Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
PART 30 : HAL YANG TIDAK DAPAT DI HINDARI


__ADS_3

**APA PUN YANG TERJADI UNTUK SELANJUTNYA SAYA HARAP PENGERTIAN PEMBACA UNTUK TIDAK MENYANGKUT PAUTKAN APA YANG TERJADI PADA DUNIA NYATA.


SELAMAT MEMBACA DENGAN NYAMAN READERS**.


Peperangan awal pun di mulai, Medeia memasuki wilayah pertama istananya dan menemui banyak pengawal yang mengepungnya tanpa berbicara sekata pun mereka menyerang Veisha dengan gesit membuat Veisha mau tidak mau melukai orang orangnya yang alih pikirannya telah di kontrol.


Veisha sengaja tidak menyusup karena ia tahu jika ia menyusup ia justru akan masuk dalam jebakannya, tentu saja ia akan mengepungnya saat ia masuk di tempat tahtanya berada, sebenarnya yang ia lakukan juga tidak veda jaub, sama sama mempertaruhkan nyawa.


Tapi jika Veisha menyusp mereka bisa membuat teman temannya tertangkap dan menyanderanya tapi jika dia melakukannya secara terang terangan maka mereka bisa membagi dua kubu untuk menyerang Medeia dan teman temannya.


Walau seperti itu Veisha selangkah lebih awal bertindak dari pada mereka, sebelum pergi ia menggunakan pelindung yang di buat dengan kombinasi antara dirinya dan Eva yaitu pelindung Ekor Rubah Penghancur Sembilan Elemen, lalu memasang jebakan di sekitarnya dengan racun dari bunga kematian.


"Penyusuo! Semuanya segera bawa para prajurit Vana! Usir para penyusup ini! "Teriak para penjaga.


Veisha masuk, ia membekukan para prajurit yang belum sempat menyerangnya karena panik Veisha datang secara tiba tiba.


"Maaf, ini bukan keinginan ku untuk membunuh kalian"ujar Veisha berjalan melewati para prajurit yang membeku.


"Yang mulia, sepertinya mereka datang dengan ribuan pasukan yang hampir sekuat diri ku"ujar Eva mengambil ancang ancang.


"Sialan! Kita harus memberes kan mereka sampai bersih, tidak tahu boneka buatan mereka memakan waktu berapa lama lagi, aku mana bisa bertahan dengan kekuatan ku yang hanya setengah ini? "Ujar Veisha yang merasa tertekan.


"Tenanglah ratu ku, apa pun itu saya akan melindungi anda"ujar Eva melawan mereka.


"Tolong jaga nyawa mu yang berharga ini"ujar Veisha tersenyum hangat.


Mereka menyerang para prajurit itu tanpa membunuh mereka atau pun menyakiti mereka, hanya goresan dan pukulan saja yang Veisha dan Eva lontarkan pada para prajut itu.


Setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya ribuan boneka datang dan ikut berperang, terkejut akan perkembangan rencanannya, Veisha kembali mengingat tujuannya ia berlari masuk ke dalam istana bersam dengan Eva yang membuat pelindung sekuat kuatnya.


"Sial di mana mereka? "Kesal Veisha.


"Aneh, tidak mungkin mereka tidak menaruh para prajurit untuk melindungi rajanya? "Bingung Eva.


"Aku tidak mengerti, sekarang tetaplah fojus membuat perisai untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi"perintah Medeia.


"Baik"


Mereka kembali mencari dan mengamati sekitar mereka dengan sangat teliti, namun anehnya di setiap tempat yang mereka temui sama sekali tidak ada yang menjaganya, itu menjadi pertanyaan di benak Veisha dan Eva yang masih berfikir di jalanan.


Di tengah kebingungan itu tiba tiba ada yang menyerang mereka dari langit, untung saja pelindung yang Eva buat kuat tapi kini pelindung itu retak.


"Di mana pemimpin kalian? "Ujar Veisha emosi.


"ada di depan mata kalian"ujarnya


"Sialan kau! "


Veisha menyerangnya tapi serangan yang ia lontarkan mengenai musuh tapi anehnya mengapa ia merasakan pukulannya sendiri? Sedangkan orang yang ia pukul malah tidak bergeming daru tempatnya, seolah olah ia sedang meremehkan.

