Kisah Ratu Rubah

Kisah Ratu Rubah
PART 22 : KEKACAUAN


__ADS_3

Medeia pergi menyambut beberapa tamu dengan anggun bersama dengan paman, nenek dan ibunya.


"Nona dari keluarga beliard ternyata memang sesuai rumor yah? Selain pandai berbisnis juga cantik dan anggun, latar belakangnya juga kuat"puji keluarga Gong dari china, pebisnis tersukses di china.


"Terimakasih atas pujiannya tuan Gong, anda terlalu berlebihan, produk dari negara kalian benar benar berkualitas tinggi, saya yakin jika hubungan kerja sama di antara kita membaik peningkatannya juga tidak akan di ragukan lagi"ujar Medeia.


"Benar, saya akhir akhir ini sedang membuat produk baru, saya harap anda tidak keberatan memberi peluang bagi kami untuk mempromosikannya ke perusahaan anda? "Ujar presedir Gong.


"Tidak masalah, begitu juga dengan Game GMOPTD (Game Online Pertarungan Tiga Dimendi) "ujar Medeia.


"Tentu saja, semoga sukses selalu"presedir Gong mengangkat gelasnya dan meminum winnya dengan santai.


"Saya akan menyambut para tamu lainnya saya harap anda memberi sedikit pengertian"ujar Medeia.


"Baik, di sana da teman dekat ku, aku akan menghampirinya"senyum presedir Gong.


Medeia berjalan menuju neneknya yang duduk dengan santai memakan beberapa kue kesukaannya.


"Apa kabar nek? "Sapa Medeia.


"Baik baik saja, ada apa ini? "Heran Calia nama sang nenek.


"Kenapa kakek tidak datang? "Ujar Medeia.


"Jangan berbicara omong kosong, katakan yang ingin kau katakan"kesal Calia.


"Baik, bagaimana ke adaan tiga group tersisa? "Ujar Medeja seriua.


Calia terdiam sejenak menatap Medeia dengan tatapan sedikit bimbang, ia tidak yakin untuk mengatakannya. Medeia menyadati tindak kan neneknya yang tiba tiba berubah.


"Aku tau kau mengkhawatirkan aku, tapi aku tidak semudah itu untuk di kalah kan "ujar Medeia menatap neneknya.


"Haish, ternyata kau sudah tahu, kalau begitu akan kuberi tahu saja sekalian biar tidak membuat kekacaun besar untuk kedepannya"


"Ada satu group yang paling misterius, orang dari group kita berhasil kembali akhir akhir ini, sayangnya nyawanya tidak bertahan begitu lama, menurut informasi mereka ini bukan manusia"ujar Calia.


"Jadi ini alasan mengapa kakek tidak datang menghadiri pesta? Patut di maklumi, mulai sekarang aku akan membantu mu, masalah kali ini sepertinya cukup rumit, nenek tahu kan akhir akhir ini Meira yang mengambil alih perusahaan? "Ujar Medeia berfikir keras.


"Tenanglah, keselamatan Meira adalah prioritas utama, dia juga tahu beberapa rahasia dari grouo kita"ujar Calia memengang kepalanya pusing.


"Kenapa bisa begitu? "Kesal Medeia.


"Ini gara gara anak sialan itu, karena kecerobohannya dulu aku tidak akan memberi mu gelar sebagai penerus group kita, sampai sekarang dia ini hanya akan menghalangi rencana group yang sudah lama kami diri kan"Calia mengebrak meja dengan keras saking kesalnya dengan Calista.


"Tenanglah, selesaikan dengan kepala dingin"ujar Medeia.


"Sialan! Pokoknya kau harus berhati hati, hanya kau yang bisa kami percayakan Medeia"pasrah Calia.


"Tenanglah nenek, selama nenek bisa membantu ku di belakang maka aku akan pastikan mereka yang mengikuti ku akan aman"ujar Medeia.


"Soal sekolah ini sepertinya masih perlu kau perbaiki dengan rekan mu"ujar Calia menyadari sesuatu.


"Apa maksud mu?"heran Medeia.


"Mana ada dua sekolah dalam satu lingkungan yang sama? Sudahlah kau pikirkan masalah sekolah ini sendiri aku sudah pusing dengan masalah akhir akhir ini yang menimpa ku"ujar Calia berusaha menenangkan dirinya.


"Nenek beristirahatlah dulu, terlalu banyak pikir akan membuat kondisi mu semakin memburuk"ujar Medeia sedikit khawatir.


