
Medeia masih berfikir siapa sebenarnya ibunya ini? Mengapa ia merasa pernah bertemu dengannya sebelumnya tapi jika memang mereka pernah bertemu di mana kah?
Setiap saat Medeia merasa ia tidak pantas mendapatkan dua posisi yakni seorang pemimpin dan penentu kehidupan di alan fana dan sebagai putri dari seorang putri rubah yang ia ambil tubuh dan kekuatannya.
Medeia sering mendapat bisikan dan terkadang sulit mengendalikan emosinya dan menyerang orang di sekitarnya. Ia berfikir kalau ia mungkin akan di ambil alih.
Dengan tatapan lesuh Medeia mengingat masa masa saat mereka masih berada di dunia fana tanpa ada hal hal merepotkan seperti ini.
"Tidak ku sangka Chaiden adalah musuh ku sekarang"sedih Medeia yang menelengkupkan kepalanya di pojok ruangan peristirahatannya.
"Jika pada akhirnya mereka akan menghilang apakah aku masih bisa hidup? Keabadian ini semua hanyalah hal belaka saja, mereka memang tiada dengan jiwa yang tertidur entah kapan ia akan kembali? "
"Tubuh ini abadi meski hancur sekali pun sang reinkarnasi akan menempatkan jiwanya ke tubuh yang berbeda lagi dan memulai kehidupannya sedangkan manusia mereka tidak dapat melakukannya, sungguh tidak adil"kecewa Medeia.
"Apa kau merasa itu tidaklah benar? "Ujar Kaguya.
"Kita memang memiliki kekuatan untuk mengendalikan mereka tapi akan kah kau merasakan perasaan ku sebagai sang kehidupan itu hah? "
"Banyak di antara mereka yang merasa kehilangan dan sebelum mereka sepenuhnya pergi ke alam kematian, mereka menangis merasa tidak rela meninggalkan keluarga mereka dan mereka tidak mendapatkan satu kesempatan untuk memuaskan hal yang ingin mereka lakukan"oceh Medeia pada Kaguya yang mengangguk.
Kaguya mengelus rambut Medeia yang terurai panjang, setiap Medeia merasa sedih atai senang secara berlebihan ekor rubahnya akan keluar dan kadang kala ia juga akan terus mengoceh tanpa henti.
"Akan kah kau akan mengakhiri semua hal ini dengan kemampuan mu? " kali ini Kaguya tampak khawatir dengan Medeia yang menatap Kaguya dengan tatapan datarnya.
"Entahlah aku harus mencari ibu ku, dari awal aku hanya ingin mencarinya karena itulah tujuan utama ku tapi setelah tahu indentitas ku aku pun sulit untuk membagi yang mana di antara mereka yang harus ku lakukan, dengan kekuatan ini aku akan mengakhirinya dengan cara ku sendiri"jawab Medeia penuh penekanan.
"Kau benar benar mirip dengan diri ku yang lain "batin Kaguya.
Mendengar si pikiran Kaguya membuat Medeia penasaran dengan seseorang.
"Kaguya, apa kau tahu di mana letak pusat iblis hati? "Ujar Medeia yang tidak mendapat jawaban dari Kaguya.
Setelah beberapa saat Kaguya menghela nafas dan menatap mata Medeia intes.
"Dapatkan izin dari Hexilia maka aku akan mengatakannya"jawab Kaguya.
"Itu pun kalau sisi lain ku menyetujuinya heh... "Batin Kaguya.
Tanpa banyak bicara Medeia langsung menemui Hexilia di taman belakang kerajaannya yang sedang khawatir soal kejadian di masa depan yang beberapa gambaran yang sulit ia lihat.
Medeia diam diam mendekatinya dan mengagetkannya."apa kabar mu? "Tanya Medeia.
"Kau sudah sehat? Syukurlah"senang Hexilia.
"Aku ingin bertanya di mana letak wilayah iblis hati itu? "Tanya Medeia yang juga mendapat perlakuan sama seperti Kaguya tadi.
