Lay With The Devil

Lay With The Devil
Informasi


__ADS_3

Sarah hanya bisa manyun saat Jaka dan Paul meninggalkannya pulang ke apartemen Jaka.


"Bolehkah aku ikut?", Sarah bersikap baik.


Jaka maju dan mengecup kening kekasihnya.


"Tidak... Aku tidak bisa bekerja jika kau berkeliaran di rumahku. Sibukkan dirimu dengan apapun...", Jaka menyarankan.


"Okey... Kalian harus makan malam disini ya... Aku akan masak...",


"Baiklah nona... Kami harus pergi...", Paul sudah berjalan menjauh. Ia membuka chat masuk.


Esmeralda. Mengajak bertemu? Mungkin nanti siang...


※※※


Paul menghabiskan sekaleng cola yang tersedia di lemari pendingin Jaka. Tenggorokannya kering karena menjelaskan berita terbaru yang ia sendiri baru dengar tadi pagi, tak lama setelah Bos nya itu memintanya menyelidiki kebenaran cerita Pak Ismail tadi pagi-pagi sekali.


"Jadi perusahaan waralaba Pak Maulana diambang bangkrut?",


"Ya, dan tidak",


"Apa maksudnya itu?",


"Tidak jika ia berhasil membuat Pak Ismail menikahkanmu dengan Debby, anaknya...",


"Ckk! Kau tau itu tidak akan pernah terjadi kan? Feelingku terlalu kuat. Aku yakin bapak tidak memiliki seluruh ceritanya. Makanya kita perlu bukti. Aku ingin sekali pergi sendiri ke sana menemui orang tuanya Sarah. Tapi aku punya hal lain untuk di selesaikan",


"Nona Sarah?", tanya Paul menebak.


"Tidak seperti yang kau bayangkan. Aku akan mencari tau dari dirinya langsung. Apa dia tidak tau atau pura-pura tidak tau...",


Memang aku berfikir apa? Paul hanya tersenyum singkat.


Paul lalu menyalakan laptop Jaka. Ada hal lain yang ingin diperlihatkannya. Karena ia agak bingung juga bagaimana cara menjelaskan pada bos nya itu.


Paul memperlihatkan beberapa slide gambar.


"Dasar wanita jal**g. Mau dilihat beberapa kalipun itu memang dia... Baiklah, mungkin setelah makan siang aku akan pergi ke kantor...",


"Mau makan siang denganku?", Paul mengajak.

__ADS_1


Kening Jaka berkerut seketika.


"Kamu mengajakku makan siang? Kok kedengarannya agak aneh ya?",


"Ah kau ini... Apa yang ada dalam pikiranmu?", bahasa Paul seketika menjadi casual. Bagaimanapun Jaka juga temannya "Aku ada janji nanti siang dengan Esmeralda. Ingat kan, yang semalam aku perkenalkan denganmu?",


"Owh... Pengusaha itu? Tidak... aku tidak ingin mengganggu kalian... Aku masih tau diri...",


"Oya?? Bukannya ingin berduaan dengan kekasihmu?", Paul mulai menggoda teman sekaligus bos nya itu.


"Hhmmm... itu juga benar", Jaka mengambil hasil print out yang keluar dari printernya. Ia lalu memasukkanya kedalam amplop cokelat dan mengikat talinya.


Bapak tidak bisa memaksaku kalau sudah begini...


※※※


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas lebih sedikit. Paul sudah duduk di sebuah kafe yang tidak jauh dari kantornya. Dari tempatnya duduk, ia melihat seorang wanita turun dari mobil Chevrolet keluaran tahun lalu. Mobilnya sendiri Ia tinggal di kantor karena jalanan siang ini lumayan macet.


Wanita ini levelnya sudah jauh di atasku mengapa ia ingin bertemu denganku setelah pertemuan semalam?


