Lay With The Devil

Lay With The Devil
Sarah dan Jaka


__ADS_3

⚠⚠⚠⚠⚠⚠⚠⚠


📣Warning!! 21+


Mengandung konten dewasa. Kebijakan pembaca di harapkan. Yang belum cukup umur harap skip episode ini.


Jaka mengibas-ngibas tangannya di depan wajah tanpa membuka matanya. Ke usilan Sarah membuat laki-laki itu balik badan dan akhirnya sukses jatuh kelantai.


Brugh!!


Tawa cekikikan Sarah berubah menjadi jeritan kecil. Beberapa detik ia terdiam. Tapi Jaka terlihat tidak bergerak. Ia lalu merangkak mendekati pinggir tempat tidur. Jaka masih tidak bergerak. Jaka terbaring dilantai yang dingin.


"Sayang... Jangan bercanda... gak lucu...", Sarah mulai khawatir.


Tapi Jaka tetap diam.


"Sayang!!", Sarah menyerbu tubuh Jaka, mengabaikan selimut yang dari tadi menutupi tubuhnya.


"Kena...", bisik Jaka saat menyadari Sarah sudah berada di sampingnya.


Sarah memukul-mukul bahu Jaka. Bisa-bisanya Jaka mempermainkan dirinya.


"Hei... hei... aku bisa mati beneran kalau kau tidak berhenti", Jaka menjelaskan.


Sarah menghentikan pukulannya.


"Aku tidak benar-benar memukulmu, sayang...", Sarah membela diri.


"Apakah kau betul-betul takut jika aku mati?", Jaka menahan tangan Sarah di dadanya.


"Ssthh!!! Jangan bilang begitu...", Sarah menutup mulut Jaka dengan tangannya yang bebas.


Jaka lalu menarik Sarah mendekat. Diciumnya Sarah dengan lembut. Sarah membuka bibirnya karena belaian Jaka di pinggangnya. Jaka duduk membawa serta Sarah dalam pangkuannya.


Sementara itu, tangan Jaka tidak diam saja. Tangan itu menjelajahi punggung Sarah yang terasa dingin karena terpapar AC. Ia meraih pengait bra Sarah dan melepasnya dengan sekali percobaan. Ciuman Jaka semakin intens. Sarah melingkarkan tangannya di leher Jaka.


Jaka bangkit dan mengangkat Sarah ke atas tempat tidur. Ciuman mereka terlepas. Jaka bisa melihat bibir Sarah yang memerah karena kelakuannya. Ia lalu mulai menelusuri bukit kembar milik Sarah yang sudah bebas tanpa penutup.


Sarah mengerang karena sentuhan itu. Dadanya membusung. Ia ingin lebih. Jaka mundur dan melepas bajunya. Ia lalu kembali dengan bukit kembar Sarah.


"Mulus sekali... Bolehkah...",


"Apa?? Aawhh...", Sarah memekik kecil saat bibir Jaka sampai di dadanya. Sarah merasa ada denyutan kecil dibawah sana.

__ADS_1


Jaka memainkannya sesekali.


"Eeemmppph... Sayang... Please...", Sarah menyerah. Jaka terlalu memabukkan.


"Aku tidak bisa mundur Sayang... tidak malam ini...", Jaka berbisik di telinga Sarah.


Sarah merasakan tubuh Jaka mengeras. Wajahnya memerah menyadari hal itu. Ia tau kalau malam ini Jaka tidak hanya mencumbunya. Dan panas tubuhnya membuat Sarah tidak ingin menjauh. Ia memerlukannya.


Jaka menyentuh pinggul Sarah. Tangan itu semakin ketengah dan menemukan milik Sarah yang paling berharga. Tangan Jaka berhasil membuat Sarah membuka diri. Dengan usilnya, Jaka menyentuh bagian sensitif Sarah.


"Oowwhh... Sayaang...!!", Sarah menahan emosinya. Ia menggigit bibir bawahnya. Sarah bahkan kaget dengan suaranya sendiri.


