
📯Selamat Membaca📯
Setelah kejadian hilangnya Jaka dari restoran dan ditemukan di dalam kamar hotelnya sendiri, mereka memutuskan untuk pulang dan menyelidiki kabar kematian Indra, seperti yang dikatakan Angel.
.
.
Jaka sudah berada di kantornya bersama dengan Paul. Sebentar lagi mereka akan pergi ke PT. AntiQ Jaya untuk menemui Bapak Ismail dan membicarakan masalah ini. Bagaimanapun juga, Indra adalah anak laki-laki tertua di keluarga itu.
Jaka sampai pukul sepuluh pagi dan langsung menuju ke kantornya. Sebelumnya ia sudah menghubungi Paul dan memberitahu kabar itu.
"Jadi, apa langkahmu selanjutnya?" tanya Paul pada Jaka.
Tapi Bosnya itu tidak menggubris pertanyaan Paul, karena dia sedang melamun memikirkan sesuatu.
"Ehem! Bos?!" tegur Paul.
Jaka yang masih memikirkan bagaimana bisa ia dibuat pingsan dan dibawa kembali ke hotel, membuatnya tidak mendengar panggilan Paul.
"Aissh... Oi, Bos!!" Panggil Paul lagi.
Barulah Jaka melirik asistennya itu.
"Tidak sopan banget sama Bos."
"Cih! Lagian, pake acara melamun segala. Jadi bagaimana? Kita harus menemukan mantan istrimu dan mendapatkan penjelasan darinya. Kalau memang Pak Indra sudah meninggal, kita harus tau dimana ia dikebumikan atau di kremasi, atau apalah itu. Pasti hal itu juga yang diminta Pak Ismail nantinya." jelas Paul.
"Tuh sudah pintar. Cari Angel. Bawa dia menghadap Bapak. Buat dia buka mulut. Oke? Aku mau pulang dulu. Ada urusan." jelas Jaka yang kemudian beranjak meninggalkan Paul yang kebingungan.
"Dasar kamvret!! Datang cuman bilang itu doang?! Aish. Untung Bos..." omel Paul saat Bos nya itu sudah tidak terlihat dari tempatnya berdiri.
"Katanya mau ke rumah Pak Ismail. Dasar Bos gak jelas..." Paul mengeluarkan ponselnya dan mulai meghubungi seseorang.
※※※
Tok Tok Tok...
Jaka mengetuk pintu kamarnya dan langsung membukanya tanpa menunggu izin dari sang istri.
Cklek
"Sayang? Apa kau di dalam?"
__ADS_1
Hening.
Jaka kembali keluar dan mencari Betty atau Vegas.
"Betty?! Vegas?!" panggil Jaka.
Johan sendiri sedang berjaga di pintu depan.
Dengan teburu-buru, Vegas muncul dari arah dapur.
"Siap, Bos! Maaf, Bos... Saya lagi makan. Saya tidak dengar Bos sudah datang."
"Di mana Nyonya Sarah? Apa dia bersama Betty?" tanya Jaka kemudian.
Vegas menggangguk, "Ia Bos, Mereka ada di belakang. Katanya, Nyonya Sarah pengen berenang."
"Ya sudah... kalau begitu sana kembali makan!" jelas Jaka yang kemudian beranjak pergi menuju ke halaman belakang rumah mereka yang merupakan pantai.
Dari kejauhan, Jaka bisa melihat istrinya itu tengah asyik berenang. Di sekitarnya ada Betty yang sedang duduk di atas selembar kain. Wanita itu fokus memperhatikan Sarah, sambil sesekali melihat keadaan sekitar. Jaka yang sudah sangat dekat dengan Betty, memberi kode pada wanita itu agar ia sadar.
"Ehhem!! Sudah sejak kapan Nyonya Sarah berenang?" selidik Jaka membuat asistennya itu berdiri dan menundukkan kepala.
"Tuan Jaka. Nyonya langsung berenang setelah sampai tadi."
"Loh, bukannya tadi saya pesan supaya Nyonya Sarah untuk langsung istirahat?" tanya Jaka memastikan.
Jaka memberi kode agar wanita itu meninggalkannya dengan Sarah berdua saja.
Jaka yang merasa lelah dengan perjalanan tadi pagi, merasa bingung bagaimana bisa istrinya itu tidak merasa lelah sedikitpun.
Dengan segera ia membuka seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan boxer dan celana dalamnya saja.
Hisssh!! Dingin juga, ya... Batin Jaka.
Dengan lekas Jaka menceburkan diri kedalam air. Dengan udara yang lumayan dingin, masuk kedalan air laut itu merupakan pilihan yang paling tepat.
Hhmmmm... Pantas aja Sarah betah berenang saat menjelang siang gini... Jaka membatin.
Ia lalu bergegas berenang mendekati sang istri. Saat sudah dekat, tiba-tiba otak isengnya muncul. Ia lalu menyelam dan mulai menyentuh kaki sang istri.
Sarah yang merasa kalau ada sesuatu yang mengganggunya, langsung berbalik untuk memberitahu Betty.
Namun, saat ia melihat tidak ada siapa-siapa di pinggir pantai, Sarah mulai bergerak ke tepi dan saat itulah Jaka muncul dihadapannya.
__ADS_1
"Sayang?!! Ish! Enggak lucu!!" pekik Sarah sambil terus berjalan ke tepi.
"Ha... ha... ha... Maaf sayang... Habisnya aku gemes. Sudah di suruh istirahat, malah main air disini..." jelas Jaka yang kemudian memeluk istrinya itu dari belakang.
Sarah yang mendapat perlakuan seperti itu, merasakan panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Apalagi kulit mereka yang langsung bersentuhan di temani sepoi-sepoi angin laut.
"Sayang... Jangan modus ya. Saya masih marah dengan anda!" jelas Sarah berusaha melepaskan tangan Jaka.
Jaka lalu membuat istrinya itu berbalik menghadap dirinya. Dengan lembut, ia menunduk dan mulai mencium bibir istrinya.
Namun kemesraan itu hanya berlangsung sebentar saja karena Jaka merasa kalau istrinya mulai menggigil. Jaka lalu mengambil kimono mandi istrinya yang tergeletak di sana dan mulai menutupkannya ke tubuh sang istri.
.
.
.
Jaka menelusuri tiap inci tubuh istrinya. Dengan lembut ia membalurkan sabun ke seluruh tubuh wanita itu.
"Stop, please."
"Hmmm, kenapa?"
"Aku masih marah. Bukannya kemarin anda telah tidur dengan wanita lain? Aku tidak ingin masalah itu lenyap begitu saja." jelas Sarah yang langsung membasuh dirinya sendiri di bawah shower.
"Aku tidak tidur dengan siapa-siapa selain dirimu, istriku."
"Aku menemukan anda telanjang, Tuan. Kira-kira apa yang terjadi, hah?" Sarah sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuhnya.
Jaka tau sekali kalau tidak terjadi apa-apa kemarin. Ia sudah melakukan penyelidikan dan ia yakin semua itu hanya jebakan. Namun tampaknya menjelaskan kepada istrinya jauh lebih menyulitkan.
Hhmmmm... Bagaimana lagi agar kau percaya, sayang?
.
.
.
👔Bersambung👔
Sampai sini dulu. Author perlu semedi untuk klimaks dari masalah ini.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya sejauh ini. Jangan lupa kasih like, koment, rate bintang lima, fav dan Vote sebanyak-banyaknya.
Sekali lagi, terima kasih 💞💞💞