"Apa kau akan memberi perintah untuk penyerangannya? "Tanya balik Hexilian kali ini ia tampak serius tapi juga sedikit khawatir.
"Waktu ku tidak lama aku butuh menakhirinya secepatnya"ujar Medeia tidak sabaran.
"Bisakah kau menunggu hingga aku melihat gambaran yang buram itu? Takutnya gambaran yang ku lihat hanya akan membuat segalanya rusak parah, takdir ke depannya masih belum utuh"khawatir Kaguya
"Apa maksud mu belum utuh? Bukan kah kau yang membuatnya takdir itu sendiri? "Bingung Medeia yang mengerutkan kedua alisnya.
"Memang benar tapi tidak sepenuhnya kekuatan ku hilang 30 persen dan itu benar benar berdampak buruk untuk ku, kekuatan yang hilang itu bukan lagi kontrol ku tapi milik setiap kehidupan ingin mengarahkannya kemana"Hwxilia menatap Medeia yang mengangguk paham.
"Jadi takdir yang awalnya kau kontrol sepenuhnya kini hanya sebagian besarnya saja dan yang tidak kau kontrol itu milik semua mahkluk untuk mengarahkannya sesuai ke inginan mereka yah? Sepertinya nenek tua ini tidak bisa seenaknya lagi yah? "Tawa Medeia.
"Veisha!!! "Gertak Hexilia.
"Hanya bercanda, lagian setengah takdir itu membawa kebaikan juga dan mengajarkan mu agar tidak terlalu sombong akan kekuasaan"Medeia menepuk pundak Hexilia dengan sangat keras.
"Kau salah, apa kau tahu jika aku tidak tahu sebagian takdir itu apa yang akan terjadi? Hal yang hilang atau tidak ku tahu akan menyebabkan ketidak seimbangan dan akan mengubah akhir takdir yang seharusnya itulah yang terjadi seperti... "
Ucapan Hexilian tiba tiba terhenti, ia lebih memilih untuk tidak melanjutkannya ia tidak ingin tahu lagi, entah di mana kekuatannya yang hilang itu berada sekarang.
"Lanjutkan"perintah Medeia yang berubah drastis menjadi pribadi yang sangat sangat dingin bagaikan es yang tidak dapat di hancurkan.
Hexilia menatap Medeia yang berwajah dingin dengan tekanan yang mampu membuat Hexilia tertekan baik fisik mau pun jiwanya sekali pun.
Dengan keadaan terpaksa Hexilia mengatakannya. "Perang terakhir yang akan membawa segalanya, pada saat itu kau tidak mampu melindungi sebagian besar pasukan mu dan teman temn mu yang berada di garis depan bersama mu, kau yang putus asah pun tidak dapat mengontrol emosi mu hingga berakhir sama "
"Gambaran yang hilang itu tidak dapat ku baca dengan jelas tapi takdir yang terakhir menggambarkan kau musnah dan tidak dapat kembali lagi ke dunia ini dan akan terlupakan dan kami tidak akan pernah mengingat siapa diri mu dan kehidupan ini akan perlahan hancur dan lenyap seperti diri mu"ujar Hexilia penuh akan penekanan.
Medeia yang merasa tidak setuju itu segera memberi perintah untuk menyerang wilayah pasukan iblis hati dengan informasi dari Hexilia yang di ambil secara paksa oleh Medeia.
Semua orang yang mendengar ke putusannya pun merasa Medeia terbawa emosi. Medusa yang baru saja di sembuhkan oleh Hanabi dan yang lainnya pun tersentak kaget mendengarnya.
Semua teman Medeia menemuinya dan meminta penjelasan."apa apaan keputusan mu ini? "Ujar Lucas keberatan.
__ADS_1
"Apa tidak terlali gegabah menyerang langsung mereka? "Khawatir Kelvin.
"Bibi kau terlalu gegabah, bisa bisa kau akan membawa kehancuran bagi tahta mu"ujar Hanabi jutek.
