnya.
"Eh? Apa? Oke ayo"ujar Medeia linglung.
"Apa ratu tidak pernah melihat cowok seperti ini? Perasaan banyak deh, apa jangan jangan... "Batin Eva.
"Sudahlah fokus ke misi kali ini" ujar Medeia seolah olah tidak ada yang terjadi.
Di dalam mobilnya hanya ada keheningan belaka masing masing tidak bergeming dan tidak memiliki niat untuk membuka pembicaraan.
Setelah perjalanan panjang akhirnya mobil berhenti di suatu restoran mewah yang di mana mereka akan saling bertemu.
Medeia memasuki ruangan vip yang sudah di pesan oleh pangeran Sea, pelayan menuntun jalan untuk Medeia dan Chaiden sedang kan Eva sibuk menangani kemarah seseorang yang tengah berada di puncak emosi tertinggi.
"Hallo nona muda, apa kabar mu?"sapa Sea hangat.
"Baik pangeran, langsung ke intinya saja, saya datang untuk meminta maaf pada anda akan sifat saya saat anda datang ke rumah, anda ta situasinya saat datang ke kediaman klan ku"ujar Medeia tidak mau mengingat kejadian itu.
"Saya mengerti, anggap saja itu sudah berlalu nona"ujar Sea tersenyum hangat.
"Soal pertunangan saya masih memiliki ke putusan yang sama maka dari itu saya akan memberi anda konpensasi saja terima cek ini dan sisanya saya akan memberikan kesempatan untuk anda bekerja sama dengan perusahaan saya"ujar Medeia.
"Baik, tidak masalah, lagi pula saya tidak memiliki hak untuk memaksa anda bertunangan dengan saya, tapi saya tidam akan menyerah untuk mengejar anda meskipun terjadi perubahan"ujar Sea dengan nada meyakin kan.
"Terimakasih, semoga anda menerima wanita yang baik dari saya, untuk hari ini saya yabg akan mentraktir anda makan"ujar Medeia.
"Anda tuan Chaiden bukan? "Tanya Sea mengintimindasi.
"Benar, saya orang penting nona muda"ujar Chaiden cuek.
"Baguslah"tenang Sea.
Medeia melihat tanda yang sama dengan yang ada di leher Sea, kini Medeia yakin kalau orang di depannya ini adalah orang orangnya.
"Sepertinya memang benar, sesuai dugaan, kalau begitu maka apa yang ku laku kan kedepannya bukanlah kesalahan besar yang fatal, tujuan ku akhirnya akan tercapai"batin Medeia senang.
Chaiden memberi isyarat agar Medeia tetap waspada, untuk menghilang kan kecurigaan Chaiden menetralisis kan kekuatannya dengan Medeia tapi hanya sementara.
"Tetaplah seperti ini, aku yakin ingatan ku akan kembali, tunggu aku tau siapa aku sebenarnya aku pasti akan membantu mu dan membuat mu bahagia Medeia"batin Chaiden.
Chaiden menatap Medeia tanpa ia sadari senyuman tipis terukir di wajahnya meski pun Medeia tidak tau bahwa kali ini mulai ada yang berbeda dari biasanya.
__ADS_1