__ADS_1


"Unghhhhh"


Sudah beberapa kali Veisha menyerangnya tapi serangannya malah berdampak pada dirinya sendiri, Eva dengan cepat membopong tubuh Veisha yang hamoir ambruk ke lantai.


"Bagaimana rasanya? "Remeh orang itu.


"Bagaimana bisa? "Bingung Veisha yang melemah.


"Tentu saja karena kau bodoh! "Orang itu menyerang Veisha dengan kekuatan penuh.


Eva menahan serangannya dengan perisainya yang muali retak, ia tidak bisa menahan kekuatan yang begitu besar dari lawannya, tapi tidak ada cara lain Veisha masih memerlukan waktu untuk mengumpulkan tenaga dan meregenerasikan luka lukanya.


"Kau pikir kau dapat menahan ku dengan perisai mainan mu ini? Mimpi saja sana! "


Orang itu meningkatkan daya serangnya hingga membuat Eva terbentur tembok, tulang tulangnya patah, tubuhnya sulit untuk bergerak, banyak darah yang bercucuran, mengalir deras.


Veisha yang melemah menyaksikan segalanya, ia berusaha untuk bergerak melawannya tapi ia tidak dapat mengeluarkan kekuatan apa pun dari tubuhnya.


Ia hanya bisa melihat orang yang selama ini terus berada di sisinya menanggung pukulan mengganaskan dari musuhnya yang bersemangat menghancurkan organ dalam Eva.


Tanpa Veisha sadari hawa nafsu mulai menyelimuti dirinya, kelopak bunga hydrangea Biru dan Merah menyelimuti tubuh Medeia yang tiba tiba sembuh dari luka fatalnya.


"Beraninya kau menyakiti teman berharga ku! "Veisha mengamuk.


Ia menyerang orang itu tanpa ampun tidak peduli rasa sakit apa pun yang Veisha terima ia hanya merasa rasa sakit di dalan hatinya lebih menyakitkan dari kuka fisik mana pun yang ia terima dari lawannya.


Kelopak bunga itu melilit orang itu, tidak memberikannya nafas sedikit pun, masuk ke dalam mukutnya dan menggerogoti isi tubuhnya hingga akhirnya menggali keluar dari tubuh orang itu.


"Lalu memangnya jika aku mati terbunuh oleh mu? Klan ku masih memiliki banyak penerus, kami para iblis hati akan terus lahir dari sisi lain hati para manusia dan kalian para manusia abadi, hewan dan tumbuhan seklipun dapat membangkitkan kami! Jangan terlalu percaya diri, pemimpin kami sudah mempersiapkan segalanya sengan sangat matang, kami menunggu kedatangan mu"ujarnya yang menghilang.


Veisha tidak peduli dengan ancaman seperti itu, ia hanya mempedulikan Eva yang hanya menatapnya dengan tatapan melemah.


"R-ratu ku, maaf tidak dapat membantu mu u-untuk kedepannya"ujar Eva ke sulitan berbicara.


"Cukup! Jangan berbicara, berjanjilah untuk ku kau harus tatap hidup hingga aku mati nanti"ujar Veisha panik.


"Hentikanlah ratu ku, aku ti-tidak akan bisa uhuhk uhuk uhuk"Eva batuk darah, darah yang ada di tubuhnya mengalir begitu deras membuat Eva tidak sanggup untuk berkata kata.


"Jangan tinggalkan aku, ku mohon aku menyayangi mu seperti saudara kandung ku sendiri, ku mohon janggan pergi jangan pergi! Jika kau pergi aku akan sendirian lagi"tangis Veisha.


"Takdir akan terus ada di dunia ini, bukan kah itu salah satu hukum alam yang dulu anda tetap kan dengan bangganya sang pemimpin dan penanggung jawab kehidupan yang para manusia, hewan dan tumbuhan yang ada di dunia? "Ujar Eva yang kembali ke wujud aslinya.


"K-kau Ev-Evoliona? Penasehat sekaligus saudara kepercayaan ku? "Kaget Veisha.


"B-benar, saya sengaja mengikuti roh anda dan melindungu anda sebagai Evonia. Saya tidak bisa membiarkan anda menjalani kehidupan yang membahayakan nyawa anda, sumpah Vana yang dulu ku ucapkan sebagai penasehat anda kini sudah berakhir dengan nyawa ku, takutnya mulai kedepannya saya tidak akan ada lagi di sisi anda, yang mulia ratu ku"tangis Evoliona.


