
🎭Happy Reading🎭
Sarah berhenti di depan pintu rumahnya. Amazing-nya, ia mengingat semua tentang rumah ini. Tentang kota ini.
Ia masih mengumpulkan keberaniannya untuk masuk kedalam rumah itu. Sampai akhirnya, ia melangkah masuk dan diikuti oleh Jaka, Axel dan Sandra. Vegas dan Betty memilih menunggu di luar.
Ibu Mutia yang baru saja turun dari lantai dua, langsung menghampiri anak dan menantunya.
"Sarah... Ibu senang kau kembali..." ucap ibunya lirih "Dan kamu mengandung, sayang..." dipeluknya anak sulungnya itu.
Tangis Sarah langsung pecah karena pada akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan orang tuanya.
"Ibu... Sarah kangen..." jelas Sarah yang sudah menangis di pelukan Ibunya.
Jaka yang melihat mereka hanya bisa tersenyum simpul.
Andaikan kau mengingatku, sayang...
※※※
Setelah bertemu dengan Ayahnya, Sarah memutuskan untuk beristirahat di kamar. Saat ini Jaka sedang mandi dan ia sedang menyiapkan pakaian untuk orang itu.
"Sayang..." panggil Jaka saat istrinya itu sedang berbaring di atas tempat tidurnya.
"I-iya, Pak? Sudah selesai mandinya?" tanya Sarah gugup saat melihat Jaka hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
"Sudah. Apakah kau juga ingin mandi?" tanya Jaka saat melihat kegugupan Sarah.
"I-iya. Saya merasa gerah. Lagipula, dokter yang merawat ayah baru akan datang nanti malam, jadi saya mau istirahat dulu setelah mandi..." Sarah menjelaskan.
Ini memang masih sore. Setelah bertemu Pak Arnold tadi, mereka langsung masuk kamar. Vegas dan Betty juga sedang beristirahat di dipan belakang.
Jaka lalu mengambil baju yang sudah disiapkan istrinya di atas tempat tidur.
Sarah juga kemudian masuk kedalam kamar mandi utuk membersihkan tubuhnya.
"Jangan dikunci ya, Sayang." Jaka mengingatkan.
Jaka merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Sarah.
Kamar Sarah sangat unik... Batin Jaka.
Namun sudah banyak berubah setelah di tinggalkan oleh Sarah, Axel yang menempatinya saat ini.
Tapi karena hanya kamar ini yang memiliki kamar mandi di dalam kamar, mereka jadi tidur disini. Sementara itu, Axel kembali ke kamar lamanya yang sempat di kosongkan.
Jaka mengingat kembali moment pertemuan Sarah dan ayahnya tadi. Pak Arnold menangis sesengukan saat bisa memeluk Sarah lagi. Ia yang selama ini, kata Axel hanya berbaring saja di tempat tidur, tadi terlihat berusaha untuk duduk. Kemajuan yang luar biasa.
__ADS_1
Cklek
Sarah keluar kamar dengan rambut yang dililit handuk. Ia masih mengenakan baju mandi lama miliknya.
Jaka yang melihat pemandangan itu, hanya bisa menelan saliva. Ia tidak mengerti mengapa setelah mengandung, Sarah terlihat semakin mempesona.
"Pak?!" panggil Sarah sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Jaka.
"Eh, iya. Kenapa? Maaf, tadi saya sedang memikirkan sesuatu..."
"Apa bapak tidak tidur? Istirahatlah..."
"Iya. Tapi aku sudah cukup tidur di kereta tadi. Aku berfikir untuk memijatmu. Kau pastinya lelah setelah perjalanan jauh. Apalagi, kau membawa dua anak kita sekaligus..." jelas Jaka.
Wajah Sarah memerah. Ia memang lelah, tapi jika harus dipijat oleh Jaka, sepertinya ia merasa tidak enak.
"Eeemmm... Tidak usah Pak. Saya tidur saja..." jelas Sarah.
Tapi Jaka masih ingin ngobrol dengan Sarah.
"Sayang... Apa aku boleh meminta sesuatu padamu?"