"Apa kau ada rencana? "Tanya Cestania.
Medeia menatap mereka "aku mempunyai rencana ku sendiri dan akan ku pastikan satu pun di antara kalian dan klan ku tidak akan ada yan gugur dan tujuan ku untuk menemukan ibu ku pun akan terlaksana, selain itu Evoliana akan kembali setelah ia kembali tahta akan ku serahkan pada ibu ku dan pada sahabat ku"ujar Medeia penuh akan keyakinan.
"Apa kau dapat membuktikan omongan mu ini? "Ujar Cestania tidak percaya.
"Percayalah, lagian aku tidak seharusnya ada di sini dan membuat ke kacauan "ujar Medeia yang membuat semua orang merasakan firasat buruk.
Medeia memerintah kan agar pasukannya akan segera menyerang pada hari ini dan menyiapkan keperluan yang mereka perlukan untuk peperangam ini.
Hexilia yang melihat ini mengertakan giginya takut apa yang tidak ia ketahui akan berdampak buruk pada mereka nantinya. Perjalanan menuju wilayah iblis hati itu pun di mulai, portal dimensi waktu alam pun terbuka yang berdampak buruk pada Medeia.
Setelah tiga portal yang di buat Medeia telah mengantar mereka sampai di tempat tujuan, Medeia dengan tegas memberikan perintah untuk pengambilan posisi perang dan segera maju ke garis depan.
Sesuai perintah mereka pun maju dan menyerang perbatasan mereka, dengan kekuatan supernatural yang mengakibatkan banyak kerusakan di wilayah kekuasaan iblis hati yang membuat mereka marah besar dan menyerang mereka secara menggila.
Kembali lagi mereka di pertemukan antara Medeia dan Chaiden seperti peperangan waktu lalu yang baru saja terjadi di antara mereka berdua saat itu.
"Kaguya dan Medusa kalian pimpinlah baris tengah dan baris belakang untuk siap serang kapan saja dan kau Lucas aku mengandalkan mu untuk penyerangan udara, Kelvin kau kirimlah telepati ke kami semua bersama dengan Hanabi kalian akan aman di bawah perlindungan Cestania dan Alpa sisanya biar aku yang urus"ujar Medeia yang berubah ke mode rubahnya yang dengan cepat mengalahkan pasukan iblis hati dan menyisakan iblia darah pada pasukan pasukannya yang berhasil memukul mundur mereka.
Hexilia masih berdiam diri ia berada di tim Lucas dan masih berusaha untuk mencari gambaran yang hilang agar ia dapat mengontrolnya dan menyelamatkan kehidupan Medeia beserta menggabungkan tubuh sahabatnya.
"Sesuai dugaan, mereka tidak dapat mengalahkannya jika aku membunuh sang suport "puas Medeia.
Setelah beberapa jam mereka bertarung tanpa henti itu membuahkan hasil yang baik dan juga tidak baik, beberapa prajutrinya terluka cukup parah dan untung saja Medeia masih dapat mengeluarkan kekuatan hujan kelopak bunga untuk menyembuhkan mereka.
...^°^^°^^°^...
Melihat para pasukan Medeia semakin lama semakin dalam memasuki wilayah mereka akhirnya ia menyuruh Keiro untuk turun tangan bersama dengan sang kegelapan terdalam untuk membantunya memukul mundur pasukan Medeia.
Sang kegelapan terdalam yang bernama Devesnessia adalah salah satu iblis terkuat yang telah mengurung sebagian kekuatan Hexilia di dalam jiwanya hingga Hexilia tidak tahu bahwa ialah yang menyembunyikan separuh kekuatannya. Sebelum ia bergabung dengan sang iblis hati ia sudah berhasil membunuh banyak manusia abadi.
"Kau menggangu tidur ku pak tua"Devesnessia tiba tiba keluar dengan portal hitamnya sambil menguap dengan naga hitam mini yang mengekilingi tubuhnya.