Veisha terdiam memaku ia tidak ingin apa yang terjadi hari ini memang hanyalah mimpi belaka, ia memukuk dirinya sendiri berusaha agar ia bangun secepatnya. Melihat Veisha yang kehilangan akalnya Evoliana menahan tangan Veisha dan memeluk erat Veisha yang masih terdiam memaku.


"Maaf kan hamba yang tidak bisa melindungi anda untuk kedepannnya, hamba tidak sanggup melihat anda mati di depan mata saya, dengan begini saya akan bersyukur dengan apa yang akan terjadi kedepannya saya tidak perlu melihatnya lagi"ujar Evoliana memeluk erat Veisha yang masih mebgeleng ngeleng kan kepalanya kuat, berharap semuanya tidaklah nyata.

__ADS_1


"Jangan bercanda lagi Evoliana! Kau tahu aku tidak menyukainnya bukan? Kau sebaiknya berhenti atau aku akan menghukum mu lagi"ujar Veisha menangis tiada henti.


Isakan pilu memenuhi ruangan, Evoliana yang sudah kehabisan darah akhirnya mati (Evoliana bukanlah manusia abadi, dia hanyalah seseorang yang sama sekali tidak mendapatkan kehidupan abadi karena ia tidak memiliki peran penting dalam kehidupan dan kematian para manusia).


Kekuatan Veisha menyebar yang membentuk kelopak bungga Biru dan Kelabu yang menandakan bahwa ia merasa kehilangan, putus asa, penyesalan! Kekejaman! Keogosan! Di kota kawasan pemerintahannya tumbuh pohon Hydrangea yang bunganya mulai berguguran.


Seluruh orang yang ada di sana ikut merasakan kesedihan yang tiada tara, rasa yang Veisha rasakan tersalurkan, prajurit yang menyerang secara menggila mulai merasakan kembali emosi mereka dan memberhentika peperangan dengan ke adaan linglung.


Melihat situasi begitu aneh, Medusa dan lainnya menuju lokasi di mana Veisha sebenarnya berada, setelah mereka sampai mereka di buat terkejut dengan ke adaan Veisha yang memeluk tubuh Eva yang tidak lagi bernyawa.


Mereka menunduk dengan tangisan yang membuat Veisha semakin tertekan melihat teman kepercayaannya yang dulu saat dia memerintah dengan tenang, berperang dengan kekejaman, makan dan minum bersama, bahagia sedih bersama, di sana Evonialah yang akan selalu ada di dekatnya.


Sepanjang waktu ia terus bersama dengannya hingga hari ini segalanya hilang dalam sekejap. Apa yang di alami Veisha memberinya pukulan berar akan kematian Evoliana yang sangat penting di hidupnya.


"Kenapa? Kenapa kau baru mengatakan bahwa itu adalag diri mu? Kenapa ku rel mengorban kan nyawa mu yang berharga ini hanya untuk satu nyawa yang tidak lama lagi akab musbah untuk selamanya? Jelas jelas kau tahu jika aku terluka parah sedikit pun itu hanya rasa sakit dari apa yang prajurit terdahulu kita rasa kan kini aku rasa kan"


"Aku tidak akan mati jika aku tidam dapat membunuh para ras iblis darah ini! Dan kau dengan mudahnya mengatakan salam perpisahan yang tidak masuk akal ini? Apa kau tidak memikirkan perasaan ku yang kini hampa? "


Veisha terus bertanya tanya mengapa semua yang ia anggap penting menghilang? Mulai dari Kelvin yang berhkhianat, ibunya yang kini terkurung di kerajaan iblis hati yang entah di mana mereka sekarang berada, hidupnya yang terikat oleh kematian dan rasa sakit dari seluruh mahkluk hidup dan kini mengapa harus Evoliana yang harus ikut pergi meninggalkannya?.


"Sebaiknya aku mati saja dan mengakhiri nyawa ku di sini saja sekalian bersama mu! Aku tidak sanggup hidup untuk kedepannya, biarlah roh ku musnah dan di gantikan oleh kakak ku sang waktu"ujar Veisha yang putus asa.


Ia tidak tahu harus bagaimana lagi, satu satunya tujuanya untuk hidup hanya ibunya yang masih hidup tapi kenyataan pahit bahwa ibunya di bawa ke kerajaan iblis hati yang tidak di ketahui lokasinya ada di mana.