"Aku ini sudah tua, tempramen ku mudah meninggkat, aku sarankan untuk membawa jauh ibu mu daru hadapan ku, melihat mukanya saja membuat ku naik darah"kesal Cania.


"Tenanglah nenek, aku akan mengirimnya ke amerika untuk berlibur kebetulan aku kenal dengan tante kenalan ibu ku nanti akan ku hasut dia untuk terus tinggal hingga situasi membaik"ujar Medeia memberi secangkir teh kepada Cania.


"Cucu yang berbakti, kau pergilah menyambut tamu aku sedikit ingin bersantai "ujar Cania senang.


Medeia menghela nafas melihat neneknya yang begitu berubah rubah. Di sela sela itu Eva naik ke atas panggung mengambil alih tugas pengisi acara.


"Maaf hadirin hadirin yang terhormat, saya sekretaris presedir Keluarga Beliard akan memberi kalian sedikit hiburan, semoga kalian semua senang dengan acara ini"ujar Eva tersenyum menyeringai.


"Kegilaan apa lagi yang akan mereka lakukan? Dimana lagi akan ku taruh air muka ku ini"ujar Medeia menepuk jidatnya pasrah.


Suara musik mulai berbunyi Medusa, Eva, Rika dan Calista masuk ke dalan panggung dengan elegan di ikuti dengan Lucas, Kelvin, Riko dan Chaiden di belakangnya dengan steal pakaian serba hitam dan sedikit campuran warna bergaris garis emas dan meras.


Medeia melihat mereka yang tersenyum ke arahnya lalu kembali fokus setelah lagu di main kan, Chaiden mulai bernyanyi mengikuti musik bersama dengan tarian yang lembut dari mereka bertujuh.


...^•^...


...By leonell cassio - help you out (ft. Jonatho robbins)...


...Here we go, here we go again...


...Trying hard but you wanna be my friend...


...In a place to hide and no one to run to...


...Here we go, here we go again...


...Call my bluff imma be until the and...


...I'm the one you ride, I'm the you ride to...

__ADS_1


...If you don't wanna change...


...I can help you out {6×}...


...Here we go, here we go again...


...Time is up and I'm calling up my friends...


...And no one to ride and no one to ride to...


...Here we go, here we go again...


...Call me up and you wanna be my friend...


...Im the one you, im the one you ride to...


...If you don't wanna change...


...In a place to hide and no one to run to...


...If you don't wanna change...


...I can help you out {6×}...


...Look...


...If you don't wanna change...


...In a place to ride and no one to run to...


...If you don't wanna change...


...I can help you out {6×}...


Author :di sarankan banget yah kalian dengerin lagu ini sambil baca, kalau ada kasih komen yah lagunya bagus nggak? Selamat membaca yah 😘😘😘


...^•^...


Jujur saja Medeia terharu akan antusiasi teman temannya yang tersenyum gembira pada Medeia setelah selesai dance, Medeia bertepuk tangan dan di ikuti tepuk tangan yang meriah dari para penonton yang terkagum kagum.


"Nona boleh lah saya tahu siapa lelaki yang bernyanyi tadi? "Ujar salah satu tamu undangan.


"ada begitu banyak wartawan, pasti mereka akan trending bisa bisa akan merepot kan, apa ku hilang kan saja ingatan mereka? "Batin Medeia.


Medeia menjawab bahwa mereka teman baik dan seperjuangannya saja, mereka semakin penasaran dan bertanya lebih dari itu, para wartawan yang ada di luar menerobos masuk keadaan menjadi semakin kacau.


Di tengah ke gaduhan itu beberapa penyusup datang bergabung dan mengambil posisi, mereka mengambil sandera lalu suara tembakan terlepas di tengah ke rumunan itu.


Medeia mengernyit kan dahinya, ia terpaksa turun tangan, ia memerintah kan pasukan bayangannya untuk menyergap para musuh dari belakang sedangkan Medeia mengalihkan perhatian.


"Jangan ada yang bergerak atau anak ini akan mati! "Ancam penyusup itu.


"Beraninya kau mengacaukan hari kebahagiaan ku! Siapa yang menyuruh mu membunuh ku? "Ujat Medeia menatap tajam penyusup itu.


"Kemarilah, maka kami akan melepas kan nyawa anak ini! "Ujarnya menarik ulur.


"Jebakan seperti ini sudah ada banyak ku temui, apa jaminan yang akan kau berikan jika aku mendekat?! "Ujar Medeia dengan wajah dinginnya.


Para bangsawan memperingati Medeia untuk tidak pergi ke sana meski Medeia sendiri belum memutus kan untuk pergi. penyerangan ini sudah di rencanakan sejak awal bahkan setiao orang yang ada di sana sudah di todongkan dengan pistol.