"Mereka sudah tiba dan masuk ke dalam perangkap kita tapi itu tidak sesuai dengan rencana yang kita buat, mereka masih kuat dan hanya segelintir kecil prajurit mereka yang luka kecil, tampaknya salah satu rekan kita ada yang berkhianat"ujar sosok pria yang berjubah merah hitam dengan topeng putih duduk di tahtanya.
"Lalu menurut mu siapa dia? "Tanya Devesnessia mengelus naganya yang terus mengelilinginya.
"Kau mencurigai ku membeberkan informasi?! "Dingin Keiro.
"Meski pun kau telah berada di genggaman kami tapi bisa saja kau ada rencana lain untuk hal ini, lagi pula kaulah yang memimpin mereka dan mampu mengalahkan mereka dengan mudah jadi satu satunya orang yang pantas kami curigai itu kau"ujarnya tampa menatap Keiro yang juga tidak bergeming.
"Maka buktikanlah, jika kau melanggar maka kau Devesnessia memiliki hak untuk menghancurkannya dan di lupakan dari dunia ini"
"Patut menjadi pemimpin suku iblis kalau begitu ayo pilihkan aku pasukan terbaik mu jika itu tidak memuaskan ku maka jangan harap untuk membunuhnya kau pun akan ikut ku lenyapkan"ujarnya yang langsung pergi dengan portalnya.
"Ingatlah untuk membunuh mereka tanpa tersisa kecuali Kaguya dan Hexilia, ingatlah untu... "
Dengan wajah datarnya ia pun membuka portal dan menuju lokasi peperangan tanpa mendengarkan kelanjutan apa yang ingin di katakan oleh sang pemimpin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Medeia memberhentikan pasukannya secara tiba tiba dan mengambil ancang ancang perlawanan pada pasukannya. Aurah hitam pekat dengan tekanan yang tak kalah kuatnya dengan Medeia yang mampu membuat prajutnya hilang fokus.
Wanita itu muncul di depan Medeia dengan tatapan tajamnya menandakan ia tidak suka akan kedatangannya.
"Sekarang kau tidak dapat bertindak seenak jidat mu hahahaha"tawa keras dan mengerikan itu membuat para prajurit Medeia ciut seketika.
Suasana kini mulai memanas membua Medeia terpaksa mengeluarkan pasukan naganya untuk membantu penyerangan dari udara dan menyuruh Hanabi untuk ikut ke udara untuk membuat segel pelindung pada seluruh pasukan.
"Tidak kau sangka kan? "Bisik Devesnessia dengan senyum smirkenya.
"Tidak peduli sekuat apa kau aku akan mengalahkan mu di sini dan membunuh mu"ujar Medeia yang membuat Devesnessia tertaw lepas.
"Hahahaha...... Sayangnya tinggkatan mu berbeda jauh jika Keiro ikut aku untuk melawan mu"
"Kita berjumpa lagi"ujar Keiro berjalan mendekat ke arah Medeia dengan pedang kematiannya.
"Akan ku beri kau keringanan, jika ka sanggup mengalahkannya maka aku akan membiarkan mu menyerang ku sebanyak 10 kali bagaimana? "Tawar Devesnassia mengulurkan jarinya.
"Pegang ucapan mu"Medeia menatap tajam Devesnassia tanoa menjabat tangannya ia justru langsung menyerang Keiro dengan cepat.
"Apa kau akan membunuh ku? "Tanya Keiro pada Medeia yang hanya menyerang menggunakan tongkatnya.
"Memang untuk saat ini aku tidak bisa membunuh mu tapi bagaimana dengan bantuan mahkota ku yang tidak mengenal perasaan? "Tawa Medeia yang tanpa sadar mengaktifkan tanda bunga anyelir di jidatnya.
Keiro terdiam melihat Medeia yang mulai menjadi lebih kejam dari biasanya. Serangannya pun mulai brutal dan berhasil membuat Keiro terluka terluka bagian dadanya untung saja Keiro menahannya dengan arwah yang menjadi tameng.
