Lay With The Devil

Lay With The Devil
Semua Tentang Jaka


__ADS_3

🌵Happy Reading🌵



Sarah masih memandangi kotak hadiah yang diberikan bersamaan dengan kejutan ulang tahun Suaminya tadi.


"Ini kaktus, kan?"


"Iya sayang, itu kaktus."


"Kalau begitu, Siapa yang memberikan hadiah ini? Lucu banget..."


"Hah! Aku bahkan lupa kalau kamu masih belum Ingat sejarah pertemuan kita... Apalagi dengan seluruh kisah hidupku yang pernah aku bagi padamu..."


"Hhmmm... Iya betul. Jadi, apa ia orang penting untuk anda?" tanya Sarah yang masih mengamati benda mungil itu.


"Orang yang memberikan ini dan satu-satunya orang yang mengetahui kue favoritku - selain kedua orang tuaku dan Paul - hanyalah Angel, mantan istriku." jelas Jaka yang kemudian menutup kembali kotak hadiah tadi.


Saat ini, senyuman yang tadi terukir di wajah Sarah perlahan memudar.


"A—aku tidak tau kalau anda pernah menikah sebelumnya..." jawab Sarah dengan suara yang agak bergetar.


Ia kaget mendengar penjelasan itu. Suami yang selama ini Ia cintai, walaupun bukan dengan ingatannya yang terdahulu, ternyata pernah memiliki wanita lain. Bukan hanya sebagai pacar, melainkan sebagai istri sah.


Tanpa ia sadari, setitik air mata telah mengalir di pipinya.


"Sayang, jangan menangis... Ini bukan apa-apa! Aku sudah melupakannya!"


"Bagaimana aku tidak menangis? Anda tidak pernah memberitahuku tentang hal ini. Sekarang, tiba-tiba saja wanita itu datang memberikan kejutan-kejutan dan membawa kenangan masa lalu kalian!" jelas Sarah lagi.


"Sayang, aku sudah pernah memberitahumu tentang Angel, bahkan sebelum aku memberitahumu, kamu sudah mengetahui tentang kehidupan pribadiku. Kau hanya tidak sengaja melupakan semuanya... Aku berani bersumpah, hanya ada kamu di hidupku saat ini..." Jelas Jaka yang kini sudah memeluk erat istrinya.


Sarah tahu semua yang dikatakan suaminya benar. Namun entah kenapa, Ia tetap menangis. Belum lagi reda tangisan Sarah, sebuah panggilan masuk di ponsel Jaka.


Panggilan itu dari nomor baru yang tidak terdaftar di ponselnya. Jaka lalu menekan tombol volume untuk mematikan suara dering ponselnya.


"Kenapa tidak diangkat?" tanya Sarah bingung.


Ia menjauh dari pelukan suaminya.


"Hanya panggilan tidak penting. Buat apa di jawab?" tanya Jaka balik.


"Anda selalu begitu... Setiap nomor baru yang menghubungi anda, anda bilang tidak penting... Bagaimana jika penting dan Urgent?" Sarah tidak mau logikanya dipatahkan.


"Semua yang mengenalku sudah tahu, bagaimana sifat ku. Jika memang telepon itu penting, mereka akan mengirim pesan terlebih dulu, memberitahukan kalau itu nomor telepon mereka..."


"Aku tidak tahu kalau harus begitu..."


"Sayangku bukannya tidak tahu... Kau hanya lupa." Jaka mencium puncak kepala istrinya.


Beberapa saat kemudian, sebuah pesan masuk.

__ADS_1


📩Masih seperti dulu. Tidak berubah. Ini aku, mantanmu tercinta. Apa kau yakin, tidak mau menjawab teleponku? Padahal ada hal penting yang ingin aku bicarakan. Ini tentang kakak mu, Indra. (Angel)


Setelah membaca pesan itu. Jantung Jaka berdetak lebih cepat. Ia tidak tau mengapa Angel bisa berusuran dengan Indra.


Apa yang membuat mereka saling berhubungan? batin Jaka.


"Sayang... Kenapa? Ada masalah ya? Kalau kau—"


"Ssthh!! Sebentar. Aku harus berfikir." potong Jaka. Ia lalu beranjak menuju keluar kamar. Ia duduk di tepi kolam renang. Entah kenapa emosinya tiba-tiba naik.


Sarah yang kaget dengan perubahan sikap suaminya, hanya bisa membuang nafas berat.


Jam di kamar menunjukkan pukul sebelas lewat. Hari yang harusnya menjadi hari bahagia untuk suaminya, malah menjadi seperti ini.


Sarah memutuskan untuk memberitahu Paul, tentang apa yang terjadi pagi ini.


📨 Paul, bos mu lagi bad mood gara-gara surprise pagi ini. Maksudku bukan surprise yang ku buat, aku bahkan tidak membuat apa-apa. Ada seorang wanita bernama Angel yang mengirimnya kue red velvet dan sebuah kado berisikan kaktus. Aku benar-benar tidak paham apa yang sedang terjadi disini.


