
💫Selamat Membaca💫
Sejak kemarin, Jaka dan Paul sudah mengkoordinasikan semua rencana mereka dengan Tobias dan Erfan kedua orang itu bersedia mengarahkan orang-orang terbaik mereka untuk menolong Jaka membebaskan istrinya.
Jaka dan Nyonya Ningsih secara pribadi langsung menemui teman Nyonya Ningsih, yang merupakan mantan menteri itu. Dan wanita itu setuju untuk meminjamkan peralatan dan bantuan apapun yang bisa menolong untuk menyelamatkan Sarah.
Jaka sangat percaya kalau mereka bisa membawa Sarah pulang malam ini. Semuanya akan dilaksanakan dengan rencana matang yang sudah mereka susun sedemikian rupa.
Setidaknya ada lima kapal motor yang sudah bersiap untuk melakukan penyelamatan malam ini. Jaka dan Paul berada di salah satunya. Lalu ada Aldi, yaitu orang yang ditunjuk oleh Tobias untuk memimpin misi penyelamatan itu.
Aldi sendiri merupakan mantan tentara Angkatan Laut yang sudah sangat berpengalaman. Usianya memang tidak muda lagi, tapi instingnya masih sangat kuat.
"Pak Aldi, saya mempercayakan semuanya pada anda. Saya sangat berharap kita bisa membawa pulang istri dan calon anak-anak saya." Jelas Jaka sebelum mereka mengangkat jangkar.
"Tenang saja, Pak Jaka. Kepercayaan yang sudah diberikan Pak Tobias dan anda, akan saya jaga dan saya berjanji jika saya dan tim saya pasti akan membawa Nyonya Sanjaya pulang dengan selamat." Jelasnya lagi, yang kemudian mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Jaka.
Dua Puluh Menit Kemudian ...
Mereka sudah berada di perairan, dimana lokasi terakhir yang diambil dari telepon yang diterima Jaka tadi siang, terlacak. Jadi sesuai dengan rencana yang sudah mereka susun rapi, kapal motor yang membawa Jaka dan Paul akan mendekati kapal pesiar milik Nathan.
Mereka akan minta izin untuk naik dengan alasan Jaka ingin bertemu dengan istrinya sementara itu anggota tim yang lain akan bergerak dan melumpuhkan anak buah Nathan dan Aldo, yang berjaga di kapal itu dan beruntungnya Pak Aldi sangat memahami seluk beluk kapal pesiar dengan tipe seperti itu.
Saat ini Jaka sedang berdiri menunggu orang-orang bersenjata itu memanggil Bos mereka.
Jaka melihat Nathan dan Aldo muncul dengan wajah tersenyum mengesalkan.
“Apakah kalian datang untuk mengantarkan uang itu? Ramai sekali.” Tanya Aldo saat melihat Jaka dan beberapa orang di belakangnya.
“Apakah aku boleh menemui istriku?” tanya Jaka.
“Kau sendiri saja. Tapi ingat, jika macam-macam kalian akan langsung habis.” Jelas Nathan.
.
.
Sarah menangis di dalam pelukan suaminya. Ia tidak ingin melepaskan pelukan itu.
“Apa kalian baik-baik saja?” tanya Jaka memastikan.
Sarah menggeleng.
“Aku mabuk laut, aku mual, rasanya ingin mati saja…” jelas Sarah lirih.
“Sayang, maafkan aku ya. Ini semua karena kebodohanku.” aku Jaka.
“Apakah kau akan membawaku pulang?” tanya Sarah dengan suara yang sangat lemah.
Ia benar-benar harus berpegangan dengan suaminya. Jika tidak, ia akan tumbang saat itu juga.
Jaka yang mengetahui betapa lemahnya kondisi sang istri, lalu merebahkannya ke atas tempat tidur. Ia lalu berbisik kepada sang istri.
“Sayang, apapun yang terjadi, jangan meninggalkan kamar ini, ya? Jika kau mendengar keributan, langsung kunci pintu itu secepatnya. Apa kau paham?” tanya Jaka sembari mengelus rambut istrinya.
“Apakah berbahaya? Aku tidak ingin kau kenapa-napa…” bisik Sarah yang semakin membenamkan wajahnya di pelukan sang suami.
.
__ADS_1
.
.
Sarah harus rela membiarkan suaminya keluar. Kali ini, Angel yang masuk dan duduk di ujung tempat tidur.
“Kau tau, kan, kalau ia adalah mantan suamiku? Aku meninggalkannya karena ia terlalu bodoh, tidak mau menerima perusahaan yang diberikan bapaknya. Ia malah memilih membangun semuanya dari awal. Bodoh!”
“Kau yang bodoh.” Jawab Sarah yang suaranya hampir tidak terdengar.
Dor!!
Dor!!
“Hah?! Apa yang terjadi? Apa Nathan membunuh suamimu?” tanya Angel yang kemudian tersenyum sinis.
Ia lalu meninggalkan Sarah sendirian.
Sarah yang mengingat pesan suaminya, langsung mengunci kamar itu setelah Angel keluar. Namun, baru saja ia ingin kembali ke atas tempat tidur, pandangannya kabur. Sarah jatuh pingsan.
.
.
.
Sarah berusaha untuk duduk. Ia memegangi perutnya yang terasa semakin mengganjal.
