
...~π~π~π~...
Jauh di atas udara Jadey membawa Solydia terbang setinggi tinggi munggkin lalu melepaskannya saat berada di salah satu hutan terdekat.
Brakkkkk
Solydia berhasil bertahan di atas ranting pohon meski tidak berjalan lancar Jadey tetap senang melihat Solydia menderita.
"Heh..... Cari sendiri sana" teriak Jadey terbang menjauh.
"Cih..... Kekanak kanakan sekali, lihat saja kau pasti tidak akan bisa bertahan dengan kondisi tubuh mu" ujar Solydia memasukkan pedangnya lalu melompat dari batang ke batang pepohonan lainnya.
Jadey mendarat di sebuah sungai yang tidak jauh dari sana, niatnya mau beristirahat tapi malah terhadang oleh boneka lagi.
"Ck, sialan! "
Dengan terpaksa Jadey melawan meski dia tahu dia tidak dapat memenangkan peperangan ini karena jumlah mereka yang begitu banyak.
"Mau ku bantu? "Ujar Solydia terus melihat Jadey bertarung tanpa ada niat membantu.
"Dasar! Bantu aku! "Teriak Jadey yang berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Tidak jadi, kau bantu aku menahan mereka dan aku mencari pemimpinnya "ujar Solydia bersiap pergi meninggalkan Jadey yang tengah kesulitan.
"Kalau begitu pergilah, aku tidak membutuhkan kerjasama dari mu" kesal Jadey yang terus menyerang.
Solydia menyipitkan matanya ke sebuah pohon lalu menatap ke atas pohon itu. Solydia tersenyum tipis dia melompat lalu membawa Jadey ke atas pepohonan.
"Lihat! "Ujar Solydia menunjuk ke pohon tadi.
Meski kesal Jadey tetap menuruti perintah Solydia, ternyata apa yang Solydia lihat adalah Miyaku yang duduk santai sambil membuat pasukan bonekanya.
"Beruntung sekali" gumam Jadey yang langsung mengubah dirinya menjadi pheonix lalu meninggalkan Solydia sendiri.
"Ceroboh! Bukannya membantu ku menyerang dari jauh dia malah nafsu ingin membunuhnya seorang diri" kesal Solydia yang langsung mempercepat langkahnya menyusuk Jadey yang jauh di depannya.
Sesampainya Jadey langsung mengeluarkan semburan api ke pohon yang membakar hangus pohon itu. Miyaku membalas dengan memerintahkan boneka penjaganya untuk melawan Jadey.
Pertarungan sengit mereka pun di mulau di mana boneka itu berhasil memojokan Jadey dengan kekuatan tambahan dari Miyaku.
"Sudah tahu akan mati tapi masih dengan polosnya menyerahkan diri seperti ini" ujar Miyaku mengeluarkan belatinya lalu menyayat leher Jadey.
Clinggggg
Solydia melempar samurainya ke leher Miyaku yang berhasil menghindari serangan Solydia. Miyaku menatap tajam Solydia yang membantu Jadey untuk berdiri.
"Dasar bodoh! Kau diam dan lihatlah dari belakang, kabari aou jika dia memberikan celah untuk ku" kesal Solydia.
"Kau kira aku lemah hah?! "Balas Jadey kesal.
"Menyerang dari jarak jauh bukanlah suatu kelemahan tapi bagian dari sebuah rencana" ujar Solydia mengingatkan misi yang sebenarnya pada Jadey.
"Ck, baiklah. Kau majulah jika memang memungkinkan aku akan ikut berperang" ujar Jadey yang akhirnya setuju meski merasa kesal.
Solydia mengangguk, ia menarik samurainya lalu melompat ke udara dengan kecepatan tinggi menabrak boneka pelindung Miyaku.
Miyaku melemparkan bom yang dia curi dari laboratorium Devosliona. Jadey segera membuat pelindung di tubuh Solydia.
"Apa tujuan mu menyerang tempat kami? "Ujar Solydia terus menghuyunkan pedangnya.
__ADS_1
"Heh.... Apa perlu ku jelaskan? "Tanya balik Miyaku yang terus melemparkan bom pada Solydia.
"Jika ia? "Ujar Solydia.
"Apa hak mu?! "Balas Miyaku.
"Sebagai tim lawan aku melawan mu untuk melindungi keluarga ku di sini mungkin bagi ku ini adalah suatu tindakan pahlawan tapi bagi mu ini sebuah tindakan kejahatan bukan? "Ujar Solydia memenggal kepala boneka pelindung Miyaku.
Miyaku menghentikan penyerangannya lalu mendekati Solydia yang menurunkan samurainya.
"Benar, tapi jika pihak lainnya tidak ku bunuh apakah aku dan keluarga ku dapat hidup damai? Mempercayai juga hanyalah sebuah kesepakatan yang kapan saja bisa di ingkari bukan? "Balas Miyaku mencoba memprovokasi Solydia.
"Jadi kau tidak mau berdamai? "Tanya Solydia mencoba menyimpulkan isi pikiran Miyaku.
"Dari pada di tinggalkan lebih baik mengambil resiko kan? "Miyaku mengelus kepala Solydia yang terdiam kaku.