Jaka melakukannya dengan perlahan. Ia tidak ingin Sarah merasa sakit. Dibawanya wanita itu menjelajahi dunia baru. Tidak ada penolakan. Sarah bahkan mengimbangi gerakan Jaka.


"Sayang!!", Sarah tidak tahan lagi.


Jaka menariknya. Tapi Sarah menahan laki-laki itu. Sarah memerlukan pegangan yang kokoh. Tertinggal bekas-bekas kuku Sarah di bahu Jaka.


Jaka melepaskannya. Ia merasakan kenikmatan yang begitu tinggi. Begitu juga dengan Sarah yang ada di bawahnya. Wanita itu menjerit tertahan saat merasakan hal yang sama.


"Terima kasih Sayang... ", Jaka membelai rambut Sarah. Sarah memejamkan matanya. Setelah puluhan menit yang panjang, ia mengantuk.


°°°


"Jam berapa ini...", Sarah melihat ke arah Jam yang terletak di atas meja.


"Apa kau ingin mandi?", Jaka memeluk wanita di sampingnya "Apa kau menyesal...", Jaka berspekulasi.


"Emmm... aku akan mandi saja...", Sarah keluar dari selimut. Tubuh polosnya membuat Jaka ingin menggodanya lagi.


Langkah Sarah terhenti tepat di depan pintu kamar mandi.


"Sayang... Kau akan memperjuangkanku, kan?", tanya Sarah pelan. Ia takut Jaka membuangnya setelah apa yang ia dapatkan.


Jaka tau Sarah takut di campakkan. Ia bangkit dan menyusul Sarah. Jaka memeluk Sarah lembut.


"Aku akan memperjuangkanmu my queen...", Jak mengecup kening Sarah. Ia lalu mengangkat tubuh mungil Sarah masuk ke dalam kamar mandi. Di turunkannya kekasihnya itu di bawah shower dan mulai menyalakannya.


Sarah memekik kecil saat air dingin menerpa tubuhnya.


"Ini dingin!!",


"Ha ha ha... maaf... aku lupa mengatur suhu nya...", Jaka memutar kran air panas. Seketika air berubah menjadi lebih hangat.

__ADS_1


Ini lebih baik...


°°°


Sarah mengambil ponsel dari dalam tas tangannya. Lima panggilan tak terjawab dari Ibunya. Sarah lupa kalau ia berjanji akan tiba kemarin. Pasti mereka sangat khawatir.


Sarah langsung menghubungi balik nomor ibunya.


📞Hallo...


📞Ah, Sarah... kau membuat kami khawatir...


📞Sarah dan teman Sarah terjebak hujan... Ia tahu kalau Sarah punya astrophobia... Jadi kami berhenti dan bermalam di sebuah penginapan. Hujannya deras sekali, bu...


📞Ia sayang... Kami juga akan memberi tahu hal yang sama... Disini petir dan hujannya deras sekali...


📞Masakan ibu jadi sia-sia ya...


📞Siapa bilang... Axel membawa teman-teman kantor nya pulang, saat tau kamu terlambat sampai...


📞Ha ha ha...


Bu... apa Ayah baik-baik saja?


📞Ya... Ayahmu baik-baik saja... Ada hal yang ingin kami sampaikan kepadamu nanti. Jadi, berhati-hatilah di jalan ya..


📞Iya bu... Sarah akan baik-baik saja... Love you...


📞Love you more...


Sarah membereskan pakaiannya. Jaka sendiri masih tidur setelah mandi subuh tadi.


Perjalanan masih dua jam lagi. Sebaiknya ia di biarkan tidur. Sepertinya sangat lelah...


Sarah mengecup kening Jaka dan kembali mengecek barang-barang mereka agar tidak tertinggal.


Semoga Ayah dan Ibu mengerti...




__ADS_1


bersambung...


__ADS_2