“Sayang, kamu sadar?” Tanya jaka sambil membantu istrinya itu untuk duduk.
“Di rumah sakit, sayang. Kau aman sekarang.” Jelas Jaka yang kemudian memeluk istrinya itu.
“Terima kasih karena sudah menyelamatkanku, sayang…” bisik Sarah lirih. Ia tidak kuasa menahan air matanya yang ingin menyeruak keluar.
Jaka memeluk istrinya erat. Ia tidak ingin kehilangan wanita itu lagi.
“Apa masih terasa seperti mabuk laut?” tanya Jaka menyelidik.
Sarah menggeleng.
“Tidak. Sudah jauh lebih baik. Oya, bagaimana keaadaan anak kita?”
“Mereka baik-baik saja …”
Tok tok tok
Cklek
Nyonya Ningsih dan suaminya masuk kedalam ruangan VIP itu. Ia langsung menghampiri menantunya yang nyawanya hamper di pertaruhkan.
“Ibu…” panggil Sarah lirih. Air matanya kembali mengalir.
“Sayang, ibu senang kau kembali dengan selamat. Tidak kurang satu apapun. Anak ini, kalau tidak bisa menjaga istri sendiri, biar ia tinggal bersama kami!” Celetuk Nyonya Ningsih sambil mencubit lengan anaknya.
"Aww, Ibu. Ampuni anakmu ini!" Jaka menghindar.
“Hei, sudahlah. Jangan ribut-ribut di rumah sakit.” Jelas Pak Ismail yang sudah menyusul istrinya.
__ADS_1
Sarah tersenyum. Tapi tiba-tiba saja air mukanya berubah saat melihat noda darah yang terlihat merembes di perut suaminya. Sarah tercekat, suaranya tidak mau keluar. Ia langsung menarik suaminya mendekat dan menaikkan kemeja abu yang dipakai laki-laki itu.
“Sayang, apa …” kata-kata Jaka terhenti.
Istrinya mendapati perban di perutnya yang sudah mulai memerah.
“Oh, Sayang…” Jaka berusaha membujuk istrinya agar tidak panik.
Wanita itu menangis. Nyonya Ningsih langsung memanggil dokter untuk mengecek keadaan anaknya.
Jaka hanya bisa merebahkan diri di samping istrinya. Luka tembak itu kembali terasa sakit.
※※※
Tiga Bulan Kemudian,
Sarah tengah berbaring santai sambil mengelus pelan kaki putra pertamanya, Saka Alugio Sanjaya. Sayangnya, saudari kembar Saka yang bernama Suki Aleana Sanjaya, tidak bisa bertahan lebih lama. Ia meninggal di usianya yang ke dua minggu.
Mereka bahkan tidak sempat membawanya pulang, Suki meninggal karena terlalu lemah dan jantungnya yang mengalami masalah sejak lahir.
Jaka bersyukur istrinya sangat tegar menghadapi musibah itu. Mereka merasa sangat kehilangan, namun masih memiliki semangat hidup yang di bawa oleh Saka. Anak itu sangat tampan dan sehat.
"Bagaimana kabarmu hari ini, Sayang?" tanya Jaka yang baru saja pulang dari kantor.
"Kami baik ..." sahut Sarah yang kini telah membiarkan anaknya terlelap di dalam box bayinya.
Ia mendekati Jaka dan membantu laki-laki itu melepaskan seluruh pakaiannya. Jaka mengecup kening Sarah sekilas. Kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sarah merasa hidupnya sangat sempurna. Ia memang kehilangan putrinya, namun semua adalah takdir Tuhan. Tidak ada yang bisa menentangnya.
Ketiga orang yang menjahati Jaka dan Sarah—Nathan, Aldo dan Angel—sudah menerima akibat dari perbuatan mereka. Hukum bisa memastikan kalau mereka tidak akan berbuat jahat lagi untuk belasan tahun ke depan.
Debby dikirim ke pusat rehabilitasi oleh Paul.
Paul sendiri sudah menikahi pujaan hatinya, Esmeralda.
Sedangkan Indra, Keluarga Sanjaya sudah mengiklaskan kepergian laki-laki itu. Tidak ada yang tau bagaimana kabarnya saat ini. Apakah ia benar-benar meninggal atau hanya menghilang saja.
※※※
Sarah meninggalkan Saka dengan Betty. Ia dan suaminya punya janji yang akan mereka tepati sore ini.
Dengan senyum mengembang, Sarah menggandeng lengan Jaka. Sekarang mereka sudah berdiri di tepi pantai. Saat angin bertiup, Sarah semakin merapatkan tubuhnya pada sang suami.
Tidak lama. Setelah itu, ia mundur selangkah dan melepaskan pakaiannya. Sarah berlari masuk kedalam air dengan bikini two pieces yang ia kenakan.
"Ayo, Tuan Jaka Sayang! Tangkap aku!" teriak Sarah berusaha membuat Jaka bergabung dengannya.
Jaka tersenyum. Tanpa berpikir dua kali, ia melepaskan baju dan celananya. Hanya dengan celana boxer yang masih menempel, ia menyusul sang istri yang sudah asik dengan kegiatannya saat ini.
"I'll catch you, My Love!"
...^^^END^^^...
...Terima kasih untuk kalian yang bertahan sampai akhir. ...
...You are great!!...
__ADS_1