"Hai Paul!!", Esmeralda mendekat dan mengecup pipi Paul. "Apa kau sudah lama menunggu?",


"Ha ha ha... Oke, Sepertinya kau benar... Tapi aku juga memang ingin makan siang denganmu. Apakah tidak boleh?",


"Tentu saja boleh. Apapun untuk wanita secantik mu...", yang itu itu terucap begitu saja dari mulut Paul.


Sudah hampir sejam mereka duduk di sana. Makanan mereka berdua juga sudah habis. Esmeralda lalu memulai percakapan yang dari awal ingin disampaikannya.


"Sebenarnya lebih baik lagi aku menyampaikan hal ini dengan Pak Jaka, tapi aku rasa kondisinya tidak terlalu baik saat ini. Jadi, karena kamu temannya...",


"Ralat, saya asistennya...",


"Oh ya, kalian lebih terlihat sebagai teman dari pada bos dan anak buah... Oke, kembali ke intinya. Jadi aku pernah bekerja sama secara langsung dengan Pak Maulana dan aku memutuskan kontrak kami di bulan kedelapan...",


Paul tidak bisa mengalihkan pandangannya.


Melihat wanita itu bicara lumayan menyenangkan.


Sadarlah Paul!!


"Sebenarnya aku sudah kenal lama dengan Pak Maulana, Karena itulah aku mau bekerja sama dengannya... Tetapi semakin kesini Ia melakukan semakin banyak kecurangan dan dari kabar yang kudengar terakhir kali, usahanya sudah hampir bangkrut. Jadi kurasa keputusan Pak Ismail itu diikuti oleh ketidak ketahuannya dengan kondisi Pak Maulana saat ini...",

__ADS_1


Paul mengangguk sesekali tanda setuju dengan apa yang ia dengar.


"Aku tahu Seharusnya aku tidak ikut campur dengan masalah kalian. Tapi sepertinya Pak Jaka juga tidak berencana untuk dijodohkan dengan Debby...",


"Kau benar. Kami juga baru mengetahui berita itu tadi pagi",


Paul menghabiskan sisa es jeruknya.


"Tentang wanita yang diperkenalkannya semalam, ada masalah lain yang jauh lebih rumit. Kami masih berusaha mencari tahu kebenarannya... Tapi aku menghargai semua informasi yang kau berikan. Kau sangat baik...",


※※※


Jaka ingin sekali menarik Sarah kembali ke tempat tidurnya. Tapi setengah Jam lagi ia harus sudah ada di kantor dan ia ada janji dengan Paul. Ia tidak ingin asistennya itu muncul lagi di pintu depan kalau ia tidak muncul seperti katanya.


"Apa kau harus ke kantor? Ini akhir pekan...",


"Ha ha ha... Kantor bapak memang terlalu memanjakan karyawannya... Sayangnya, di perusahaanku hari ini mereka masih sibuk bekerja", Jaka menyelesaikan makannya.


Sarah lagi-lagi cemberut. Walaupun begitu, ia senang Jaka tidak lagi sekusut tadi malam.


"Oke... tapi ingat ya, nanti malam kalian akan makan malam disini... Aku akan masak banyak...",


"Baiklah Sayang... Terima kasih makan siangnya, sangat nikmat. Tapi aku harus segera pergi, atau Paul akan menjemputku lagi...",


Jaka memeluk Sarah. Sarah membalas pelukan itu.


Sarah melambaikan tangannya pada Jaka yang sudah melewati pintunya. Tapi Jaka malah menarik Sarah dan menciumnya tepat di bibir. Sarah mengalungkan tangannya.


"Sial... aku ingin menikah denganmu saat ini juga...", Jaka menghentikan ciumannya.


"Jangan... Kau akan terlambat ke kantor. I love you... ", Sarah mendorong dada Jaka menjauh. Ia lalu menutup pintu saat Jaka akhirnya meninggalkan apartemennyaa.


Really really love you...





bersambung....

__ADS_1


__ADS_2