"Aku tidak bisa melakukan ini Solydia, jika kita mengalah kita akan di musnahkan olehnya"
"Bagaimana jika itu terjadi? Bukankah kita tidak akan bertemu lagi? "
"Ayo seranglah dia! "Perintah Miyaku.
Jadey membuka matanya kaget, dia malah terkena tipu muslihat dari Miyaku yang saat ini sedang menganggu pikiran Solydia.
"Menjauh darinya! "Teriak Jadey yang melempar botol racun laku menjauhkan Solydia dari kawasan racunnya.
"Hey! Bangunlah! Bukankah kau begitu hebat kalau begitu buktikan dengan membunuh wanita itu! "Teriak Jadey yang menampar pipi Solydia keras.
"Ku bilang bangun! "Jadey terus menguncang tubuh Solydia.
"Berhentilah terjerumus tipuan wanita busuk itu! Ku mohon! "Ujar Jadey geram.
"Percuma saja Jadey, dia sudah masuk perangkap ku" ujar Miyaku turun mendekati Jadey.
"Heh, aku tidak akan datang ke sini sendiri memulai peperangan jika aku tidak memiliki persiapan" ujar Miyaku percaya diri.
Miyaku merentangkan tangannya lalu membaca beberapa mantra hitam. Langit menghitam dengan gemuruh petir yang menyamba. Jadey memasang perisai pelindung untuk Solydia.
"Mati juga tidak masalah asalkan dia hidup aku tidak peduli dengan nyawaku sendiri toh tidak lama lagi aku akan mati" ujar Jadey pasrah.
"Bagus! Mati saja kau! "Tawa Miyaku senang.
Jadey melepaskan semua hewan yang dia bisa keluarkan sedangkan dirinya masih berusaha menahan rasa sakit yang begitu menyakitkan.
"Arghhhhh" ringis Jadey yang memuntahkan darah kental ke tanah.
"Anak anak ku, kalian lakukanlah tugas kalian" ujar Miyaku memberikan sinyal peperangan yang sebenarnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
Laose masih tetap membantu tim lainnya untuk memusnahkan ribuan pasukan boneka yang semakin lama semaki kiat dan tentunya tidak ada habisnya.
Beberapa pasukan yang berperang mulai mengeluh, pasukan yang terluka juga jumlahnya tidaklah sedikit.
Alpha mendekati Laose yang terus berperang tanpa henti. Laose menembakan ribuan peluh ke arah titik vital boneka itu.
"Mundurlah, langit tampak aneh takutnya akan terjadi hal yang tidak kita inginkan" ujar Alpha menepuk pundak Laose.
"Bagaimana dengan mu? "Ujar Laose.
"Aku bagian dari petir aku akan membereskan mereka dengan mengandalkan petir alami ini" ujar Alpha yang meleset dengan cepat lalu meledakan petir di tengah kerumunan boneka itu.
Laose mundur karena dia tahu jika dia tetap ngotot membantunya berperang dia malah akan terkena serangan Alpha dan lagi keberadaannya tidaklah begitu penting dan malah akan menjadi sebuah hambatan bagi Alpha.
Hanabi mencari keberadaan Hexilia yang saat ini sedang melihat peperangan dari kejauhan.
"Ada apa? "Tanya Hexilia menyadari kedatangan Hanabi.
"Katakan pada ku di mana Jadey dan Solydia? "Ujar Hanabi mendominasi.
"Dia ada di hutan bagian barat kau berhati hatilah, ku usulkan bawa Medusa bersama mu kesana" ujar Hexilia dengan raut wajah sedihnya.
"Aku tidak akan menanyakan tingkah aneh mu, aku pergi" Hanabi mengirimkan transmisi suara pada Medusa yang juga langsung berangkat menyusul Hanabi.
Mereka memakan lumayan banyak waktu untuk sampai di sana, Medusa mengambil jalan putar untuk melihat keadaan sekitar sedangkan Hanabi langsung memerintahkan bonekanya untuk menyusuri seluruh bagian hutan.
"Di sana rupanya" senyum Hanabi.
"Terlalu jauh, transmisi suara ku tidak dapat menjangkaunya" gumam Hanabi yang memberikan perintah pada salah satu bonekanya.
"Cepat katakan pada Medusa untuk segera datang ke lokasi aku menunggunya di sana "perintah Hanabi.
"Baik nona" boneka itu meleset pergi dari hadapan Hanabi sedangkan Hanabi langsung pergi ke lokasi untuk membantu Jadey yang saat ini terduduk lemas.
Lima detik Hanabi langsung menghadang serangan Miyaku yang kesal karena kedatangannya padahal sebentar lagi Miyaku bisa menghabisi mereka.
"Ternyata lawan ku bisa membuat boneka yah? Lumayanlah" ujar Hanabi yang melepaskan aurahnya.
Hanabi menyebarkan benang emasnya ke sekelilingnya untuk berjaga jaga jika Hanabi kalah.
"Aku sudah tidak tahan lagi..... "
Jadey terjatuh lemah ke tanah. Jadey terlalu banyak memakai kekuatan inti dan menekan dirinya sendiri hingga melemah seperti ini.
__ADS_1
Melihat kondiai Jadey yang semakin memarah Hanabi memerintahkan sebagian bonekanya untuk mengamankan mereka untuk sementara dan menyembuhkannya selagi menunggu Medusa datang.
Berlanjuttttt.......