Lay With The Devil

Lay With The Devil
Taman Bunga Mawar


__ADS_3

🌹Selamat Membaca🌹


Jaka merasa hatinya lega. Ia senang jika istriya bahagia seperti saat ini.


Mereka bertiga - Jaka, Sarah dan Betty - memutuskan akan kesana karena cuacanya juga tidak panas.


.


.


.


.


Sarah menyukai segala jenis bunga. Apalagi yang wanginya menenangkan seperti lavender. Baru sebentar saja, ia sudah asik menciumi berbagai jenis mawar yang sedang mekar di taman itu. Tidak lupa, mereka juga mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan.


Sekarang mereka sudah duduk di salah satu pondok kecil yang dikelilingi pohon bunga mawar.


"Apa tuan dan nyonya mau minum dan cemilan? Saya akan pergi beli..." tanya Betty yang merasa dirinya mengganggu jika terlalu dekat dengan kedua tuannya saat ini.


Tentu tuan ingin berdua saja... Aku akan berjaga dari jarak aman setelah ini... batin Betty.


"Boleh mbak. Saya mau kebab yang di sana itu ya... Sama Jus alpukat..." jawab Sarah.


Jaka lalu tersadar kalau istrinya itu habis puasa semalaman, ia juga tidak sarapan.


"Sayang, apa sebaiknya kita makan saja dulu? Tadi pagi, kan kamu tidak sarapan..."


"Kebab saja lah... Saya masih mau duduk di sini. Saya menyukai suasananya... Makannya nanti siang saja sebelum ke rumah sakit lagi... Boleh ya?" Sarah merangkul lengan Jaka.


Pria itu tidak kuasa menolak.


"Baiklah, kebabnya beli empat ya, Bet. Jus alpukatnya juga. Kau juga belilah makanan untukmu." jelas Jaka seraya memberikan black card-nya kepada Betty.


Tapi Betty menolaknya.


"Maaf tuan. Saya tidak yakin mereka menerima pembayaran dengan kartu. Biar saya saja Tuan." Betty menolak dengan sopan.


"Benar juga ya... Aku sampai lupa. Ya sudah, nanti aku masukkan kedalam gajimu saja. Terima kasih ya."


Betty beranjak.


Jaka menyandarkan tubuhnya di dinding pondok. Walau kecil, pondok itu ternyata sangat nyaman. Ia lalu menepuk-nepuk pahanya, mengisyaratkan agar istrinya itu berbaring. Tanpa di suruh dua kali, Sarah merebahkan tubuhnya yang mulai memberat, di atas alas tikar. Berbantalkan paha suaminya saja, membuatnya kembali mengantuk. Sarah memejamkan mata.


Sarah tersenyum saat merasakan sentuhan lembut di perutnya.


"Hhmmm... Apa mereka baik-baik saja?" gumam Sarah dengan mata yang masih terpejam.


"Baik... Mereka sehat." jelas Jaka.


Lama kelamaan, belaian Jaka di perut Sarah mulai naik. Ternyata Jaka tidak bisa menahan dirinya sendiri saat dihadapkan dengan kesintalan dua bukit Sarah yang semakin berisi. Ia mulai menyusupkan jemarinya dibalik atasan Sarah.

__ADS_1


"Eenngghh... Sayang... Jang-ngan dong... Ini tempat u-umum... Eemmnh..." lirih Sarah yang telah merapatkan kedua pahanya. Sentuhan yang terlalu sayang untuk ditolak namun terlalu memabukkan untuk diterima.


"Shiit. Kau membuatku ingin itu sayang... Kenapa kau seksi sekali sih?" gumam Jaka. Tangannya tidak bisa berhenti. Padahal ia tau kalau Betty bisa datang kapan saja.


"Say-yang... Jangan siksa aku terus..." Sarah mulai menuntut.


"Ya, kalau begitu kita susul Betty. Kita pulang dulu. Nanti siang kita kembali lagi ke rumah sakit." jelas Jaka yang membantu istrinya berdiri dan kemudian menciumnya sekilas di bibir.


"Mau ngapain pulang dulu?" tanya Sarah yang merasa lucu melihat tingkah polah Suaminya saat ini.


"Nanti aku kasih tau. Yuk!" Jaka tau dirinya pasti sudah mulai gila. Ya, ia selalu tergila-gila dengan istrinya.


.


.


.


.


Betty bingung kenapa kedua majikannya itu keluar. Mereka berpapasan di tengah jalan.


"Ini makanannya, tuan..."


"Di mobil saja, Bet. Saya kebelet. Mules! Kita pulang sekarang." jelas Jaka yang sudah membuka pintu mobil untuk Sarah.