Sarah menjadi agak panik. Ia yang masih mengenakan pakaian mandinya, memilih menjauh dari Jaka dan beralih ke kopernya. Sarah mencari baju santai untuk dikenakan.
"I-iya, Pak. A-apa yang bapak inginkan?"
"Itu..."
"Aku tau kau tidak mungkin memanggilku Sayang. Karena kau lupa. Tapi a-"
"Sayang! Baiklah. Saya akan memanggil anda Sayang... Kalau papi dan mami... Mungkin nanti saja... Rasanya agak aneh karena anak-anak kita belum lahir..." Sarah menunduk.
Ia lalu meninggalkanku dan kembali masuk ke kamar mandi.
Jaka tersenyum senang.
Istriku lucu jika malu... batin Jaka.
※※※
Dokter Bagas telah selesai memeriksa keadaan Pak Arnold. Saat ini, ia sedang menikmati secangkir teh hangat yang disajikan Sandra. Dihadapannya sudah ada Jaka dan Axel yang masih ingin bertanya-tanya tentang keadaan ayah dan mertua mereka.
"Dok, bagaimana? Apa ada kemajuan?"
"Semangatnya luar biasa. Kalau ia seperti ini terus, terapi yang saya rencanakan bisa dilaksanakan... Besok saya dan fisioterapisnya akan datang lebih pagi. Mengajaknya terapi di alam bebas. Tapi kalian juga harus selalu memberikan dukungan..."
Jaka dan Axel mengangguk paham.
"Ini kedua kalinya ayah mengalami stroke. Namun kali ini kami lebih paham. Tidak seperti dulu..."
__ADS_1
Aku menunduk.
Dulu, berarti saat Pak Arnold kehilangan perusahaannya. Karena bapak... Stroke bukan penyakit gampang. Bisa bangkit dan kembali sehat saja, sudah sangat luar biasa...
※※※
Saat Jaka masuk ke kamarnya, ternyata Sarah sudah bersiap untuk tidur. Ia lalu ikut berbaring di samping istrinya.
"Sudah mau tidur?" tanya Jaka yang sengaja berbaring miring untuk memandangi Sarah, istrinya.
Yang ditanya hanya mengangguk.
"Aku ingin memijatmu jika boleh..." Jaka menyentuh kaki Sarah.
Sarah yang kaget, sontak menarik kakinya.
"Eh, me-mijat? Untuk apa? Kaki saya baik-baik saja, Pa- Sayang!"
Jaka mengerti kegugupan Sarah.
"Aku hanya ingin membuatmu rileks. Kata artikel yang barusan kubaca, kram kaki itu terjadi karena otot-otot kaki si calon ibu tegang. Penyebabnya bisa jadi banyak hal. Jadi harus di pijat yang rutin agar resiko kram itu semakin kecil..." Jaka menjelaskan apa yang ia ingat.
Mendegar penjelasan itu, Sarah kembali meluruskan kakinya, walaupun agak ragu.
Jaka lalu mengangkat satu kaki Sarah ke atas pangkuannya. Ia mulai memijat kaki Sarah, dari ujung jari kakinya.
"A-apa namanya?" tanya Sarah sambil memejamkan separuh matanya.
Dipijat saat tidak sakit itu ternyata menggelikan... batin Sarah.
"Eemmm... mungkin pijatan anti kram. Entahlah. Aku tidak ingat." Jaka terus memijat kaki Sarah.
Sarah yang awalnya canggung, akhirnya menjadi rileks. Tanpa sadar ia tertidur.
Jaka tersenyum melihat Sarah terlelap karena pijatannya. Ia lalu memperbaiki baju tidur Sarah yang tersingkap. Dikecupnya kening Sarah pelan.
"Good night, sayang..."
Jaka menarik selimut untuk mereka berdua. Ia sendiri juga mengantuk karena kesunyian yang terjadi malam ini.
📝...bersambung...📝
Terima kasih karena masih setia disini...
Berikan Like, Komen, Rate & Vote juga ya 🙏
Semangat Saling Dukung!!
🎨Images: Google Search.
__ADS_1