
π«Happy Readingπ«
Betty meninggalkan ketiga orang itu tanpa menyuruh mereka masuk. Ia lalu memberi kode kepada Vegas untuk menjaga, agar ketiga orang itu tidak menerobos masuk.
Saat Betty sudah sangat dekat dengan anak tangga terakhir, ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi bosnya, Pak Jaka. Namun saat itulah ia mendengar perkelahian terjadi di bawah.
Bugh!
Prang!
Brak!
Betty yang menyadari kalau mereka sudah pasti kalah jumlah, langsung meneruskan langkahnya untuk masuk ke dalam kamar nyonya besarnya. Bahkan Betty masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Brak!
Cklek
"Betty? Apa-apaan ini?!" Tanya Sarah yang sudah pasti kaget dengan kedatangan Betty yang mendadak.
"Nyonya, sebaiknya segera hubungi Tuan Jaka! Ada orang-orang jahat di bawah. Vegas sedang melawan mereka. Tapi sepertinya kita kalah jumlah. Sedangkan Johan, saya rasa sudah tidak bisa kita harap lagi."
"Apa maksudmu? Ada orang yang menyerang ke sini?" Tanya Sarah yang merasa mulai khawatir.
Ia lalu mencari ponselnya untuk langsung menghubungi sang suami.
Tut~ tut~
π Hallo?
π Hallo! Sayang?! KYAA!! BETTY!!
π Hallo?!!
π SAYANGβ
Ponsel Sarah terjatuh saat kedua orang berbadan besar itu mulai menangkapnya dan menyeretnya keluar kamar. Betty sendiri sudah tidak sadarkan diri akibat terkena stun gun yang dilayangkan padanya.
Sarah sendiri hanya bisa pasrah karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada kandungan nya.
Sarah yang melihat ada seseorang yang menunggunya di bawah, merasa semakin khawatir. Karena Ia merasa, kalau pernah melihat orang itu sebelumnya.
"Anda? Bukankah andaβ"
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Sarah.
"Agch!! Sakit ..."
Plak!
Sekali lagi. Dan tamparan keras itu sukses membuat Sarah pingsan. Sudut bibirnya mulai mengeluarkan darah segar.
"Bawa ia ke mobil!" Perintah orang itu. Ia lalu menghubungi seseorang.
.
__ADS_1
Di Kantor Jaka
Jaka sedang berusaha menghubungi seseorang melalui ponselnya, tapi setelah beberapa kali percobaan, orang itu tidak kunjung menjawab.
Iya lalu memberi kode kepada Paul agar asistennya itu hubungi seluruh orangnya (Anak Buah Paul).
"Brengsek!! Siapa orang yang berani menyerang rumahku? Aku tidak percaya kalau Angel bisa senekat itu!"
Jaka mulai berpikir, Ia lalu memberi kabar juga kepada kedua orang tuanya. Pada saat seperti ini, ia memerlukan semua bantuan yang bisa ia dapatkan. Dan setahunya, orang-orang dari ibu dan bapaknya cukup berpengalaman dengan hal-hal seperti ini.
Jaka, Paul dan Esmeralda langsung bergegas meninggalkan kantor. Padahal beberapa karyawannya sudah mulai berdatangan.
"Chloe, cancel semua jadwal saya siang ini. Saya ada urusan." Titah Jaka saat melihat sekretaris yaitu sudah berada di mejanya kembali.
"Oke, Baik Pak!" Jawab Chloe tanpa banyak bertanya.
Ketiga orang itu meninggalkan kantor dengan terburu-buru. Selama perjalanan, Jaka berkali-kali mencoba menghubungi Sarah. Tapi teleponnya tidak diangkat. Ia lalu mencoba menghubungi ketiga orangnya yang ada di rumah.
Awalnya tidak ada satupun dari mereka yang yang menjawab panggilan Jaka. Tapi setelah beberapa saat, Betty menjawab panggilan itu.
π Siapa yang membawa Nyonya Sarah?
π Tuan Nathan, Pak! Iya datang bersama dua bodyguard-nya. Mereka melumpuhkan Johan, kemudian Vegas dan lalu saya. Jelas Betty.
π Brengsek!!
Umpat Jaka saat mendengar jika Nathan lah yang membawa pergi istrinya.
