Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
S2. PART 19


__ADS_3

Dunia manusia kini tidak stabil begitu pula dengan keadaan di kediaman bliard. Zilian dan Jadey mulai mendiakusikan masalah apa yang terjadi secara perlahan untuk menemukan alternatif.


"Kita tidak bisa membunuh para iblis dan memulai peperangan, kita sudah cukup di rugikan atas peperagan yang lalu" ujar Jadey.


"Tidak ada peperangan untuk kedepannya, pikirkan keselamatan para manusia yang tidak tahu apa apa, kita hanya perlu melindungi saja" ujar Zilian.


"Aku tahu tapi mau bagaimana pun bertahan seperti ini tidak menjamin keselamatan mereka, kekuatan kita terbatas" ucap Jadey.


"Kau sebenarnya berpihak kemana? Bukankah kau menyetujui untuk tidak membunuh tapi di sisi lain kau memberi tahu ku untuk tidak menahan diri untuk memulai peperangan berdarah" kesal Zilian.


"Argh!!! Aku pusing memikirkan masalah ini sepanjang hari" frustasi Jadey.


"Menyelamatkan Rafaela dari tangan iblis tanpa memulai peperangan itu terdengar mustahil sih tapi itu bukan berarti tidak ada cara" ujar Jadey kepikiran sesuatu.


"Apa rencana mu? "


"Menyamar dan mencari tahu gerak gerik mereka" ujar Jadey.


"Jika tidak sayang nyawa silahkan saja" ujar Zilian yang menjatuhkan semangat juang Jadey.


"Kau ini! Bilang begini salah bilang begitu salah, kau maunya apaan sih? "Kesal Jadey.


"Aku tidak melarang atau pun menolak, aku mengatakan kebenaran" ujar Zilian.


"... "Jadey kini Kehabisan kata kata.


"Kau ada recana tidak? "Tanya Jadey berusaha bersabar.


"Tidak ada"


"Kepedean apa apaan ini?! Sebagai pemimpin kau harus selalu peduli dengan masalah yang kami alami! Bla bla bla "Jadey terus mengoceh di depan Zilian yang hanya menguap mengantuk mendengarkan ocehan Jadey yang tiada henti.


"Mau minum teh? "Tawar Zilian.

__ADS_1


"Nggak tahu dan nggak mau tahu, kepala ku akan meledak jika terus meladeni mu "ujar Jadey yang melompat keluar dari jendela.


"Huh... Rafaela sebaiknya kau tidak mengkhianati ku, meski kau tidak akan menyukai ku lagi aku akan tetap membawa mu kembali kemari" lirih Zilian.


"Berharaplah terus menerus! Kalau mau dia kembali pikirkan alternatifnya dong! "Teriak Jadey dari bawah bangunan.


"Hanya perlu kesana kan? Tepatnya negosiasi"ujar Zilian.


Jadey terbang dengan kecepatan tinggi ke udara lalu menghancurkan bangunan yang di dalamnya terdapat Zilian.


"Ide ku lebih berfaedah di banding dengan ide mu "kesal Jadey.


"Oh? Kau pikirkan saja sendiri, jika secara sembunyi dan mereka menemukan mu apa yang akan terjadi? "Tanya Zilian.


"Palingan nggak balik "jawab Jadey.


"Kalau bernegosiasi dengan mengandalkan jarak dari mereka masih ada kemungkinan untuk kembali, mau pilih yang mana? "Ujar Zilian dengan wajah datarnya, ia keluar dari reruntuhan bangunan itu dengan anggun.


Jadey hanya tersenyum pahit, ia benar benar lelah menghadapi pemimpin sepertinya, jika di tambah satu lagi maka penyebab kematian Jadey adalah tekanan darah tinggi.


"ya gusti, dosa apa yang telah ku perbuat? Aku sudah tidak sanggup menghadapi ciptaan mu ini"batin Jadey frustasi.


Setelah beberapa menit Monxai datang dan membungkuk pada Zilian yang mengangguk saja.


"Ada tugas peminpin? "Tanya Laurel tidak sabaran.


"Baca sendiri" Zilian memberikan sebuah kertas pada Laurel yang langsung membacanya.


"Jika sudah baca pergilah, cepat cepat yah kembali melapor jika tidak aku akan mati menggila di sini" ujar Jadey bagaikan mayat tampa roh.


"Kakak kau tidak apa apa kan? "Khawatir Laurel.


"Tidak baik baik saja, kalian pergilah kalian pastikan kembali dengan mayat yang utuh" ujar Jadey mengingau.

__ADS_1


"Anda sepertinya ingin kami segera meninggal" dingin Leix.


"Entahlah, aku lebih memilih mati dengan kalian saja dari pada berhadapan dengan wanita di depan ku" sindir Jadey.


"Ahemm.... Kalian pergilah, jangan mempedulikan perempuan ini" ujar Zilian.


"Baik, dilaksanakan" kompak Laurel dan Leix.


Mereka pun pergi meninggalkan dua mahkluk yang aneh itu.


"Kenapa bangunannya bisa hancur begitu? "Penasaran Laurel.


"Entahlah, jika di lihat sepertinya kak Jadey yang menghancurkannya" jawab Leix yang tidak tertarik sama sekali.


"Hmmm... Apa kau mendeteksi keberadaan lokasinya? "Tanya Laurel.


"Ya"


"Dimana?"


"Bisakah kau berhenti bertanya? Laurel mulut mu sepertinya perlu sikat besi" senyum Leix.


"Baiklah kak, aku hanya ingin suasananya lebih hangat "ujar Laurel tertawa kecil.


"Aku lebih suka tidak bicara "ujar Leix yang mempercepat penerbangannya.


Mereka terbang melalui lautan yang membentang luas menuju ke hutan terbesar di inggris.


Selama berhari hari mereka terus terbang tanpa henti, akhirnya sampai di sana.


Akankah mereka selamat? Mari tunggu part selanjutnya.


Coba kalian tebak siapakah iblis sebenarnya?

__ADS_1


Berlanjuttt...


__ADS_2