
...¶∆¶∆¶∆¶...
Miyaku mulai merasa aneh, tidak biasanya Any akan datang terlambat.
"Mari kita mulai penyerangan yang sebenarnya" Miyaku mengangkat tangannya ke udara dan melepaskan auranhnya untuk melindunginya dari serangan apa pun.
Bearlex memundurkan pasukannya untuk membuat perisai pelindung di sekitar kawasan kekuatan Miyaku lalu Yon membantu Eltian dan Laoyin untuk menyalurlan kekuatan batu kristal mereka ke boneka Miyaku.
Setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya Miyaku membuka matanya dan menampilkan boneka yang begitu mirip dengan Dedliona di depan matanya.
"Akhirnya kau jadi juga" senang Miyaku yang memeluk bonekannya.
"Jika saja kau bisa mengerti apa yang ku pikirkan kak klan kita akan hidup damai "
"Tapi tenang saja, setelah aku mengalahkan mereka kita akan menjalani kehidupan yang dulu telah terengut olehnya, aku janji ini pada mu" lirih Miyaku yang melepaskan pelukannya.
Zilian terdiam mendengar perkataan Miyaku, entah mengapa apa yang di katakan Miyaku tertuju padanya seolah olah diaah yang telah merengut kebahagiaan mereka.
"Apa pun itu aku tidak peduli yang ku pedulikan adalah sahabat ku harus kembali sebelum perasaan ku benar benar menghilang untuk selamanya" batin Zilian mengepal tangannya kuat.
Slayer demon mengeluarkan samurainya dan mulai menancapkannya di perisai pertahanan Kelvin dan Zen di bantu dengan ribuan tombak terbuat dari api Yon.
"Hancurkan! "Teriak Slayer Demon.
"Dimana Xefall? "Tanya Laoyin pada Eltian yang mengedikan bahunya tidak tahu.
"Apa dia ada tugas lain dari kakak pertama atau Bearlex? "Tanya Laoyin lagi.
Eltian tidak mempedulikan pertanyaan Laoyin dan memilih fokus menatap ke arah Slayer Demon dan Yon yang tengah berusaha menghancurkan perisainya.
Isekai diam memperhatikan tingkah Eltian yang sama sekali tidak berniat membantu mereka.
Eltian yang merasa tatapan dari seseorang pun berbalik untuk melihat siapa yang menatapnya.
"Kenapa lagi anak ini? Jangan bilang dia mau mengajak ku bekerjasama untuk melawan Miyaku? Bukankah sudah terlambat? "Batin Eltian.
Karena terlalu penasaran Eltian pun mendekati Isekai yang masih menatapnya hingga dia sampai di hadapannya.
"Ada apa? "Tanya Eltian.
"Kau tidak mau membantu mereka? "Tanya Isekai.
"Kau yang seharusnya pergi membantu bukankah kekuatan mu adalah bayangan? Kau lebih leluasa menghancurkan perisai itu di banding mereka berdua "ujar Eltian.
"Tidak, aku tidak ingin berperang atau pun membantu pihak lawan aku tidak tahu apa yang sedang Miyaku rencanakan" ujar Isekai.
"Kalau begitu aku akan menyelidiki beberapa hal dulu tapi ingat jika kau ingin melawannya aku akan selalu membantu mu" ujar Eltian dengan tatapan tangguhnya.
"Hmmmm"
Eltian kembali ke posisi awalnya dan terus menatap ke arah perisai tidak tahu harus melakukan apa.
__ADS_1
"Kau tidak ada kerjaan? "Ujar Bearlex menepuk pundak Eltian.
Eltian mengeleng "aku rasa Miyaku menyembunyikan sesuatu dari kita semua, jika itu benar maka aku tidak akan memberikannya kesempatan untuk hidup! "Ujar Eltian menatap tajam ke arah Miyaku yang tengah melayang di udara bersama dengan boneka duplikat Dedliona.
"Apapun itu kita harus bersatu untuk melawan mereka kan? Mereka yang salah telah merengut kebahagiaan kita dahulu! Sduah saatnya kita membalas apa yang mereka lakukan dulu "ujar Bearlex.
"Kau melenceng? "Ujar Eltian.
"Benar"
"Terserah kau saja! "Kesal Eltian.
"Ya sudah, aku akan ke sana untuk melakukan tugas ku "ujar Bearlex yang pergi meninggalkan Eltian yangasih kesal akan jawaban dari pemimpinnya.
Bearlex menemui Read X yang tengah bermain main dengan rantai emasnya.
"Sudah saatnya bertarung" ujar Bearlex.
"Khikhikhi..... Baiklah sudah saatnya peregangan" senyum Bearlex yang mempersiapkan rantai emasnya.
Slayer Demon dan Yon melepaskan tanda penyerangan, Hanzel terbang ke dekat Miyaku dan menyalurkan kekuatanya untuk Miyaku dan semua aggotanya.
Hanzel memiliki kekuatan untuk memperkuat kekuatan rekannya sedangkan Read X pengguna rantai emas yang bertugas untuk membantu Bearlex dan pasukannya.
Miyaku melepaskan kekuatannya dan mengontrol bonekanya untuk menghancurkan perisai.
Hanya dengan satu serangan dari bonekanya perisai yang di buat Kelvin dan Zen hancur berkeping keping dan menyebabkan mereka berdua terpental.