Jika Medeia tidak menaati perintah mereka nyawa teman temannya juga di pertaruhkan, bagaimana pun ini pesta yang ia buat sendiri Medeia perlu bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada mereka semua.


Medeia berfikir sejenak mempertimbang kan keputusannya, beberapa saat setelah itu Medeia mengangguk lalu berjalan menuju ke penjahat itu.


"Bagus, semunya saatnya untuk pergi"


Setelah menerima perintah, mereka menyimpan senjata mereka, tepat ketika mereka manaruh senjatanya Medeia dengan cepat menarik tusuk rambutnya yang ternyata adalah pedang, ia memisahkan kepala orang itu.


Setelah melihat Medeia aman teman temannya juga ikut bertarung mereka membagi dua kelompok yang satunya melindungi para tamu yang satunya lagi bertugas menghalangi serangan.


Dengan sekejap mata mereka semua terbantai di tangan Medeia, kini Medeia berlumuran darah segar lantai, artar seluruh pesta yang tadinya meriah berubah menjadi pesta berdarah.


"cari mati yah?! Berani menyakiti orang ku maka kalian tidak akan pulang dengan hidup hidup! "Marah Medeia.


Medeia membuat ilusi untuk pesta itu kembali lalu menghilangkan sebagian ingatan para bangsawan itu, setelah selesai Medeia mengumumkan bahwa pestanya sudah selesai dan mempersilahkan para tamu untuk kembali.


"Ada apa ini? Mengapa ada yang menyerang kita saat ini? "Tanya Rika.


"Sepertinya ini sudah mereka rencanakan sedari awal, dan tujuannya adalah Medeia"ujar Cestania.


"Benar,sayang sekali pestanya jadi berantak kan"ujar Lucas dan Medusa bersamaan.


"Kembali ke vila tepat jam delapan malam setelah selesai makan malam berkumpul di ruang rapat, ada beberapa hal yang harus ku beritahu kan pada kalian"kesal Medeia pergi meninggalkan pesta dengan amarah yang meluap luap.


"Ada apa dengannya? "Heran Medusa.


"Sudah jelas bukan? Dia marah karena pesta yang ia buat untuk kita dan sekolah ini tiba tiba di serang begitu saja, mana lagi kejutan yang kita buat membuat Medeia semakin marah"ujar Cestania.


"Kakak pasti pergi menangkan dirinya"ujar Meira khawatir.

__ADS_1


"Menurut sifat Medeia sepertinya dia mencari keberadaan mereka deh, kejutan yang kita buat menjadi sia sia karena mereka tentu saja dia tidak akan melepaskannya begitu saja"ujar Medusa.


"Aku akan membereskan sisa sisa wartawan itu, kalian bereskan kekacauan di sini, awasi setiap pergerakan musuh yang kalian temua jangan membunuhnya atau menyerangnya jika mereka tidam mengetahui keberadaan kalian"perintah Eva pergi meninggalkan mereka yang terdiam di tempat.


"Aku akan pergi menyusulnya"ujar Chaiden pergi dengan cepat.


"Ada yang aneh, semuanya laksanakan saja dulu perintah Eva, nanti aku akan mencari tujuan mereka"ujar Cestania menenangkan mereka.


"Oke"


......^•^......


Medeia terdiam di suatu tempat yang sepi mengamati beberapa orang yang mencurigakan yang berada di dekat lorong masuk ke villanya.


Karena marah, Medeia langsung menyerangnya hingga babak belur, tangannya di patahkan dan kakinya dia bengkok kan tidak ada kata ampun untuk ini bagi Medeia.


"Katakan siapa yang menyuruh mu!!! "Kasar Medeia, menatap tajam orang itu.


"Ternyata itu kau, bunuh saja jika kau mau, tidak masalah"ujarnya enteng.


Medeia mengertak kan giginya ia mematahkan lehernya lalu mengambil jiwa orang itu dan memasukkannya ke dalam buku.


"Bisa bisanya kalian mengacaukan usaha teman teman kun! Memangnya siapa kau? Siapa pun yang menganggu ku tidak akan ada yang berakhir baik"kesal Medeia kembali pergi tapi fi tahan oleh Chaiden.


"Apa yang kau lakukan? "Ujar Chaiden khawatir.


"Heh, justru kau yang harusnya ku tanyai"kesal Medeia.


Chaiden menghela nafas panjang"sebaiknya kau pulang saja dulu, pikirkan matang matang, sebentar lagi waktunya rapat, mending kau beristirahatlah dulu"ujar Chaiden menenangkan Medeia.