Merasa di awasi dengan terpaksa Keiro melukai Medeia dengan mematahkan lengan kirinya dan menusuk dadanya. Tapi sayang Medeia dapat meregenerasikan dirinya berkat bantuan tanda bunga yang ada di jidatnya.
"Aku tahu kau tidak akan tiada dengan tanda kehidupan itu tapi bagaimana dengan tanda ini? "
Keiro mengaktifkan tanda di jidatnya yaitu bunga hinganbana yang melambangkan kematian abadi yang di mana jika keiro mati sekali pun ia masih bisa kembali ke tubuhnya dan terus mendapatkan perkuatan kekuatan.
Pertarungan sengit pun terjadi di antara mereka, Devesnessia yang melihat mereka sibuk bertarung mengambi kesempatan untuk menyerang satu persatu prajutrinya dan mengontrolnya satu persatu hingga nant mereka dapat menjadi prajurit yang melawan teman temanya.
Medeia yang menyadarinya dengan terpaksa membangkitkan mata tujuh warnanya dan mengeluarkan ekor rubahnya lalu membangkitkan roh rubah penjaganya. Mereka ada sembilan roh yaitu
-RUBAH BIRU SANG PENGUASA LAUTAN
-RUBAH MERAH EKOR EMAS SANG AHLI LEDAKAN
-RUBAH MATA UNGGU CORAK PERAK SANG PENGHANCUR
-RUBAH GARIS EMAS SANG PENGUASA PIKIRAN DAN BATIN
-RUBAH DARAH DINGIN SANG AHLI PERANG
-RUBAH ALIRAN MARTIAL SANG AHLI SENJATA
-RUBAH AURAH BLACK SANG KEGELAPAN
-RUBAH KUPING API SANG PENCIPTA API HITAM
-RUBAH BULU HIJAU SANG PENCIPTA TUMBUHAN
Dari kesembilan rubah itu mereka di perintah kan untuk mengelilingi wilayah peperangan mereka dan menyerang ke berbagai sisi dengan kecepatan kilat. Sekali lagi Medeia berhasil mengalahkan sebagian pasukan mereka.
Devesnessia geram tapi dia sendiri tidak dapat marah karena dia sendiri juga melakukan penyeran dan melanggar peraturan karena suda ketahuan maka Devesnessia juga memerintahkan tiga naga miliknya untuk melawan para rubah itu.
-NAGA HITAM SISIK UNGU SANG ILUSI
-NAGA SAYAP PERAK SANG KETAKUTAN TERDALAM
-NAGA PENGHISAP ENERGI CORAK MERAH GARIS BIRU
Tiga rubah yaitu Rubah Aurah Black, Rubah Mata Unggu Corak Perak dan Rubah Garis Emas yang dapat menangani satu di antara naga naga itu.
Hexilia yang melihat ini yang tidak ia lihat di gambaran itu terkejut akan kekuatan tersembunyi Medeia yang begitu dashyat dia bahkan mampu mengeluarkan Rubah legendaris dan dua di antaranya adalah milik sahabatnya yang tidak lain adalah Rubah Mata Unggu Corak Perak dan Rubah Aurah Black.
"Tampaknya ini adalah awal kehancuran dunia ini aku tidak yakin dia dapat mengalahkan Devesnessia setelah membunuh Keiro"ujar Hexilia.
"Jika kau tidak dapat membunuh Devesnessia maka aku akan membantu mu dengan mengelurkan hewan kesayangan ku"ujar Hexilia.
"Kematian kalian akan ada di tangan ku"ujar Devesnessia melihat ke arah naga raksasa yang di naik Hexilia yang juga menatap ke arahnya.
Akankah kemenangan ada di tangan Medeia? Akan kah apa yang di katakan Hexilia tentang kematiannya akan terjadi? Itu tergantung apakah Medeia sanggup melawa takdir atau tidak.
__ADS_1