Betty tidak berniat protes atau bertanya. Ia tidak suka mencampuri masalah orang lain. Apalagi orang yang membayarnya. Dengan cepat ia juga sudah duduk di belakang dengan bungkusan ditangan.


Astaga... Hanya dengannya aku bisa gila seperti ini... batin Jaka yang sesekali melirik Istrinya itu memasukkan kebab melewati bibir polosnya.


Begitu saja membuatku... Argh!! Sial!! Jaka mendengus kesal.


.


.


.


Perjalanan pulang menjadi lebih cepat karena beberapa titik macet belum dimulai.


Setelah turun dari mobil, Betty langsung menuju kedapur untuk meletakkan kebab-kebab yang ia bawa ke atas meja. Ia juga meletakkan jus alpukat tadi kedalam lemari es.


Jaka merangkul pundak istrinya untuk ikut masuk bersamanya kedalam kamar.


"Memangnya masih pengen ya?" tanya Sarah bingung. Padahal sudah sejak tadi Jaka menahannya, bukan?


"Dengan melihatmu saja, aku bisa menghayal kemana-mana sayang..."


"Kok bisa gitu?" Sarah tidak terlalu yakin. Bukankah ia sudah menjadi sangat gendut?


"Entahlah... bisa saja..."

__ADS_1


Saat sudah di kamar pun, Sarah masih berusaha mengetahui alasan sebenarnya. Ia merasa, tidak mungkin hanya dengan melihatnya saja, suaminya itu menjadi sangat bern*fsu.


Jaka mulai memeluk Sarah dari belakang. Ia mengelus perut Sarah yang membesar. Elusan itu semakin naik ke atas. Membuat Sarah mengerang nikmat.


"Sayang... Ada apa sih sebenarnya... Apa ada hal lain yang membuatmu jadi kepengen?" Sarah masih kekeh.


Jaka mendaratkan ciuman panas untuk istrinya.


"Ini gara-gara kamu sayang... Argh... Kenapa setelah hamil semakin menggoda ku, hah?" gumam Jaka yang sudah melepas polo shirt yang tadi ia kenakan.


Mata Sarah kini fokus pada tubuh suaminya yang selalu membuatnya merasa aman. Dadanya yang bidang, sertas abs nya yang hampir sempurna, membuat Sarah harus menelan salivanya.


Jaka melepaskan pakaian istrinya saat wanita itu sedang fokus pada dirinya. Sarah yang sudah bertambah berat saja, masih terasa ringan untuk Jaka. Dengan mudahnya ia menggendong istrinya, dan merebahkannya di atas tempat tidur.


Jaka lalu meredupkan penerangan dan kembali melepaskan sisa pakaiannya.


Sarah hanya bisa pasrah saat suaminya mulai menciuminya lagi. Tangan Jaka yang sudah menjelajah kemana-mana, membuat Sarah menjadi sangat basah.


"Eekkhh... Sa-saayang... please..." ucap Sarah lirih. Pandangannya sudah tidak bisa fokus.


Jaka paham, kini istrinya sudah masuk kedalam permainannya. Setelah Sarah benar-benar menginginkannya, barulah Jaka memulai aksi utamanya.


Dengan perlahan ia mengarahkannya. Ia berlutut tanpa menindih tubuh istrinya. Ia tau harus bagaimana. Mereka berdua saling memberi dan menerima. Sama-sama mencari kenikmatan dunia. Sampai akhirnya mereka mencapai puncak bersama-sama...


Jaka menunduk untuk kembali mencium bibir Sarah sekilas. Ia meninggalkan Sarah dan membiarkan istrinya itu mengumpulkan sisa-sisa tenaganya.


※※※


Di Tempat Lain...


Dengan jengkel wanita itu melemparkan tumpukan foto yang diberikan padanya. Ia lalu mendekati seorang pria dengan tubuh yang penuh tato dan duduk di atas pangkuannya.


"Kenapa kau berikan foto-foto itu padaku? Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan dia!" jelasnya dengan tangan yang sudah memainkan abs lawan bicaranya.


"Begitukah? Tapi aku ingin kau kembali menemuinya... Aku ada urusan dengannya. Mungkin kau mau membantuku?" tanya pria bertato itu.


"Terserah apa katamu..." jawab si wanita yang kemudian mulai mencium lawan bicaranya.


.


.


.


🌊bersambung🌊


Terima kasih buat semua yang masih mau mampir ke karya ini.


Saya juga mau kasih info, kalau kedua karya saya akan Up setiap dua hari sekali secara bergantian. Jadi hari ini Up disini, besok Up di sebelah...


Jangan lupa kasih dukugannya, agar semangat mengetik saya tetap terjaga 😄.

__ADS_1


Sekali lagi TERIMA KASIH!!


__ADS_2