"Aku melakukan ini hanya untuk diri ku sendiri tidak ada kaitannya dengan kalian"ujar Medeia menyangkal.


"Baik, baik, ayo pulang dulu"ujar Chaiden.


"Tapi mereka sudah.... "


Chaiden mengangkat Medeia lalu membawanya terbang dengan sayapnya ia terpaksa melakukannya karena Medeia teres berkeras kepala.


"Turun kan aku! Aku masih harus membuat perhitungan dengan mereka! Apa kau komplotannya? Sialan, jika kau termaksud akan ku patahkan tulang tulang mu"kesal Medeia.


"Hahaha, apa kau yakin aku menurun kan mu sekarang? "Ujar Chaiden tertawa terbahak bahak.


Medeia menatap ke bawah, seketika keinginannya menciut, yah siapa yang tidak takut kalau ketinggiannya hampir tidak memperlihatkan kota saat ini. Lagi pula Medeia tidak pernah terbang.


"Jangan lepaskan, aku menurut "ujar Medeia mengatur nafasnya.


"Pegangan yang erat"ujar Chaiden tersenyum.


"Kau bisa tersenyum? Ku kira gunung es ini tidak akan.... "Ejek Medeia.


Chaiden mulai menjahili Medeia dengan menambahkan kecepatannya lalu sedikit melonggarkan pegangannya agar Medeia semakin memperkuat pelukannya.


"Sialan, huaaaaaaaaaaa mamaaaaaaaaaaa papaaaaaaaaaaaaa tolong!!!! "Teriak Medeia ketakutan.


"Apa kau masih mau mengejek ku?"ujar Chaiden menahan tawa.


"Huaaaaa, baik baik aku diam hiks hiks hiks"ujar Medeia mengeratkan pelukannya dia kini tidak berani menatap kebawah.


"Dasar bodoh, bagaimana mungkin aku menjatuhkan orang yang ku sayangi? "Ujar Chaiden.


Medeia tersipu, bisa bisanya di saat seperti ini dia mangatakannya? Medeia hanya terdiam hingga ia meliha Kelvin yang juga mengikuti mereka dari awal dengan tatapan dingin mengarah ke pada Chaiden.


Setelah sampai di villa Medeia duduk bersantai di ruang tamu bersama dengan Cestania, kebetulan yang lainnya pergi menonton bioskop hanya Cestania yang tinggal bersantai sambil memain kan game di sofa.


"Eh? Medeia? Kapan kau pulang? "Tanya Cestania berfokus memainkan game yang lagi trending.


"Baru saja, dimana yang lainnya? "Ujar Medeia duduk di sofa dekat Cestania.


Cestania memberhentikan gamenya lalu menghela nafas panjang menatap Medeia dengan tatapan tanpa ekspresi


"sialan kau Medeia! Betapa kami menkhawatirkan mu, sedang kan kau pergi tanpa pikir panjang, kau kira nyawa mu ini banyak yah? Kau ini adalah buruannya bagaimana bisa kau pergi sendiri, biar pun kau kuat tapi kalau mereka bekerja sama yah kau juga pasti akan kalah telak itu juga kalau mereka menyerang berjumlahan"oceh Cestania tanpa henti.


"Maaf"ujar Medeia mengakui kesalahannya.


"Bagus kalau kau mengerti letak kesalahan mu, lain kali jangan bertindak kekak kanak kan, kami juga mengkhawatir kan mu terutama aku"ujar Cestania memeluk Medeia tak kuasa menahan tangis.


"Aku tau, makannya aku pulang"ujar Medeia membalas pelukan Medeia.


"Siapa yang bilang? Jika aku tidak datang kau pasti sudah masuk ke dalam jebakan mereka, dia tahu segalanya soal diri mu, jadi berhati hatilah"ujar Chaiden bersandar di dinding.


"Benar, aku baru mendapat informasi bahwa mereka memang mengincar ratu dan orang yang menyebabkan hal ini ada di sekitaran kita"ujar Eva yang tiba tiba datang.


"Ku kira kau pergi bersama yang lainnya ke bioskop? "Ujar Cestania heran.


"Mana ada waktu aku pergi kesana sedangkan nyawa ratu ku sedang di pertaruhkan?!! Kau anggap aku ini apa? "Kesal Eva.


"Jelaskan semuanya nanti semuanya di rapat, untuk saat ini aku terlalu lelah"ujar Medeia.


"Perasaan ku tidak enak"

__ADS_1


__ADS_2