"Uhuk uhuk! "
Zen menghela nafas untung saja dia berhasil memindahkan dirinya dan Kelvin ke tempat yang aman hingga tidak membentur tembok hingga roboh.
Eva dan Chaiden melawan pasukan Bearlex yang di pimpin oleh Laoyin dan Eltian.
Pasukan penjaga perisai tidak sempat melawan balik karena ikut terpental, angin begitu kencang hingga mempersulit mereka untuk melihat dimana arah serangan mereka.
Slavina memerintahkan pasukan bersenjata untuk siap siaga untuk menembak ke arah udara dan bagian pintu masuk gerbang.
Miyaku melepaskan ribuan jarum ke arah pasukan bersenjata dan ke arah Kaguya, Alpha dan yang lainnya.
Cestania yang berada di luar gerbang masuk lalu melindungi mereka dengan membuat perisai dari inti kekuatannya.
Kaguya membantu Cestania dengan menggandalkan kekuatan yang tersisa di dirinya untuk mengurangi dampak yang akan Cestania terima.
Lucas berdiri untuk membantu Cestania dengan menggunakan perisai darahnya sedangkan Zen membuat portal untuk memindahkan memindahkan mereka semua ke tempat yang aman.
"Kalian masuklah dulu, aku akan masuk paling terakhir" ujar Cestania.
"Baiklah, kau tahanlah sebentar" ujar Lucas yang langsung mendorong Kaguya masuk ke dalam portal.
Setelah mereka masuk akhirnya Cestania memasuki portal.
__ADS_1
Eva dan Chaiden berhasil menyelesaikan tugas mereka dan mulai menyerang ke arah Miyaku bersama sama tapi malah di hadang oleh Hanzel.
Miyaku melepaskan serangan mematikan pada mereka berdua, untung saja Chaiden sangat cepat dalam merespon serangan Miyaku meski dia sendiri harus terluka.
"Kau baik baik saja? Kau mundurlah "ujar Eva yang mengantikan Chaiden menyerang Miyaku.
Chaiden memperhatikan cara serang Miyaku yang ternyata berfokus pada Hanzel yang menjadi penguat serangannya.
Chaiden ikut maju untuk menyerang bersama, sedangkan pasukan di bawa di tinggalkan begitu saja.
Solydia terdiam sesaat, Eva masih belum memberikannya tanda tanda untuk menyerang.
Medeia masih memperhatikan gerakan Eva dari jauh, belum saatnya dia membantu karena Medeia yakin Eva selalu memiliki rencanannya sendiri.
Di bagian dalam Kaguya melawan Read X bersama dengan Cestania yang mulai kewalahan melawan Read X yang begitu lincah dalam menyerang ti tambah dengan senjatanya yang membuat Cestania mengeram kesal.
"Jaga jarak! Jika kita menyerang dengan jarak dekat maka kitalah yang akan di rugikan! "Teriak Cestania melepaskan kekuatannya.
"Aku tahu, aku akan menyerang dari atas sedangkan kau dari bawah" ujar Kaguya yang melayang ke udara.
Celviona keluar untuk membantu sisi lainnya yakni Kaguya untuk melawan Read X yang meminta bantuan pada Bearlex dan pasukannya.
Tidak butuh waktu lama Bearlex dan Yon satang bersama dan langsung menyerang.
Yom membakar daerah sekitanrnya untuk memperkuat kekuatannya dan jangkauannya dalam menyerang sedangkan Solydia melawan Celviona yang juga melawannya.
Pertarungan mereka terus terjadi hingga saat dimana Miyaku berhasil mengalahkan Eva yang terjatuh ke tanah.
Chaiden menghentikan serangannya dan turun untuk melihat Eva yang mengatur nafasnya.
"Nyalakan sinyal ini maka Solydia akan datang bersama dengan pasukannya! "Ujar Eva yang akhirnya tidak sadarkan diri.
Chaiden mengangguk dan melepaskan sinyalnya. Solydia yang berada di sana bersama dengan Xefall pun mulai bergerak.
Hanabi dan Medusa sengaja di tinggalkan untuk sementara agar mereka bisa menjadi perisai di saat mereka sekarat.
Jebakan yang di pasang Eva saat itu benar benar berfungsi dan membuat kaki Bearlex harus di korbankan.
"Gawat jebakan ini beracun! "Pekik Bearlex yang memegangi kakinya yang terasa nyeri.
"Kau mundurlah aku akan menggantikan mu" ujar Yon.
"Yang di katakan Yon benar kau sebaiknya menyembuhkan kaki mu dulu! "Ujar Slayer Demon yang langsung berdiri di dekat Bearlex.
"Maaf merepotkan kalian berdua, aku akan mundur sekarang" Ujar Bearlex yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Yon kembali fokus untuk melawan mereka kali ini Slayer Demon bersatu untuk melawan mereka bertiga.
"Lawan kita yang sebenarnya adalah Celviona mereke berdua hanyalah peran pembantu saja" ujar Slayer Demon.
"Kalau begitu aku urus mereka berdua sedangkan kau lawan Celviona" ujar Yon yang semakin memperkuat serangannya.
__ADS_1
Pertarungan mereka terus berlanjut entah akan ada korban nyawa atau tidak, menang atau tidak semuanya tergantung pada nasib mereka.
Berlanjutttt......