Lay With The Devil

Lay With The Devil
Rencana Jahat


__ADS_3

🍒Selamat Membaca🍒


Jaka dan istrinya sudah berada di sebuah rumah makan yang sangat terkenal di daerah Ubud.


Mereka lalu memesan beberapa jenis makanan yang menggugah selera makan mereka.


Seperti kemarin-kemarin, Vegas membaur bersama orang Jaka yang lain. Mengawasi mereka, bahakan mereka sendiri tidak mengetahui dimana.


Drrttt... Drrrttt...


Ponsel Jaka bergetar. Sebuah nomor cantik terlihat disana. Ia lalu mengangkatnya.


Sarah menebak-nebak siapa itu.


Raut wajah Jaka yang tadi baik-baik saja, seketika menjadi berubah. Jaka beranjak menjauh untuk bicara lebih leluasa.


"Sebentar ya, sayang..." Jelas Jaka yang tidak lupa mencium puncak kepala istrinya.


📲 Angel? Ini benar-benar kamu?


📲 Ya... Kamu rindu padaku?


Tanya wanita itu dengan pede nya.


📲 Hah? Aku laki-laki beristri.


📲 Benarkah? Apa kau yakin sudah melupakanku? Melupakan cinta kita?


📲 Kau gila, Ngel. Aku tidak akan mengkhianati istriku. Aku bukan kamu.


📲 Okey... Tapi asal kau tau, aku masih mencintaimu. Apa yang kulakukan dulu karena dipaksa keadaan. Kau tau pasti itu, kan?


📲 Terserah apa katamu.


Jaka mengakhiri panggilan itu.


Flashback On


Jaka melemparkan ponsel yang ia pegang. Ia sedang berbulan madu dengan istrinya - Angel - saat menerima telfon dari teman sekaligus rekan kerjanya, Samuel.


"Kenapa sayang?" Tanya Angel yang sudah melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.


"Bajing#n itu menarik seluruh sahamnya di Emerald Auto. Dasar Samuel Brengsek!!" cerca Jaka.

__ADS_1


Angel yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecut.


"Apa sebaiknya kita pulang sekarang? Kita sudah disini selama seminggu." jelas Angel.


"Baiklah. Kemasi barang-barang kita. Aku janji kita akan melakukan bulan madu lagi setelah masalah ini selesai..." jelas Jaka sambil memeluk Angel, istrinya.


"Apa katamu saja..." Angel menjauh.


Mereka berdua memutuskan untuk mengakhiri bulan madu itu lebih cepat. Setelah kembali ke Indonesia, Jaka langsung menemui Samuel. Ternyata orang itu tidak main-main dengan ancamannya, untuk menarik seluruh saham miliknya di Emerald Auto.


Jaka yang saat itu tengah emosi, langsung saja menghajar Samuel di kantornya. Akibat dari emosinya itu, Jaka digiring ke kantor polisi dengan tuduhan penyerangan.


Dua hari kemudian Jaka bebas dengan jaminan dari kedua orang tuanya, Bapak Ismail dan Ibu Ningsih. Ia sengaja tidak memberitahu sang istri, saat ia di penjara, Ia hanya bilang sedang keluar kota. Jaka takut Angel marah saat mengetahui dirinya melakukan hal bodoh seperti itu.


Jaka pulang ke apartemennya dengan perasaan rindu mendalam terhadap sang istri. Dengan bergegas Ia masuk ke dalam apartement-nya, dengan kunci yang ia miliki sendiri. Namun langkahnya terhenti saat samar-samar ia mendengar suara er#ngan dari seseorang yang sangat ia kenal, istrinya.


Dengan perasaan gugup dan takut, Jaka mendekati sumber suara. Betapa terkejutnya ia, saat mendapati sang istri tengah mencari kenikmatan bersama dengan sahabatnya, yang menyebabkan ia masuk penjara kemarin. Samuel dan Angel yang tidak menyadari kehadiran Jaka, terus melakukan kesibukannya.


"BRENGSEK KALIAN BERDUA!! Jadi ini yang kalian lakukan saat aku tidak ada?! Dasar bajing#n!!" Amuk Jaka.


Samuel yang menyadari kehadiran Jaka sontak menghentikan kegiatannya itu. Ia lalu mengenakan boxer yang tadi tergeletak saja di atas tempat tidur. Angel sendiri hanya bisa menutupkan selimut keseluruh tubuhnya, dengan wajah yang masih sangat kaget.


"A—aku bisa menjelaskan ini..." jelas Angel takut.


"Oh ya? KALAU BEGITU JELASKAN!!" tantang Jaka.


Jaka murka saat Samuel malah tidak berusaha pergi atau minta maaf.