π Apakah Vegas dan Johan terluka?
π Saya akan mengurus mereka, Tuan.
"Kita temui Nathan di tempatnya! Berani-berani sekali Ia cari masalah denganku?!" Cerca Jaka.
Paul yang sejak tadi mengambil jalur kanan, langsung membelokkan mobil ke kiri, menuju ke arah diskotik milik Nathan.
.
.
Ckiitt!!
Mobil Jaka berhenti tepat di depan Diskotik ZZ. Saat Jaka Ingin turun dari mobil, Paul menahan nya.
"Kamu sudah gila ya?! Masuk kedalam sana berdua saja denganku, sama saja menyerahkan diri. Sebaiknya kita tunggu bantuan datang." Jelas Paul dengan akal sehatnya yang masih berjalan.
"Apa sebenarnya yang diinginkan orang itu, hah!?" Jaka memukul dashboard mobil yang tidak bersalah.
"Mungkin tebusan? Tapi seharusnya kau lebih tau. Bukankah kalian berteman?" tanya Emeralda yang sibuk mencoba mengamati keadaan sekitar.
"Aku tidak pernah berteman dengannya. Hubungan yang terjadi diantara kami hanya sebatas hubungan kerja. Karena ia juga pernah berhutang cukup besar padaku, aku menggunakan jasanya untuk mencari tahu masalah Indra kemarin. Hanya itu saja. Aku tidak mengira jika ternyata Ia yang akan menusukku dari belakang seperti ini!" Jaka menjelaskan.
Ddrrttt~ Ddrrttt~
Ponsel Jaka bergetar. Ia melihat nomor pribadi melakukan panggilan masuk.
π Hallo?
__ADS_1
π Hallo Jaka Sanjaya.
π Brengsek!! Dimana Sarah?
π Hei, tenang. Ia aman bersama Angel.
π Sialan!! Kalian bekerja sama untuk menyerangku, hah?!!
π Tidak. Tapi bisa dibilang begitu. Kebetulan Aku dan Angel punya kepentingan yang sama. Begitu juga dengan abangmu, Indra Sanjaya. Sayangnya ia ingin mundur di saat terakhir.
π Dan kalian membunuhnya?!!
π Kurang lebih begitu.
π DIMANA SARAH!? LEPASKAN DIA!! KAU LIHATKAN, DIA SEDANG HAMIL BESAR?!
π Ha ha ha, aku tidak buta. Karena itulah kau akan melakukan apa saja untukku. Ia, kan?
π Damn! Bicaralah!
.
.
Jaka memukul-mukul dashboard di depannya. Nathan benar-benar membuatnya marah.
"Antar aku ke rumah Bapak dan Ibu. Ada yang harus kubicarakan dengan mereka."
"Bagaimana dengan Sarah? Apa kita tidak masuk kedalam?"
"Mereka tidak ada disini. Mereka ada di atas kapal pesiar milik Nathan. Mereka mengancam akan melempar Sarah ke laut jika permintaannya tidak dituruti dalam tiga hari ini." Jaka menjelaskan dengam suara bergetar.
Esme yang mendengar penjelasan Jaka hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia kaget karena masalah ini begitu seriusnya.
"Apa itu?" tanya Paul yang tidak tahan jika tidak menanyakannya.
"Seluruh Saham dan kekayaan keluarga Sanjaya. Dalam bentuk uang."
"Gila!! Lalu?" Paul memastikan.
"Aku akan bicara dengan Ibu dan Bapak."
Jaka tidak memusingkan jika orang itu menginginkan seluruh kekayaan yang ia miliki. Tapi kekayaan keluarga Sanjaya, itu lain lagi.
Selain itu, permintaannya untuk menerima barter itu dalam bentuk uang bukannya surat atau bentuk fisik lainnya, merupakan sesuatu yang agak sulit dilakukan. Mengingat beberapa asetnya dipegang oleh beberapa nama.
Ia hanya bisa berharap dalam waktu tiga hari, ia bisa menyelesaikan masalah ini. Apapun caranya.
.
.
π£Bersambungπ£
Semangat!! Jangan lupa berikan dukungan buat author yaaaa!
Like, koment, rate bintang 5 dan vote.
__ADS_1
Terima kasiih π