Meski pun ia tahu ibunya masih hidup, tapi seorang tahanan pasti akan tersiksa di dalan jeruji besi musuh. veisha tidak sanggup melihat orang yang ia sayang begitu menderita. Dari pada rohnya ternodai ia lebih bail mengakhiri segalanya.


Tapi sebelum itu terjadi teman temannya datang dan emmeluk Medeia dengan isakan tangis dan para orang orangnya datang di depan istana bersorak memberikan dukungan pada Veiaha yang kembali tersadar tapi hanya di bawah setengah dari pengaruh keputus asaan yang berasal dari sang iblis hati.


Mereka berusaha keras agar Veisha melupakan keinginanya untuk berakhir sebelum perang yang sebenarnya di mulai. Tapi apa oun yang mereka lakukan tidaklah penting hingga duplikan arwah roh milik Evoliana bangkit.


"Ratu ku, tetaplah hidup dan wujudkanlah impian damai kita yang telah kita ucapkan dahulu kala, bunga dari lambang kita masih ku genggap erat. Dulu kau mengatakan bahwa bunga yang telah kau bekukan dengan kristal kehampaan yang kini ku simpan erat erat akan menjadi bukti di mana kita akan selalu terhubung satu sama lain"


"Tidak peduli hidup dan mati, keduanya akan kita satukan dan menghancurkan sang iblis hati. Setelah itu kau pun meninggalkan ku dan tertidur lelap lalu terjatuh ke dalam tubuh yokai rubah yang telah mati, demi impian bersama, saya pun ikut turun menemani kehidupan baru anda"


"Tidam di sangka semuanya anda lalu dengan rasa pahit yang begitu mematikan. Saya hanya ingin anda menepati janji kita bersama yang dahulu telah di buat, ketika segalanya terkabul aku siap untuk menjemput anda, inilah keinginan ku sekaligus janji ku untuk mu"


"DHAZKHA MARHUKZ PEEWIX EVOLIONA DHELXZ (SAMPAI BERJUMPA DI KEHIDUPAN JANJI EVOLIONA) "


Duplikat roh Evoliona menghilang, seluruh orang melihatnya akhirnya Veisha tersadarkan meski itu tidak sepenuhnya tapi ia yakin dengan apa yang akan ia lakukan untuk masa depannya bersama dengan teman temannya.


"Aku umumkan, dengan kematian sahabat terkasih ku nama ku kini akan tetap terkenal sebagai Veisha yang berarti sang penanggung beban dan perasaan mahkluk hidup. Di sisi lain saya ak menggunakan nama Medeia sebagai sang kenangan untuk mengngat jasa sahabat terkasih ku sebagai bama panggilan saja, dan Evoliona ku umumkan sebagai penasehat suci dan pahlawan hati kita"ujar Veisha yang mulai part selanjutnya akan kembali menjadi bernama Medeia kita yang dahulu.


Seluruh warga bersorak akan kepulangan pemimpin mereka dan bersedih untuk kematian sang pahlawan hati para mahkluk hidup yang ada. Veisha memutuskan untuk mengawal sang kawanan rubah untuk menebarkan biji kehidupan dan perasaan pada para manusia, hewan dan tumbuhan di dunia untuk mengajarkan pada para manusia bahwa kematian yang mereka alami akan terbayarkan dengan adanya sistem reinkarnasi yang harus di setujui oleh sang kematian itu sendiri.


Veisha berusaha mencari lokasi sang kematian untuk mengadakan perjanjian damai dan persatuan dengan memberikan kesempatan pada para manusia yang di mana mereka akan saling menguntungkan satu sama lain.


Veisha bersedia membantu sang kematian untuk melindungi kerajaannya dan sang kematian memberikan kesempatan untuk yang mati dengan ke adaan yang tidak baik bereinkarnasi untuk belajar dari kesalahannya tapi itu hanya akan ada sekali untuk para manusia.


Tapi ada salahsatu dari manusia yang akan terus bereinkarnasi tapi ingatan masa lalunya akan terhapus seolah olah ia tidak pernah hidup di zamab itu.

__ADS_1


Sayangnya sang kematian sudah lama tidak di ketahui di maba letaknya da posisinya pun tidak dapat di temukan di alan baka di mana para arwah berada dan berkumpul.


__ADS_2