"Sayang, sebaiknya pakai bajumu dan kita pergi dari sini." jelas Samuel yang sudah memakai pakaian lengkapnya.


Jaka semakin murka mendengar pernyataan orang itu. Dengan amarah yang sudah memuncak, ia menyerang Samuel. Perkelahian tidak bisa dihindarkan.


Bugh! Bugh!


Jaka mulai memukul wajah Samuel. Begitu pula Samuel yang memukul perut Jaka bertubi-tubi.


"Hentikan kalian berdua!! Jaka sudahlah! Apa kau ingin kembali ke dalam penjara?!" Angel mengingatkan.


"Aku tidak peduli lagi! Dasar pel#cur murah#n! Kalian akan membayar ini!!" sahut Jaka yang masih terus bergulat dengan Samuel.


Bugh!


Jaka jatuh pingsan. Samuel yang sejak tadi terkena pukulan-pukulan Jaka, terkekeh saat melihat lawannya kini diam tak bergerak. Ia terduduk lemas di lantai.

__ADS_1


"Terima kasih, sayang..." ucap Samuel ketika melihat kekasihnya itu tengah megang sebuah vas bunga dari kristal, yang baru saja ia gunakan untuk membuat Jaka pingsan.


Ya, tidak ada yang tau tentang perkelahian itu. Kecuali mereka bertiga. Perselingkuhan Angel dan Samuel, menjadi awal muasal Jaka memutuskan untuk menceraikan wanita itu.


Setelah berbulan-bulan kemudian, Jaka akhirnya tahu kalau Angel sudah lama bermain dengan Samuel. Alasan Angel lebih memilih Samuel, hanya karena Jaka menolak mengambil alih perusahaan bapaknya dan lebih memilih untuk mendirikan perusahaan sendiri.


Flashback off


Jaka kembali menemui Sarah. Ternyata semua pesanan mereka sudah tiba. Ia melihat istrinya itu tengah asyik memainkan ponselnya.


"Sayang, maaf ya... Aku terlalu lama." jelas Jaka yang kembali mengecup mesra puncak kepala Sarah.


"Oh, oke. No problem. Sudah selesai nelponnya?" Sarah memastikan.


"Iya, sudah. Teman lama dan ternyata obrolannya tidak penting. Kita makan yuk..." ajak Jaka yang sudah duduk di kursi yang bersebrangan dengan istrinya.


Sarah hanya mengangguk dan tersenyum mendengar ajakan suaminya itu.


Sementara itu, di Rutan Pondok Baru


Seorang wanita dengan pakaian bak sosialita, sedang mengunjungi seorang Aldo.


"Bagaimana Sayang? Apakah pengacara itu bisa membebaskanku?"


"Tentu saja bisa. Dia pengacara handal... Aku cuma bingung, hanya demi bocah itu kamu mau berurusan dengan Polisi! Kalau sampai permasalahan ini merembet kemana-mana, kita akan habis." wanita itu terlihat tidak suka.


"Oke... oke... Setelah keluar dari sini, kita akan menghilang. Tidak ada lagi urusan dengan mereka." Aldo berjanji.


"Baiklah... Tapi, sementara kamu masih ada di dalam sana, aku masih ada satu urusan yang ingin ku selesaikan... Dan aku ingin pinjam beberapa anak buahmu untuk membantuku menyelesaikan urusanku ini. Apa kau mengijinkannya? Kan, kau juga yang membuatku mengingatnya lagi..." rayu wanita itu dengan suara berbisik.


Walaupun para sipir di sana terlihat acuh tak acuh, bisa saja mereka sengaja terlihat seperti itu di depan para tahanan.


"Tentu saja kau boleh menyuruh mereka melakukan apapun, selama itu tidak merugikan ku atau bisnis bisnisku di luar sana."


"Tenanglah, Aku tidak bodoh. Baiklah kalau gitu, aku pergi dulu. Besok pengacara akan mengunjungimu. Aku tidak bisa datang, ya... Ada sesuatu yang harus kuselesaikan." wanita itu bergerak mendekati Aldo.


"Terima kasih, sayang" akhir Aldo yang sempat saja meremas bok#ng wanita itu.


Wanita itu beranjak menjauh meninggalkan Aldo.


Oke, sekarang tinggal mengunjungi mantanku tersayang. Semoga ia masih ingat masa lalu kita dulu. ha ha ha... Wanita itu tersenyum jahat, meniggalkan ruang kunjungan.


🍂Bersambung🍂

__ADS_1


Tetap setia di sini ya...


Dan jangan lupa like dan vote untuk penulis. Supaya penulis tetap semangat, untuk melanjutkan karya ini. Terima kasih 🤗


__ADS_2