Sent.


Tidak perlu menunggu lama, sebuah pesan balasan dari Paul datang.


📩 Oh, Yang benar saja! Angel itu masa lalu Pak Jaka yang paling menyakitkan. Aku bingung kenapa ia bisa muncul tiba-tiba. Dan aku tidak terlalu percaya dengan yang namanya kebetulan. Sebaiknya aku meminta Vegas untuk mengantarmu pulang. (Paul)


Sarah malah menjadi bingung dengan keputusan Paul untuk membawanya pulang. Maksudnya membawanya pulang tanpa Jaka?


📨 Apa kau gila, Paul? Jika aku pulang sekarang, entah apa yang akan mereka lakukan. Apalagi sepertinya wanita ini berniat menggoda suamiku kembali. Tidak! Aku tidak akan pulang. Kalau pun, aku harus pulang, suamiku juga harus pulang!


Paul tidak membantu sama sekali. Batin Sarah jengkel.


Sarah ingin sekali mendekati suaminya dan membantu meringankan beban pikiran pria itu. Tapi, jika mengingat saat tadi Jaka memotong kata-katanya, Sarah langsung mengurungkan niat itu. Bisa-bisa emosi suaminya semakin bertambah.


Sarah yang bingung mau melakukan apa, akhirnya merebahkan diri di atas tempat tidur. Ia mengambil ponselnya dan mulai membuka aplikasi baca novel online.


Ia ingin melarikan diri sejenak dari kekacauan yang ada dihadapannya.


Hmmmm... Ini novel Cinta Yang Kejam, kapan Up-nya sih? Hais... Akutuh gak bisa di giniin... Natan pakai selingkuh pula!! Batin Sarah kesal.


Ia kembali mencari judul novel yang sudah terdaftar di favoritnya.


"My Stiff Husband sudah Up nih! Hhmm, sudah ada kemajuan belum ya? Sudah nikah berapa lama coba? Ha.. ha.. ha.. Tapi kalau ingat Raka dan Jelita, aku jadi suka ketawa sendiri..." Sarah asik dengan dunia halu-nya.


Sejenak ia melupakan kejadian di dunia nyata. Kalau ditanya sejak kapan ia mulai iseng membaca novel online, Ia mulai tertarik karena Sandra suka membacanya di kala senggang.


Sarah yang penasaran, akhirnya ikut membaca Novel-novel yang tersaji disana. Kadang ia suka ketawa sendiri, kadang ia jadi marah-marah sendiri, kadang ia menahan tangis jika membaca novel-novel yang memuat kekerasan pada perempuan atau jika terjadi perselingkuhan.


.


.


.

__ADS_1


Hampir sepuluh menit ia membaca beberapa bab yang tertinggal di novel My Stiff Husband. Ia lalu mencari deretan novel baru yang kira-kira bisa menemaninya siang ini.


"Hhmmm... Ini... Ah, terlalu muda untukku. Aku gak bisa nge-halu jadi anak SMA. Apa ya..." Sarah masih asik men-scroll layar ponselnya.


"Eh. Bukan Romeo? Kayaknya bagus, nih..." Sarah mulai membaca bab awal.


Sesekali ia tertawa di hadapan ponselnya.


.


.


.


"Sayang... Sayang... Bangun yuk. Aku lapar. Kamu juga belum makan siang kan?" Tanya Jaka yang melihat istrinya mulai menggeliat merenggangkan tubuh.


"Eeemm... Gimana urusannya? Sudah selesai marah-marahnya?" tanya Sarah yang rupanya ketiduran.


Jaka tau ia telah membuat kesalahan dengan membentak Istrinya tadi.


Sarah kembali mengutak-atik ponselnya. Ia mengeluarkan aplikasi baca novel tadi dan membuka pesan masuk. Pesan itu dari Paul. Ia tidak ingin membukanya di hadapan suaminya. Jadi ia langsung menguncinya.


Jaka yang merasa tidak dihiraukan, langsung mengambil ponsel Sarah dari tangan wanita itu.


"Eh?"


Cup


Jaka mengecup bibir istrinya, tepat saat wanita itu mengangkat kepalanya karena kaget.


"Maafkan aku ya... Aku membentakmu tadi."


Sarah tidak menjawab permintaan maaf itu. Ia langsung memeluk suaminya.


"Apa anda baik-baik saja?" Sarah memastikan.


Jaka lalu menarik istrinya mendekat dan mulai mencium bibir wanita itu lembut. Ciuman yang lama dan panas.


Jaka tau rasa laparnya bisa menunggu. Tapi mungkin tidak dengan calon anak-anak mereka. Dengan berat hati ia menyudahi ciuman itu.


"Kita makan dulu, yuk..." ajak Jaka yang sudah siap menyambut tangan sang istri.



🎭Bersambung🎭


Thanks!! Jangan lupa tinggalin Like, Rate bintang 5 dan Vote nya ya 😍. Biar author makin semangat!!


Thank you semua 😘😘😘


🎨Images: Pinterest

__ADS_1


__ADS_2